
( POV Shandy )
"Iya memang bukan urusan Abang Din,tapi saat Abang mendengar kalian sudah tak berhubungan lagi,jujur Abang sangat senang sekali Din" Ucap Shandy sambil tersenyum.
"Udah bang ngomongnya?aku mau turun ke bawah ya" Dinda membalikkan badannya,ia pun hendak membuka pintu.
"Din,jangan keluar dulu,aku belum selesai ngomong" Cegah Shandy,dengan sigap langsung mengunci handle pintu tersebut.
"Bang,please biarkan aku keluar,tak baik loh kita berduaan di ruangan ini! " Ucap Dinda tegas.
"Dinda,jawab dulu pertanyaan Abang,mau gak kamu jadi pacar Abang?" Shandy mendekatkan wajahnya pada Dinda.
"Jangan dekat dekat! " Ujar Dinda mundur setengah berteriak.
"Dinda,dari dulu tidak pernah ada sejarahnya perempuan yang menolak Abang,jadi semakin kamu menolak Abang, Abang akan semakin nekat mendekati kamu Dinda" Ucap Shandy angkuh.
"Maaf bang,aku sudah bersuami dan sudah mempunyai tiga orang anak,jadi silahkan Abang cari perempuan lain saja! " Ucap Dinda tegas.
"Enggak masalah Din,justru itu tantangannya buat Abang,karena Abang suka tantangan" Ucap Shandy sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Aku mau keluar,kalau gak di buka pintunya,aku akan berteriak,biar semua karyawan kamu tahu,kalau bos nya adalah bos cabul" Ancam Dinda.
"Prok,prok,prok hebat kamu Dinda,kamu mengancam Abang,silahkan saja,malah Abang senang,biar security datang kesini,dan sekalian kita di nikahkan hehehe" Ucap Shandy sambil cengengesan.
"Cukup! tolong buka pintunya bang,aku mau keluar! " Dinda meninggikan suaranya.
"Sabar sayang,tenang,jangan berteriak teriak seperti itu Dinda,kamu tinggal bilang saja sama Abang Dinda,kamu mau di beliin apa?rumah?ruko?atau yang lainnya?tinggal bilang saja Dinda" Ucap Shandy dengan angkuhnya.
"Kamu pikir harta kamu bisa membeli aku,iya? Tanya Dinda sinis.
"Iya,kenapa tidak?karena setiap perempuan yang dekat sama Abang,selalu Abang manjakan dengan harta,pokoknya kamu tidak akan sia sia jadi pacar Abang Dinda,apalagi kalau kamu bisa meninggalkan suami kamu itu,pasti semua keinginan kamu akan Abang turuti Dinda" Ucapnya angkuh.
"Rasanya tidak ada gunanya ngomong sama kamu,percuma juga karena yang ada di pikiranmu itu hanya harta tahta dan wanita saja! " Ucap Dinda sinis.
"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Bu Dinda,apa ibu di dalam?" Terdengar suara Ani dari balik pintu.
__ADS_1
"Iya Bu,tolong aku Bu! " Dinda berteriak.
"Buka pintunya,kalau tidak di buka akan aku dobrak nih! " Ancam Ani.
Shandy pun segera membuka pintunya dan Dinda pun segera berlari keluar,lalu ia pun menarik tangan Ani dan mengajaknya pergi turun ke lantai dasar.
"Bu,sebentar Bu,ada apa ini,ibu di apain tadi di dalam?" Tanya Ani,ia menahan tangan Dinda di bawah tangga.
"Ayo cepat kita pergi dari sini Bu,nanti aku jelaskan di mobil! " Ucap Dinda,seraya menarik tangan Ani.
"Ibu yakin tidak di apa-apain sama dia,kalau di apa-apain bilang Bu,biar aku tonjok dia! " Ucap Ani geram.
"Eh Dinda,makan Din" Ucap Yudi tersenyum ke arah Dinda.
"Iya,makasih pak,lanjut pak" Sahut Dinda sembari menarik tangan Ani dan mengajaknya keluar dari cafe tersebut.
Sesampainya di area parkir,Dinda dan Ani pun segera masuk ke dalam mobil.Dinda pun menyalakan mesin mobilnya,kemudian berlalu meninggalkan cafe tersebut.
"Tadi sebenarnya apa yang terjadi Bu?terus terang aku tadi gelisah menunggu di bawah bersama Yudi Bu" Ucap Ani.
"Ibu gak di apa-apain kan sama dia Bu?aku geram kali tadi lihat muka bapak itu,rasanya pengen nonjok aja" Ucap Ani berapi-api.
Dinda pun menepikan mobilnya,lalu ia pun mengatur nafasnya,ia membuka sedikit kaca mobil,lalu ia mematikan mesin mobilnya.
"Bu,laki-laki tadi itu adalah pemilik cafe itu Bu" Ucap Dinda.
"Terus hubungannya apa sama ibu,kok kalian nampaknya sudah lama saling kenal?" Tanya Ani sambil mengernyitkan dahinya.
"Iya,memang kami sudah lama saling mengenal Bu,tapi dia itu agak sedikit gila" Timpal Dinda.
"Maksudnya,gila gimana Bu?" Tanya Ani.
"Iya gila,dia selalu maksa aku,supaya mau jadi pacarnya,bahkan membujukku supaya aku meninggalkan suamiku,gila gak Bu?" Tanya Dinda.
"Hah?yang benar Bu,kalau tahu gitu tadi aku tonjok aja mukanya" Ucap Ani sambil mengeraskan rahangnya.
"Dan untungnya ibu cepat datang,kalau engga aku gak bisa keluar tadi Bu,pintunya di kunci sama dia" Timpal Dinda.
__ADS_1
"Kok ada ya manusia kayak gitu,emangnya dia gak punya istri ya Bu?" Tanya Ani.
"Dulu punya istri,tapi udah di cerai sama dia,lalu dia menikah lagi di Jakarta dengan karyawan cafe nya,dan kalau setiap ketemu sama aku,ya kayak gitu Bu,suka maksa orangnya huh! " Lagi lagi Dinda menghembuskan nafasnya.
"Bu,aku tadi melihat gesture tubuh Yudi pun begitu Bu" Ucap Ani sambil memandang Dinda.
"Maksudnya Bu?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.
"Dari gesture tubuh Yudi,yang aku tangkap sepertinya dia ada rasa sama ibu" Ucap Ani.
"Ah ibu,jangan ngada ngada deh Bu,aku lihat sih dia biasa biasa aja bu" Sahut Dinda.
"Beneran Bu,feeling aku mengatakan seperti itu Bu,dari cara dia menatap ibu,dari cara dia berbicara sama ibu,itu sangat berbeda pada saat ia berbicara sama aku Bu" Ucap Ani.
"Ah ibu,tadi kan kita bicara bertiga Bu, perasaan aku kok biasa biasa aja Bu,dia malah serius berbicara masalah asuransi Rani" Timpal Dinda.
"Bu,aku yakin seratus persen,Yudi menyukai ibu,feeling aku tidak pernah salah Bu,karena dulu aku waktu kuliah,aku juga mempelajari tentang ilmu psikolog Bu,jadi aku bisa membaca gerak gerik tubuh seseorang" Ucap Ani dengan penuh keyakinan.
"Ah,sudahlah Bu,mana mungkin dia suka sama aku,diakan udah punya anak istri,begitu pun sebaliknya dengan aku,iyakan Bu?" Timpal Dinda.
"Potong kuping aku,kalau perkiraan aku meleset ya Bu,selama ini kalau aku membaca gesture tubuh orang itu tidak pernah meleset" Ucap Ani.
"Aduh Bu,entahlah aku gak mau su'udzon,yuk kita pergi karaokean,kan kita niatnya tadi mau pergi karaokean Bu hehehe" Ucap Dinda mengalihkan pembicaraan.
"Oke,yuk hehe" Sahut Ani bersemangat.
Dinda pun menyalakan mesin mobilnya,lalu ia pun melajukan kendaraan menuju ke tempat karaokean milik salah seorang artis ibu kota.
Sesampainya di area parkir karaokean tersebut,Dinda memarkirkan mobilnya,lalu keduanya pun masuk ke dalam karaokean tersebut.
"Bu,aku mau nyanyi lagu rock seperti biasa,nanti aku juga mau belajar nyanyi dangdut,ajarin ya Bu hehehe" Ucap Ani.
"Siiiip" Dinda mengacungkan jempolnya sambil menghisap rokoknya.
BERSAMBUNG
*****
__ADS_1