
( POV Tukimin )
Pagi ini Tukimin sangat bersemangat sekali untuk mengantarkan pak Bisma ke toko mebel.
"Min,udah sarapan?" Tanya Bisma.
"Udah pak" Jawab Tukimin.
"Ya sudah,ayo kita berangkat min" Ajak Bisma.
"Baik pak" Sahut Tukimin bersemangat.
Bisma dan Tukimin pun segera berlalu menuju ke toko mebel.
"Pak,kalau saya lihat lihat nih,wajah bapak nih makin cerah gitu pak" Ucap Tukimin sambil mengendarai mobil.
"Ah masa sih min?perasaan biasa aja hehe" Sahut Bisma.
"Iya pak,kelihatan cerah dan segar,apa karena pulang bulan madu ya pak?hehehe" Tukimin berseloroh sambil terkekeh.
"Hehehe,bisa aja kamu min" Timpal Bisma sambil terkekeh.
"Kapan ya pak,saya bisa bulan madu sama yayang Lasmi?" Ucap Tukimin.
"Ya kamu menikah dululah min" Timpal Bisma.
"Iya pengennya sih gitu pak,tapi kira kira yayang Lasmi mau gak ya di ajak nikah pak?" Curhat Tukimin.
"Kamu tanya dulu sama lasmi nya min,mau gak dia di ajak nikah,kalau Lasmi nya mau,ya kamu secepatnya datang ke orangtuanya" Ujar Bisma.
"Kira kira menurut bapak,Lasmi cocok gak sama saya pak?" Tanya Tukimin.
"Iya,cocok cocok aja sih,kan kamu yang lebih tahu tentang Lasmi min" Timpal Bisma.
Tiga puluh menit kemudian Bisma dan Tukimin pun telah sampai di depan toko mebel.Bisma segera bergegas turun dan membuka rolling door toko mebel.
Lasmi,Maya,Rahmat dan Indra yang sudah sejak tadi menunggu di depan toko itupun langsung masuk ke dalam toko.
"Dek,sini dulu sebentar dek,mas mau ngomong sesuatu,penting dek" Ajak Tukimin seraya menarik tangan Lasmi menuju pantry.
"Ada apa mas?" Tanya Lasmi.
"Dek,kamu mau gak nikah sama mas?" Tanya Tukimin.
"Hah! nikah?" Suara Lasmi agak sedikit kencang.
"Sssstttttt,pelan pelan,iya kita nikah dek,mau ya dek?" Tanya Tukimin penuh harap.
"Tapi,aku kan belum siap berumah tangga mas" Ucap Lasmi.
"Kenapa kamu belum siap dek?" Tanya Tukimin penasaran.
"Mental aku belum siap mas" Sahut Lasmi.
"Percayalah dek,kamu jangan takut untuk membina rumah tangga,walaupun kerjaan mas hanya seorang supir pribadi,tapi mas akan selalu berusaha membahagiakan kamu dek" Tukimin memegang tangan Lasmi.
"Iya,nanti aku pikir pikir dulu ya mas" Ucap Lasmi,ia membalikkan badannya lalu pergi meninggalkan Tukimin.
Hari ini toko mebel lumayan cukup ramai oleh pengunjung,Lasmi dan Maya pun melayani pembeli dengan baik dan ramah.
"Tok...Tok...Tok" Tukimin mengetuk pintu ruangan Bisma.
__ADS_1
"Masuk" Ujar Bisma.
"Pak Bisma,mohon maaf sebelumnya,bolehkah saya nanti malam izin membawa mobil untuk pergi ke rumah Lasmi pak?" Tanya Tukimin.
"Iya,silahkan aja min" Sahut Bisma.
"Terima kasih banyak pak Bisma" Ucap Tukimin dengan wajah sumringah.
Tukimin pun berlalu dari ruangan Bisma,ia segera menghampiri Lasmi.
"Dek,kita pergi makan siang yuk dek" Ajak Tukimin pada Lasmi.
"Makan siang di mana mas?" Tanya Lasmi"
"Di warung soto Bu Sri yang di pinggir jalan itu dek,itu sotonya enak banget,setiap hari ramai pengunjung" Ucap Tukimin.
"Oh,yang di pinggir jalan itu ya mas" Lasmi menunjukkan tangannya ke arah sebrang jalan.
"Iya dek,mau ya?" Tanya Tukimin.
"Iya udah,tunggu sebentar ya mas,aku ambil tas Handphoneku dulu" Lasmi berjalan ke arah nakkas dan mengambil tas kecil miliknya.
"May,aku pergi makan siang dulu ya" Pamit Lasmi pada Maya.
"Cieee cieee so sweet banget makan siang bareng,ehem,aku kapan ya ada yang ngajak makan siang hehe" Ucap Maya sambil terkekeh.
"Ah kamu sih,terlalu milih milih May" Sahut Lasmi sambil berlalu dari hadapan Maya.
"Makan siang sama aku aja yuk May" Ajak Indra pada Maya.
"Ya udah deh,yuk" Sahut Maya bersemangat.
"Yah,aku di tinggal sendirian" Keluh Rahmat.
"Huh,nasib nasib,ya udah deh sana kalian pergi" Ujar Rahmat.
Maya dan Indra pun segera berlalu dari toko mebel dengan mengendarai sepeda motor Indra.
"Mat,kamu gak makan siang?" Tanya Bisma sambil menutup pintu ruangannya.
"Iya pak,nanti aja pak,gantian sama yang lain pak" Sahut Rahmat.
"Oh begitu ya,tolong kamu belikan soto Bu Sri dua bungkus ya mat" Ujar Bisma seraya menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah.
"Baik pak,pakai nasi gak pak?" Tanya Rahmat.
"Iya pakai mat" Sahut Bisma.
Rahmat pun berlari menuju ke seberang jalan untuk membeli soto Bu Sri.
"Eh mat,makan bareng sini" Teriak Lasmi.
"Iya,lanjut Las,aku belinya di bungkus Las,di suruh pak Bisma" Sahut Rahmat.
Setelah selesai membayar soto,Rahmat pun segera bergegas menuju ke toko mebel.
"Ini pak sotonya dan ini kembalianya" Ucap Rahmat pada Bisma.
"Iya,makasih ya mat,sotonya untuk kamu satu bungkus,dan kembaliannya ambil aja buat kamu" Ucap Bisma.
"Wah,terimakasih banyak ya pak" Ucap Rahmat sambil tersenyum.
__ADS_1
Sementara itu di tempat warung soto Bu Sri, Tukimin terus merayu Lasmi.
"Dek,mau ya menikah sama mas?apalagi yang mau kamu cari dek?" Tanya Tukimin.
"Engga tahu mas,perasaan aku masih ragu sama kamu mas" Ucap Lasmi jujur.
"Percayalah dek sama mas,gak usah ragu ragu,mas akan menjaga kamu sampai kapan pun,kita akan bahagia dan menua bersama dek" Ucap Tukimin meyakinkan Lasmi.
"Entahlah mas,aku masih....
"Masih apa dek?bolehkan mas nanti malam main ke rumahmu dek,mas mau ngomong langsung sama ibumu dek?" Tanya Tukimin.
"Iya,silahkan datang aja mas" Timpal Lasmi.
Seperti mendapatkan lampu hijau dari Lasmi,wajah Tukimin sangat sumringah ketika mendengar ucapan Lasmi.
********
Malam harinya pukul 19.08 Tukimin datang ke rumah Lasmi.
"Tok...Tok...Tok" Tukimin mengetuk pintu rumah Lasmi.
"Assalamualaikum" Ucap Tukimin.
"Kreeeeekkkk" Pintu di buka.
"Wallaikumsallam" Sahut ibunya Lasmi membukakan pintu.
"Eh,mas Tukimin,mari masuk mas" Ucap ibunya Lasmi dengan ramah.
"Lasmi nya ada Bu?" Tanya Tukimin.
"Ada di dalam kamar,sebentar ya ibu panggilkan dulu" Ucap Ibunya Lasmi.
"Las,sini keluar nak,ada mas Tukimin datang nih" Ucap Ibunya Lasmi.
"Iya Bu"Sahut Lasmi.
Lasmi pun keluar menghampiri Tukimin dan duduk di sofa,sementara itu ibunya Lasmi berlalu ke dapur untuk membuatkan teh manis.
"Silahkan di minum teh nya mas" Ucap ibunya Lasmi.
"Terima kasih Bu" Ucap Tukimin.
"Bu,sebenarnya saya datang kemari,ada yang mau saya bicarakan sama ibu" Ucap Tukimin membuka pembicaraan.
"Iya,bicara aja mas,ada apa mas?" Tanya ibunya Lasmi.
"Saya datang kesini berniat baik Bu,saya mau meminta izin untuk menikahi Lasmi,mudah mudahan ibu memberikan restu pada kami berdua Bu" Ucap Tukimin penuh harap.
"Kalau ibu sih terserah sama Lasmi nya aja,kalau Lasmi memang mau,ya ibu sih setuju setuju aja" Timpal ibunya Lasmi.
"Gimana dek,kamu mau kan jadi istri mas?" Tanya Tukimin.
"Iya mas,beri saya waktu untuk berpikir dulu ya mas" Sahut Lasmi.
"Kira kira berapa lama dek?" Tanya Tukimin.
"Kasih saya waktu seminggu ya mas" Sahut Lasmi.
"Oh iya dek,mudah mudahan seminggu kemudian,mas mendengar kabar baik dari kamu ya dek" Ucap Tukimin penuh harap.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
******