
( POV Dinda )
"Kring..kring..kring" Handphone Herman berdering.
"Pah,handphonenya bunyi" Teriak Dinda.
"Iya,tunggu sebentar" Timpal Herman yang tengah berada di dalam kamar mandi.
"Kreeeeekkkk" Herman membuka pintu kamar mandi.
"Dari siapa mah?" Tanya Herman.
"Enggak tahu pah" Dinda menggelengkan kepalanya.
Selama menikah puluhan tahun,Dinda tidak pernah menyentuh apalagi membuka ponsel milik Herman dan begitu juga sebaliknya.
"Hallo Roy" Ucap Herman sambil mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Iya boleh Roy,sinilah main,kami tinggu ya" Ucap Herman.
Herman menutup teleponnya,lalu ia pun meletakkannya di meja televisi.
"Kenapa dengan si Roy pah?" Tanya Dinda.
"Katanya mau main kesini mah" Timpal Herman.
"Oh begitu,kapan pah?" Tanya Dinda.
"Katanya sih otw menuju kesini mah" Timpal Herman.
Roy yang merupakan sepupu Dinda itu pun kini tengah kuliah pelayaran juga di Jakarta.
"Mah,Roy itu masih saudara mama ya?" Tanya Herman.
"Iya pah,dia sepupu mama,jadi bapakku sama bapaknya Roy itu kakak beradik pah" Jelas Dinda.
__ADS_1
"Oh begitu" Herman mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah selesai shalat magrib,Dinda rebahan di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Tok,tok,tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Ceklek" Pintu pun di buka oleh Herman.
"Assalamualaikum bang" Ucap Roy.
"Wallaikumsallam Roy,mari silahkan masuk Roy" Ujar Herman.
Roy mencium punggung tangan Herman,lalu ia pun masuk ke dalam kamar kost-an.
"Eh,ada kak Dinda juga rupanya disini" Roy mendekati Dinda dan mencium punggung tangan Dinda.
"Sehat Roy?" Tanya Dinda.
"Alhamdulillah sehat kak hehe" Timpal Roy.
Roy dan Herman pun asik bercengkrama tentang kuliah dan pekerjaan,sementara itu Dinda sibuk membuat dua gelas teh hangat dan menyuguhkan cemilan untuk Herman dan Roy.
"Makasih kak" Ucap Roy.
Herman dan Roy asik bercengkrama di Depan televisi dan Dinda duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Hemm,kok aku tiba-tiba ingat sama Ino ya" Batin Dinda.
{ Apa kabarnya beb? } Dinda mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp nya.
{ Alhamdulillah baik beb,kamu sehat beb? } Balas Ino.
{ Alhamdulillah,beb,sekarang aku di Jakarta } Balas Dinda.
{ Hah,di Jakarta,dimana beb? } Balas Ino.
__ADS_1
{ Jakarta Utara,di kostan suamiku beb, suamiku kan lagi kuliah lagi di sini } Balas Dinda.
{ Ketemuan yuk beb! } Balas Ino.
{ Enggak bisa beb,besok aku mau jalan-jalan sama suamiku ke tugu Monas } Balas Dinda.
{ Yah sedih banget deh,satu kota tapi gak bisa ketemu } Balas Ino.
Dinda menutup layar ponselnya,ia pun ikut bergabung berbincang-bincang dengan Herman dan Roy di depan televisi.
"Kak,nanti kalau Roy udah selesai kuliah,mau minta di carikan kerjaan sama bang Herman" Ucap Roy.
"Oh iya,bagus itu Roy hehe" Timpal Dinda.
"Boleh gak kak,nanti kalau Roy selesai kuliah, berkunjung ke rumah kak Dinda?" Tanya Roy.
"Oh tentu saja beh dong Roy" Timpal Dinda.
Malam pun telah menunjukkan pukul 21.30 WIB.Roy berpamitan pulang ke kost-annya dan ia pun menaiki sepeda motor gedenya dan ia pun berlalu dari hadapan Dinda dan Herman.
\*\*\*\*\*
Keesokkan harinya
Pagi-pagi sekali sekitar pukul 5 subuh Dinda dan Herman melaksanakan shalat subuh berjamaah,setelah Herman berpamitan keluar untuk membeli nasi uduk untuk sarapan.
Sepuluh menit kemudian Herman pun telah tiba di kamar kost-an,ia membawa dua bungkus nasi uduk di tangannya.
"Mah,ayo kita sarapan dulu sebelum berangkat jalan-jalan" Ucap Herman.
"Oke pah,beli nasi uduk dimana pah?" Tanya Dinda.
"Di depan mah,dekat simpang pertigaan" Timpalnya.
**BERSAMBUNG**
__ADS_1
\*\*\*\*