
Ini hari kedua aku berada di Palangkaraya dan schedule hari ini aku akan mengecek ruko yang sudah aku beli dari satu bulan yang lalu,aku membeli tiga ruko untuk membuka cabang toko mebel yang kedua di Palangkaraya.
Seperti biasa mawar acuh padaku,tidak ada kehangatan di dalam rumah tangga kami. Mawar hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Selama aku di Jakarta pun ia tidak pernah menelpon menanyakan kabarku. Aku pun sudah tidak peduli dengannya,hidup satu atap tapi sudah tidak harmonis,kami sibuk dengan urusan masing-masing.
"Pah,siska berangkat kuliah dulu ya" Siska pamit menyalami Shandy.
"Sudah selesai sarapannya nak? suara Siska menyadarkan Shandy yang sedang melamun dan duduk di kursi meja makan berseberangan dengan Siska.
"Sudah pah" jawab Siska.
"Oh,ya sudah hati hati di jalan ya nak" ujar Shandy.
"Minta uang dong pah,bensin mobil Siska sudah merah" ucap Siska sambil menyodorkan telapak tangannya pada Shandy.
Shandy pun merogoh dompetnya dan memberikan lima lembar uang ratusan merah.
"Ini sekalian buat jajan ya" ujar Shandy menyodorkan uang pada Siska.
"Oke,terima kasih banyak papa" sahut Siska sambil meraih uang dari tangan Shandy.
Shandy pun tersenyum menatap anak gadisnya dan Siska pun berlalu menuju ke garasi mobil. Mawar turun dari lantai atas dan berjalan menuju ke dapur,lalu duduk di kursi meja makan.
"Ma,papa hari ini akan mengecek ruko,setelah semuanya di pastikan ready,papa akan langsung isi dengan barang barang dengan model terbaru.
"Oke" jawab Mawar dengan acuh.
"Mama hari ini mau kemana? tanya Shandy.
"Seperti biasa,mama mau ada charity dan arisan bersama teman teman mama" jawab Mawar.
"Oke" timpal Shandy.
"Pak,Bu,ini susunya,silahkan di minum" ucap
bik Ijah sambil meletakkan dua gelas susu di hadapan Shandy dan Mawar.
"Terima kasih bik" sahut Shandy.
Setelah makan roti bakar buatan bik Ijah, Mawar pun segera meminum susu lalu berpamitan pada Shandy.
Shandy pun berlalu menuju kamarnya dan meraih ponselnya mencari kontak yang bernama Melly.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt.."
"Hallo bang" terdengar suara Melly di ujung telepon.
"Hallo sayang,sudah sarapan apa belum? tanya Shandy.
"Sudah bang hehe" jawab Melly.
"Sayang,Abang kangen banget sama kamu sayang" ucap Shandy.
"Ya sudah,kalau kangen segera datang ke Jakarta dong" timpal Melly.
"Iya sayang,sabar ya,begitu urusan Abang sudah selesai,Abang segera kembali ke Jakarta" ucap Shandy.
"Oke bang" sahut Melly.
Shandy pun mengakhiri teleponnya dan segera bergegas menuju ke garasi mobilnya.
"Min,mobilnya sudah di panaskan? tanya Shandy pada Tukimin supir Shandy.
"Sudah Pak" jawab Tukimin.
"Ya sudah,ayo kita berangkat" ajak Shandy.
"Baik Pak" jawab Tukimin bersemangat.
Sesampainya di ruko Shandy mengecek semua kondisi ruko yang sudah di renovasi itu.Tiga ruko di jadikan satu,untuk membuka toko mebel cabang yang kedua.
Setelah melihat kondisi ruko yang sudah ready. Shandy pun meraih ponselnya lalu mencari kontak yang bernama Lukman.
"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt..."
"Hallo Pak Shandy" terdengar suara Lukman di ujung telepon.
"Hallo Pak Lukman,ruko sudah ready Pak,tolong segera isi sesuai pesanan saya ya Pak" ujar Shandy.
"Oke baik Pak,saya segera perintahkan anak buah saya untuk mengantar semua barang yang bapak pesan" sahut Lukman.
"Oke terima kasih banyak Pak Lukman, mengenai pembayaran nanti saya transfer seperti biasa ya" ujar Shandy.
"Oke siaaap Pak Shandy, terima kasih atas kerjasamanya dan terima kasih sudah mempercayakan kepada saya untuk mengisi toko cabang baru Bapak,sukses selalu ya Pak Shandy" timpal Lukman.
"Aamiin,terima kasih Pak Lukman" sahut Shandy.
Selesai menelepon Shandy pun memasukkan ponselnya ke dalam sarung telepon yang berada di pinggangnya.
"Min,tolong antar saya ke toko emas" ujar Shandy pada Tukimin.
"Oke siap Pak" sahut Tukimin.
Sesampainya di toko emas Shandy pun membeli seperangkat perhiasan dengan model yang kekinian alias terbaru seberat 50 gram. Setelah membayar perhiasan tersebut Shandy pun segera menuju ke parkiran dan disana Tukimin sedang menunggunya.
"Min,ayo jalan" ujar Shandy.
"Oke siap Pak" sahut Tukimin.
"Kita langsung ke cafe ya min" ujar Shandy.
__ADS_1
"Oke baik Pak" sahut Tukimin.
Sesampai di cafe Shandy pun segera menuju ke lantai atas,dan disana sudah ada Shinta yang sedang membereskan semua berkas laporan keuangan.
"Shinta bagaimana input dan output keuangan cafe bulan ini? tanya Shandy pada Shinta yang merupakan bagian staff admistrasi keuangan.
"Semuanya oke Pak,progresnya semakin meningkat daripada bulan lalu.
"Bagus" sahut Shandy sambil berlalu menuju ke ruangannya.
Shandy duduk di kursi ruang kerjanya dan membuka laptop,untuk mengaudit semua semua laporan yang masuk dari setiap perusahaannya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg...." handphone Shandy berdering dan Shandy pun segera mengangkat ponselnya.
"Hallo Pak Shandy" terdengar suara Aldo di ujung telepon.
"Hallo Aldo,bagaimana semuanya sudah beres? tanya Shandy pada Aldo.
"Sudah Pak,saya sudah meeting dua hari yang lalu bersama Pak Dermawan,beliau menyetujui kerjasama dengan kita pak" sahut Aldo.
"Oke baik kalau begitu,kamu segera urus cafe cabang baru kita yang berada di Surabaya" ujar Shandy.
"Oke baik Pak" sahut Aldo.
" Oke, mudah mudahan minggu depan kita bisa segera launching cafe cabang baru kita yang ke empat di Surabaya bersama Pak Dermawan" ujar Shandy.
"Oke baik Pak,saya akan segera berangkat ke Surabaya nanti sore" sahut Aldo.
Shandy pun menutup teleponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya,lalu Shandy pun fokus kembali pada layar laptopnya,untuk mengaudit semua laporan keuangan perusahaannya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg...." handphone Shandy berdering, Shandy pun segera meraih ponselnya,terlihat ada panggilan video call dari Melly.
"Hallo bang" sapa Melly sambil tersenyum.
"Hallo sayang,kamu sedang apa disana? tanya Shandy.
"Sedang memikirkan Abang" sahut Melly manja.
"Ah kamu,bikin Abang tak sabar,jadi pengen cepat cepat ketemu sama kamu sayang hehehe" jawab Shandy sambil tersenyum mengembang di bibirnya.
"Abang lagi sibuk ya" tanya Melly.
"Tidak sayang,Abang lagi santai saja di ruang kerja Abang" jawab Shandy.
"Oh, begitu ya, Abang aku kangen sama Abang,udah tak tahan nih" ucap Melly manja.
"Waduh waduh ternyata kesayangan Abang sudah mulai tak tahan nih hehehe" sahut Shandy sambil terkekeh meledek Melly.
"Iiih Abang nih,orang serius juga" timpal Melly dengan wajah di tekuk.
"Aduh sayang,mukanya jangan cemberut gitu dong,nanti hilang cantiknya hehehe" jawab Shandy masih dengan nada menggoda.
"Sabar ya sayang,besok Abang berangkat ke Jakarta,kamu siap siap saja ya! ujar Shandy.
"Siap siap apa bang? tanya Melly polos.
"Siap siap di hajar sama Abang hehehe" Shandy terkekeh sambil tersenyum genit pada Melly.
"Wow mau dong di hajar sama Abang hehehe" sahut Melly balik menggoda Shandy.
"Beneran ya,awas nanti Abang hajar tanpa ampun ya hehehe" ucap Shandy sambil tersenyum lebar.
"Oke,siapa takut" sahut Melly sambil tersenyum manja.
"Muaaah,sayang sudah dulu ya,Abang mau pulang ke rumah dulu" ujar Shandy.
"Muaaah bye bye Abangku sayang" sahut Melly.
Melly pun menutup teleponnya dan Shandy pun segera bergegas menuju ke lantai dasar dan berlalu menuju ke luar.
"Bagaimana,aman semuanya no? tanya Shandy pada Jono security yang bertugas menjaga keamanan cafe miliknya.
"Aman Pak" sahut Jono tegas.
"Bagus" ujar Shandy sambil menyodorkan sebungkus rokok pada Jono.
"Terima kasih Pak" sahut Jono sambil meraih sebungkus rokok dari tangan Shandy.
Shandy pun segera berlalu menuju ke parkiran,dan disana Tukimin sudah menunggunya.
"Ayo jalan min" ujar Shandy.
"Siap Pak" sahut Tukimin.
Sesampainya di rumah Shandy langsung masuk ke dalam rumah.Keadaan rumah tampak sepi,hanya ada bik Ijah dan Paijo tukang kebun yang sedang memangkas tanaman hias di taman halaman rumah.
Shandy pun segera masuk ke dalam kamarnya dan berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah mandi Shandy memasukkan banyak pakaian ke dalam koper besar miliknya.
Tak lama kemudian Mawar pun datang dan langsung masuk ke kamar dan melihat Shandy sedang memasukkan banyak pakaiannya.
"Tumben,kenapa banyak sekali bawa baju pah" tanya Mawar pada Shandy.
"Iya,papa mungkin akan lama di Jakarta ma, soalnya papa mau mengurus cafe baru cabang ke empat di Surabaya" jawab Shandy.
"Oke,semoga lancar semua urusannya" timpal Mawar kemudian berlalu menuju ke kamar mandi.
Jam 7 malam Shandy turun ke bawah untuk makan malam yang sudah di siapkan sama bik Ijah.
"Silahkan Pak,makan malam sudah siap" ucap bik Ijah pada Shandy.
__ADS_1
"Terima kasih bik" sahut Shandy.
Shandy pun makan malam sendirian,tak lama terdengar suara mobil Siska dan Siska pun segera menghampiri Shandy ke ruang makan.
"Loh papa kok makan sendirian,mama mana pah? tanya Siska.
"Ada di kamar,mama katanya sudah makan di luar bersama teman temannya" jawab Shandy.
"Oh,begitu ya pah" sahut Siska sambil duduk berseberangan dengan Shandy.
"Makan non" bik Ijah menyodorkan piring untuk Siska.
"Iya, terima kasih bik" sahut Siska.
"Siska,besok papa mau berangkat ke Jakarta lagi ya,kamu baik baik disini,kuliah yang benar, jangan banyak main oke? ujar Shandy.
"Oke pah" jawab Siska.
"Nanti papa transfer uang ke rekening kamu ya" ucap Shandy.
"Asiiikkk,terima kasih ya pah" sahut Siska.
Setelah makan Shandy pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat,dan di sana Mawar sudah tertidur dengan pulas.
Keesokan harinya pagi-pagi Shandy sudah berangkat ke airport di antar Tukimin.
"Min,saya berangkat dulu ya" ucap Shandy berpamitan pada Tukimin.
"Iya Pak,hati hati di jalan,dan ini kopernya Pak" sahut Tukimin sambil mendorong koper besar milik Shandy.
"Terima kasih min" timpal Shandy.
Shandy pun segera masuk untuk melakukan boarding pass kemudian segera bergegas naik menuju ke pesawat.
Sesampainya di airport Jakarta,Bejo sudah menunggu kedatangan Shandy.
"Hii Jo,sudah lama menunggu? tanya Shandy.
"Baru tiga puluh menit Pak hehehe" jawab Bejo tersenyum lebar pada Shandy.
Bejo pun segera mengangkat koper milik Shandy dan memasukannya ke dalam bagasi mobil.
Sesampainya di apartemen Melly pun menyambut dengan senyuman hangat dan pelukan manja.Kemudian Shandy pun mengecup kening Melly.
"Sayang,kamu makin cantik saja" ucap Shandy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Melly.
Melly pun tersenyum manis dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Shandy.
"Sayang,Abang mandi dulu ya,biar badan Abang segar hehehe" ucap Shandy sambil membelai rambut Melly.
"Iya bang" sahut Melly.
Sementara Shandy sedang mandi,Melly membuatkan teh untuk Shandy, setelah itu Melly menuju kamar dan mengganti pakaiannya dengan memakai lingerie warna hitam.
Setelah selesai mandi, Shandy pun segera keluar dari mandi dan Shandy pun terpesona melihat Melly memakai lingerie warna hitam.
"Sayang,kamu beli lingerie baru ya" ucap Shandy sambil memeluk Melly dari belakang.
"Iya bang hehehe" sahut Melly.
"Bagus sekali sayang,Abang suka deh" Shandy mencium leher Melly yang harum dengan aroma parfum yang membangkitkan gairah Shandy.
"Sebentar bang" ucap Melly sambil melepaskan pelukan Shandy dan bergegas mengambil secangkir teh hangat buat Shandy.
"Di minum dulu teh nya bang,mumpung masih hangat" Melly menyodorkan secangkir teh hangat pada Shandy.
"Terima kasih sayang"sahut Shandy meraih cangkir teh dari tangan Melly sambil tersenyum
"Sama sama bang" sahut Melly.
Setelah meminum teh hangat Shandy pun segera memeluk Melly dan menciuminya dengan penuh kelembutan.
Mulai dari leher hingga turun ke gunung kembar lalu memijatnya sehingga membuat Melly mengeluarkan suara lirihnya.
Dari gunung kembar lanjut ke bagian bawah,yaitu hutan belantara milik Melly.Melly pun menggelinjang saat jari tangan Shandy menyentuh dan memainkannya.Tangan Shandy begitu aktif sehingga membuat Melly mengeluarkan suara lirihnya.
Pemanasan pun sudah cukup dan Shandy pun segera mengangkat tubuh Melly,lalu membaringkannya di atas Sofa Tantra.
Shandy pun segera melakukan penyatuan lalu menghujamkan senjata miliknya.Hujaman demi hujaman yang di hentakan oleh Shandy membuat Melly merem melek.Semakin lama hentakan demi hentakan Shandy semakin kuat, sehingga tubuh Melly pun bergetar hebat dan melakukan pelepasan.
Sementara Shandy belum mencapai pelepasan,sehingga Melly pun mengambil alih kendali,kini Shandy bersandar di sofa Tantra,dan Melly pun duduk di atas pangkuan Shandy dengan posisi berhadapan.
Sambil menggerakkan tubuhnya naik turun dan sesekali Melly melakukan gerakan berputar seperti sedang bergoyang,Shandy pun sudah tidak tahan dengan goyangan Melly,akhirnya Shandy pun melakukan pelepasan.
Shandy dan Melly kini terbaring lemas di atas kasur sesekali berpandangan lalu keduanya tersenyum.
"Sayang" kamu semakin pintar ya" ucap Shandy sambil memeluk Melly.
"Hmmm...." Sahut Melly sambil tersenyum.
"Goyangannya bikin Abang tak tahan sayang" ucap Shandy sambil mencubit hidung Melly.
Melly pun tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Shandy.
"Goyangan maut ya sayang,makin lama kamu makin hot saja sayang" ucap Shandy sambil mengecup kening Melly.
BERSAMBUNG.....
*********
__ADS_1