
( POV Dinda )
Hari ini Dinda menghadiri acara arisan ibu-ibu pelaut.Seperti biasa mobil mobil mewah pun telah berderet terparkir di sepanjang jalan.
"Say,seperti biasa ya nanti selesai arisan jangan pulang dulu" Bisik Een.
"Emangnya ada apa say?" Bisik Dinda.
"Kita mau pergi karaokean lagi sama Bu Ani" Bisik Een.
"Kenapa lagi dia say,apa masih galau?" Tanya Dinda.
"Iya say" Jawab Een.
Acara arisan pun telah di mulai,kemudian di lanjutkan acara makan makan dan saling bersenda gurau satu sama lainnya.Selesai acara ibu ibu arisan pun satu persatu pada pamit untuk pulang.
"Bu,kita pergi karaokean yuk" Ajak Ani.
"Iya hayuk Bu" Sahut Dinda.
Tampak jelas raut murung dan sedih di wajah Ani,seperti sedang memendam rasa kecewa dan gundah gulana.
"Mau naik mobil siapa nih,mobilku atau mobilnya Dinda?" Tanya Een.
"Mobil siapa aja boleh say,mobilku juga boleh yuk" Ajak Dinda.
Selama perjalanan di dalam mobil hanya Dinda dan Een saja yang asik berbincang, sedangkan Ani diam saja tak mengeluarkan suara apapun,seperti sedang banyak pikiran.
"Bu Ani,ayo dong senyum,kita kan mau happy happy hehehe" Dinda membuka obrolan bersama Ani yang duduk di jok barisan tengah.
"Eh,iya Bu Dinda" Jawab Ani datar.
Dinda pun menyetir mobilnya dan sesekali melirik ke arah belakang memperhatikan wajah Ani yang sedang melamun dan menatap kosong ke arah jendela mobil.
"Bu,kita udah sampai Bu" Ucap Een membangunkan lamunan Ani.
"Eh, i-iya ya kita udah sampai ya?" Sahut Ani terperanjat.
Setelah daftar di receptions,ketiganya pun masuk ke dalam ruangan karaokean,Dinda dan Een tengah asik menghisap rokoknya, sementara Ani sedang berteriak teriak menyanyikan lagu rock kesukaannya.
"Mungkin dengan berteriak teriak seperti itu,ia bisa meluapkan kekesalannya terhadap suaminya ya say?" Tanya Dinda pada Een.
"Iya biarin aja say,kita temani aja dia maunya apa,mungkin dia butuh teman untuk meluapkan rasa kekecewaan terhadap suaminya" Bisik Een.
Setelah selesai karaokean,ketiganya pun berlalu menuju ke area parkir mobil.
"Oke,sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya Dinda pada kedua temannya itu.
"Hmm,aku belum mau pulang,aku mau pergi healing dulu" Sahut Ani.
"Kemana kita say?" Tanya Een.
"Bagaimana kalau kita ke resort aja say,kita bisa duduk santai di sana sambil ngerokok" Ajak Dinda.
"Oke,yuk mari kita capcuss" Sahut Een.
__ADS_1
Dinda mengendarai mobilnya,Een duduk di sebelah Dinda dan Ani duduk di jok barisan tengah sambil melamun.
"Yeee,kita udah sampai di resort" Teriak Dinda sengaja mengencangkan suaranya supaya Ani sadar dari lamunannya.
Ketiganya pun masuk ke dalam resort tersebut dan duduk santai di pinggir kolam renang sambil merokok.
"Bu,jangan melamun terus dong hehe" Ucap Dinda.
"Iya,aku gak tahu,pikiranku saat ini sedang kusut" Sahut Ani.
"Kalau Ibu mau cerita,cerita aja Bu,kami siap mendengarkan" Ucap Dinda.
"Iya aku gak tahu,rasanya sudah muak melihat suamiku,udah pengangguran,banyak tingkah pula" Keluh Ani.
"Memangnya suami Bu Ani tidak berlayar?" Tanya Dinda.
"Dulu sebelum menikah ia berlayar,tapi sejak menikah denganku lima tahun lalu sampai sekarang gak pernah berlayar lagi,aku capek cari uang sendiri gak masalah,tapi kalau udah capek terus di khianati,rasanya nyesek banget" Ani meneteskan air matanya.
Dinda dan Een pun memeluk tubuh Ani sambil mengelus-elus punggung Ani,untuk menenangkan dan memberinya support.
"Yang sabar ya Bu" Ucap Een.
"Kami berdua akan selalu ada untuk menemanimu Bu,kapanpun Bu Ani membutuhkan kami" Timpal Dinda.
"Terima kasih kalian sudah mau menemaniku di saat aku sedang down" Ucap Ani sambil menghisap rokoknya.
"By the way tadi arisan heboh banget ya" Ucap Een mengalihkan pembicaraan.
"Iya ramai ya say,seru hehehe" Sahut Dinda sambil terkekeh.
"Eh,itukan si Rini yang kabarnya selingkuh sama berondong itukan?" Tanya Ani.
"Ah,masa sih?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.
"Iya benar,walaupun body gemuk dan gempal begitu,mainannya berondong say hahaha" Timpal Een tertawa terbahak-bahak.
"Anjirrr seriously?" Tanya Dinda.
"Iya,udah jadi rahasia umum say,dia suka jalan sama berondong" Sahut Een.
"Omaygatsss hehehe" Timpal Dinda sambil terkekeh.
"Dia itu kayaknya suka pamer ya,semua di pakainya kalau mau pergi arisan,emasnya besar besar,udah kayak toko emas berjalan hehehe" Sahut Ani sambil terkekeh.
"Iya itulah beragam manusia,sifat dan karakternya pasti berbeda beda,mungkin dia nyaman dengan memakai emas sebanyak itu" Timpal Dinda.
"Apa gak takut di jambret tuh hehehe" Sahut Een sambil terkekeh.
"Ah,kalau menurutku sih terlalu berlebihan, semuanya di pakai dari ujung kepala hingga ujung kaki,badannya emas semua" Celetuk Ani.
"Iya juga sih,kesannya norak gitu,iya engga sih?" Timpal Dinda.
"Iya norak banget,kita juga punya emas,tapi ya enggak di pakai semuanya juga kali" Sahut Een.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
__ADS_1
"Eh,sebentar ya,ada yang nelepon" Dinda menjauh dari kedua temannya.
"Hallo Din,lagi dimana?" Tanya Deddy.
"Di resort" Jawab Dinda.
"Hah! ngapain,sama siapa?" Tanya Deddy meninggikan suaranya.
"Sama teman temanku" Sahut Dinda.
"Bohong! pasti sama jantan kan?" Tanyanya penuh selidik.
"Heh,otak kamu itu kenapa bawaannya curiga mulu,di bilang sama teman gak percaya! " Ucap Dinda kesal.
"Ke resort sama teman mau ngapain coba?biasanya ke resort itu ya sama pasangan lah,aku ini buaya masa mau di kadalin! " Timpal Deddy.
"Astaghfirullah Al'adzim,up to you lah bye! " Dinda mematikan ponselnya.
Dinda pun menyeting ponselnya menjadi silent,ia pun berlalu menuju ke arah kedua temannya.
"Guys kita selfie dulu yuk" Ajak Dinda pada kedua temannya itu.
"Cekrek,cekrek" Dinda,Een dan Ani pun bergaya di depan kamera ponsel Dinda.
"Wah bagus fotonya say,kirim ke aku yah" Ucap Een.
"Siap say,nih aku kirim sekarang ya" Dinda pun mengirimkan foto foto tersebut ke WhatsApp Een dan Ani.
"Ah, keren banget fotonya,bagus nih aku jadikan foto profil WA" Ucap Dinda.
Tak berselang lama kemudian Deddy pun mengirimkan pesan.
{ Din,maaf ya Din,tadi Abang su'udzon sama kamu }
{ Pada ngapain kalian bertiga ke resort situ Din? }
{ Din,aku mau pulang besok,kamu mau di belikan oleh-oleh apa Din? }
Dinda hanya membaca pesan dari Deddy,ia tak membalasnya.Kemudian ia memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya.
"Eh,udah mau malam nih say,yuk kita pulang" Ajak Dinda pada kedua temannya itu.
"Iya yuk,besok kita karaokean lagi ya say" Ucap Ani.
Dinda dan Een pun saling berpandangan,lalu melihat ke wajah Ani.
"Are you sure besok mau karaokean lagi?" Tanya Dinda.
"Yes i sure" Sahut Ani
"Oke Baiklah,yang penting Bu Ani happy,kita pun ikut happy" Timpal Dinda.
BERSAMBUNG.....
*****
__ADS_1