Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 78. Siti izin Pulang Kampung.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Bu,saya kan udah tiga tahun disini,boleh gak kalau saya izin mau pulang kampung dulu Bu?" Ucap Siti.


"Boleh mbak,berapa lama rencananya di kampung mbak?" Tanya Dinda.


"Mungkin sebulan Bu,saya kangen sama orang tua dan adik adik saya Bu" Ucap Siti.


"Iya boleh mbak,nanti saya belikan tiket pesawatnya mbak" Timpal Dinda.


"Kalau Sebulan disana,apa gak kelamaan mbak, nanti gak mau balik kesini lagi mbaknya?" Tanya Dinda.


"InsyaAllah balik kesini lagi Bu,saya pengen puas puasin aja sebulan sama keluarga di kampung Bu" Ucap Siti.


"Oh iya tunggu sebentar ya mbak" Dinda mengambil ponselnya di atas meja makan.


"Mbak Siti,gaji kamu tinggal sepuluh juta ya,nanti saya kasih cash ke kamu atau transfer ke orang tua kamu?" Tanya Dinda.


"Transfer ke orang tua aja Bu,saya takut kalau bawa uang cash Bu" Sahut Siti.


"Mbak ini bulan lalu,saya ada transfer ke orang tua kamu 1,5juta ya,katanya untuk pasang listrik" Dinda memperlihatkan bukti transfernya.


"Dan yang ini,bukti transfer dua minggu yang lalu 3,5juta rupiah,katanya untuk biaya pemasangan Sanyo dan benerin dapur sama pasang WC dikamar mandi" Ucap Dinda seraya menunjukkan bukti transfernya pada Siti.


"Nah jadi sisa gaji kamu sekitar 10 juta lagi mbak,saya transfer sekarang ke orang tua kamu ya mbak" Ucap Dinda.


"Iya Bu" Sahut Siti.


Dinda pun mentransfer sejumlah sepuluh juta rupiah ke rekening orang tua Siti,melalui aplikasi mobile banking.


"Nih mbak,udah ya Mbak,transfer berhasil" Dinda memperlihatkan layar ponselnya pada Siti.


"Iya Bu,terima kasih banyak ya Bu" Ucap Siti.


"Sekarang kamu ganti baju mbak,kita mau beli tiket sekalian beli oleh oleh untuk di bawa ke kampung" Ujar Dinda.


"Oke siap Bu" Timpal Siti.


"Bu,maaf Bu,saya boleh kasbon gak Bu hehe" Tiba tiba terdengar suara Tia di belakang Dinda.


"Kasbon gimana mbak?gaji kamu kan setiap bulanya udah saya transfer ke orang tua kamu mbak" Ucap Dinda.


"Iya,kalau boleh saya minta setengah dari gaji saya Bu,saya mau beli bedak parfum,lipstik dan lain lain Bu,nanti bulan depan berarti transfer ke orang tua saya tinggal setengahnya aja Bu hehehe" Ucap Tia sambil cengengesan.


"Kamu udah ngomong sama orang tua kamu belum mbak?nanti bulan depan orang tuamu kaget,kok cuma setengahnya di transfer Bu Dinda ini?" Timpal Dinda.


"Gampang itu Bu,nanti saya telepon ibu saya di kampung hehe" Sahut Tia.


Dinda pun berlalu menuju ke kamarnya dan mengambil sejumlah uang,lalu ia serahkan pada Tia.


"Ini mbak uangnya" Ucap Dinda.


"Wah,makasih banyak ya Bu hehe" Tampak wajah sumringah Tia saat menerima uang tersebut.


"Bu,saya udah siap" Ucap Siti.


"Ya udah,ayo sekarang kita berangkat" Ajak Dinda pada Siti,Shella dan Shelly.

__ADS_1


"Saya gak di ajak Bu?" Tanya Tia.


"Iya,kalau mau ikut ayolah mbak,tapi Rani nanti pulang sekolah gimana,gak ada orang di rumah?" Tanya Dinda.


"Iya juga sih,ya udah Bu,saya di rumah aja nunggu Rani pulang sekolah" Sahut Tia dengan wajah kecewa.


Dinda,Siti,Shella dan Shelly pun segera bergegas menuju masuk ke dalam mobil, kemudian berlalu menuju ke toko oleh oleh.


"Mbak Siti,kalau saya lagi keluar rumah,apa Tia juga suka keluar rumah mbak?" Tanya Dinda.


"Iya Bu,Tia sering pergi jalan sama cowoknya" Sahut Siti.


"Kamu kenapa gak jalan juga mbak,apa gak mumet di rumah terus,gak pengen refreshing gitu mbak?" Tanya Dinda.


"Sebenarnya ada sih tetangga yang suka WA,ngajak keluar untuk makan gitu Bu,tapi saya gak mau" Curhat Siti.


"Kenapa gak mau mbak?" Tanya Dinda.


"Engga mau pacaran dulu Bu,lagian gak tega mau ninggalin Shella dan Shelly di rumah Bu" Timpal Siti.


"Wah,kamu bertolak belakang sekali ya sama Tia mbak" Ucap Dinda.


"Iya,saya hanya ingin fokus bantu keluarga dulu Bu,nanti kalau udah puas bantu keluarga,baru saya mau pacaran" Timpal Siti.


"Oh,bagus itu mbak" Ucap Dinda.


"Nah,kita udah sampai nih di toko oleh-oleh" Ucap Dinda sambil memarkirkan mobilnya.


Dinda turun dari mobilnya sambil menuntun Shella dan Shelly masuk ke dalam toko oleh-oleh dan di ikuti oleh Siti dari belakang.


"Mbak,kamu pilih pilih aja,yang mana yang mau kamu ambil?" Tanya Dinda sambil menyodorkan keranjang belanja.


"Iya Bu" Sahut Siti.


Siti pun memasukkan beberapa bungkus cemilan dan kue kue ke dalam keranjang belanja,lalu mendekati Dinda dan menyerahkan keranjang tersebut.


"Udah Bu" Ucap Siti.


"Kok cuma sedikit mbak?sini deh tambah ini dan ini juga mbak" Dinda memasukkan beberapa macam makanan dan cemilan ke dalam keranjang belanjaan.


"Udah Bu,jangan banyak banyak,nanti saya berat bawanya Bu" Ucap Siti.


"Nanti kan saya bantu bawain sampai di airport mbak,terus nanti kamu sampai airport Jakarta pasti di jemput sama bapak kamu kan mba?biar bapak kamu yang bantuin bawa nantinya" Ujar Dinda.


"Iya udah terserah Ibu aja" Sahut Siti.


Setelah membayar di kasir,Dinda mengajak Siti Shella dan Shelly mampir ke agen tiket pesawat setelah membayar tiket pesawat tersebut, Dinda mengajak Siti,Shella dan Shelly untuk makan siang.


"Mau pesan makan apa Bu?" Tanya pelayan.


"Mbak,mau makan apa?" Tanya Dinda.


"Soto ayam aja Bu,sama nasi putih" Sahut Siti.


"Minumnya apa mbak?" Tanya Dinda.


"Es teh manis aja Bu" Jawab Siti.

__ADS_1


"Shella dan Shelly,mau makan apa sayang?" Tanya Dinda.


"Ayam goreng aja ma" Sahut Shelly.


"Kalau Shella?" Tanya Dinda.


"Ayam bakar ma" Sahut Shella.


"Ya udah pesan itu aja mbak sotonya dua,sama ada tambahan orange jus satu,sama teh botol dua ya mbak" Ujar Dinda pada pelayan.


"Oke baik Bu" Sahut pelayan tersebut sambil mencatat semua pesanan.


Tak berselang lama kemudian makanan pun telah sampai dan hidangkan di atas meja oleh pelayan.


"Silahkan Bu,mbak" Ucap pelayan tersebut.


"Mbak,pesan ayam bakar dua,di bungkus ya, untuk di bawa pulang nanti" Ujar Dinda.


"Baik Bu" Sahut pelayan,kemudian ia pun berlalu dari hadapan Dinda.


..............................................................................


Keesokan harinya Dinda,Rani,Tia,Shella dan Shelly mengantarkan Siti ke airport.


"Mbak,kamu hati hati di jalan ya,ini tiket pesawatnya dan nanti kamu tunjukkan aja sama penjaga pintu masuk itu ya mbak" Ucap Dinda.


"Iya Bu" Sahut Siti.


"Dan ini,ada sedikit uang,buat pegangan kamu di jalan,siapa tahu kamu mau jajan" Dinda memberikan uang satu juta rupiah pada Siti.


"Terima kasih banyak Bu" Siti meneteskan air matanya.


"Kamu hati hati di jalan ya mbak,jangan lupa berdoa sebelum terbang,dan kabari kalau kamu udah sampai di airport Jakarta" Dinda memeluk Siti sambil meneteskan air matanya.


"Ti,hati hati di jalan ya" Ucap Tia sambil memeluk Siti.


"Mbak,hati hati di jalan ya mbak" Ucap Rani.


Iya,makasih Tia,makasih juga Rani" Sahut Siti.


"Shella,Shelly,ayo cium tangan dulu sama mbak Siti" Ujar Dinda.


Shella dan Shelly pun mencium tangan Siti,dan Siti pun memeluk si kembar sambil meneteskan air matanya.


"Duh,berat banget mbak mau ninggalin kalian kembar,pasti mbak akan kangen sama kalian kembar" Ucap Siti sambil terisak dan memeluk Shella dan Shelly.


"Mbak,bismillah jangan lupa berdoa ya,udah sekarang masuk ke dalam mbak,sebentar lagi pesawatnya udah mau terbang,takutnya nanti kamu ketinggalan pesawat" Ujar Dinda.


"Iya Bu,saya titip si kembar ya Bu" Ucap Siti sambil terisak.


"Iya mbak,makasih ya kamu udah jagain si kembar dari kecil hehe" Ucap Dinda.


Setelah berpamitan Siti pun langsung masuk ke dalam airport.Dinda pun mengajak Tia dan anak anaknya untuk pulang ke rumah.


BERSAMBUNG.....


******

__ADS_1


__ADS_2