Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 13. Bertemu Laki laki Genit ( POV Dinda )


__ADS_3

Hari ini janji ketemuan dengan Shakilla di tempat temannya Shakilla berjualan siomay.Aku pun segera bergegas menuju ke tempat di mana Shakilla menunggu disana, sesampainya di lokasi tempat aku dan Shakilla,aku tidak melihat Shakilla.


"Ah,apakah aku kelamaan datangnya ya, sehingga Shakilla sudah pergi dari sini?" batinku sambil celinguk celinguk mencari keberadaan Shakilla.


Aku meraih ponselku kemudian aku segera mencari kontak yang bernama Shakilla,segera aku sentuh tombol hijau di layar ponselku.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"


"Assalamualaikum Killa,kakak sudah sampai di depan ruko yang jualan siomay,kamu dimana?"tanyaku pada Shakilla.


"Wallaikumsallam kakak,killa menunggu di parkiran di samping Mall,kakak kesini aja ya Killa tunggu" jawab Shakilla.


"Oke,kakak segera kesana" sahutku.


Kemudian aku menuju ke arah parkiran dan celingak celinguk mencari keberadaan Shakilla.


Aku putuskan segera menelepon Shakilla lagi.


"Hallo Killa,kakak sudah cari cari kamu di parkiran tapi tidak ada?" tanyaku.


"Aku di dalam kijang Innova warna hitam kakak,aku sudah lihat kakak,coba kakak tengok ke arah kiri" jawab Shakilla


Aku melihat Shakilla berdiri di samping mobil berwarna dan melambaikan tangannya ke arahku.


"Oh,oke baik kakak kesana" aku pun segera bergegas menuju ke arah Shakilla berdiri.


"Hii,kak Dinda apa kabarnya?" tanya Shakilla padaku dengan ramah sambil cipika cipiki.


"Baik dek" sahutku sambil tersenyum.


"Oh,iya kak mari aku perkenalkan abang aku ada di dalam mobil" ujar Shakilla.


"Oh,oke baiklah hehe" sahutku


"Kak,ini kenalkan Abang aku namanya Deddy" ujar Shakilla.


degh!


"Hah Deddy,bukannya ini yang semalam berbalas komentar dengan Shakilla di postingan belanjaan Shakilla ya" batinku.


"Hii kenalkan,perkenalkan namaku Deddy" ucapnya ramah sambil tersenyum.


"Eh, i-iya aku Dinda" jawabku gugup.


Setelah berkenalan kami pun segera berlalu menuju ke tempat makan,selama perjalanan di mobil aku fokus menatap ke depan,aku sadar kalau Deddy sejak tadi melihat memperhatikan aku terus menerus.Aku bisa melihat di ujung mataku kalau dia selalu curi curi pandang ke arahku.Aku bersikap cuek,karena tidak bisa cepat akrab dengan orang asing.


Sesampainya di tempat makan kami pun memesan makanan,setelah selesai makan ketika Shakilla ngajak ngobrol sambil merokok, Deddy memperhatikan dan menatapku sambil tersenyum genit dan mengedipkan sebelah matanya.


"Astaghfirullah Al'adzim,laki laki macam apakah yang ada di hadapanku ini Tuhan" batinku sambil memalingkan wajah ke arah lain.


Setelah berbincang dengan Shakilla,aku pun mengajak mereka untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam.


"Eh,dek kita pulang yuk,sudah malam" ujarku pada Shakilla.


"Oh iya kak,mari kita pulang" sahut Shakilla.


Kemudian aku Shakilla dan Deddy segera menuju ke arah Mall, tempat dimana kami janjian,aku memarkirkan mobilku di samping Mall tersebut.


Sesampainya di parkiran Mall,aku membuka pintu mobil dan berpamitan pada Shakilla dan Deddy.


"Shakilla kakak pulang dulu ya, terima kasih untuk hari ini" ucapku pada Shakilla.


"Iya sama-sama kakak hehe" jawab Shakilla dengan ramah.


"Bang,terima kasih ya sudah traktir kami makan" ucapku pada Deddy.

__ADS_1


"Sama sama Dinda" jawab Deddy tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"bye kakak" ucap Shakilla sambil tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.


"Hati hati di jalan ya Dinda" ujar Deddy.


Aku pun hanya tersenyum pada Shakilla dan Deddy. Kemudian segera bergegas menuju mobilku yang terparkir tak jauh dari mobil Deddy.


Segera aku nyalakan mesin mobil kemudian aku pun menekan klakson pada Shakilla dan Deddy.Aku melajukan kecepatan mobilku menuju rumah.


Sesampainya di rumah aku segera bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka tangan dan kaki dan berwudhu akan melaksanakan sholat isya.Setelah sholat isya aku mengecek ke kamar belakang, ternyata ketiga putriku sudah terlelap tidur bersama babysitter.


Aku masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhku y atas kasur yang empuk.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg"


Aku bangun dan segera meraih ponselku di atas nakkas.


"Hmmm.... inikan nomor Deddy yang di pakai nelepon tadi sore sama Shakilla" gumamku.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg..."


"Apaan sih berisik banget nelpon terus,bikin kesal deh,aku kan mau tidur" gumamku kesal.


Derttttt.... Derttttt... Derttttt.


Ponselku bergetar di atas nakkas dan aku segera meraihnya,aku melihat ada pesan masuk.


"Dinda,apa sudah sampai rumah?" tanya Deddy melalui pesan singkatnya.


"Sudah" balasku.


"Oh,ya sudah selamat beristirahat ya Dinda" balas Deddy.


Aku hanya membacanya dan segera aku letakkan kembali ponselku di atas nakkas.


"Semenjak aku di ghosting Ino,aku tidak percaya lagi sama laki laki manapun kecuali suamiku,sudah cukup aku di buang seperti sampah sama Ino,manis di bibir saja,sudah dapat manisnya di buang begitu saja,dasar laki-laki pecundang, pengecut" batinku.


"Kriinggg.... kriinggg.... kriinggg...."


"Aduh apaan lagi sih telpon terus dari tadi,bikin kesal aja deh" gumamku.


Segera aku raih ponselku di atas nakkas,dan aku melihat ternyata suamiku yang menelpon.


"Assalamualaikum mah" ucap suamiku di sebrang telepon.


"Wallaikumsallam pah" jawabku.


"Bagaimana kabar kalian,sehat sehat semua kan? tanyanya.


"Alhamdulillah sehat semua pah" jawabku.


"Alhamdulillah kalau kalian baik-baik saja,papah mau ngabarin kalau papah di tambah kontrak kerjanya,dan mungkin akan pulang ke rumah sekitar enam bulan lagi mah" ucap suamiku menjelaskan.


"Oh,ya sudah kalau begitu pah,hati hati ya kerjanya dan jaga kesehatan" sahutku.


"Iya mah, papah sudah transfer uang ke rekening mama seperti biasa ya,di cek saja sudah masuk atau belum" ujarnya.


"Oh iya pah,terima kasih banyak ya pah" sahutku.


"Iya sama-sama mah,sudah dulu ya,papa mau kerja lagi nih,Assalamualaikum" ucap suamiku.


"Wallaikumsallam" balasku.


Sudah sepuluh tahun aku menikah dengan suamiku,dari segi materi memang tidak pernah kekurangan.Namun dari segi kebutuhan biologis aku tidak bisa mendapatkan itu.

__ADS_1


Suamiku berlayar keliling dunia,kadang pulangnya tidak menentu,kadang enam bulan sekali,kadang juga setahun baru pulang ke rumah.walaupun begitu setiap bulannya uang selalu mengalir terus ke rekeningku.


Tidak dapat di pungkiri kehidupanku serba kecukupan,rumah besar dan kendali mewah pun suamiku membelikannya,tapi di satu sisi kadang aku merasa sangat kesepian karena kurangnya nafkah batin dari suami.


Semakin kesini semakin aku menyadari bahwa nafkah lahir tidaklah cukup, sebagai wanita normal dan usiaku masih muda 28 tahun,aku masih mengebu gebu menginginkan kehangatan dari suami yang tak bisa aku dapatkan.


Keesokan harinya aku sibuk seperti biasa mengantar jemput anak sekolah Rani dan si kembar less bahasa Inggris.


Sementara si kembar sedang less bahasa Inggris,aku menunggu di mobil dan berselancar di dunia Maya.


Baru saja aku log in Facebook tiba-tiba Deddy chatting dan menyapaku.


"Hii,Dinda apa kabarnya?" tanya Deddy.


"Alhamdulillah baik" balasku.


"Aku segera log out dari Facebook,iiih malas banget deh,baru juga buka Facebook sudah ngajak chatting saja" aku menggerutu dalam hati.


"Kriinggg.... kriinggg.... kriinggg...."


Ponselku berdering dan aku melihat di layar ponsel tidak tertera nama siapapun,tapi aku ingat inikan nomor Deddy yang di pakai Shakilla nelpon tempo hari.


"Ah lagi lagi telepon maunya apa sih ini orang,bikin kesal aja" gumamku.


Ponsel terus berdering dan aku pun mengabaikannya,bahkan untuk berbasa basi saja aku sudah tidak mau.Di pikiran aku sekarang tidak ada yang lebih baik dari suamiku.


Rasanya belum hilang rasa sakit hatiku gara gara di ghosting sama Ino,sangat menyebalkan kalau mengingat kebersamaan aku dengan Ino.Aku merasa diri ini sangatlah bodoh.


"Tuk...tuk....tuk..."


"Mama buka pintunya" ujar kembar sambil mengetuk pintu mobil"


Aku pun tersentak kaget mendengar suara pintu mobil di ketuk,saking keasikan melamun.


"Eeeh,anak anak mama sudah selesai less nya ya?" tanyaku pada si kembar Shella Shelly


"Sudah ma" jawabnya kompak.


"Ya sudah kita pulang sekarang ya" ujarku.


"Mama,bolehkah mampir dulu di indo April?" tanya Shella.


"Mau beli apa sayang" tanyaku.


"Mau ice cream ma" jawab Shella dan Shelly kompak.


"Oke baik sayang sayangnya mama,kita mampir di indo April ya" sahutku.


"Yeeeeee asiiikkk" sahut Shella Shelly kegirangan.


Sesampainya di rumah aku segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku,setelah mandi langsung berwudhu akan melakukan sholat ashar.


Setelah sholat ashar aku rebahkan tubuhku di atas kasur,sementara si kembar sedang mandi bersama babysitter dan Rani sedang pergi mengaji di TPA.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg...."


Ponselku berbunyi dan segera aku meraihnya di atas nakkas yang sejak tadi aku charger.


Aku melihat ke layar ponselku.Ah lagi lagi dia yang menelpon laki laki genit ini mau apa sih telpon terus bikin muak saja!


Derttttt.... Derttttt... Derttttt...Pesan masuk dari Deddy.


"Hallo Dinda,kenapa telponnya tidak di angkat?" tanya Deddy melalui pesan singkatnya.


Aku abaikan saja dan langsung aku meletakkan kembali ponselku di atas nakkas.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


*******


__ADS_2