
( POV Dinda )
Bu Yanti,Tia,si kembar Shella dan Shelly sudah pulang di antar oleh Deddy.Kini hanya Dinda dan Rani yang berada di dalam ruang perawatan.
"Ran,cepat sembuh ya nak,mama sedih lihat kamu terbaring disini nak" Gumam Dinda sambil meneteskan air matanya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Tia menghubungi Dinda.
"Hallo Bu" Terdengar suara Tia di ujung telepon.
"Iya mbak,kalian udah sampai rumah Belum mbak?" Tanya Dinda.
"Udah Bu,Bu bolehkah si Mamat ikut numpang tidur disini Bu?untuk menemani saya,Shella dan Shelly Bu" Tanya Tia.
"Ya udah boleh,silahkan mbak" Sahut Dinda.
"Makasih Bu" Timpal Tia.
Dinda pun mematikan layar ponselnya,lalu ia pun duduk di sofa sebelah tempat tidur Rani.
"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Kreeeeekkkk" Dinda membuka pintu.
"Loh,kok balik kesini lagi bang?" Tanya Dinda.
"Iya Din,ini Abang bawakan makan malam untuk kamu Dinda,pasti kamu belum makan kan?" Tanya Deddy.
Deddy masuk ke dalam,lalu ia mengeluarkan dua bungkus nasi dan ayam penyet dari dalam plastik yang di bawanya.
"Ayo Din,makan dulu,kamu boleh sedih,tapi jangan sampai mengabaikan kesehatanmu juga ya! " Deddy menyodorkan sebungkus ayam penyet yang telah di bukanya.
"Aku lagi gak selera makan bang" Sahut Dinda.
"Jangan begitu Dinda,jangan sampai kamu kena maag,kalau kamu sakit,siapa yang mau merawat Rani?" Ucap Deddy.
"Iya,makanlah duluan bang,aku nanti aja,belum mau makan" Timpal Dinda.
"Pokoknya kamu harus makan,nih Abang suapin a aa,ayo di buka mulutnya Dinda,nanti kamu sakit loh kalau gak makan" Ucap Deddy memaksa.
Akhirnya Dinda pun membuka mulutnya,dan mengunyah makanan yang di suapin oleh Deddy.
"Nah begitu dong Din,kamu jangan sampai gak makan yah" Ucap Deddy.
Deddy pun bersemangat,ia terus saja menyuapi Dinda makan.
"Aku makan sendiri aja bang" Sahut Dinda seraya mengambil bungkusan nasi dan ayam penyet tersebut.
"Ya udah,habisin ya makannya Din" Ucap Deddy sambil tersenyum.
Dinda pun menghabiskan makanan yang ada di hadapannya,ia pun makan dengan lahap, karena memang ia belum sempat makan dari tadi siang.
"Din,Abang gak tega ninggalin kalian disini berdua,Abang temani kamu disini jagain Rani ya" Ucap Deddy.
__ADS_1
"Engga usah bang,gak apa-apa aku sendirian jaga Rani disini,kamu pulang aja,besok pagi kan kamu harus kerja bang" Timpal Dinda.
"Gak apa-apa,besok Abang bisa pulang jam lima subuh dari sini,kasihan kamu sendirian disini Din" Ucap Deddy Keukeh pada pendiriannya.
"Up to you lah bang" Dinda pun mencuci tangannya di wastafel.
"Enak banget ruangannya Din,berasa di hotel ya,ada sofa,ada televisi,kamar mandinya di dalam,ada kulkas,ruangannya luas dan ber-AC " Ucap Deddy.
"Iya,karena si papa maunya yang VVIP bang" Sahut Dinda.
"Tok...Tok..Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Permisi Bu,saya mau ngecek infus pasien" Ucap suster.
"Iya silahkan sus" Sahut Dinda.
Setelah mengganti botol infus yang kosong dengan yang baru,suster itupun keluar dari ruangan.
"Sebaiknya kamu pulang aja bang,gak enak kalau ada yang lihat kamu disini" Ujar Dinda.
"Ya gak apa-apa Din,inikan udah malam,siapa lagi yang mau datang jenguk malam malam begini Din?palingan juga besok baru ramai pengunjung yang jenguk Rani,iyakan?" Tanya Deddy.
Selesai makan Dinda pun tertidur di sofa di sebelah tempat tidur Rani,sedangkan Deddy tidur di sofa depan televisi.
...........................................................................
Keesokan paginya Deddy berpamitan pulang pada Dinda,dan kini hanyalah tinggal Dinda yang menemani Rani.
Pagi pagi Dinda sudah membersihkan tubuh Rani dengan air hangat menggunakan washlap,lalu ia pun mengganti pakaian Rani dengan pakaian yang bersih.
"Pagi juga sus,oh iya sus,kira kira jam berapa dokternya datang sus?" Tanya Dinda.
"Mungkin sekitar jam 10 atau jam 11 siang Bu,atau bisa jadi sehabis makan siang" Jawab suster.
Suster pun telah berlalu pergi meninggalkan ruangan,Dinda mengunci pintunya dari dalam,ia pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi Dinda langsung mengganti pakaiannya,lalu ia pun keluar dari kamar mandi.
"Ma,ini dimana?" Tanya Rani.
"Alhamdulillah,kamu udah sadar nak?" Tanya Dinda dengan wajah sumringah.
"Ini kenapa Rani di infus ma?" Tanya Rani.
"Rani,kamu gak ingat kejadian jatuh dari motor nak?" Tanya Dinda.
"Hah,jatuh dari motor?aduh kepala Rani pusing banget ma" Keluh Rani.
Dinda pun memencet tombol yang ada di tembok,persis di atas tempat tidur Rani.Tak berselang lama kemudian suster pun datang.
"Sus,anak saya udah sadar sus" Ucap Dinda.
"Alhamdulillah ya Bu,berarti pengaruh obat biusnya sudah hilang Bu" Sahut suster.
__ADS_1
"Tapi sus,anak saya mengeluh kepalanya pusing katanya sus?" Ucap Dinda panik.
"Itu biasa Bu,berarti obat biusnya masih ada Bu,itu normal Bu,lama lama juga pusingnya hilang dengan sendirinya Bu" Timpal suster.
"Oh,begitu nya sus?kalau begitu terima kasih banyak informasinya suster" Ucap Dinda.
"Iya Bu,nanti jangan lupa pasien di kasih makan ya Bu,setelah itu baru di kasih minum obatnya ya Bu" Ucap suster.
"Oke baik suster" Sahut Dinda.
"Tok...Tok..Tok" Terdengar pintu di ketuk dari luar.
"Hii Tante,selamat pagi Tan" Ucap Steven menyapa Dinda dengan ramah.
"Hii nak Steven,kamu datang pagi-pagi sekali nak,pakai seragam sekolah,mau berangkat sekolah ya?" Tanya Dinda.
"Steven udah izin di group WhatsApp sama wali kelasnya tan,hari ini Steven mau menemani Rani di rumah sakit" Sahut Steven.
"Oh begitu ya" Dinda mengangguk anggukan kepalanya.
"Rani,kamu udah sadar Ran?" Tanya Steven sambil tersenyum dan menghampiri tempat tidur Rani.
"Iya udah,kok gak pergi sekolah?" Tanya Rani.
"Engga,selama kamu di rawat disini,aku gak mau sekolah dulu Ran" Ucap Steven sambil memegang tangan Rani.
"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Permisi,ini makanan untuk pasien Bu" Ucap ibu paruh baya,petugas rumah sakit yang membagikan makanan.
"Oh iya,terima kasih ya Bu" Ucap Dinda.
"Tante,biar Steven aja yang suapin Rani tan" Steven meraih nampan yang ada di tangan Dinda.
"Oh iya,kamu sendiri udah sarapan belum nak?" Tanya Dinda pada Steven.
"Steven mah gampang tante,yang penting sekarang Rani makan dulu ya hehehe" Ucap Steven bersemangat untuk menyuapi Rani.
"Kalau begitu tante tinggal dulu ya,tante mau ke kantin dulu" Ucap Dinda.
"Iya tan" Sahut Steven.
Dinda pun berlalu menuju ke pintu lift dan turun menunju ke lantai dasar,lalu ia pun bergegas menuju ke kantin rumah sakit.
"Bu,saya pesan nasi kuning satu ya Bu" Ucap Dinda.
"Iya Bu" Sahut ibu kantin.
"ini Bu nasi kuningnya,minumnya apa Bu?" Tanya ibu kantin.
"Air mineral aja Bu dan nasi kuningnya satu lagi di bungkus ya Bu" Ujar Dinda.
"Oke baik Bu" Sahut ibu kantin tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
******