Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 115. Yudi Mencium pipi Dinda.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Oh,lupa bawa print out nya ya pak? kira-kira bisa di jelaskan secara singkat aja pak,apa isi dari print out tersebut?" Tanya Dinda.


"Next time aja ya aku jelaskan Dinda,sekarang aku mau ke masjid dulu,ini waktu ashar nya udah lewat Din" Sahut Yudi.


"Oke baiklah" Timpal Dinda.


"Mbak! " Yudi memanggil pelayan,lalu pelayan restoran pun datang membawa bill.


"Berapa mbak?" Tanya Dinda.


"ini Bu" Pelayan menyodorkan bill tersebut pada Dinda.


"Biar aku aja yang bayar Dinda" Ucap Yudi.


"Enggak usah pak,biar saya aja" Dinda meraih tasnya dan mengeluarkan uang dari dalam dompetnya,lalu menyelipkan uang ratus ribu di bill tersebut


"Tunggu sebentar kembaliannya ya Bu" Ucap pelayan.


"Enggak usah mbak,kembaliannya buat kamu aja" Timpal Dinda.


Dinda dan Yudi pun bergegas keluar dari dalam restoran tersebut,lalu keduanya pun masuk ke dalam mobil.


"Oke,sekarang kita mau ke masjid mana pak?" Tanya Dinda.

__ADS_1


"Di belakang restoran sini ada mushola Din,ayo ikutin aja arah jalan ini Din" Ujar Yudi.


"Oke" Dinda mengendarai mobilnya mengikuti arahan Yudi.


"Nah tuh,di depan situ musholla nya Din" Yudi menunjukkan tangannya ke arah musholla.


"Saya enggak turun ya pak,saya nunggu di mobil aja,soalnya saya lagi datang bulan,jadi gak bisa shalat" Ucap Dinda.


"Oke,tunggu sebentar ya Din" Yudi pun turun dari mobil dan berlalu menuju ke musholla.


Sementara Yudi lagi melaksanakan shalat ashar,sedangkan Dinda di mobil melayani chat dari customer yang order melalui aplikasi WhatsApp dan messenger nya.


"Hii Din,maaf ya,nunggu lama" Ucap Yudi sambil masuk ke dalam mobil.


"Enggak apa-apa pak,santai aja,udah selesai shalatnya pak?" Tanya Dinda.


"Bapak aja deh yang bawa mobilnya,aku kan gak tahu rumah bapak dimana" Ucap Dinda.


"Oke baiklah,sini biar aku yang bawa" Timpal Yudi.


Dinda dan Yudi pun bergantian tempat duduk. Yudi pun mengendarai mobil Dinda menuju ke arah tempat tinggalnya.


"Dinda udah pernah ke perumahan tempat aku tinggal belum?" Tanya Yudi.


"Belum pernah masuk ke perumahan itu pak, cuma lewat-lewat doang sih sering" Sahut Dinda.

__ADS_1


"Oh belum pernah masuk ya?kalau mau masuk,ayo antar aku masuk sampai depan rumahku Din" Timpal Yudi.


"Hah?gak usah pak,ntar istrimu nyangka nya kita ada apa-apa lagi" Tolak Dinda.


"Ya gampang aja Din,kalau istri nanya,siapa itu pah?tinggal jawab rekan bisnis atau klien atau nasabah asuransi,iyakan?" Timpal Yudi.


"Hmm,kayaknya gak usah deh pak" Ucap Dinda.


"Oke deh,di pinggir jalan sini aja kalau begitu Din" Yudi menepikan mobil di pinggir jalan persis di depan perumahannya.


Sebelum Yudi turun dari mobil Dinda,ia pun memandang ke arah Dinda.


"Dinda,terima kasih ya untuk hari hari ini,aku yang ngajak kamu makan siang,tapi malah kamu yang traktir aku dan makasih juga buat tumpangannya ya Din,cup" Yudi tiba-tiba mencium pipi Dinda.


"Hah?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna,ia tak menyangka Yudi telah berani mencium pipinya.


"Thank you Dinda,aku turun dulu ya" Yudi tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Astaghfirullah Al'adzim,gak nyangka kok bisa dia tiba-tiba dia nyium pipiku" Gumam Dinda sambil memegang pipi sebelah kanannya.


"Bye Dinda,hati-hati di jalan ya" Yudi melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Dinda pun segera berlalu dari hadapan Yudi,ia tak habis pikir,seorang manager asuransi yang sudah beristri dan mempunyai tiga orang anak itu telah berani mencium pipinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*****


__ADS_2