Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 59. Dinda Mulai Berbisnis.


__ADS_3

( POV Dinda )


Sepulangnya dari Singapore Dinda mulai merealisasikan rencananya untuk berbisnis online,dengan memanfaatkan akun sosial medianya,ia pun mulai mengeluarkan strategi marketingnya.


Dinda memposting foto di Facebook dengan menenteng sebuah tas branded merk Hermes berwarna hitam,memakai rok span pendek dan kacamata merk Chanel dan di padukan dengan wedges Louis Vuitton.


klik send Dinda pun memposting foto tersebut dengan caption "bismillahirrahmanirrahim". Sontak saja akun sosial medianya tersebut banjir komentar dari para pengikutnya.


"Spill sepatunya dong kak"


"Tas Hermes nya mau dong say"


"Kacamatanya keren banget,beli dimana Bun?"


"Bun Hermes nya elegan banget,mau dong Bun"


Kira kira seperti itulah komentar komentar dari para pengikutnya Dinda di Facebook.Dinda memanfaatkan akun sosial medianya untuk berbisnis,ia pun membangun komunikasi dengannya para komentarnya di Facebook.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo" Dinda mengangkat ponselnya.


"Hallo dimana Din?" Tanya Deddy.


"Lagi di jalan" Sahut Dinda.


"Mau kemana Din,sama siapa?" Tanyanya lagi.


"Mau ketemu supplier barang" Timpal Dinda.


"Sharelock ya alamatnya,aku mau nyusul" Ujar Deddy.


Deddy pun segera bergegas menuju ke tempat Dinda bertemu dengan supplier barang.Setelah deal melakukan kerjasama dengan supplier, Dinda pun mencari sebuah ruko untuk menampung semua barang barangnya.


"Berapa sewa ruko pertahunnya pak?" Ucap Dinda kepada pemilik ruko.


"sewanya 42 juta pertahun Bu" Jawab Pak Joko pemilik ruko tersebut.


"Kurangilah pak,40 juta aja ya hehehe" Celetuk Deddy sambil terkekeh.


"Oh ya sudah,iya gak apa-apa 40 juta aja" Sahut pak Joko.


"Wah,kalau tahu gitu,tadi saya nawar 35 juta aja pak hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.


"Husss" Dinda menyenggol lengan Deddy.


"Iya kali aja di kasih,iyakan pak hehehe" Timpal Deddy sambil bercanda sama pak Joko.


"Kalau segitu belum bisa bang,kalau 40 juta bolehlah bang" Sahut pak Joko.


"Ya sudah kalau begitu,saya minta nomor rekeningnya aja pak,biar saya transfer melalui mobile banking aja" Ucap Dinda.


"Oke baik Bu Dinda,nomor rekeningnya saya WhatsApp sekarang ya" Sahut Joko.


Dinda pun segera mentransfer sebanyak 40 juta rupiah kepada pemilik rekening yang bernama Joko Susanto.


"Sudah saya transfer ya pak,bukti transfernya udah saya WhatsApp ke bapak" Ucap Dinda.


"Oke baik terima kasih Bu Dinda,semoga usahanya lancar dan jaya Aamiin" Ucap Joko.

__ADS_1


"Aamiin,terima kasih banyak ya pak" Ucap Dinda.


Dinda dan Deddy pun segera bergegas menuju ke ruko yang telah di sewanya tersebut.


"Wah rukonya kayaknya harus di bersihkan dulu nih Din,banyak debunya" Ucap Deddy.


"Iya kotor banget nih,harus di sapu dan di pel dulu" Timpal Dinda.


"Kamu tunggu disini ya Din,aku mau beli sapu,kain pel dan ember dulu" Ucap Deddy.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Tia menghubungi Dinda.


"Hallo Bu Dinda" Terdengar suara Tia di ujung telepon.


"Iya,hallo mbak Tia" Sahut Dinda.


"Bu,kapan saya boleh kesana lagi Bu,saya udah gak betah di kampung Bu" Keluh Tia.


"Baru lima hari di kampung,udah gak betah aja mbak hehe" Ucap Dinda.


"Iya Bu gak betah,pusing lama lama tinggal di kampung,apalagi kalau gak megang duit Bu" Keluh Tia.


"Ya sudah,nanti saya carikan tiket buat kamu ya mbak,kode tiketnya nanti saya WhatsApp ke kamu mbak" Ucap Dinda.


"Tapi Bu,saya dari kampung ke bandara itu jauh Bu,kalau bisa Bu Dinda transfer uang juga ya buat saya naik mobil ke bandaranya,sama sekalian buat ninggalin Ibu sama adik adik saya Bu" Ucap Tia.


"Oh begitu,ya sudah WhatsApp aja nomor rekeningnya ya mbak" Timpal Dinda.


"Iya Bu,saya WhatsApp sekarang" Sahut Tia.


"Siapa yang menelpon?" Tanya Deddy tiba-tiba ia sudah berdiri di belakang Dinda.


"Tia mana?" Tanya Deddy lagi.


"Percuma di jelasin juga,kamu juga belum pernah ketemu sama diakan?" Ucap Dinda.


"Oh,iya juga sih" Timpal Deddy.


Dinda dan Deddy pun bekerjasama membersihkan ruko tersebut sampai benar benar bersih.


"Omaygatsss ternyata capek juga ya bersih bersih kayak gini" keluh Dinda.


"Iya baru ngerasain capek ya Din,selama ini kamu gak pernah pegang sapu ya hehehe" Ucap Deddy ngeledek.


"Yeeee enak aja,ya megang sapu dong,ya walaupun kadang-kadang hehehe" Timpal Dinda.


Setelah selesai bersih bersih ruko, Dinda dan Deddy pun pergi makan siang.


"Uh,lahap banget bang,kelihatannya lapar banget nih hehehe" Dinda meledek Deddy.


"Iya lapar banget,tenaga terkuras habis bersih bersih nih hehehe" timpal Deddy terkekeh.


Keesokan harinya Dinda sudah berada di ruko bersama Deddy,sedang menunggu mobil supplier datang membawa barang barang yang di pesan oleh Dinda.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg" Tia menghubungi Dinda.


"Hallo Bu" terdengar suara Tia di ujung telepon.


"Iya mbak" Sahut Dinda.

__ADS_1


"Saya udah sampai di Bandara ini Bu" Ucap Tia.


"Oh,udah sampai ya mbak?ya udah kamu tunggu disitu dulu ya,sebentar lagi saya jemput kesana" Ujar Dinda.


"Iya Bu" Sahut Tia.


"Bang,aku mau jemput Tia dulu ke bandara ya" Ucap Dinda.


"Oh,aku boleh ikut ya Din?" Tanya Deddy.


"Engga usah,Abang standby aja disini,ntar kalau ada mobil supplier datang gimana?" Tanya Dinda.


"Oh ya udah,Abang tunggu disini aja,kamu hati hati ya bawa mobilnya jangan ngebut ngebut" Ujar Deddy.


"Oke" Sahut Dinda sambil berlalu meninggalkan Deddy.


Sesampainya di bandara,Tia sudah berdiri di depan pintu kedatangan dan begitu melihat mobil Dinda datang,Tia pun segera masuk ke dalam mobil.


"Maaf,lama menunggu ya mbak?" Ucap Dinda.


"Engga apa-apa Bu,santai aja hehehe" Sahut Tia.


"Udah makan belum mbak?" Tanya Dinda.


"Udah Bu,tadi pagi sarapan" Sahut Tia.


"Oh,ini udah siang menjelang sore mbak,kita mampir dulu ke rumah makan Padang ya mbak" Ajak Dinda.


Dinda pun menemani Tia makan dulu di rumah makan Padang sederhana.


"Bu Dinda gak makan?" Tanya Tia.


"Sebelum ke bandara saya udah makan mbak,jadi masih kenyang, mbak aja yang makan ya" Timpal Dinda.


Setelah selesai makan Dinda mengajak Tia ke ruko,dan ternyata di ruko sudah ada mobil supplier yang sedang menurunkan barang barang dan langsung memasukkannya ke dalam ruko.


"Mbak Tia,nanti kamu di ruko inilah bantu bantu saya packing packing barang ya mbak" Ucap Dinda.


"Oh iya Bu,terus saya juga tidurnya disini ya Bu?" Tanya Tia.


"Kalau untuk tidur di rumah aja,ini khusus untuk gudang penyimpanan barang barang aja" Ucap Dinda.


"Din,barang barang di atas sudah penuh,gimana nih?" Tanya Deddy.


"Kalau di lantai atas udah penuh,sisanya taro di lantai bawah aja bang" Ujar Dinda.


"Mbak nanti setiap harinya ikut saya ke ruko sini ya mbak " Ucap Dinda.


"Siap Bu" Sahut Tia.


"Bu Dinda,semua barang sudah di turunkan,dan ini invoice dari boss saya Bu" Ucap salah seorang pria yang merupakan karyawan supplier tersebut.


"Oke terima kasih banyak ya mas,bukti transfernya nanti saya WhatsApp ke boss kamu" Ucap Dinda.


"Oke baik Bu,mari Bu saya permisi pamit dulu" Ucap pria tersebut.


BERSAMBUNG.....


********

__ADS_1


__ADS_2