Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 118. Yudi Menghubungi Dinda Kembali.


__ADS_3

( POV Dinda )


Siang itu Dinda sedang sibuk packing packing barang dan di bantu oleh Tia.


"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Yudi menghubungi Dinda.


"Hallo Dinda" Sapa Yudi di ujung telepon.


"Ya" Jawab Dinda singkat.


"Lagi apa Dinda?" Tanya Yudi.


"Lagi packing barang" Jawab Dinda datar.


"Dinda,besok aku ada meeting bersama klien dari Malaysia,mau membicarakan kerjasama asuransi kita sama pihak rumah sakit yang ada di Malaysia,jadi kalau ada nasabah yang sakit atau mau berobat ke Malaysia itu bisa menggunakan asuransi kita,makanya besok mau meeting di restoran" Ucap Yudi.


"Terus,apa hubungannya sama aku?" Dinda mengernyitkan dahinya.


"Aku harap,besok kamu bisa menemani aku meeting Dinda" Ucap Yudi.


"Maaf pak gak bisa,lagian asisten pribadi kamu kemana?" Tanya Dinda.


"Aspri biar aku suruh stay di kantor saja Dinda,mungkin besok klien yang datang dari Malaysia sekitar tiga orang gitu,kamu bisa kan menemani aku besok Dinda?" Tanya Yudi lagi.


"Lalu,apa fungsinya aku ikut serta dalam meeting kalian?yang ada nanti aku kayak orang bego disana dan aku juga gak ngerti apa yang kalian bahas" Timpal Dinda.


"Kamu cukup menemani aku aja,duduk di samping aku aja,nanti aku kenalin ke mereka,kalau kamu adalah asisten pribadi aku Dinda" Ucap Yudi.


"Oh begitu,maaf ya pak,aku gak bisa! " Dinda memutuskan sambungan selulernya.


Dinda meletakkan ponselnya di atas meja,ia pun melanjutkan packing packing barangnya.


"Derttttt... Derttttt" Ponsel Dinda bergetar.


Dinda pun meraih ponselnya,ia langsung membuka pesan dari Yudi.


{ Aku harap besok kamu datang ya Din,aku tunggu kamu jam 11 siang di restoran,nanti aku sharelock alamatnya ya Din }


{ Besok kita meeting sekaligus makan siang di restoran ya Din }


"Hmm,gak penting banget,kamu kan punya asisten pribadi,kenapa juga harus aku yang menemani kamu,ogah banget deh" Gumam Dinda.


Yudi pun mengirimkan sharelock restoran melalui aplikasi WhatsApp nya.Dinda hanya membaca pesan tersebut,kemudian ia pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


"Kamu kenapa mbak,kok dari tadi murung terus?" Tanya Dinda pada Tia.

__ADS_1


"Mamat semalam gak pulang ke rumah Bu" Tiba-tiba Tia terisak.


"Lah emangnya kemana kok gak pulang?" Tanya Dinda sambil mengernyitkan dahinya.


"Dia pergi menemui selingkuhannya Bu, padahal sekarang aku lagi hamil,tapi di tinggal-tinggal mulu" Keluh Tia.


"Yang ya sabar,kamu kan tahu mbak,sebelum nikah aja dia udah selingkuh,sekarang kumat lagi ya mbak?" Tanya Dinda.


"Iya Bu,kemarin di kamar aku lihat ada celana da*am cewek warna pink Bu,tapi celana da*am itu bukan punyaku,terus aku juga nemuin bungkusan kecil yang di bungkus kain putih,terus aku buka ternyata ada tulisan Arab gundul gitu Bu di dalamnya" Curhat Tia.


"Hah?kok si Mamat serem juga ya mbak,dia pakai ilmu pelet atau gimana?" Tanya Dinda sambil membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya,gak tahu Bu,pas aku tanya ini celana da*lam siapa?dia malah marah-marah gak jelas,terus pergi dan sampai pagi gak pulang Bu" Tia menangis sesenggukan.


"Kamu yang sabar ya mbak,semoga si Mamat bisa berubah dan sayang sama kamu,maklum mungkin karena dia masih muda kali ya,jadi masih pengen main sana sini" Ucap Dinda.


"Assalamualaikum" Terdengar seseorang di luar mengucapkan salam.


"Wallaikumsallam,eh pak Ari,mari masuk pak" Sambut Dinda pada pak Ari.


"Iya Bu,seperti biasa mau jemput paket Bu" Ucap pak Ari sambil tersenyum.


"Oke baik pak,itu paketnya baru aja selesai di packing,sebentar ya pak saya masukan dulu ke dalam karung besar" Timpal Dinda.


"Sini Bu,biar saya bantu" Pak Ari dengan sigap mengambil karung besar,kemudian ia pun memasukkan paket-paket tersebut ke dalam karung.


"Iya sama-sama Bu Dinda,total semuanya 22 paket ya Bu?" Tanya pak Ari.


"Iya,benar pak" Jawab Dinda.


"Oke baik Bu,permisi Bu,saya bawa paketnya ya Bu,Assalamualaikum" Ucap pak Ari.


"Iya pak,wallaikumsallam,pembayaran seperti biasa ya pak,nanti saya transfer melalui M-banking aja ya pak" Ucap Dinda.


"Aman itu Bu,nanti resi pengirimannya saya foto kan dan di kirim ke WhatsApp Bu Dinda ya" Timpal Ari.


"Oke pak" Sahut Dinda.


Ari pun segera berlalu dari rumah Dinda,ia pun kembali merekap orderan yang masuk melalui WhatsApp,messenger dan DM nya.


{ Dinda,aku lagi di depan rumah kamu nih,kamu keluar dong! }


"Hah Deddy?mau ngapain nih orang?" Dinda mengernyitkan dahinya.


Dinda pun diam-diam mengintip dari balik jendela,ia menyibakkan gorden dan melihat ke arah luar rumah.

__ADS_1


"Hmm,ternyata benar,mobil dia parkir di depan rumah" Batin Dinda.


Dinda membalikkan badannya,ia segera mendekati Tia yang sedang membereskan peralatan packing.


"Mbak,boleh aku minta tolong?" Tanya Dinda.


"Iya,minta tolong apa Bu?" Tia balik bertanya.


"Tolong kamu pura-pura keluar rumah,nanti kalau kamu lihat pak Deddy di luar,bilang aja ibu Dinda lagi pergi sama kawan-kawanya karaokean gitu mbak" Ucap Dinda.


"Oke baik Bu" Sahut Tia.


"Terus kalau dia nanya,kenapa kok mobilnya ada di rumah?kamu ilang aja,Bu Dinda tadi di jemput mobil kawannya,gitu ya mbak! " Ujar Dinda.


"Siaaap Bu" Timpal Tia.


Tia pun bergegas keluar dari rumah,ia pun membuka pagar rumah dan benar saja,ketika Deddy melihat Tia,ia langsung memanggil Tia sambil melambaikan tangannya pada Tia.


Sementara itu di dalam rumah Dinda segera mendekati jendela,ia pun mengintip dari balik jendela.Tampak Tia dan Deddy sedang bercakap-cakap.


Tak berselang lama kemudian,Deddy masuk ke dalam mobilnya,ia pun segera berlalu meninggalkan rumah Dinda.


"Alhamdulillah aman,dia udah pergi" Dinda mengelus dadanya.


"Bu" Tiba-tiba Tia sudah ada di belakang Dinda.


Degh!


"Astaghfirullah Al'adzim,ngagetin aja kamu mbak" Dinda terkejut dan membalikkan badannya menghadap ke arah Tia.


"Hehehe,maaf Bu,kaget ya Bu?pak Deddy nya udah pergi Bu" Ucap Tia sambil cengengesan.


"Iya mbak,makasih banyak ya mbak" Ucap Dinda sambil tersenyum.


"Iya,sama-sama Bu,Bu boleh nggak aku bawa sayur soup ayam ke rumah?" Tanya Tia.


"Iya boleh mbak,bawa aja,ambil aja sendiri sana ke dapur mbak! " Ujar Dinda.


"Iya makasih ya Bu,aku hari ini gak masak Bu, takutnya Mamat pulang lapar Bu,mau makan gak ada makanan di rumah,sekalian sama nasinya boleh ya Bu?" Tanya Tia.


"Iya boleh,ambil aja mbak" Sahut Dinda.


BERSAMBUNG


*****

__ADS_1


Hii bestie baca juga karya saya yang terbaru judulnya "Nasib Seorang Janda" Ceritanya seru,sedih dan menjengkelkan,bikin emosi kita naik turun,cerita ini di adaptasi dari lingkungan sekitar,real life dan di bumbui dengan fiksi.Happy reading 😘🥰


__ADS_2