Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 94. Della Datang ke Rumah Sakit Bersama Ibunya.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Kami pamit pulang dulu ya Din,Rani lekas sembuh ya,tante sama om pulang dulu" Ucap Bella.


"Iya,terima kasih banyak tante dan om udah mau datang jenguk Rani" Ucap Rani sambil mencium punggung tangan Bella dan Willy.


"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Assalamualaikum" Ucap seorang ibu paruh baya memasuki ruangan bersama seorang anak gadis.


"Wallaikumsallam" Sahut Dinda dan Rani.


"Steven,kamu ada disini,kamu gak sekolah ya?" Tanya Della pada Steven.


"Iya Del,aku gak sekolah,aku izin gak masuk" Sahut Steven.


"Bu,perkenalkan saya ibunya Della,maaf kami baru sempat datang kemari Bu" Ucap perempuan paruh baya tersebut sambil menyalami tangan Dinda.


"Iya gak apa-apa Bu" Sahut Dinda sambil tersenyum.


"Maaf ya Bu,gara gara Della,anak kita jadi kecelakaan" Ucap ibunya Della.


"Bukan gara gara Della Bu,ini semua udah takdir tuhan,mungkin anak kita harus melewati ini semua Bu,biar jadi pelajaran buat kita semuanya Bu" Timpal Dinda.


"Iya,sebenarnya Della itu terakhir naik motor udah lama,waktu kelas lima SD ya Del?" Tanya ibunya Della.


"Loh,katanya Della udah sering naik motor Bu?makanya hari itu saya biarkan mereka naik motor Bu" Sahut Dinda.


"Engga,sebenarnya udah lama saya larang Della naik motor,terakhir kali naik motor itu waktu Della kelas lima SD" Timpal ibunya Della.


"Oh begitu,tapi Della gak kenapa kenapa kan Bu?" Tanya Dinda.


"Gak parah Bu,Della cuma memar di hidung aja,bibirnya robek sedikit dan dijahit 3 jahitan,dan behelnya rusak hancur sampai ada yang tertelan behelnya,karena Della jatuhnya tersungkur Bu" Sahut ibunya Della.


"Oh begitu,tapi kemarin saya gak melihat ibu di ruang UGD?" Tanya Dinda.


"Iya,saya membawa Della ke rumah sakit lain Bu" Sahut ibunya Della.


"Della ingat engga,waktu kejadian itu?" Tanya Dinda.


"Ingat tante,waktu itu Della mau pulang ke rumah Della,rencananya mau ambil raket ke rumah,karena ada olahraga badminton di sekolah" Sahut Della.


"Lalu?" Tanya Dinda lagi.


"Iya waktu itu Della yang bawa motor,Rani di bonceng sama Della di belakang,dan pas di perempatan lampu merah,Della gak lihat kanan kiri Tante,Della langsung ngebut aja karena siang itu jalanan sepi,tapi tiba-tiba dari arah kiri ada angkot yang melaju kencang,lalu menabrak kami tan" Ucap Della menjelaskan.


"Jadi Della gak pingsan seperti Rani ya?" Tanya Dinda.


"Engga tante,Della sadar sepenuhnya,Della lihat Rani tubuhnya melayang dan terpental jauh,setelah itu warga pada berdatangan,tak lama kemudian ada beberapa polisi yang datang juga ke TKP tante" Ucap Della.


"Oh begitu ya ceritanya,berarti ini sepenuhnya bukan kesalahan supir angkot ya" Dinda mengangguk anggukan kepalanya.


"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Permisi,saya mau mengecek kondisi pasien Bu" Ucap Dokter.

__ADS_1


"Oh iya,silahkan dok" Sahut Dinda.


"Saya Dokter saraf yang menangani anak ibu,boleh saya lihat hasil CT scan nya Bu" Ucap Dokter itu pada Dinda.


"Sebentar dok saya ambilkan" Dinda segera mengeluarkan amplop berwarna cokelat dari laci meja rumah sakit.


"Ini dok" Dinda menyodorkan amplop cokelat tersebut.


"Oke baik,saya lihat disini tidak ada yang serius,semuanya aman ya Bu,cuma mungkin sekarang masih suka pusing ya kepalanya?" Tanya dokter pada Rani.


"Iya dok,kepala saya sekarang masih suka pusing pusing" Sahut Rani.


"Iya itu wajar,karena terjadi benturan,tapi hasil CT scan disini menunjukkan tidak ada yang serius dan bisa di katakan aman Bu,semua baik baik saja" Ucap Dokter menjelaskan.


"Alhamdulillah,terima kasih banyak Dokter" Ucap Dinda.


"Oke baik,kalau begitu saya permisi dulu ya Bu" Ucap Dokter,kemudian ia pun berlalu meninggalkan ruangan.


"Oh iya Ran,ini tadi aku dan mamaku beli buah buahan untuk kamu Ran,kamu cepat sembuh ya Ran" Ucap Della.


"Makasih Della" Ucap Rani.


"Lah si ibu,ngapain repot-repot bawa buah segala Bu?" Tanya Dinda.


"Iya gak apa-apa Bu,kebetulan tadi pas mau kesini melewati tukang buah-buahan,jadi kami mampir dulu sebentar hehe" Ucap ibunya Della.


"Oh begitu,terima kasih banyak ya Bu" Ucap Dinda sambil memasukkan buah buahan tersebut ke dalam kulkas.


"Tok...Tok..Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Iya silahkan dok" Sahut Dinda.


"Hasil Rontgen tulang kakinya boleh saya lihat Bu?" Tanya Dokter.


"Iya boleh dok,sebentar ya dok" Dinda pun mengambil amplop cokelat yang berada di dalam laci.


"Ini Dok" Ucap Dinda sambil menyodorkan amplop cokelat tersebut.


"Ini tulangnya aman ya Bu,tidak ada yang retak atau pun patah" Ucap Dokter sambil memperhatikan hasil Rontgen.


"Alhamdulillah,semuanya baik-baik saja ya dok?" Tanya Dinda.


"Iya Bu,semuanya baik baik saja" Sahut Dokter.


Kemudian Dokter dan suster itu pun berlalu dari ruangan tersebut.


"Ran,nanti kalau kamu udah sembuh,aku mau main ke rumah kamu sama teman teman sekelas,boleh gak?" Tanya Della.


"Boleh dong Del,aku senang kalau kalian mau main ke rumahku" Sahut Rani sambil tersenyum.


"Iya,setelah kejadian ini kita jadi saudara ya Bu Dinda" Ucap ibunya Della.


"Iya Bu,Alhamdulillah nambah lagi saudara hehe" Sahut Dinda.


"Steven ikut ya Del,kalau kalian mau ke rumah Rani,bolehkan tan Steven main ke rumah Rani?" Tanya Steven.

__ADS_1


"Dengan senang hati,boleh boleh aja,masa mau ada yang main ke rumah tante larang,silahkan aja hehe" Timpal Dinda.


"Tok..Tok..Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Permisi Bu,ini Dokter spesialis anak yang mau memeriksa kondisi pasien Bu" Ucap suster.


"Oh iya Dok,silahkan dok" Ucap Dinda dengan ramah.


Kemudian Dokter pun memasang alat stetoskop di kedua telinganya,lalu ia pun memeriksa dada Rani.


"Detak jantungnya aman,merasa sesak nafas tidak?" Tanya Dokter pada Rani.


"Tidak dok" Sahut Rani.


"Sudah bisa makan belum?" Tanya Dokter.


"Sudah dok,tadi pagi udah bisa makan" Timpal Dinda.


"Kalau makan,lambungnya terasa sakit tidak?" Tanya dokter lagi.


"Tidak dok" Jawab Rani.


"Oke baik,sudah buang air besar belum?" Tanya Dokter.


"Belum dok,baru buang air kecil aja" Jawab Rani.


"Oke baik,ini tidak ada masalah Bu,semuanya baik-baik saja" Ucap Dokter.


"Alhamdulillah,terima kasih banyak Dokter" Ucap Dinda.


Kemudian Dokter dan suster itu pun segera berlalu dari ruangan tersebut.


"Bu Dinda,kami permisi pamit pulang dulu ya Bu,nanti kalau mau ke kantor polisi kita berangkatnya bareng aja" Ucap ibunya Della.


"Iya Bu bareng aja,nanti saya jemput ibu dan Della ke rumah ya" Sahut Dinda.


"Iya Bu,yuk Del,kita pulang" Ajak ibunya Della.


"Ran,kamu cepat sembuh ya,kami semua di sekolah merindukan kamu loh hehe" Ucap Della sambil memeluk Rani.


"Makasih ya Del" Ucap Rani sambil tersenyum.


"Tante,Della dan ibu permisi pamit pulang dulu ya" Ucap Della sambil mencium punggung tangan Dinda.


"Iya Della,terima ya udah datang jenguk Rani" Ucap Dinda.


"Stev kamu gak pulang ya?masih mau tetap disini ya hehehe" Ucap Della sambil terkekeh.


"Iya Del,Steven tetap stay disini" Sahut Steven sambil tersenyum.


Dinda dan ibunya Della pun bersalaman kemudian berpelukan,kemudian Della dan ibunya pun segera berlalu dari ruangan tersebut.


BERSAMBUNG....


******

__ADS_1


__ADS_2