Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 138. Deddy Mau Memeluk Dinda.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Lalu Rani,Dewi dan Lily,mereka kan udah SMP,coba ajarkan mereka memasak nasi di rice cooker,mencuci piring dan membersihkan rumah,kamu bagi tugas aja,lama-lama anak anak akan terbiasa dan mandiri,coba deh terapkan aturan di disiplin di rumah kamu bang" Ucap Dinda lagi.


"Iya juga sih,jadi kalau anak-anak di bagi tugas,aku tidak perlu repot-repot lagi mengurus rumah sebelum ngantor ya Din" Ucapnya.


"Nah tuh kamu paham,sebenarnya anak-anak itu tergantung bagaimana cara kita mendidiknya aja sih" Timpal Dinda.


"Oke Dinda,terima kasih atas masukan dan pencerahannya,aku mau peluk kamu boleh?" Tanya Deddy ia berdiri lalu mendekati Dinda.


"Maaf bang,kita bukan muhrim,sekali lagi maaf ya bang" Dinda menjauh dan mengangkat kedua tangannya,memberikan kode supaya Deddy tidak mendekat.


"Oh oke,maaf Din,kamu udah berubah sekarang ya" Ucapnya sambil menahan malu.


"Maaf ya bang,usia kita udah mulai senja, anak-anak kita pun udah pada besar-besar dan mari kita sama-sama belajar untuk ke arah yang lebih baik lagi bang" Ucap Dinda.


"Jujur aku masih belum bisa Din" Timpalnya.


"Harus bisa,pelan-pelan bang,karena enggak mungkin kita akan seperti ini terus,iyakan?" Ucap Dinda.


"Iya juga sih,apa yang kamu omongin benar Din" Timpalnya.


"Silahkan pak,bu" Ucap pelayan sambil menata piring makanan di atas meja.


"Makasih mbak" Ucap Dinda.

__ADS_1


Dinda dan Deddy pun menikmati makan malam dengan pemandangan yang malam yang sangat indah.


"Bang,udah malam nih,tolong antar kan aku pulang ya" Ucap Dinda setelah selesai makan.


"Oke siap Dinda" Deddy berdiri dari tempat duduknya,lalu ia pun berlalu menuju ke kasir untuk membayar makanan.


"Yuk Din" Deddy berjalan menuju ke area parkir mobil dan di ikuti oleh Dinda dari belakang.


Sesampainya di parkiran keduanya masuk ke dalam mobil dan Deddy pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah Dinda.


"Makasih ya bang untuk makan malamnya" Ucap Dinda ketika di perjalanan.


"Sama-sama Dinda,aku gak nyangka setelah tiga tahun tidak bertemu,kamu banyak berubah Din" Timpalnya.


"Wah semakin berat pembahasan kita kali ini Din" Timpalnya.


"Iyakan gak ada salahnya kita saling mengingatkan bang,makanya mari kita sama-sama berbenah diri dan sama-sama belajar" Ucap Dinda.


"Iya Dinda,makasih udah mengingatkan" Timpal Deddy.


"Eh udah sampai nih,aku turun dulu bang,bye" Ucap Dinda seraya membuka pintu mobil.


"Bye Dinda" Deddy melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Kemudian Deddy pun berlalu melajukan kendaraannya dan meninggalkan rumah Dinda.

__ADS_1


"Kriinggg.. Kriinggg... Kriinggg" Herman menghubungi Dinda.


"Hallo pah" Dinda mengangkat ponselnya.


"Hallo ma,bagaimana kabar kalian semuanya?" Tanya Herman.


"Alhamdulillah baik pah" Jawab Dinda.


"Papa sehat?" Tanya Dinda.


"Alhamdulillah sehat juga ma,besok InsyaAllah kami pulang ma" Ucap Herman.


"Alhamdulillah,jadi nanti mama jemput jam berapa di bandara pah?" Tanya Dinda.


"Jam 3 sore ma" Timpal Herman.


"Oke pah" Sahut Dinda.


Herman pun menutup teleponnya,Dinda pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


**BERSAMBUNG**



\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2