
( POV Deddy )
Sesampainya di area parkir,Deddy dan Dinda masuk ke dalam mobil,kemudian Deddy menyalakan mesin mobilnya.
"Din,tadi bang Shandy ngomong apa aja pas aku lagi di toilet?" Tanya Deddy.
"Engga ada bang,cuma saling tanya kabar aja" Sahut Dinda.
"Are you sure?" Tanya Deddy sambil menatap tajam pada Dinda.
"Yeah" Dinda mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Hey Dinda,look at me,aku tahu kamu sedang berbohong sama aku,kalau engga kenapa kamu gak mau menatap mataku?" Cecar Deddy.
"Please deh bang,aku lagi gak mau berantem, capek berantem terus" Ucap Dinda kesal.
"Ya udah,kalau kamu gak mau jujur sama aku,gak apa-apa,tapi aku gak yakin kalau bang Shandy gak ada ngomong apa apa sama kamu Din" Ucap Deddy sambil mengendarai mobilnya.
"Bukan begitu bang,aku lagi malas berdebat aja" Timpal Dinda.
"Oke" Sahut Deddy datar.
"Lagian pergaulan kalian nih ngeri ya,berarti kalian ini sering ke diskotik ya?" Tanya Dinda.
"Iya,itukan dulu Din,sebelum kenal sama kamu, bang Shandy kalau mau enjoy,pasti menghubungi Abang" Sahut Deddy.
"Terus,pulang dari diskotik langsung ke hotel gitu sama PL atau LC ya?" Tanya Dinda.
"Iya,palingan cinta satu malam aja Din,mereka itukan gak bisa di ajak serius,namanya juga mereka cari duitnya disitu" Timpal Deddy.
"WOW kereeen banget,aku jadi takut sama kamu,prok,prok,prok" Ucap Dinda sambil bertepuk tangan.
"Jujur ya,selama ini aku kenal sama cewek cewek itu,belum ada yang seperti kamu Din, termasuk kedua istri Abang" Ucap Deddy.
"Maksud kamu?" Dinda mengernyitkan dahinya.
"Iya,kalau main sama perempuan malam itu ya,cukup sekali aja,kalau mau nambah mereka marah dan harus nambah duit lagi sama dia,terus kalau main,mereka itu pasrah gitu,kayak cuek aja gitu,kita yang harus bekerja keras sendirian" Curhat Deddy.
"Kalau kedua istri kamu?" Tanya Dinda.
"Kalau kedua istri Abang,kalau main gak bisa sampai berkali-kali,apalagi sampai empat kali,satu kali aja udah,kalau mau nambah alasannya sakit pingganglah atau capeklah" Ucap Deddy.
"Masa sih?" Tanya Dinda.
"Iya,makanya Abang senang ketemu sama kamu Dinda,kamu bisa mengimbangi permainan Abang,tahu sendiri kan punya Abang gak cukup sekali" Ucap Deddy.
__ADS_1
"Hmm...kamu nya aja yang hiperseks" Timpal Dinda.
"Tapi kamu suka kan?hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.
"Hmm...awalnya aku kaget sih,kenapa orang ini gak cukup sekali,kayak orang kesurupan atau habis minum obat apa gitu?" Ucap Dinda.
"Engga minum obat apa apa Din,itu memang udah bawaan aja,palingan Abang minum telur setengah matang di campur merica bubuk dan kecap asin sedikit,tapi itupun kadang kadang aja,gak setiap hari juga" Ucap Deddy.
"Oh,gitu ya?" Timpal Dinda.
"Iya,kayaknya kita satu server Din,kamu juga kalau cuma sekali pasti engga puas kan hehehe " Ucap Deddy sambil terkekeh.
"Hehehe,iya bang,kalau cuma sekali,rasanya kayak cuma numpang lewat doang" Sahut Dinda.
"Iya,kamu itu strong,bisa di bolak-balik,bisa di ajak gaya apapun,makanya Abang seperti dapat pasangan yang bisa mengimbangi Abang" Ucap Deddy.
"Wew bisa di bolak-balik,udah kayak apa aja hehehe" Timpal Dinda sambil terkekeh.
"Iya,apalagi kalau kamu di atas Din,kamu kalau lagi megang kendali,semua jurus goyangan kamu itu dikeluarin,itu yang bikin aku gak bisa melupakan kamu Din" Ucap Deddy.
"Hadeeuuh lebay deh kamu" Timpal Dinda.
"Iya,Abang serius Din,Abang menyesal,kenapa kita gak kenal dari dulu ya" Ucap Deddy.
"Beda ceritanya Din,kalau kamu jadi istriku,pasti akan aku jadikan satu satunya,dan gak bakalan punya dua istri kayak sekarang" Sahut Deddy.
"Halah,bisa aja bang,untung aku gak jadi istrimu,kalau jadi istrimu hadeeuuh ogah di madu gw! " Ucap Dinda ketus.
"Din,dengerin Abang ya,kalau kamu jadi istriku,aku gak bakalan menikah lagi,kamu udah cantik,pintar dandan,pintar masak,pintar cari duit alias mandiri,bisa di ajak kondangan dan gak malu maluin,malah Abang selalu bangga mengenalkan kamu sama kawan kawan Abang,iyakan?" Tanya Deddy.
"Hmm iya kali" Sahut Dinda datar.
"Dan satu lagi,kamu itu jago di atas ranjang, goyangan kamu itu yang bisa bikin aku berubah dan gak mau berpaling ke lain hati" Ucap Deddy.
"Hmm... lebay banget sih kamu" Timpal Dinda.
"Iya beneran Din,mau semarah apapun kamu sama aku,aku akan selalu berusaha meluluhkan hati kamu Dinda,karena susah cari wanita seperti kamu" Deddy menepikan mobilnya,lalu ia menatap Dinda sambil memegang tangan Dinda.
"Kenapa kamu bertahan sama aku,aku kan kalau marah sama kamu suka kasar" Tanya Dinda.
"Aku tahu,kamu kasar cuma di mulut kamu aja, sebenarnya hati kamu itu lembut Dinda" Timpal Deddy.
"Makanya kamu jangan suka cari gara gara terus,hobinya ngajak berantem mulu,capek tahu! " Ucap Dinda kesal.
"Hey,look at me Dinda,kalau misalnya ada yang menghubungi kamu,terus aku diam aja dan gak cemburu,itu artinya aku gak sayang sama kamu" Ucap Deddy sambil menatap Dinda.
__ADS_1
"Iya,tapi gak usah berlebihan juga,sampai Facebook aku di bajak,kesal tahu! " Dinda memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Karena aku takut kehilangan kamu,makanya aku berbuat seperti itu Dinda" Ucap Deddy sambil memeluk Dinda.
"Iya,tapi gak semua teman teman cowok di blokir dari Facebook aku" Keluh Dinda sambil berusaha melepaskan pelukan Deddy.
"Biar aman,dan gak ada yang godain kamu lagi" Ucap Deddy enteng.
"Tahu gak yang kamu blokir itu siapa aja?itu ada guru aku sewaktu aku sekolah dulu,ada teman teman sekolah,bahkan ada tetangga aku juga loh" Ucap Dinda kesal.
"Iya,aku mana tahu mereka itu siapa aja,pokoknya yang kirim pesan genit dan godain kamu di messenger itu Abang blokir semuanya" Timpal Deddy enteng.
"Huh! " Dinda menghela nafas panjang.
"Suamiku aja gak seposesif kamu loh,ia orangnya santai" Keluh Dinda.
"Iya,karena suami kamu kan jarang buka Facebook kamu,kalau aku kan mantau terus setiap saat" Timpal Deddy.
"Ini mau kemana,kok belok kesini?" Tanya Dinda.
"Kita check in dulu sebentar ya Din" Ucap Deddy.
"Are you sure cuma sebentar?aku sih gak yakin ya" Sahut Dinda sambil menatap Deddy.
"Iya seperti biasalah Din,empat kali hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.
Deddy pun membuka pintu mobil dan segera bergegas menuju ke receptions hotel,untuk membooking satu kamar hotel.
"Din,ayo" Ucap Deddy sembari membukakan pintu mobil untuk Dinda.
Dinda pun turun dari mobil,lalu ia pun masuk ke dalam hotel bersama Deddy.Sesampainya di dalam kamar.
"Din,kita nginap di sini ya" Ucap Deddy sambil memeluk Dinda.
"Oh,maaf gak bisa,aku harus pulang dan gak bisa nginap di sini" Timpal Dinda.
"Sekali ini aja Din,aku kan mau puas bermain sama kamu di sini" Ucap Deddy sambil menciumi leher Dinda.
"Engga,gak bisa bang,aku harus pulang" Sahut Dinda tegas.
"Iya udah,iya pulang,tapi empat kali ya hehehe" Ucap Deddy sambil tersenyum genit.
BERSAMBUNG.......
*******
__ADS_1