
( POV Deddy )
Pagi harinya sekitar pukul 6.30 pagi Kokom sudah berangkat ke lapangan badminton,ia membawa bekal makanan serta minuman.
Tampak Jenny sedang duduk menunggunya di lapangan badminton.
"Sayang,maaf aku telat,tadi aku bikin nasi goreng dulu di rumah" Ucap Kokom.
"Enggak apa-apa sayang,suami kamu tahu kamu kesini?" Tanya jenny.
"Enggak tahu,dia tadi masih tidur" Timpal Kokom.
"Ya udah,kita main dulu yuk,nih aku udah bawa raketnya" Jenny menyodorkan raket pada Kokom.
Keduanya pun asik bermain badminton di lapangan tersebut.Sementara itu di rumah Deddy berusaha membangunkan Zidane anak pertamanya.
"Bang,ayo bangun bang! " Deddy menepuk nepuk bahu Zidane.
"Apa sih bah?abang masih ngantuk" Zidane berbicara dengan mata masih terpejam.
"Bang,bangun bang,antar abah ke lapangan sekarang,cepat! " Deddy menarik tangan Zidane supaya terbangun.
"Sebentar bah,nyawa Zidane belum kumpul semua nih" Zidane duduk sambil mengucek matanya.
"Bang,ke kamar mandi sana cepat cuci muka! " Ujar Deddy.
Zidane pun berdiri kemudian ia pun berlalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
"Ayo bah" Ajak Zidane.
"Udah selesai cuci mukanya?" Tanya Deddy.
"Udah bah" Jawab Zidane.
Deddy dan Zidane pun berjalan menuju ke lapangan badminton,dari kejauhan tampak Kokom sedang duduk bersama seseorang dan sangat akrab sekali.
"Bang,berhenti dulu,kita perhatikan aja dari sini dulu" Ucap Deddy seraya mengajak Zidane bersembunyi di balik pohon pisang.
"Kenapa harus bersembunyi di sini bah?" Tanya Zidane.
"Zidane kenal gak sama orang itu?" Tanya Deddy.
"Kenal,itukan tante Jenny bah" Sahut Zidane.
"Oh,jadi Jenny itu perempuan bang?" Tanya Deddy lagi.
"Iya bah,tapi dia gayanya memang tomboi bah" Timpal Zidane.
"Mesra banget saling suap-suapan sambil ketawa-ketawa,kayak orang pacaran aja" Gumam Deddy.
"Bah,ayo kita kesana aja" Ajak Zidane.
__ADS_1
"Sssttt,gak usah dulu bang,kita intip dari sini aja dulu" Ucap Deddy.
Setelah selesai sarapan nasi goreng,Jenny merangkul Kokom dan mengajaknya berfoto Selfi di ponsel miliknya.
"Peluk dong sayang,biar hasil fotonya bagus hehe" Ujar Jenny pada Kokom.
Kokom pun menurut saja apa yang di suruh oleh Jenny.Kemudian jenny mencium kening Kokom.
"Muaaah,sayang i love you" Bisik Jenny.
"Love you too" Timpal Kokom malu-malu.
"Heh,ngapain kalian pagi-pagi disini berdua mesra-mesraan! " Bentak Deddy yang tiba-tiba muncul dari balik pohon pisang.
Degh!
Kokom membulatkan matanya dengan sempurna,ia tampak sangat kaget melihat suaminya sudah berdiri di belakangnya.
"Abah?" Kokom ternganga memandang ke arah suaminya.
"Ngapain kamu teh,pagi-pagi berduaan sama dia disini?" Tanya Deddy penuh selidik.
"Ya lagi olahraga atuh bah" Jawab Kokom.
"Olahraga kok mesra-mesraan,kalian gak malu apa kalau tiba-tiba ada orang lewat lihatin kalian berdua disini lagi ciuman di tempat umum?" Deddy membelalakkan matanya.
"Abah,kami kan cuma berteman saja,abah jangan salah paham" Ucap Kokom berusaha membela diri.
"Sudahlah,jangan menyangkal teh,aku sudah tahu,kalau kalian pasangan lesbian kan?" Ucap Deddy.
"Kau ya,berani sekali sudah merusak istriku! " Ucap Deddy geram,seakan mau menerkam Jenny.
"Tapi kami cuma berteman aja kok bang,gak lebih" Timpal Jenny.
"Kau pergi sekarang juga! atau mau aku pukuli sampai babak belur?" Ucap Deddy lantang dan tegas.
Jenny mengambil raketnya,lalu ia pun berlalu dari lapangan badminton tersebut.
"Teh,tolong jawab yang jujur,ada hubungan apa teteh sama dia?" Ucap Deddy tegas sambil menatap tajam ke arah Kokom.
Zidane yang sejak tadi berdiri di dekat pohon pisang itu pun menghampiri kedua orang tuanya.
"Bah,jangan berantem disini bah,malu di lihatin orang" Ucap Zidane.
"Ayo pulang! " Ujar Deddy pada Kokom.
Sesampainya di rumah,Deddy memarahi Kokom habis-habisan.
"Teh,jawab yang jujur,kamu ada hubungan apa sama dia?" Tanya Deddy tegas.
"Kami hanya berteman aja bah" Jawab Kokom.
__ADS_1
"Berteman tapi kok pelukan,ciuman,rangkul rangkulan,apa kamu gak malu kalau ada orang lihat,ciuman di tempat umum begitu?" Deddy menaikkan suaranya.
Kokom hanya menundukkan wajahnya,ia pun meneteskan air matanya.
"Sudah berapa lama kalian berhubungan?" Tanya Deddy tegas.
"Udah 10 bulan bah" Ucap Kokom sambil gemetaran.
"Abah gak nyangka,kamu bakalan belok seperti ini teh" Ucap Deddy kesal.
Kokom hanya terdiam dan menimpali ucapan Deddy,ia hanya menundukkan wajahnya dan merasa sangat bersalah.
"Assalamualaikum" Tiba-tiba ayah Kokom datang.
"Wallaikumsallam" Sahut Zidane.
"Ada apa ini,kok wajah kalian pada tegang begitu?" Tanya ayah Kokom keheranan.
"Ayah,ayah tahu gak kalau Kokom berpacaran sama si jenny?" Tanya Deddy penuh selidik.
"Iya tahu bah,sebenarnya ayah juga sudah berkali-kali menasehati Kokom,supaya jangan ketemuan lagi sama si tomboi itu" Ucap ayah Kokom.
"Kenapa ayah gak telepon saya,kenapa gak kasih tahu saya yah?" Deddy bertanya pada ayah mertuanya itu.
"Ayah pikir Kokom sudah bartaubat dan berubah,ternyata masih suka ketemuan,ayah juga kaget mendengarnya" Timpal ayah Kokom.
"Ayah,saya akan kasih kesempatan sama Kokom,kalau dia bisa berubah kita lanjutkan rumah tangga ini,tapi kalau tidak bisa berubah juga,maaf ayah kalau saya nanti mentalak atau menceraikan anak ayah" Ucap Deddy.
"Iya,ayah tahu perasaan kamu pasti kecewa sama Kokom dan ayah,tapi ayah akan selalu berusaha terus menasehati Kokom,insya Allah dia bisa berubah,kalian jangan bercerai, kasihan anak-anak kalian" Ucapnya.
Sejak kejadian itu,Kokom di rumah terus dan tidak pernah keluar dari rumah,kalau pun keluar dari rumah,pasti dengan Deddy serta ketiga anaknya.
*****
Satu minggu telah berlalu,saatnya Deddy pulang ke kota Palangkaraya.Ia berpamitan pada ayah mertuanya dan sebelum pulang ia juga menyempatkan diri untuk ziarah ke makam ibu mertuanya.
"Teh,abah pulang dulu ya,teteh jaga diri baik-baik ya,jangan terbawa arus yang tidak benar ya" Ucap Deddy.
"Iya bah,abah hati hati di jalan ya,semoga selamat sampai tujuan" Timpal Kokom seraya mencium punggung tangan Deddy.
"Jaga anak kita ya teh,abah berangkat dulu" Deddy pun meraih ransel dan koper kecil miliknya.
"Yah,permisi pamit pulang dulu ya" Deddy mencium punggung tangan ayah mertuanya itu.
"Iya nak,hati-hati di jalan ya,jangan lupa baca doa sebelum bepergian" Ayah mertuanya mengingatkan.
"Iya yah,titip Kokom dan anak-anak yah" Timpal Deddy.
"Iya,kamu jangan khawatir,ayah selalu jagain mereka di sini" Ucap ayah mertuanya.
Deddy pun dengan berat hati meninggalkan Kokom serta ketiga anaknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
****