
( POV Bisma )
Hari ini Bisma memanaskan sepeda motornya sebelum berangkat bekerja,sebelumnya Bisma sudah sarapan nasi goreng buatannya sendiri.
Bisma segera bersiap siap untuk berangkat bekerja dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya itu,jarak tempuh tempatnya bekerja dari rumah Bisma cukup lumayan jauh,sekitar tiga puluh menit.
Sesampainya di depan toko mebel,Bisma memarkirkan sepeda motornya,lalu ia pun bergegas menuju ke ruangannya.
"Kak Bisma"Maya menyapa Bisma dengan senyum ramah.
"Eh Maya"Bisma tersenyum pada Maya, kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju ke ruangannya.
"Tok...tok...tok"Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Masuk"Ucap Bisma.
"Kak,ini saya bawakan sarapan buat kakak" Maya menyodorkan Tupperware yang berisi sandwich roti tawar buatannya sendiri.
"Terima kasih Maya,bukannya kakak menolak, tapi kakak sudah sarapan tadi di rumah" Ucap Bisma pada Maya.
"Iya gak apa-apa kak,simpan saja di meja,siapa tahu nanti kakak lapar lagi"Sahut Maya.
"Oke baik terima kasih Maya,lain kali kamu gak usah repot-repot ya"Ucap Bisma.
"Ah gak repot kok kak,biasa aja hehehe"Ucap Maya.
Bisma hanya mengangguk anggukkan kepalanya dan tersenyum pada Maya.Maya salah tingkah melihat Bisma tersenyum,lalu ia pun pamit keluar dari ruangan Bisma.
"Eh anu kak permisi,saya keluar dulu ya kak"Ucap Maya grogi seraya bergegas ke luar.
"Haduh jantungku rasanya degdegan melihat senyumannya,oh Tuhan apa ini yang namanya jatuh cinta"Batin Maya.
Hati Maya berbunga bunga dan setiap kali melihat Bisma,kerja pun terasa jadi lebih semangat.
"Eh May,ngapain kamu senyum senyum sendiri di situ"Tegur Lasmi pada Maya.
"Eh Las,kamu ngagetin aja"Sahut Maya.
"Lah kamu dari tadi senyum senyum sendirian kayak orang gila tahu hehehe"Lasmi meledek Maya.
"Lasmi,sini dulu deh,menurut kamu kak Bisma itu ganteng gak?"Tanya Maya pada Lasmi.
"Ganteng sih,tapi kamu jangan mimpi deh May" Ucap Lasmi sambil membersihkan debu-debu di lemari dengan kemoceng.
"Eh Lasmi,kita itu boleh bermimpi setinggi langit,untuk menggapai cita-cita kita"Timpal Maya.
"Iya saking tingginya,nanti kalau jatuh sakitnya minta ampun"Celetuk Lasmi.
"Ehem pada ngomongin apa nih?"Tiba tiba Bisma sudah berdiri di belakang Lasmi dan Maya.
"Eh kak,anu kita lagi ngomongin cita cita kak hehehe"Ucap Lasmi sambil cengengesan.
Maya hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya,jantungnya selalu degdegan kalau melihat Bisma.
"Eh Maya,kok jadi grogi gitu sih,biasa aja kali"Celetuk Lasmi melihat sahabatnya salah tingkah.
"Kalian kerja yang benar ya,bersihkan semua debu debunya,supaya kelihatan bersih kalau ada konsumen yang datang"Ucap Bisma.
"Baik kak"Ucap Maya dan Lasmi.
Bisma tersenyum kemudian berlalu menuju ke ruangannya.
"Ya Tuhan senyumannya itu loh,bikin aku meleleh" Ucap Maya sambil memegang dadanya.
"Halah kamu,lebay banget sih May"Timpal Lasmi.
"Emang iya tahu Las,senyumannya itu sangat meresahkan"Ucap Maya.
"Dih,sejak kapan sih kamu jadi bucin begitu?" Tanya Lasmi pada Maya.
"Sejak kak Bisma hadir di toko ini,tiap kali aku melihat senyumannya, jantungku rasanya mau meledak Las"Ucap Maya sambil tersenyum.
"Dih meledak,emangnya bom,terserah kamu aja deh may,yang penting kamu bahagia"Lasmi pergi meninggalkan Maya.
Toko mebel tutup pukul 21.00 malam,Bisma menyalakan motornya kemudian berlalu meninggalkan toko mebel tersebut.
Sesampainya di depan rumah Bisma melihat ada mobil Siska terparkir di halaman rumahnya.
"Siska"Ucap Bisma sambil membuka helmnya.
"Pak Bisma,lama sekali pulangnya"Sahut Siska.
"Iya tokonya tutup jam sembilan malam sayang"Ucap Bisma.
"Aku kangen tahu"Ucap Siska manja lalu memeluk Bisma.
"Aduh aduh kangen ya hehehe"Bisma pun membalas pelukan Siska.
"Kita ke hotel yuk"Bisik Siska pada Bisma.
"Kenapa gak di rumah ini aja sayang?"Tanya Bisma pada Siska.
"Bosan ah,pengen cari suasana baru"ucap Siska manja.
"Tapikan ini sudah malam,orang tua kamu nanti nyariin kamu gimana sayang?"Tanya Bisma.
"Udah gak apa-apa,nanti aku bisa bilang nginap di rumah Sulis"Sahut Siska.
"Ya sudah,aku ambilkan dulu helm satunya lagi di dalam ya"Ucap Bisma.
"Gak usah Pak,kita naik mobil aja"Timpal Siska.
"Oh,kalau begitu aku masukkan dulu motornya ke dalam rumah sayang"Ucap Bisma.
Sementara Bisma memasukkan motor ke dalam rumah,Siska menyalakan mesin mobilnya.Kemudian Siska dan Bisma pun berlalu meninggalkan rumah kontrakan bisma.
"Pak kita makan dulu ya,aku lapar dari tadi nungguin Pak Bisma lama banget"Ucap Siska.
"Kasihan,lama nunggu ya hehehe"Bisma mencubit pipi Siska
"Kita makan di KFC sini aja yuk"Ajak Siska.
"Ya sudah terserah kamu saja sayang"Sahut Bisma.
"Bapak kenapa sih,kalau ngomong bahasanya baku banget,kayak lagi ngajar di kampus aja hehehe" Siska terkekeh meledek Bisma.
"Oh iya ya,sudah jadi kebiasaan soalnya hehe"Timpal Bisma.
Bisma dan Siska pun turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran cepat saji itu.
"Bapak mau makan apa?"Tanya Siska pada Bisma.
__ADS_1
"Sama aja kayak kamu sayang"Sahut Bisma.
"Oke kalau begitu" Siska menuju kasir dan memesan makanan.
"Kak,aku pesan nasi 2,ayam 2, burger 2,puding 2 dan Coca colanya juga 2 ya kak"Ucap Siska.
Setelah membayar di kasir Siska pun menghampiri Bisma yang sedang duduk meja yang paling pojok.
Tak berapa lama kemudian pesanan Siska pun sudah datang,Bisma melihat Siska makan dengan lahap.
"Kamu kelihatanya lapar banget sayang"Ucap Bisma.
"Iya lapar,dari tadi nungguin orang lama banget datangnya"Timpal Siska.
"Oh begitu ya,emang siapa sih orangnya yang di tungguin hehe?"Ucap Bisma meledek.
"Nih di depan"Siska mengerucutkan bibirnya ke arah Bisma.
"Hehehe,kamu lucu deh kalau bibirnya di majuin gitu,jadi pengen gigit hehehe"Ucap Bisma.
"Huh! gombal"Timpal Siska.
"Kok gombal sih,ini fakta sayang tidak gombal"Ucap Bisma.
"Coba aja gigit kalau berani"Celetuk Siska sambil menyuapkan sendok puding ke dalam mulutnya.
"Ya gak disini juga dong sayang hehehe"Timpal Bisma.
Selesai makan Bisma dan Siska pun berlalu menuju ke hotel.
"Kita nginap di hotel sini aja ya Pak"Ucap Siska.
"Ya sudah,terserah kamu aja sayang"Sahut Bisma.
Siska pun segera menuju ke receptions dan memesan sebuah kamar luxury untuk satu malam.
Kemudian Siska dan Bisma pun segera naik lift menuju ke lantai tujuh hotel bintang lima tersebut.
"Sayang kamarnya luas dan nyaman banget ya,ada ruang tamunya segala,kayak di apartemen"Ucap Bisma.
"Iya"Jawab Siska.
Siska meletakkan tas dan handphonenya di atas nakkas,kemudian berlalu menuju kamar mandi.
Sementara itu Bisma membuka celana panjangnya dan kini Bisma hanya memakai pakaian dalam saja.
Siska keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Bisma lalu duduk di pangkuan Bisma.
"Sayang"Bisik Bisma di telinga Siska.
Bisma pun mencumbui bibir Siska dan Siska pun membalasnya dengan buas dan liar. Keduanya saling bercumbu dan semakin lama semakin panas.
Siska semakin lama semakin liar dan Bisma pun mengimbanginya.
Kini Siska yang memegang kendali berpacu di atas pangkuan Bisma,sesekali Bisma memegang kedua benda kenyal yang ada di hadapannya tersebut.
"Pak Bisma"Ucap Siska lirih.
"Iya sayang"Sahut Bisma
Kedua tangan Bisma memegang pinggul Siska dan Siska semakin mempercepat gerakan tubuhnya,kemudian tubuh Siska bergetar hebat dan terjadilah pelepasan,kemudian di susul oleh Bisma.
Keduanya sama-sama mencapai puncak pelepasan secara bergantian dan hampir bersamaan,lalu keduanya terkulai lemas di atas ranjang.
"Hallo Siska"Terdengar suara Shandy di ujung telepon.
"Iya Pah"Jawab Siska.
"Mau pulang jam berapa lagi,ini sudah malam,kok belum pulang?"Tanya Shandy.
"Siska lagi ngerjain tugas kelompok di rumah Sulis Pah,dan ini tugasnya belum selesai pah,kemungkinan Siska nginap disini aja Pah"Ucap Siska berbohong.
"Oh ya sudah kalau begitu"Shandy menutup teleponnya.
"Sayang,kamu berbohong"Ucap Bisma.
"Ya masa mau jujur,yang ada kita kena marah Papa"Sahut Siska.
"Hmm...iya juga sih"Timpal Bisma.
"Pak,kapan kamu mau menemui Papaku" Tanya Siska.
"Kalau besok gimana sayang?"Tanya Bisma.
"Ya udah,kalau gitu biar aku bilang sama Papa,biar Papa besok standby di rumah.
"Siang ya sayang,jam istirahat kerja"Ucap Bisma.
"Oke di tunggu ya hehehe"Ucap Siska dengan wajah sumringah.
"Iya sayang"Timpal Bisma.
Keesokan paginya Siska dan Bisma breakfast di hotel lantai dasar.Setelah selesai breakfast keduanya bergegas menuju basement hotel dan masuk ke dalam mobil.
Siska pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah Bisma.Dan sesampainya di depan rumah Bisma,Bisma turun dari mobil Siska.
"Sayang terima kasih untuk semuanya"Ucap Bisma.
"Sama sama Pak"Sahut Siska.
"Sayang hati hati di jalan ya"Ucap Bisma.
"Iya,jangan lupa nanti siang ya Pak,di tunggu di rumah"Ujar Siska.
"Iya sayang"Sahut Bisma.
Siska pun berlalu mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.Dan sesampainya di rumah Siska melihat Shandy sedang minum teh di ruang makan.
"Pah,hari ini Papa mau kemana?"Tanya Siska.
"Papa ada janji sama pengacara,setelah itu Papa langsung ke cafe"Ucap Shandy.
"Pah,teman Siska mau datang ke rumah"Ucap Siska.
"Ya silahkan datang saja,biasanya juga pada ke sini kan?"Jawab Shandy enteng sambil menyeruput teh nya.
"Tapi temannya bukan sulis dan Mira Pah"Ucap Siska.
"Lalu siapa?" Tanya Shandy.
"Teman dekat Siska Pah"Timpal Siska.
__ADS_1
"Oh,anak gadis Papa sudah punya pacar rupanya?" Tanya Shandy.
"Iya Pah,bolehkan Siska punya pacar Pah,kan sekarang Siska udah kuliah hehehe"Ucap Siska manja.
"Ya dengan siapa dulu orangnya,Papa harus tahu orangnya,seluk beluknya gimana,baik atau gak untuk dekat dengan anak Papa"Ucap Shandy.
"Orangnya udah dewasa pah,dan yang pasti orangnya baik Pah"Ucap Siska merayu Shandy.
"Lalu kapan dia mau ketemu sama Papa?" Tanya Shandy.
"Mungkin jam makan siang dia kesini Pah"Ucap Siska.
"Ya sudah,kalau begitu Papa mau ketemu sama pengacara dulu,setelah itu Papa pulang ke rumah"Ucap Shandy.
"Iya,tapi Papa jangan lama di sananya,soalnya orangnya sibuk kerja Pah"Ucap Shandy.
"Ya sudah kalau begitu,suruh saja dia ke rumah kalau sudah selesai kerja"Ucap Shandy.
"Tapi pulang kerjanya malam Pah"Ucap Siska.
"Jam berapa?"Tanya Shandy.
"Pulang kerjanya jam sembilan malam Pah" Timpal Siska.
"Ya sudah,kalau begitu malam saja,Papa juga lagi banyak urusan"Ujar Shandy.
"Pah,Mama kemana udah berapa hari ini Siska gak lihat Mama" Tanya Siska.
"Mama kamu sudah Papa usir dari rumah ini" Timpal Shandy.
"Loh kok di usir Pah,kasihan Mama Pah" Ucap Siska dengan raut wajah sedih.
"Papa kasih tahu sama kamu ya nak,kamu kan sekarang sudah dewasa,jadi berhak tahu permasalahan Mama sama Papa"Ucap Shandy mengehentikan pembicaraannya.
"Mama kenapa pah?"Tanya Siska sambil mengernyitkan dahi.
"Mama kamu telah mengkhianati Papa,jadi Papa putuskan untuk berpisah"Ucap Shandy.
"Hah! apa pah,Siska gak salah dengarkan pah?" Tanya Siska.
"Itu benar adanya,Papa telah memergoki Mama kamu bersama pria lain,dan Tukimin adalah saksinya"Ucap Shandy menjelaskan.
Siska terdiam bengong tak percaya mendengar ucapan Shandy.
"Ya sudah,kalau begitu Papa berangkat dulu ya"Ucap Shandy.
Siska pun menyalami tangan Shandy.Dan Shandy pun segera berlalu dari hadapan Siska.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... tuuuuttttt"Siska menghubungi Bisma.
"Hallo sayang"Terdengar suara Bisma di ujung telepon.
"Pak,datang ke rumahnya nanti malam aja ya, soalnya kalau siang Papa sibuk"Ujar Siska.
"Oke baik sayang,pulang kerja aku langsung ke rumahmu,kamu sharelock aja alamatnya ya" Timpal Bisma.
"Oke"Sahut Siska.
Malam harinya Siska dan bik Ijah sibuk di dapur menyiapkan menu makan malam.Shandy pun sudah pulang dari pukul 20.30 dan sekarang Shandy tengah berada di kamarnya.
"Tingtong...tingtong...tingtong" Terdengar suara bel rumah berbunyi.
Bik Ijah pun segera bergegas menuju ke arah pintu dan membukanya.
"Silahkan masuk den"Ucap bik Ijah.
Tak lama kemudian Siska muncul di belakang bik Ijah dan tersenyum pada Bisma.
"Yuk masuk Pak" Ajak Siska pada Bisma.
Bisma pun masuk ke dalam dan di persilahkan duduk di ruang tamu yang besar dan super mewah,banyak hiasan kristal ada di mana mana,menambah kesan glamor ruangan tersebut.
"Pak,duduk dulu ya,Siska mau panggil Papa dulu"Ujar Siska.
"Iya sayang"Sahut Bisma.
Bisma pun melihat ke sekeliling ruangan dan merasa takjub seperti di istana,namun rumah itu tampak sepi.
"Silahkan di minum teh nya den" Suara bik Ijah mengagetkan Bisma.
"Eh,iya bik terima kasih ya bik"Ucap Bisma.
Tak berapa lama kemudian Siska pun turun dari lantai atas bersama Shandy dan menghampiri Bisma.
"Bisma?"Tanya Shandy sambil mengernyitkan dahinya.
Bisma pun menoleh ke arah suara tersebut yang tak asing di telinganya.
"Pak Shandy"Ucap Bisma kaget.
"Jadi kalian sudah saling kenal?"Tanya Siska.
Bisma berdiri dan menyalami tangan Pak Shandy dan Shandy pun mempersilahkan Bisma untuk duduk.
"Jadi kamu teman dekat anak saya?"Tanya Shandy pada Bisma"
"Iya Pak Shandy"Sahut Bisma.
"Sudah berapa lama kamu dekat dengan anak saya?"Tanya Shandy.
"Kenalnya sih udah lama Pak,tapi dekatnya baru dua bulan terakhir ini"Ucap Bisma menjelaskan.
"Kenal dimana sama anak saya?"Tanya Shandy.
"Di kampus Pak,kebetulan saya dosennya Siska.
"Oh begitu"Shandy mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu,kita langsung makan malam saja"Ajak Shandy pada Bisma dan Siska.
Di ruang makan tampak bik Ijah sedang menata makanan di atas meja makan.
"Bisma silahkan"Shandy mempersilahkan duduk di kursi meja makan.
"Terima kasih Pak"Timpal Bisma.
"Silahkan jangan malu-malu,anggap saja rumah sendiri"Ucap Shandy.
"Iya Pak,terima kasih"Ucap Bisma.
Bisma tak menyangka calon mertuanya adalah bosnya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
*******