Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 12. Awal Bertemunya Deddy dan Dinda ( POV Deddy )


__ADS_3

Namaku Deddy aku seorang pria berusia 38 tahun,dan sudah mempunyai dua orang istri.Dari istri pertama aku mempunyai tiga orang anak dan dari istri kedua mempunyai empat orang anak.Aku suka traveling dan suka main perempuan,dan sudah banyak bahkan tak terhitung perempuan yang pernah aku tiduri.


Sejak aku masih bujangan hingga sekarang sudah beristri pun aku masih tetap suka main perempuan,akan tetapi perempuan yang aku tiduri kebanyakan anak-anak rumahan atau yang bekerja sebagai karyawan di pabrik,aku dekati kemudian pacaran selanjutnya aku ajak bercinta. Mulai dari China sampai perempuan pribumi aku tiduri bahkan ada beberapa suku yang pernah aku tiduri.


Ketika aku sedang memainkan layar ponselku dan berselancar di Facebook,tiba tiba Shakilla memposting banyak sekali belanjaan,dan aku pun segera berkomentar di kolom komentar postingan Shakilla.


"Wah katanya nganggur,tapi kok banyak belanjaannya?" klik komentar terkirim.


"Eh,iya nih A aku habis membeli semua kebutuhanku A" balas Shakilla.


"Asiiikkk habis borong nih,happy shopping" komentar Dinda pada postingan Shakilla


"Eh,iya kakak hehe,besok kita ketemuan yuk kak" balas Shakilla.


"WOW,siapa nih cantik banget,boleh kenalan gak" aku penasaran dengan Dinda


"iiih,mana mau kak Dinda sama kamu" balas Shakilla sewot.


"Hahahaha kok sewot sih, cemburu ya?" balasku.


"iiih, percaya diri banget Lo bang,masa aku cemburu sama kamu sih,lagian kak Dinda mana mau sama kamu" balas Shakilla ketus.


Ah Shakilla kamu terlalu menyepelekan aku,kamu lihat saja aku pasti bisa mendekati Dinda bahkan hatinya pun pasti bisa aku dapatkan.Jangan panggil aku Deddy kalau aku tak bisa mendapatkan Dinda,sudah banyak perempuan yang jatuh ke pelukanku,jadi jangan remehkan aku Shakilla,kau tidak Shakilla,aku ini adalah petualang cinta sejati dan aku tantangan kamu Shakilla,lihat saja aku pasti bisa mendapatkan Dinda.


Keesokan harinya aku memutuskan untuk menghubungi Shakilla.Aku dan Shakilla sudah berteman sejak setahun terakhir ini,aku tidak mau mendekati atau meniduri Shakilla,karena aku tahu Shakilla adalah simpanan Shandy sahabatku.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Deddy menghubungi Shakilla.


"Hallo bang" Terdengar suara Shakilla di ujung telepon.


"Killa sudah makan belum?" tanyaku pada Shakilla.


"Hah, tumben sekali bang telepon nanya sudah makan apa belum,memangnya mau di traktir ya hehehe" jawab Shakilla sambil terkekeh.


"Iya kita pergi makan yuk,tapi ajak kak Dinda juga ya!" ajakku pada Shakilla.


"Hmmm.... giliran ada maunya aja Lo baik banget sama gua" celetuk Shakilla kesal.


"Eitssss... jangan ngomel ngomel gitu dong,udah kayak nenek nenek aja ngomel ngomel hehehe" ujarku menggoda Shakilla.


"Ya sudah kalau begitu,jemput kesini jam tiga sore aja" jawab Shakilla ketus.


"Jam empat saja killa,Abang masih kerja,pulang kerja Abang langsung ke kostan kamu ya" ujarku bersemangat.


"Oke" jawab Shakilla.


Setelah selesai kerja dan mengurus semua dokumen,aku segera meluncur ke kostan Shakilla untuk menjemputnya.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"...


"Hallo bang" terdengar suara Shakilla di ujung telepon.


"Iya,killa Abang sudah di depan kostan kamu nih,kamu keluar dong" ujarku.


"Oke bang, tunggu sebentar ya" jawab Shakilla.


Terlihat Shakilla keluar dari rumah kost-kostan dengan memakai kaos berwarna ungu ketat serta rok pendek hitam super ketat setengah paha,Shakilla segera menghampiri mobil Deddy


"Shakilla cantik dan menggoda banget dengan dandanan seperti itu,kulitnya putih, badannya montok dan dandanannya kekinian tidak norak, seandainya bukan simpanan Shandy sahabatku,sudah lama aku tiduri" batinku.


"Hii bang" sapa Shakilla dengan ramah.


"Hii killa,ayo cepat naik" ajakku pada Shakilla.


"Oke" sahut Shakilla sambil masuk ke dalam mobil Deddy.


"Killa,mau makan dimana" tanyaku.


"Mau makan siomay di sebelah Mall itukan ada ruko ruko,nah disitu ada temanku jualan bang" sahut Shakilla bersemangat.


"Loh kok makan siomay,kan rencananya kita mau ngajak Dinda juga kan?" tanyaku.

__ADS_1


"Iya,nanti kak Dinda aku telepon" sahut Shakilla.


"Ya sudah,ini segera telepon Dinda,dan suruh datang segera ya" jawabku bersemangat.


"Yeeee,itu mah maunya kamu" sahut Shakilla ketus.


"Iya hehehe, cepatlah telepon Dinda sekarang" ujarku tak sabar.


"Kebetulan banget aku belum sempat isi pulsa nih" sahut Shakilla sambil meraih ponsel yang di berikan Deddy padanya.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"


"Loh gak di angkat angkat bang sama kak Dinda nya" celetuk Shakilla.


"Lah gimana sih,coba telepon lagi,siapa tahu dia lagi sibuk" ujarku.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"


"Hmmm....tetap tidak di angkat bang" sahut Shakilla kesal.


"Coba kamu kirim pesan,siapa tahu di baca,mungkin Dinda tidak mau angkat telepon dari nomor baru yang tidak di kenal" ujarku memberikan saran pada Dinda.


"Oh,iya juga ya bang,oke baiklah" sahut Shakilla seraya mengetik pesan pada Dinda.


"Hallo kak Dinda,ini aku Killa,aku memakai hp kawan untuk menelpon kakak,karena hp aku tak ada pulsanya" klik pesan terkirim ke Dinda.


Tuuuuttttt... tuuuuttttt.... tuuuuttttt".... Shakilla menelepon Dinda lagi.


Aku dan Shakilla kini sudah berada di parkiran Mall dan di samping mall ada ruko ruko berjejer dan di situlah teman Shakilla berjualan siomay.Aku bersama Shakilla masih berada di dalam mobil,dan aku harap harap cemas menunggu Shakilla menelepon Dinda,kira kira Dinda mau datang tidak ya Hmmm.... batinku.


"Iya kakak,Killa tunggu ya disini ya" ujar Shakilla mengakhiri percakapannya dengan Dinda,lalu menyodorkan ponselku.


"Nih bang hp nya" ucap Shakilla sambil menyodorkan ponselku.


"bagaimana killa,apakah di datang kesini?" tanyaku kepo.


"Iya,mau datang,tapi katanya mau mandi dulu" sahut Killa.


"Ya terserah Abang aja deh kalau begitu,mau makan dimana saja,aku mah ikut saja" sahut Shakilla.


Aku dan Shakilla menunggu di parkiran Mall, menunggu kedatangan Dinda, sementara menunggu aku dan Shakilla sibuk dengan ponsel masing-masing berselancar di dunia Maya,setelah menunggu tiga puluh menit tiba tiba ponsel Shakilla berdering.


"kriinggg... kriinggg... kriinggg"


Shakilla segera menyentuh tombol hijau yang berada di layar ponselnya kemudian menyentuh loud speaker.


"Assalamualaikum Killa,kakak sudah sampai di depan ruko yang jualan siomay,kamu dimana?" terdengar suara Dinda di ujung telepon.


"Wallaikumsallam kakak,killa menunggu di parkiran di samping Mall,kakak kesini aja ya Killa tunggu" jawab Shakilla.


"Oke,kakak segera kesana" timpal Dinda.


Dua menit kemudian ponsel Shakilla berdering kembali.


"Hallo Killa,kakak sudah cari cari kamu di parkiran tapi tidak ada?" ucap Dinda.


"Aku di dalam kijang Innova warna hitam kakak,aku sudah lihat kakak,coba kakak tengok ke arah kiri" jawab Shakilla sambil melambaikan tangannya ke arah Dinda.


"Oh,oke baik kakak kesana" Dinda mematikan layar ponselnya dan segera menghampiri ke arah mobil Shakilla.


"Hii,kak Dinda apa kabarnya?" tanya Shakilla dengan ramah sambil cipika cipiki.


"Baik dek" sahut Dinda sambil tersenyum.


"Oh,iya kak mari aku perkenalkan abang aku ada di dalam mobil" ujar Shakilla.


"Oh,oke baiklah hehe" sahut Dinda.


"Kak,ini kenalkan Abang aku namanya Deddy" ujar Shakilla.


degh!

__ADS_1


Mataku bertatapan dengan mata Dinda,aku segera mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya,tapi Dinda seperti ragu dan menatapku sambil tertegun lalu menatap Shakilla.


"Hii kenalkan,perkenalkan namaku Deddy" ucapku ramah sambil tersenyum.


"Eh, i-iya aku Dinda" jawabnya gugup.


"Ayo kak masuk ke dalam mobil,kita cari makan di luar saja,kakak mau buka puasa kan,masa buka puasa makan siomay" celetuk Shakilla mencairkan suasana sambil terkekeh.


"Oh,iya" jawab Dinda seraya naik ke dalam mobil dan duduk di jok tengah.


"Killa kamu duduk di jok tengah dong, biarkan kak Dinda di jok depan bersama Abang" ucapku pada killa.


"Oh,oke baiklah aku turun dan pindah ke belakang" sahut Shakilla.


"Tidak apa-apa,Killa tetap duduk di depan saja,biar kakak di belakang" sahut Dinda.


"Tak apa kak,kakak pindah saja ke depan hehe" ujar Shakilla.


Aku menghidupkan mesin mobil kemudian keluar dari parkiran Mall.Akhirnya aku sekarang bisa duduk bersebelahan dengan Dinda,rasanya jantungku berdetak kencang,seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.


"Mau makan dimana Dinda?" tanyaku pada Dinda.


"Terserah,aku sih ikut saja" jawab Dinda.


"Bang,aku mau makan bakso" celetuk Shakilla dari belakang.


"Dinda mau makan bakso juga?" tanyaku pada Dinda.


"Oh,iya aku ikut saja" jawab Dinda.


"iiih,aku ngomong tidak di hiraukan,aku di cuekin,capek deh" celetuk Shakilla kesal dari belakang.


Sontak saja kami semua terkekeh,sepuluh menit kemudian kami bertiga sudah masuk ke sebuah restoran.


"Mau pesan makan apa mbak,mas?" tanya pelayan.


"Aku mau bakso campur,tambah nasi putih ya" ucap Shakilla pada pelayan.


"Kalau Dinda mau makan apa?" tanyaku pada Dinda.


"Kakak sebaiknya makan nasi saja,kakak kan mau buka puasa,masa iya makan bakso" sahut Shakilla.


"Iya,benar tuh apa kata Killa" sahutku.


"Pesan nasi putih,capcay sama sotong goreng tepung ya mbak" ucap Dinda pada pelayan.


"Aku pesan ayam penyet saja mbak" ujarku.


"Oke baik di tunggu ya mbak,mas" sahut pelayan sambil berlalu.


"Kak,maaf ya kak,mungkin kakak kaget aku tadi janjiannya sama kakak saja,tapi aku malah bawa teman?" celetuk Shakilla membuka obrolan.


"Iya tidak apa-apa killa,katanya tadi Abang, sekarang teman,mana yang benar Killa?" tanya Dinda penasaran.


"Hehehe,biasa abang abangan kak,bang Deddy ini temanan alias sahabatan sama pacarku kak" jawab Shakilla sambil tersenyum.


"Oh,begitu" ucap Dinda.


Lima menit kemudian pesanan makanan kami sudah di antar pelayan dan kami bertiga pun melahap makanan yang ada di meja.Setelah makan aku menyodorkan rokok pada Dinda.


"Mau rokok" tanyaku pada Dinda.


"Tidak" jawab Dinda sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku mau bang" celetuk Shakilla dengan cekatan mengambil sebungkus rokok yang sodorkan pada Dinda.


Sementara Dinda dan Shakilla tengah asik mengobrol,aku kerap kali curi curi pandang dan memperhatikan Dinda."Ah cantik sekali istri orang,aku harus bisa mendapatkannya" batinku


BERSAMBUNG.....


********

__ADS_1


__ADS_2