
( POV Dinda )
Dinda berlalu menuju ke ruang tamu dan Rani pun mengekornya dari belakang.
Dinda pun duduk di sofa bersebrangan sama Kevin,ia ingin memastikan sebelum anaknya pergi dengan laki-laki baik atau tidak.
"Tante,boleh enggak Rani nya di ajak nonton bioskop?" Tanya Kevin.
"Kalian kan baru kenal,masa udah mau pergi nonton?" Dinda balik bertanya.
"Sebenarnya Kevin kenal Rani udah seminggu yang lalu tante,waktu Kevin masih pacaran sama Della" Timpal Kevin.
"Jadi begini ya nak Kevin,Rani itukan berteman baik sama Della,tante cuma khawatir aja kalau Della tahu kalian jalan berdua,bagaimana nanti perasaannya Della?" Tanya Dinda penuh selidik.
"Jadi begini Tan,Kevin sama Della itu kan udah putus tiga hari yang lalu,jadi gak ada urusannya lagi sama Della tante" Timpal Kevin.
"Oh begitu,tapi selesai nonton langsung pulang ke rumah ya nak,jangan mampir kemana-kemana lagi,tante harap nak Kevin bisa menjaga Rani dengan baik" Ucap Dinda.
"Oke baik Tante,siap" Sahut Kevin.
"Jadi boleh ya ma?" Tanya Rani.
"Iya" Dinda mengangguk kepalanya.
Rani pun berlalu menuju ke kamarnya,ia akan berdandan dan mengganti pakaiannya.
"Oh iya,Kevin tinggal di mana?" Tanya Dinda.
__ADS_1
"Di perumahan ceria lestari tante" Jawab Kevin.
"Oh iya,tante tahu,tante sering lewat situ" Timpal Dinda.
"Kevin dua bersaudara tante,Kevin kelas 2 SMK sedangkan adik Kevin laki-laki masih kelas 2 SMP" Terang Kevin.
"Oh gitu,kalau Rani tiga bersaudara cewek semua" Timpal Dinda.
"Kalau Mama Kevin asli Medan tante dan papa asli cina Kalimantan,papa Buddhis dan mama Nasrani,tapi dari kecil Kevin ikut mama ke gereja" Terang Kevin.
"Oh begitu" Dinda mengangguk anggukan kepalanya.
"Tapi orangtua Kevin sebentar lagi divorce tante,soalnya papa selingkuh dengan perempuan lain" Curhat Kevin.
"Hah,divorce,selingkuh?" Dinda terkejut mendengar pengakuan polos Kevin.
"Omaygatsss" Dinda ternganga mendengar ucapan Kevin.
"Kevin itu udah biasa cari duit sendiri tante,kalau siang sekolah,kalau malam kerja di pub di bagian bartender" Terangnya.
"Oh begitu,jadi kapan belajarnya?" Dinda mulai terharu mendengar curhatan Kevin.
"Kevin jarang belajar tante,kadang uang hasil kerja,sebagian Kevin kasih ke mama,karena papa jarang kasih uang tan,ia sibuk dengan selingkuhannya" Ucapnya lagi.
"Oh begitu,jadi kalau Kevin kerja di pub gitu,itukan dunia malam ya,apa Kevin tidak takut terjerumus ke pergaulan bebas?" Tanya Dinda.
"Hmm,sebenarnya tan,jujur saja Kevin saat ini jadi simpanan tante-tante" Timpal Kevin.
__ADS_1
"What's maksudnya jadi gigolo gitu?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna,ia terkejut mendengar pengakuan polos Kevin.
"Iya tante,kadang jadi simpanan tante-tante yang suaminya jarang pulang di luar negeri di Singapore atau Malaysia,bahkan Kevin pernah jadi simpanan istri pelaut juga tan" Ucapnya.
"Apa?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna,Dinda lagi lagi terkejut mendengar pengakuan polos Kevin.
"Iya tan,semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya untuk membayar biaya sekolah dan membantu mama Kevin tan" Ucapnya sedih.
"Tapi tante pesan ya nak Kevin,Rani itukan masih gadis polos,jadi jangan perlakukan Rani saperti tante-tantemu itu ya! " Ucap Dinda mulai khawatir.
"Tenang aja tante,Kevin bisa membedakan pacar sama tante-tante kesepian itu tan hehe" Ucap Kevin sambil cengengesan.
"Yuk bang,aku udah siap" Ajak Rani yang tiba-tiba muncul dari ruang tengah.
"Tante,kami berangkat dulu ya tan" Kevin mencium punggung tangan Dinda.
"Ma,Rani pergi dulu ya" Ucap Rani sambil mencium punggung tangan Dinda.
"Kalian hati-hati di jalan ya" Ucap Dinda.
"Ok baik tante" Kevin dan Rani pun keluar dari rumah menuju ke arah mobil Kevin yang terparkir di depan rumah.
Dinda pun mengantarkan Rani dan Kevin sampai di depan rumah.
BERSAMBUNG
****
__ADS_1