
Hari ini hari yang di tunggu tunggu,aku sudah tidak sabar akan menemui Dinda kota Palangkaraya.Tapi sebelum berangkat ke Palangkaraya aku akan menemui Nova dan meminta maaf karena dua bulan yang lalu aku telah mengusirnya dari rumah nenekku.Aku akan memperbaiki hubunganku dengan Nova,bukan karena rasa cinta ataupun sayang tapi aku merasa bertanggung jawab terhadap dirinya karena walau bagaimanapun Nova sudah tinggal seatap denganku .selama tiga tahun lebih.Rasa cinta ini sudah mulai pudar sejak aku mengetahui perselingkuhan Nova dengan seorang pria dan rasa sakit hatiku belum sirna ketika mengingat pesan singkat dari pria itu yang aku baca di ponsel Nova.
Aku harus membuktikan kepada keluargaku terutama kepada tetangga kalau kami baik baik saja,apalagi kepada empat keponakan keponakanku yang sudah beranjak remaja supaya tidak meniru atau mencontoh perbuatan kumpul kebo bersama Nova.sebisa mungkin aku harus menunjukkan kepada keluargaku kalau aku pria yang bertanggung jawab atas diri Nova, terutama pada ibuku.
Ibuku selalu berpesan bahwa jangan pernah meninggalkan Nova,karena ibu sudah terlanjur malu dengan keluarga besar kalau aku dan Nova telah kumpul kebo,apa kata tetangga tetanggaku kalau tahu aku dan Nova tidak baik baik saja,apalagi kakakku telah berbohong kepada aparat desa dan tetangga tetanggaku bahwa aku dan Nova selama ini telah menikah siri,untuk menyelamatkan aku dan Nova dari penggerebekan.
" Maafkan saja Nova no,maklumi saja kalau Nova berbuat khilaf padamu, maklumi saja usia Nova kan masih sangat muda,jadi masih labil" ujar ibuku dengan suara parau.
" iya Bu " aku menjawab singkat.
Sesungguhnya hatiku masih belum bisa memaafkan Nova,rasa sakit ini selalu membuat dadaku sesak atas pengkhiantanatnya.Kini rasa cintaku malah tumbuh besar kepada Dinda teman SD ku itu kini semakin cantik dan bening saja,aku pandangi semua foto foto Dinda yang terpampang di Facebook.Tapi....ah Dinda kini telah menjadi milik orang lain dan sudah mempunyai tiga orang anak.
Tak bisa aku pungkiri aku mencintai dan mengagumi Dinda sejak kecil dulu,tapi aku tidak berani mengungkapkan rasa cintaku padanya, maklum ketika itu usiaku masih sangat kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar.
Dinda oh Dinda kini kamu sekarang menjelma jadi wanita cantik,sudah tiga belas tahun aku tidak bertemu dengan Dinda.Ketika lulus sekolah dasar aku dan Dinda memilih sekolah SMP yang berbeda dan sekolahku berlawanan arah dengan sekolahnya Dinda, sehingga aku dan Dinda tidak pernah bertemu sejak lulus sekolah dasar.
Aku akan segera menghubungi Nova sebelum berangkat ke Jakarta lalu terbang menuju Palangkaraya menemui Dinda.
"Tuuuuttttt.... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt...."
" Hallo " Nova menjawab telepon aku dengan suara ngos-ngosan.
" Hallo Nova kamu di mana sekarang?" aku bertanya pada Nova dan sambil mengernyitkan dahi heran kenapa nafas Nova ngos-ngosan pikirku.
" Aku sekarang di Bandung " jawabnya singkat dengan nafas tersengal-sengal
" kamu lagi ngapain Nova,kok nafas kamu ngos-ngosan begitu?" tanyaku pada Nova.
" Oh,eh i-ini aku lagi jogging sama teman aku di taman" jawab Nova.
" Oh ya sudah lanjut kalau begitu jogging nya,jangan lupa kamu kirimkan alamat kost kamu ya ke WA " ujarku.
" Oh i-iya nanti aku WA" jawab Nova dan menutup ponselnya.
Aku segera memasukkan ponsel ke dalam saku celana jeans dan segera pamit kepada ibuku.
" Bu aku pamit ya " ucapku sambil mengulurkan tangan menyalami lengan ibuku.
" Iya no hati hati di jalan ya " jawab ibuku dengan senyum mengembang di bibirnya.
Kemudian aku segera bergegas menuju ke rumah nenek dan berpamitan kepada nenek yang sudah sangat sepuh itu dan aku memeluk tubuhnya yang sudah renta,aku menyalami tangannya dan mencium pipi nenek kesayanganku.
Sesampainya di Bandung aku di persilahkan masuk ke dalam kamar kost Nova.
" Nova kamu tinggal bersama siapa di sini" tanyaku pada Nova.
__ADS_1
" Sendiri saja " jawab Nova singkat.
" Oh ya sendiri saja ya, kirain kamu sekamar bersama teman sekampus kamu yang perempuan" ucapku.
" Oh tidak,aku sendirian saja di kamar ini" jawab Nova.
" Nova, aku datang kesini mau minta maaf sama kamu,semoga kita bisa memperbaiki hubungan kita kembali " ucapku padan Nova sambil menatap wajahnya.
" oh,eh iya " jawab Nova gugup.
" Apakah kamu memaafkan aku Nova?" tanyaku pada Nova.
" i-iya aku maafkan,dan maafkan aku juga karena sudah mengkhianatimu" jawab Nova sambil menatap wajah ku.
Aku segera menghampiri tubuh Nova dan memeluknya dengan erat. Sebenarnya hati kecilku menolak untuk berbaikan dengan Nova,tapi aku teringat nasihat ibuku jadi aku lakukan saja dan menuruti pesan ibuku yang sudah terlanjur malu dengan keluarga besar.
" Nova,aku kesini mau sekalian pamit sama kamu " ucapku pada Nova sambil melepaskan pelukanku dari tubuh Nova,lalu aku duduk di tepi ranjang.
" Mau pamit,memangnya mau kemana?" tanya Nova dengan wajah penasaran.
" ini aku akan mengajukan proposal dan demo album yang sudah aku rekam dalam bentuk VCD semoga ada label yang suka dengan lagu laguku dan mengontrak group band kami" ucapku menjelaskan pada Nova sambil menunjukkan beberapa proposal dan beberapa VCD beserta sampul group band aku bersama teman temanku.
" Oh ya sudah hati hati di jalan ya,dan semoga sukses" jawab Nova dengan wajah datar.
" mungkin aku akan lama di Jakarta sekitar dua mingguan gitu, karena aku akan mendatangi beberapa label dan produser untuk mengajukan proposal dan demo VCD ini" ucapku.
Aku dan Nova pun saling berpelukan dan tiba-tiba Nova mencium dan ******* bibirku.sebagai pria normal dan aku sudah dua bulan berpisah dengannya tentu aku sangat menginginkannya.Dan tak berselang lama aku dan Nova sudah bergumul di atas ranjang, dengan penuh nafsu aku menghajar Nova di atas kasur yang empuk itu,tetapi ada yang berbeda dari Nova,tidak seperti biasanya sikap Nova seakan pasrah dan tidak agresif seperti biasanya.
Setelah melakukan pelepasan aku dan Nova terbaring lemah di atas kasur dengan selimut yang menutupi tubuh kami.
" Sayang,kamu kenapa?" tanyaku pada Nova.
" Hah,apa tidak kenapa kenapa-kenapa kok "jawab Nova dengan wajah yang menatap ke arah langit langit kamar kost.
" Coba tatap mataku Nova" Aku memegang bahu Nova dan membalikkannya ke arahku.
" Eh i-iya,tidak kenapa-kenapa kok sayang biasa biasa saja " jawabnya seakan-akan ada yang ia tutup tutupi dariku.
" Sayang,tidak biasanya kamu di gin dan pasrah begitu ketika sedang bercinta?" tanyaku penuh selidik.
" Eh,Hmmm...a-aku cuma kelelahan saja kok,tadi pagi kan aku habis jogging bersama temanku di taman" jawabnya gugup.
" Oke baiklah sayang, ternyata kamu kelelahan habis jogging ya,maaf aku ya sayang " ucapku pada Nova sambil memeluk tubuhnya.
Nova hanya diam tak bergeming saat aku peluk tubuhnya,tidak seperti biasanya kalau aku peluk biasanya Nova akan kembali memeluk tubuhku dengan erat.
__ADS_1
Setelah selesai mandi aku segera berganti pakaian yang aku bawa di dalam ranselku,aku hanya membawa lima lembar baju dan tiga lembar celana jeans serta pakaian dalam.
" Sayang,aku pamit ya dan do'akan aku semoga sukses dan berhasil di Jakarta" ucapku pada Nova.
" iya aku doakan semoga berhasil dan hati hati di jalan ya sayang " jawab Nova dengan tersenyum kecil padaku sambil mengantarkan aku ke pintu gerbang rumah kost.
Setelah bersalaman dan mencium kening Nova aku segera bergegas mencari ojek untuk ke terminal. Sesampainya di terminal aku segera masuk ke dalam bus jurusan Jakarta.
Di dalam menuju Jakarta aku memikirkan sikap Nova yang berubah dingin setelah tidak bertemu selama dua bulan. Sikapnya sangat asing dan senyumnya seperti terpaksa dan tidak seperti biasanya senyum lebar, tertawa dan bercanda kalau kami lagi bersama sama.
Bus yang aku tumpangi kini sudah sampai di terminal dan aku segera melambaikan tanganku pada supir taksi yang sedang duduk merokok di sebrang jalan. Supir taksi pun membalas lambaian tanganku seraya mengacungkan jempolnya padaku.Tak berselang lama supir taksi pun sudah berada di depanku dengan mobilnya yang berhenti tepat di hadapanku.
" Mau kemana mas?" tanya supir taksi,seorang pria paruh baya menyapaku.
" Mau ke airport Pak " jawabku
" Oke baik mas " jawab supir taksi tersebut.
Aku pun segera masuk ke dalam mobil taksi dan segera menutup pintu mobilnya bruggh suara pintu mobil taksi aku tutup.
Sesampainya di airport segera berlari dan masuk dalam airport dan setelah boarding pass aku segera bergegas naik ke lantai dua karena pesawat sudah menungguku dan namaku terdengar di panggil beberapa kali oleh petugas Airport announcement.
" Mohon perhatian kepada bapak Ino Agustino di harapkan segera bergegas menuju pesawat sekarang,karena pesawat akan segera berangkat, sekian dan terima kasih " Suara airport announcement menggema di seluruh ruangan airport.
Aku pun segera bergegas dan berlari menuju pesawat tujuan Palangkaraya dan di sambut senyuman hangat dua orang pramugari cantik yang berada di pintu masuk pesawat.
" Cepat mas, sebentar lagi pesawat akan berangkat,ini tinggal menunggu mas saja" ujarnya padaku seraya melemparkan senyumnya padaku.
" Oke baik, terima kasih Mbak " balasku sambil membalas senyumannya.
Setelah menyimpan tas ransel di atas kabin pesawat, kemudian aku duduk di kursi pesawat dan segera memakai sabuk pengaman.Lalu aku mengeluarkan ponselku dari saku celana jeans dan segera mengetik pesan pada Dinda.
" Din,aku sudah di pesawat dan sebentar lagi pesawat akan segera terbang" pesan terkirim kepada Dinda.
" Oke hati hati di jalan ya beb" balas Dinda.
Kemudian aku segera mematikan ponselku dan aku pun tertidur pulas karena merasa sangat kelelahan selama perjalanan dari kota angin menuju Bandung,lalu lanjut ke kota Jakarta.
" Yang terhormat para penumpang, Kapten telah menyalakan lampu “kencangkan sabuk pengaman Anda”. Apabila Anda belum mengencangkan sabuk pengaman, kami sarankan untuk meletakkan bawaan di bawah kursi depan Anda atau menatanya di bagasi kabin di atas kepala Anda"
"Setelah itu, kami mohon untuk duduk dan segera kencangkan sabuk pengaman segera. Selain itu, pastikan juga bahwa meja dan sandaran dalam posisi netral"
"Apabila Anda duduk di sebelah pintu keluar darurat, kami mohon untuk membaca petunjuk khusus yang ada di tempat duduk Anda secara runtut. Namun apabila Anda tidak bersedia, segera hubungi petugas kami untuk memindah tempat duduk Anda" Sekian dan terima kasih.
Aku terbangun mendengar suara pramugari memberikan pengumuman bahwa pesawat sebentar lagi akan landing.Aku pun segera mengucek mataku,ah lumayan segar aku tertidur selama penerbangan batinku.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
******