Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 147. Mantan ART Dinda Datang.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Bukan,bukan karena pekerjaan ataupun materi,asal kamu tahu aja,aku mengenal dia itu kondisinya sedang tidak bekerja alias pengangguran" Timpal Dinda.


"Kalau aku mau mengejar materi,mungkin aku udah menikah dengan pilihan ibuku,ia pria tua bangka yang udah beristri dan hendak menjadikan aku istri keduanya,tapi aku enggak mau" Ucap Dinda.


"Lalu kenapa kamu menikah sama dia?" Tanya Aska penasaran.


"Jujur selama aku disana,aku udah pernah mengirimkan surat tiga kali ke rumah kamu, karena pada waktu itukan belum seperti sekarang banyak handphone di jual di mana-mana,tapi surat aku gak pernah kamu respon dan akhirnya aku memutuskan untuk memilih dia" Jelas Dinda.


"Oh begitu,terus terang aja semenjak kamu pergi dari kampung,aku pun pergi bekerja keluar kota dan aku tidak tahu kalau kamu mengirimkan surat untukku" Terang Aska.


"Berarti intinya kita kurang komunikasi aja,karena pada waktu itu memang akses komunikasi belum secanggih sekarang" Timpal Dinda.


"Iya" Aska menundukkan kepalanya.


"Dan mungkin memang kita tidak di takdir kan untuk berjodoh pak" Ucap Dinda lagi.


"Iya juga sih" Timpal Aska.


"Sekali lagi maafkan aku ya pak" Ucap Dinda.


"Iya bu,aku udah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf,melihat kamu bahagia aja,aku ikut bahagia" Ucap Aska sambil tersenyum.


"Terima kasih pak" Ucap Dinda.

__ADS_1


Keduanya terdiam sejenak,sambil menikmati suasana malam di lapangan tersebut.


"Pak,udah malam,yuk kita pulang" Ajak Dinda.


"Yuk" Timpal Aska.


Dinda dan Aska pun beranjak dari tempat duduknya,keduanya berlalu dari lapangan tersebut.


"Kring...kring..kring" Handphone Dinda berdering.


Dinda tersentak kaget dan tersadar dari lamunannya,ia pun segera meraih ponselnya.


"Hallo" Ucap Dinda.


"Hallo bu,ini saya Rini yang dulu ngasuh si kembar bu,gimana kabarnya bu?" Tanya Rini.


"Alhamdulillah sehat bu,aku mau minta tolong di cariin pekerjaan bu" Ucap Rini.


"Mau kerja Rin,bukankah kamu udah punya anak dan suami sekarang?" Tanya Dinda.


"Aku udah cerai bu" Timpal ini di ujung telepon.


"Hah,cerai?kok bisa Rin?" Tanya Dinda.


"Ya panjanglah ceritanya bu,aku kerja dua tahun jadi TKW di Arab,uang aku transfer tiap bulan,katanya di bikinkan rumah,tapi aku pulang rumahnya gak ada,uang pun habis di pakai selingkuh sama sini bu" Keluh Rini.

__ADS_1


"Astaghfirullah Al'adzim,tega banget sih tuh orang,lagian ngapain kamu transfer ke dia tiap bulan sih Rin?" Tanya Dinda geram.


"Ya kan ngomongnya manis banget bu,katanya mau di bikinkan rumah,kamu tenang aja Rin,fokus kerja cari uang,pokonya uangnya disini aku gak pake foya-foya kok Rin,aku bikinkan rumah sesuai yang kamu mau,kata dia begitu bu" Curhat Rini.


"Hadeeuuh,kamu yang sabar ya Rin,aku ikut prihatin mendengar kabarmu" Ucap Dinda.


"Jadi gimana bu,aku bisa kerja di tempat ibu?" Tanya Rini.


"Maaf Rin,kalau di rumahku udah ada Siti dan Tia" Ucap Dinda.


"Ya udah tolong carikan kerjaan di tempat lain aja bu" Timpal Rini.


"Kamu mau kerja siang atau malam Rin?" Tanya Dinda.


"Kerja malam juga gak apa-apa bu,sekarang kan aku udah janda" Ucap Rini.


"Oh oke baik,nanti aku carikan ya,kapan rencana kamu mau datang kemari?" Tanya Dinda.


"Secepatnya bu,kalau bisa besok saya berangkat kesana,jujur aku udah gak betah di kampung" Ucap Rini.


"Oke,kabarin aja kalau udah mau terbang ya,biar aku jemput kamu di bandara" Ucap Dinda.


"Baik bu,terima kasih banyak ya bu" Ucap Rini.


**BERSAMBUNG**

__ADS_1



\*\*\*\*


__ADS_2