Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 44. Maya pingsan


__ADS_3

Namaku Maya,usiaku 18 tahun, setelah lulus SMA aku melamar kerja di toko mebel milik Pak Shandy.Saat aku datang melamar kerja di sana ternyata sudah ada beberapa orang pelamar kerja yang sedang duduk di sana,di antaranya Lasmi.


Aku,Lasmi,Indra dan Rahmat di terima bekerja di toko mebel tersebut.Satu bulan aku bekerja di toko mebel,aku melihat seorang pria tampan, tinggi dan perawakannya sangat gagah sekali.


Pria itu bernama Bisma Dewata,aku sangat menyukainya,namun ternyata sekarang pada kenyataannya ia telah menikah dengan anak bos pemilik toko mebel tempat aku bekerja.


"Maya,kalau kerja jangan banyak melamun ya" Tegur Bisma pada Maya.


"Eh,i-iya kak Bisma" Maya gelagapan di tegur sama Bisma.


"Saya perhatikan akhir akhir ini,kamu sering melamun,kamu lagi sakit atau ada masalah keluarga?" Tanya Bisma penuh selidik.


"Ya Tuhan,tatapan matanya itu membuat jantungku rasanya mau copot" Batin Maya.


"Maya,hallo" Bisma melambaikan tangannya di depan wajah Maya.


"Eh,ini kak,a anu,ta tadi,hmm...maaf kak,tadi nanya apa?" Ucap Maya gugup.


"Kamu di ajak ngomong malah melamun,ya sudah silahkan kamu kembali bekerja" Ujar Bisma.


"Baik kak" Maya pun berlalu dari hadapan Bisma.


"Eh May,ngapain tadi kamu?di tegur kak Bisma malah bengong begitu?" Tanya Lasmi.


"Engga tahu Las,aku sedang gak mood untuk kerja beberapa hari ini" Sahut Maya dengan wajah murung.


"Kamu kenapa,kok mukamu pucat sekali May,kamu lagi sakit ya?" Lasmi memegang kening Maya.


"Aku gak apa-apa Las" Sahut Maya melemah sambil duduk di lantai dan bersandar di tembok.


"May,mukamu pucat,kalau kamu lagi gak enak badan,ngapain kamu masuk kerja?mendingan kamu izin pulang aja May" Ucap Lasmi pada Maya.


Maya hanya menggelengkan kepalanya,lalu pergi meninggalkan Lasmi.Istirahat siang pun telah tiba,Lasmi mengambil bekal rantang yang di bawanya dari rumah.


"May,kita makan siang bareng yuk,nih aku bawa bekal banyak,ibuku bawain aku nasi,sayur pare sama telor dadar" Ucap Lasmi sambil membuka rantang di depan Maya.


"Kamu makan aja Las,aku lagi gak nafsu makan" Ucap Maya melemah.


"Kamu harus makan May biar cepat sehat,lihat tuh muka kamu aja pucat begitu,apa mau aku suapin?" Tanya Lasmi.


Maya hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata kosong dan tidak bersemangat.


"Harus di paksa makan,nih aaa aa" Lasmi menyodorkan sendok ke mulut Maya.


Maya tetap tak bergeming tak menanggapi ucapan Lasmi.


"Ayo May,di buka mulutnya" Ujar Lasmi.


Maya malah berdiri dan berlalu meninggalkan Lasmi yang sedang makan,tapi baru saja Maya melangkahkan kakinya tiba tiba....


"Brukh!


Tubuh Maya terjatuh di lantai dan ia pun pingsan tak sadarkan diri.Lasmi yang sedang makan itu pun langsung berhenti dan segera bergegas menghampiri Maya.


"Hah! Maya,kamu kenapa May?" Ucap Lasmi panik sambil berusaha membangunkan Maya.


"May,bangun may,Indra,Rahmat,tolongin Maya pingsan nih" Lasmi berteriak teriak memanggil Indra dan Rahmat.


Indra dan Rahmat pun berlari menghampiri Lasmi dan Maya.


"Hah! si Maya kenapa Las?" Tanya Rahmat.


"Aku gak tahu mat,tiba tiba dia pingsan,tolong kalian angkat tubuh Maya ke atas sofa bed" Ujar Lasmi panik.


Maya pun di angkat oleh Indra dan Rahmat dan di baringkan di atas sofa bed.


"Indra tolong kamu ambilkan Sling bag aku yang ada di atas nakkas itu! " Ujar Lasmi pada Indra.


Indra segera bergegas menuju ke arah nakkas yang di tunjuk Lasmi,dan mengambil Sling bag milik Lasmi tersebut.


"Nih Las" Ucap Indra sambil menyodorkan Sling bag ke Lasmi.


Lasmi segera membuka Sling bag nya dan mengeluarkan minyak kayu putih,lalu minyak kayu putih tersebut di buka dan di dekatkan ke hidung Maya.


"Coba di olesi ke jari kamu Las minyak kayu putihnya,baru nanti kamu dekatkan jari kamu ke hidung Maya" Ujar Rahmat.


"Ada apa ini,kok pada kumpul di sini semuanya?" Tiba-tiba suara Bisma mengagetkan Lasmi,Indra dan Rahmat.


"Ini kak,Maya pingsan" Sahut Lasmi.


"Hah! pingsan,kok bisa pingsan?" Bisma segera bergegas mendekati tubuh Maya yang terkulai lemas di atas sofa bed.


"Iya kak,gak tahu tadi Maya tiba tiba terjatuh di lantai" Timpal Lasmi.


"Coba sini minyak kayu putihnya" Bisma meraih minyak kayu putih dari tangan Lasmi.


"Udah dari tadi kak,di kasih minyak kayu putih,tapi tetap gak bereaksi" Ucap Indra.


"Begini saja,saya akan pesan taksi online,kita bawa Maya ke rumah sakit terdekat saja" Ucap Bisma.


Bisma pun segera merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya,kemudian memesan taksi online.Tak berapa lama kemudian,taksi online pun sudah terparkir di depan toko mebel.


"Indra,Rahmat tolong kalian angkat Maya dan bawa masuk ke dalam taksi" Ujar Bisma.


"Oke kak" Ujar Indra dan Rahmat bersamaan.


"Lasmi,kamu ikut saya ke rumah sakit" Ujar Bisma.


"Iya kak" Sahut Lasmi.


"Lasmi kamu duduk duluan di dalam taksi,biar kepala Maya tidur di pangkuan kamu" Ujar Bisma.


"Iya kak" Lasmi segera masuk dan duduk di dalam taksi tersebut.


"Indra dan Rahmat,kamu tolong jaga toko ya,kalau ada konsumen,layani dengan baik" Ujar Bisma.


"Oke siap kak" Sahut Indra dan Rahmat bersamaan.


Bisma masuk ke dalam taksi dan duduk di sebelah supir taksi tersebut.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit sekarang Pak" Ujar Bisma pada supir taksi.


"Oke mas,sesuai aplikasi ya?" Sahut supir taksi.


"Iya Pak" Timpal Bisma.


Sesampainya di rumah sakit,Maya segera di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan tindakan.


Setelah Bisma dan Lasmi menunggu dua jam di luar,terdengar suara suster memanggil nama Bisma.


"Pak Bisma" Suster memanggil nama Bisma.


"Iya saya sus" Bisma segera bergegas menghampiri suster tersebut.


"Pak Bisma,pasien yang bernama Maya harus di rawat di ruang perawatan,di karenakan kondisinya sangat lemah,jadi pasien harus di infus" Ucap suster menjelaskan.


Tapi sus,kalau boleh saya tahu,Maya sakit apa ya sus?" Tanya Bisma.


"Bapak nanti bisa langsung tanyakan saja kepada Dokter yang menangani pasien" Ucap suster.


"Oke baik,terima kasih suster" Timpal Bisma.


Tak berapa lama kemudian Maya keluar dari ruang UGD dan di dorong oleh dua orang suster menggunakan brankar dorong menuju ke ruang perawatan.


Bisma dan Lasmi pun mengikuti kedua suster tersebut menuju ke ruang perawatan.


"Ruang perawatannya di sini ya Pak,sebentar lagi dokternya akan datang untuk mengecek pasiennya Pak" Ucap suster menjelaskan.


"Oke,terima kasih suster" Ucap Bisma.


Maya terbaring lemah di atas ranjang pasien dan di tangannya terdapat selang infus.


Sepuluh menit kemudian dokter pun datang untuk mengecek kondisi Maya.


"Dok,bagaimana kondisi Maya dok,apa dia punya penyakit yang serius dok?" Tanya Bisma panik.


"Penyakit yang derita pasien adalah penyakit asam lambung kronis Pak,pasien butuh perawatan khusus,karena setelah di cek ternyata lambungnya kosong dan pasien juga kekurangan cairan" Ucap dokter menjelaskan.


"Oh,asam lambung kronis ya dok?" Ucap Bisma sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Iya,karena kondisi pasien melemah dan pingsan,maka harus di lakukan tindakan perawatan sampai pasien benar benar pulih" Ucap Dokter.


"Iya Dok,tolong lakukan yang terbaik untuk kesembuhan Maya Dokter" Ucap Bisma.


"Iya Pak,nanti kalau pasien sudah sadar,beri dia makan bubur atau oatmeal juga boleh" Ujar Dokter.


"Oke baik Dok,terima kasih Pak Dokter" Ucap Bisma pada Dokter tersebut.


Dokter pun berlalu keluar dari ruang perawatan Maya,meninggalkan ruangan tersebut.Tak berselang lama kemudian Maya pun sadar dan membuka matanya secara perlahan.


"May,kamu udah sadar May?" Tanya Lasmi dengan wajah cemas.


"Las,aku di mana?" Tanya Maya dengan nada lemah.


"Kamu di rumah sakit May,kamu tadi pingsan" Timpal Lasmi.


"Maya,sudah berapa hari kamu gak makan?" Tanya Bisma.


"Lasmi,kamu tungguin Maya di sini sebentar ya,saya akan cari makanan buat Maya" Ujar Bisma.


"Iya kak" Sahut Lasmi.


Bisma segera menemui suster untuk menanyakan jatah makan pasien,namun suster mengatakan bahwa makanan pasien seperti Maya harus makan bubur,dan bubur itu hanya di bagikan kepada pasien di pagi hari saja.


Akhirnya Bisma memutuskan untuk ke minimarket terdekat,dan membeli oatmeal serta air mineral,lalu Bisma pun pergi ke pasar untuk membeli termos,mangkuk serta sendok,dan tak lupa Bisma pun membeli buah pisang untuk Maya dan membeli dua bungkus nasi Padang untuk dirinya dan Lasmi.


Sesampainya di rumah sakit,Bisma langsung menyerahkan semua belanjaannya pada Lasmi.


"Lasmi,tolong kamu isikan termos ini dengan air panas,tanya saja sama suster tempat pengisian air panas di sebelah mana" Ujar Bisma pada Lasmi.


"Iya kak" Lasmi segera bergegas keluar untuk mengisi termos tersebut.


"Maya,kamu jangan sampai telat makan ya" Ucap Bisma pada Maya.


"Iya kak" Maya mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Kamu udah berapa hari gak makan?" Tanya Bisma.


"Lima hari kak" Sahut Maya lemah.


"Hah?Kenapa kamu gak makan sampai lima hari?" Tanya Bisma penuh selidik.


"Engga mood makan kak" Sahut Maya sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.


"Kamu lagi ada masalah keluarga?" Tanya Bisma penasaran.


"Engga" Timpal Maya pelan.


"Terus,kenapa kamu sampai gak makan?" Tanya Bisma lagi.


"Aku frustasi dan aku kecewa" Ucap Maya sambil meneteskan air matanya.


"Maya,kamu lagi ada masalah?" Tanya Bisma penuh selidik.


"Iya" Sahut Maya pelan.


"Kalau boleh saya tahu,kamu frustasi dan kecewa karena apa?siapa tahu saya bisa kasih solusi" Ucap Bisma.


"Masalahnya ada sama kakak" Ucap Maya sambil menatap sayu ke arah Bisma.


"Saya?" Tanya Bisma sambil menunjuk dirinya ke arah dadanya.


"Iya"Sahut Maya.


"Kenapa saya?" Tanya Bisma keheranan.


"Karena kakak telah menikah dengan orang lain" Ucap Maya sambil memalingkan wajahnya.


Terlihat dari sudut mata Maya mengalir air mata dan Bisma pun menjadi merasa bersalah.Lasmi yang sejak tadi mendengarkan percakapan Maya dan Bisma di balik pintu itu pun segera masuk.

__ADS_1


"Kak,ini termosnya udah di isi air panas" Ucap Lasmi.


"Oh iya sudah,kamu buatkan bubur oatmeal untuk Maya ya,dan mangkuk,sendok serta gelasnya,kamu cuci dulu di wastafel" Perintah Bisma pada Lasmi.


"Iya kak" Lasmi segera melaksanakan apa yang Bisma perintahkan.


"Maya,kamu harus makan ya" Ucap Bisma.


Sementara Lasmi sedang menyuapi Maya makan oatmeal.Bisma pun mengeluarkan satu bungkus nasi Padang.Bisma merasa perutnya sudah sangat lapar,karena ia belum sempat makan siang.


"Lasmi,saya beli nasi Padang dua bungkus,yang satunya ini buat kamu ya" Ucap Bisma pada Lasmi.


"Eh,iya kak,terima kasih banyak ya kak" Ucap Lasmi pada Bisma.


Selesai makan Bisma berpamitan pada Maya dan Lasmi untuk kembali ke toko.Bisma pun memberikan uang tiga ratus ribu kepada Lasmi.


"Lasmi,tolong kamu jagain Maya di sini,dan ini uang untuk kamu beli makanan" Ucap Bisma sambil menyodorkan uang pada Lasmi.


"Iya kak,terima kasih ya kak" Ucap Lasmi.


"Maya,kamu cepat sembuh ya,saya harus kembali ke toko sekarang juga,dan Lasmi kalau kalian butuh apa apa,hubungi saya ya" Ujar Bisma.


"Iya kak" Sahut Lasmi.


Bisma pun berlalu keluar dari rumah sakit meninggalkan Maya dan Lasmi,dan ia pun segera bergegas menuju ke toko mebel.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Lasmi menghubungi ibunya.


"Hallo" Terdengar suara ibunya Lasmi di ujung telepon.


"Bu,mungkin hari ini Lasmi gak pulang ya Bu" Ucap Lasmi pada ibunya.


"Kenapa gak pulang nak?" Tanya ibunya Lasmi.


"Menemani kawan di rumah sakit Bu,mungkin besok Lasmi baru pulang" Sahut Lasmi.


"Oh,ya sudah,semoga kawannya cepat sembuh ya nak" Timpal ibunya Lasmi.


"Iya Bu,Aamiin" Lasmi pun menutup teleponnya.


"May,kamu mau menghubungi keluarga kamu gak?" Tanya Lasmi.


"Engga usah Las,percuma di hubungi juga gak akan bisa datang kesini" Timpal Maya.


"Lah,memangnya kenapa gak datang bisa kesini?" Tanya Lasmi.


"Ibuku sibuk jualan sayur di pasar Las, sementara adikku juga masih kecil-kecil,jadi gak akan mungkin bisa datang kesini" Keluh Maya.


"Kalau ibumu gak bisa datang,mungkin bapakmu bisa May" Timpal Lasmi.


"Bapakku merantau ke Malaysia,udah dua tahun gak ada kabar Las" Keluh Maya.


"Tapi setidaknya kamu kabari ibumu May,biar ibu kamu tahu kalau kamu di rawat disini" Lasmi menasehati Maya.


"Ya sudah,tolong ambilkan handphoneku Las" Ujar Maya.


Lasmi mengambilkan handphone milik Maya lalu menyerahkan pada Maya.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Maya menelepon ibunya.


"Hallo Maya?" Terdengar suara ibunya Maya di ujung telepon.


"Bu,aku sekarang di rawat di rumah sakit Bu" Ucap Maya.


"Kamu kenapa Maya?" Tanya Ibunya cemas.


"Aku tadi pingsan Bu" Ucap Maya.


"Masa pingsan aja masuk rumah sakit?" Tanya ibunya.


"Iya Bu,kata dokter harus di rawat di sini" Ucap Maya.


"Ya sudah,nanti ibu pulang dari pasar mampir ke rumah sakit" Timpal ibunya Maya dan langsung menutup teleponnya.


Dua jam kemudian ibunya Maya pun datang menjenguk Maya ke rumah sakit.


"Maya,kenapa kamu gak pulang saja?" Tanya Bu Sukarti ibunya Maya.


"Kondisinya lemah Bu,jadi kata Dokter butuh perawatan" Timpal Lasmi.


"Tapi,bagaimana bayar biaya rumah sakitnya Maya?ibumu ini hanya jualan sayur di pasar,itu saja hanya cukup buat makan kita sehari-hari" Keluh Bu Sukarti.


"Semua biaya akan di tanggung pihak toko mebel Bu" Timpal Lasmi.


Maya hanya diam saja sambil memegang pelipisnya,ia tak menanggapi pertanyaan ibunya.


"Oh begitu,baguslah kalau bos kamu mau menanggung biayanya,ibu bukannya gak mau bayar,tapi memang ibu gak punya uang" Ucap Bu Sukarti.


"Iya Bu" Sahut Maya lemah.


"Ibu gak bisa jagain kamu disini May,ibu harus pulang,adik adik kamu pasti sudah menunggu ibu di rumah" Ucap Bu Sukarti.


"Tenang Bu,biar saya yang jaga Maya disini" Timpal Lasmi.


"Terima kasih ya kamu sudah mau jagain Maya,kamu teman kerjanya Maya ya?" Tanya Bu Sukarti pada Lasmi.


"Iya Bu,saya Lasmi,teman kerjanya Maya" Sahut Lasmi.


"Terima kasih ya Lasmi,sudah mau menjaga Maya disini" Ucap Bu Sukarti lagi.


"Iya Bu sama sama" Sahut Lasmi.


"Maya,ibu pulang dulu ya,kamu cepat sembuh,ingat kamu harus bantu ibu cari nafkah buat adik-adik kamu,semenjak bapakmu pergi merantau ke Malaysia,ibu hanya berjuang sendirian untuk menghidupi kalian" Ucap Bu Sukarti.


"Iya Bu" Sahut Maya.


Bu Sukarti pun berlalu keluar meninggalkan Maya dan Lasmi,dan bergegas pulang menuju ke rumahnya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


******


__ADS_2