Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 49. Kejanggalan Laporan keuangan.


__ADS_3

( POV Bisma )


Hari ini Bisma ada schedule untuk mengaudit cafe.Setelah Bisma membuka toko mebel,lalu ia pun di antar oleh Tukimin menuju ke cafe.


Sesampainya di cafe,Bisma pun langsung naik ke lantai atas.Kemudian Bisma segera masuk ke dalam ruangan kerja pak Shandy.Lalu ia pun menyalakan laptop dan mengaudit laporan keuangan.


Bisma tak hanya mengaudit laporan keuangan bulan ini saja,tetapi ia juga mempelajari data laporan keuangan dari beberapa tahun yang lalu.Bisma menemukan banyak sekali kejanggalan laporan keuangan yang tidak masuk akal.


"Hmm...kenapa ini banyak sekali pengeluaran keuangan yang serba double ya?" Batin Bisma.


Bisma pun sibuk mengakumulasi data keuangan dari lima tahun sebelumnya hingga saat ini,ternyata kalkulasi keuangan sangat tidak relevan.


"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Masuk" Ujar Bisma.


"Pak Bisma,ini laporan keuangan untuk bulan ini pak" Ucap Shinta sambil meletakkan berkas laporan keuangan di atas meja.


"Shinta,tunggu sebentar" Ujar Bisma.


Shinta yang hendak kembali ke ruangannya itu pun menghentikan langkahnya.


"Iya pak,ada yang bisa saya bantu?" Tanya Shinta.


"Shinta,saya mau tanya sama kamu,sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini?" Tanya Bisma.


"Sudah lima tahun pak" Sahut Shinta.


"Oh,berati kamu shinta,yang selama lima tahun terakhir ini,mengakumulasi data keuangan di cafe ini?


"I-iya benar pak" Jawab Shinta gugup.


"Bolehkah saya minta data laporan keuangan dari lima tahun ke belakang hingga saat ini?" Tanya Bisma.


"Boleh pak,nanti saya kasih print out nya ke bapak" Timpal Shinta sambil mengelap keringat di dahinya.


"Di dalam ruangan ini dingin Shinta,kenapa kamu berkeringat?" Tanya Bisma penuh selidik.


"Iya pak,sebenarnya saya sedang tidak enak badan pak" Timpal Shinta dengan raut wajah pucat.


"Shinta kalau kamu sakit,kenapa tidak izin kerja saja?" Tanya Bisma.


"Iya pak,sebenarnya saya mau minta izin untuk tidak masuk kerja hari ini,tapi saya ingat hari ini ada deadline laporan keuangan yang harus saya selesaikan" Timpal Shinta.


"Ya sudah,silahkan kamu kembali ke ruangan kamu Shinta" Ujar Bisma.


Bisma pun memperhatikan layar laptopnya kembali,banyak kecurangan laporan keuangan yang di buat oleh Shinta.

__ADS_1


Bisma melihat di laporan belanja mingguan cafe seperti,Ayam,ikan,daging sapi,sayuran dan bohlam lampu cafe,banyak laporan yang di buat double oleh Shinta.


"Hmm..masa iya,setiap bulan ada laporan yang tertera,ada beberapa bohlam lampu yang double,apa iya setiap bulan di cafe ini ganti lampu terus menerus?" Batin Bisma.


Bisma pun mengkalkulasikan kebocoran dana perusahaan yang setelah di total mencapai ratusan juta rupiah,bahkan hampir satu miliar selama lima tahun terakhir ini.


Bisma pun turun ke lantai dasar untuk makan siang di cafe milik mertuanya itu.Sambil makan siang,ia pun memperhatikan situasi cafe yang sangat ramai pengunjung di siang itu.


"Min,ayo kita ke toko mebel sekarang" Ajak Bisma pada Tukimin.


"Oke baik pak" Sahut Tukimin.


"Kamu sudah makan belum min?" Tanya Bisma.


"Sudah pak" Timpal Tukimin.


Sesampainya di toko mebel,Bisma langsung menunju ke ruangannya,ia pun memainkan layar ponselnya dan mencari kontak yang bernama Papa Shandy.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Bisma menghubungi mertuanya.


"Hallo Bisma" Terdengar suara Shandy di ujung telepon.


"Pah,saya mau bicara tentang perusahaan pah,ini sangat penting sekali" Ucap Bisma.


"Iya sudah,bicara saja Bisma,ada hal penting apa tentang perusahaan?" Timpal Shandy.


"Mengenai laporan keuangan cafe pah,banyak sekali kejanggalan yang tidak relevan" Ucap Bisma menjelaskan.


"Ada indikasi kesana pah" Sahut Bisma.


"Apakah kamu sudah mengaudit laporan keuangan bulan ini Bisma?" Tanya Shandy lagi.


"Sudah pah,bahkan bukan hanya bulan ini saja pah,tapi saya mengaudit laporan keuangan lima tahun kebelakang" Sahut Bisma.


"Bisma,apa ada kebocoran dana perusahaan?" Tanya Shandy.


"Iya ada pah" Timpal Bisma.


"Berapa total kerugian perusahaan,selama lima tahun terakhir ini Bisma?" Tanya Shandy.


"Setelah saya kalkulasikan,total kerugian hampir satu miliar pah" Sahut Bisma.


"Apa! " Shandy kaget mendengar ucapan Bisma.


"Iya pah,jadi kita harus segera melakukan tindakan,kalau tidak maka perusahaan akan mengalami kerugian terus menerus" Ucap Shandy.


"Saya pikir selama ini Shinta orang yang bisa saya percaya dan bisa menjaga amanah dari saya,tapi ternyata dia telah curang,korupsi dan menyelewengkan dana perusahaan" Ucap Shandy kesal dan kecewa.

__ADS_1


"Sebaiknya kita adakan zoom meeting secepatnya bersama Shinta pah,untuk waktunya silahkan Papa yang atur" Ucap Bisma.


"Saran yang tepat Bisma,secepatnya kita atur waktunya zoom meeting dengan Shinta,Papa tidak bisa pulang kesana,soalnya Papa juga disini harus mengaudit cafe yang di Jakarta, Bandung dan Surabaya,jadi urusan Papa masih lama disini Bisma" Ucap Shandy.


"Papa tenang saja,biar saya yang mengurus semuanya disini" Ucap Bisma


"Oke Bisma,saya percayakan sama kamu,saya yakin kamu bisa menyelesaikan masalah ini" Timpal Shandy.


Keesokan harinya Bisma,Shandy dan Shinta melakukan zoom meeting.


"Selamat pagi,Bisma dan Shinta" Sapa Shandy di layar laptop.


"Pagi pak" Sahut Shinta.


"Pagi pah" Sahut Bisma.


"Kita langsung mulai saja meeting hari ini ya" Ucap Shandy.


"Iya pak" Sahut Shinta.


"Shinta saya mau tahu tentang laporan keuangan di perusahaan kita" Ucap Shandy.


"Berkas laporan keuangan sudah saya serahkan sama Pak Bisma,Pak" Sahut Shinta.


"Apakah kamu sudah menyusun laporan keuangan dengan benar Shinta?" Tanya Shandy.


"Sudah pak,seperti biasanya input dan output keuangan,sudah saya lampirkan di berkas bulanan Pak" Timpal Shinta.


"Bukan hanya bulanan,saya sudah menerima email dari Bisma,kalau ternyata di lihat dari hasil print out keuangan tahunan,bahkan terhitung mundur sampai dengan lima tahun kebelakang,itu kenapa banyak sekali laporan yang tidak relevan,Shinta?" Tanya Shandy penuh selidik.


"Laporan keuangan semuanya sudah sesuai dengan input dan output perusahaan ini pak" Sahut Shinta.


"Tapi kenapa banyak sekali laporan yang double dan tidak masuk akal Shinta?" Tanya Shandy lagi.


Shinta melirik ke arah Bisma yang sedari tadi memperhatikannya.


"Maksudnya tidak masuk akal bagaimana pak?" Ucap Shinta mulai panik.


"Di sini saya melihat,banyak laporan belanja yang double,seperti daging,ikan,ayam dan sayuran,itu kamu buat laporan double alias laporan palsu,bahkan disini tertera setiap bulannya ada pengeluaran untuk beli bohlam lampu,apakah setiap bulan di cafe itu ganti bohlam lampu,Shinta?" Ucap Shandy tegas.


Wajah Shinta mulai pucat dan panik,ia pun sesekali melirik ke arah Bisma,dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Jawab pertanyaan saya Shinta! " Shandy mulai meninggikan suaranya.


"A a anu pak,itu,itu" Jawab Shinta gugup.


"Jawab yang jujur Shinta,kalau tidak,maka saya akan bertindak tegas! " Ujar Shandy.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


*******


__ADS_2