Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 71. Shandy Merayu Dinda.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Din,rokok" Ucap Deddy sembari menyodorkan satu bungkus rokok.


"Thank you bang" ucap Dinda.


"Aku ke toilet dulu ya Din" Deddy berdiri dan berlalu menuju ke toilet.


Sementara Dinda tengah asik merokok,Shandy datang menghampiri Dinda.


"Hii Dinda,ketemu lagi kita disini" Ucap Shandy sembari menyalami Dinda.


"Eh,bang Shandy,apa kabarnya bang?" Tanya Dinda sambil berdiri menyalami Shandy.


"Baik hehehe,sama siapa kesini Din?" Tanya Shandy.


"Sama bang Deddy,dia lagi ke toilet" Sahut Dinda.


Deddy duduk di sebelah Dinda,dan merapatkan kursinya dekat dengan Dinda.


"Din,sampai sekarang Abang masih tak habis pikir ya,Kenapa Dinda mau sama Deddy" Ucap Shandy sembari memegang tangan Dinda.


"Bang,jangan kayak gini dong,gak enak ntar di lihat orang" Dinda melepaskan tangannya.


"Kenapa,kamu takut sama Deddy ya?" Tanya Shandy.


"Bukan begitu bang,gak enak di lihat sama pengunjung lain" Ucap Dinda.


"Cuek aja Din,lagian ini cafe Abang,jadi bebas dong mau ngapain aja" Timpal Shandy sombong.


"Ngomong ngomong,selama Dinda jalan sama Deddy,udah di belikan apa aja?" Tanya Shandy.


"Ehem" Tiba tiba Deddy berdehem dan sudah berdiri di belakang Shandy.


"Eh Ded,kamu kok mau datang ke cafe,gak bilang bilang sih hehehe" Shandy berdiri dan pindah ke kursi yang ada di sebelahnya.


"Iya,soalnya dadakan bang,aku kira Abang lagi di Jakarta" Timpal Deddy seraya menarik kursi dan duduk di sebelah Dinda.


"Iya,tadinya sih mau buru buru kembali ke Jakarta,tapi Siska dan Bisma lagi honeymoon ke Bali,jadi aku harus tetap stay disini dulu Ded" Sahut Shandy.


"Oh begitu,wah sebentar lagi punya cucu dong bang hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.


"Kayaknya sih di tunda dulu Ded,soalnya Siska masih kuliah" Timpal Shandy.


"Silahkan pak,Bu," Ucap pelayan sambil menata piring makanan di meja.


"Makasih mbak" Ucap Dinda.


"Ded,ternyata kamu awet juga ya sama Dinda, biasanya kamu cepat bosanan orangnya" Celetuk Shandy.


"Yang ini beda bang,jadi aku gak ada bosannya hehehe" Sahut Deddy sambil terkekeh.


"Wow masa sih hehehe" Shandy mengedipkan sebelah matanya pada Dinda.


"Makan bang" Ucap Deddy menawari Shandy makan.


"Iya,silahkan makan,makan ya di lanjut" Sahut Shandy sembari mengambil sebatang rokok.

__ADS_1


"Tadi kami habis nonton bang,gak tahu mau makan dimana,random aja kepikiran mau makan di cafe Abang" Ucap Deddy.


"Oh habis nonton nih ceritanya,Dinda sering seringlah mampir ke cafe Abang,kan sekarang udah tahu Abang disini hehe" Timpal Shandy.


Dinda hanya tersenyum pada Shandy,ia tengah asik menikmati makanan yang ada di hadapannya itu.


"Ngomong ngomong,udah berapa cabang sekarang cafenya bang?" Tanya Deddy.


"Empat Ded,disini,Jakarta, Bandung dan Surabaya" Sahut Shandy sambil menghisap rokoknya.


"Wah keren bang,udah banyak cabang rupanya" Puji Deddy.


"Iya,Alhamdulillah Ded,tinggal nyari calon istrinya aja nih yang belum dapat hehehe" Ucap Shandy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Dinda.


"Bukankah di Jakarta udah ada bang?" Tanya Deddy.


"Ah,itukan di Jakarta,disini kan belum ada Ded" Sahut Shandy enteng.


"Tetap ya bang,kalau satu masih kurang hehehe" Timpal Deddy sambil terkekeh.


"Lah kamu aja udah punya dua,masih jalan sama Dinda,aku kira kalian udah putus loh" Sahut Deddy.


"Yang dua,udah aku pulangkan ke kampungnya masing masing bang" Ucap Deddy.


"Wah,jadi bebas sekarang ya Ded hehehe" Ucap Shandy sambil terkekeh.


"Iya,sekarang aku jadi bujangan lagi bang" Sahut Deddy enteng.


"Biasanya kamu kalau pacaran gak pernah lama Ded,setahuku kamu orangnya cepat bosan sama cewek,tumben ini kok lama?udah berapa lama kalian sama sama" Tanya Shandy.


"Wow kereeen,Dinda ternyata kamu bisa merubah buaya darat menjadi jinak seperti ini ya hehehe" Ucap Shandy sambil terkekeh.


"Kayak Abang bukan buaya aja,sama ajalah kita bang,cuma bedanya sekarang aku udah mulai tobat" Timpal Deddy.


"Hehehe,kita kan laki laki Ded,wajarlah mau punya berapa juga,iyakan hehehe" Sahut Shandy sambil terkekeh


"Ehem" Dinda berdehem sembari menikmati makanannya.


"Eh,Dinda jangan kaget ya,biasa ini obrolan sesama laki laki hehehe" Ucap Shandy sambil cengengesan.


"Oh,jadi karena kalian laki laki,bisa seenaknya aja gonta ganti cewek gitu?" Tanya Dinda sinis.


"Mungkin itu dulu Dinda,sebelum ketemu sama kamu,tapi setelah ketemu sama kamu,apalagi yang mau Abang cari,iyakan?" Tanya Deddy sambil menatap Dinda.


"Maybe,i don't know" Dinda mengangkat kedua bahunya.


"Jangan percaya sama dia Dinda,aku tahu sepak terjangnya Deddy,kita udah kenal lama,jadi Abang tahu siapa Deddy hehehe" Ucap Shandy sambil terkekeh.


"Jangan ngomong gitulah bang,nanti pulang dari sini,kami berantem pula" Timpal Deddy.


"Ya bagus dong berantem terus putus,dan Dinda nanti sama bang Shandy aja ya hehehe" Sahut Shandy sambil terkekeh.


"Bang,aku tahu Abang punya segalanya,tapi ya jangan Dinda jugalah bang,Abang kan bisa cari yang lain" Ucap Deddy kesal.


"Hehehe,mulai kesal dia Din" Timpal Shandy sambil terkekeh.


"Kalian ini laki laki,menganggap perempuan itu seperti apa sih?" Tanya Dinda.

__ADS_1


"Tergantung perempuannya Dinda,kalau perempuannya suka ke diskotik dan suka mabok,ya mungkin hanya numpang lewat aja Din" Ucap Deddy.


"Iya benar,kalau cewek malam,biasanya tidak bisa di ajak serius,dia maunya happy aja terus tiap malam ke diskotik,jadi kita pun gak bisa serius Dinda" Timpal Shandy.


"Hmm..." Dinda meminum orange jus di hadapannya.


"Dinda ini lain bang,gak suka ke diskotik,gak suka minum,apalagi ngobat,dia pernah aku ajak ke diskotik sekali aja,itupun ngajak pulang terus hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.


"Iya,aku gak betah di dalam diskotik,gak terbiasa bang,maklum aku kan orang kampung" Timpal Dinda.


"Justru itu kelebihan kamu Dinda,kamu beda dari yang lain" Sahut Deddy sambil tersenyum.


"Wah keren banget Dinda,jarang loh cewek jaman sekarang yang kayak begini" Puji Shandy.


"Banyak yang kayak aku bang,tapi mungkin kalian nya aja,kalau kenalan sama cewek di tempat hiburan malam,ya pasti ketemunya dengan cewek yang kayak begitulah" Sahut Dinda.


"Aku aja sampai heran loh,kok Deddy bisa berubah dan lama sama kamu Din,biasanya Deddy gak selama ini kalau berhubungan sama cewek,paling juga dalam hitungan bulan udah putus,ini sampai tiga tahun" Ucap Shandy.


"Prok,prok,prok" Shandy bertepuk tangan.


"Tapi kami sering berantem juga bang,kayak tom and Jerry,sebentar berantem,sebentar lagi baikan,gitu aja terus bang" Curhat Deddy.


"Kamu itu yang sering ngajak berantem,aku nya engga pernah ya" Timpal Dinda sewot.


"Iya habis mantannya dia menghubungi Dinda lagi bang,siapa coba yang gak kesal bang?" Keluh Deddy.


"Hehehe,kalian pasangan yang unik ya, biasanya yang sering berantem kayak gini awet loh" Ucap Shandy sambil terkekeh.


"Huh! dianya aja yang toxic relationship bang,kadang capek aku menanggapinya,terlalu berlebihan" Keluh Dinda.


"Abang tinggal nunggu kalian putus aja nih,kalau kalian udah putus,boleh dong Ded,Abang mendekati Dinda?" Tanya Shandy.


"Apaan sih bang,bukannya di dukung,malah di doain putus" Ucap Deddy kesal.


"Daripada capek berantem terus,iyakan Din? mendingan sama Abang aja,pasti Abang bahagiain kamu" Ceplos Shandy.


"Semakin ngawur Abang nih,udah dulu ya bang,kami pamit dulu ya" Deddy berdiri hendak pergi ke kasir.


"Ded,gak usah bayar" Shandy menahan Deddy untuk pergi ke kasir.


"Lah gak enaklah bang,masa udah makan gak usah bayar?" Sahut Deddy.


"Udah gak usah,gak apa-apa,kayak sama siapa aja hehehe" Ucap Shandy sambil tersenyum.


Deddy dan Dinda pun berpamitan pada Shandy untuk pulang.


"Terima kasih ya bang,udah di kasih makan gratis" Ucap Deddy bersalaman.


" Makasih ya bang" Dinda bersalaman sama Shandy.


"Iya,sama sama Dinda" Sahut Shandy sambil tersenyum genit dan jari telunjuknya di garuk garuk ke telapak tangan Dinda.


Sontak saja Dinda langsung melepaskan telapak tangannya dan membalikkan badannya seraya berjalan menuju ke arah parkiran.


BERSAMBUNG.....


********

__ADS_1


__ADS_2