Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 103. Bertemu Manager Asuransi.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Oh iya Bu,kita mampir dulu ke Wijaya cafe sebentar ya Bu" Ucap Dinda sambil membelokkan mobilnya ke arah Wijaya cafe.


"Ibu mau berjumpa dengan seseorang?" Tanya Ani.


"Iya Bu,aku mau jumpa manager asuransi Rani,sampai detik ini asuransinya tak kunjung cair Bu" Ucap Dinda sembari memarkirkan mobilnya.


"Kok bisa gitu Bu?biasa klaim asuransi itu cepat loh Bu,masa sampai empat bulan begini,gimana tuh si Een,jadi agen asuransi kok lepas tangan begitu aja,nasabah bukannya di urusin,malah lepas tangan begitu aja" Ucap Ani geram.


"Entahlah Bu,tadi pagi aku telepon si Een katanya dia sudah mengundurkan diri dari asuransi dan udah tidak bekerja sebagai agen lagi katanya" Timpal Dinda.


Dinda dan Ani pun turun dari mobilnya,lalu ia segera bergegas menuju ke Wijaya cafe.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Dinda menghubungi Yudi.


"Hallo pak Yudi,saya udah sampai di Wijaya cafe,bapak duduk di sebelah mana ya pak?" Tanya Dinda.


"Masuk aja Bu,saya duduk persis di depan kasir" Sahut Yudi.


Dinda dan Ani pun segera masuk ke dalam cafe tersebut,tampak Yudi melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Dinda dan Ani.


"Hallo Bu Dinda,apa kabarnya?" Yudi berdiri sambil menyalami tangan Dinda.


"Alhamdulillah baik pak Yudi" Sahut Dinda sambil menjabat tangan Yudi.


"Ini siapanya ibu Dinda?" Tanya Yudi sambil menyalami Ani.


"Ini kawan saya pak" Sahut Dinda.


"Oh iya,silahkan duduk Bu,mau pesan makan Bu?silahkan pesan aja ya Bu" Ujar Yudi.


Yudi memanggil pelayan dan pelayan itu pun mengharampiri meja Yudi,Dinda dan Ani.


"Mau pesan apa Bu?" Tanya pelayan.


"Orange juice satu dek" Ucap Dinda.

__ADS_1


"Saya lemon tea hangat satu dek" Ucap Ani.


"Pesan makan dong,belum pada makan siang kan?" Tanya Yudi.


"Engga pak,makasih kami minum aja" Sahut Dinda.


"Jadi begini Bu Dinda,kita langsung ke topik pembicaraan aja ya Bu" Ucap Yudi.


"Iya pak,saya siap mendengarkan" Sahut Dinda.


"Terkait asuransi Rani anak ibu,itu sekarang lagi dalam proses klaim Bu,jadi ibu harap bersabar ya,kami sedang mengusahakannya Bu" Ucap Yudi.


"Tapi begini ya pak,maaf ya pak,dulu waktu saya di rayu rayu untuk jadi nasabah di asuransi ini,agen ngomongnya manis banget,kalau seandainya kecelakaan,klaim asuransi 1X24 jam langsung cair,kalau anak mau sekolah atau kuliah,klaim nya cepat tanpa ribet,mana janjinya semua itu pak?" Ucap Dinda kesal.


"Maaf ya pak,bukan saya bermaksud untuk ikut campur,tapi apakah selama itu mengurus klaim asuransi sampai empat bulan gak cair cair,jadi kerja kalian ngapain aja pak?" Timpal Ani.


"Oke baik,terima kasih atas pertanyaannya Bu,jadi begini Bu,kami ini hanya menunggu keputusan dari pusat,kantor pusat kan adanya di Jakarta Bu,kalau kata orang pusat udah cair,pasti kita kasih tahu langsung Bu ke nasabahnya" Sahut Yudi.


"Tapi ini sih tidak masuk akal pak,masa bisa selama ini,dulu saya masuk asuransi ini juga,tapi pas saat saya klaim,itu tidak sampai seminggu udah cair pak" Timpal Ani.


"Maaf ya pak,sejak kejadian kecelakaan itu, karena asuransinya sampai sekarang belum cair cair,suami saya sampai marah dan melarang saya untuk membayar premi setiap bulanya,kata suami saya,percuma aja bayar premi setiap bulan,tapi pas saat kita klaim pihak asuransi tidak fast respon" Keluh Dinda.


"Maaf pak,saya engga mau bayar premi lagi,uang saya udah puluhan juta masuk asuransi kalian,saya masukan 3 orang anak sekaligus loh ke asuransi kalian,tapi mana janji manisnya,malah mengecewakan" Timpal Dinda.


"Oke baik Bu Dinda,sebenarnya keluhan seperti ini urusannya sama agen,tapi Bu Een sepertinya lepas tangan begitu saja,ia pun sudah mengundurkan diri dari asuransi kami" Ucap Dinda.


"Sebenarnya sih iya,seharusnya dia yang mengurus ini semua,tapi kata Een saya di suruh komplain langsung sama pak Yudi aja" Sahut Dinda.


"Hmm,iya semuanya di serahkan sama saya,dia lepas tangan begitu saja,tapi gak apa-apa Bu Dinda,masalah ini nanti saya bantu sampai selesai" Timpal Yudi sambil tersenyum.


"Kalau bisa prosesnya jangan lama-lama pak,masa nasabah klaim asuransi sampai empat bulan belum cair juga" Timpal Ani geram.


"Oke baik pak Yudi,saya rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini aja,saya tunggu kabar baiknya ya pak" Ucap Dinda sambil berdiri.


"Oke baik Bu Dinda,terima kasih atas waktunya ya Bu,oke nanti saya akan follow up terus proses klaim asuransi anak Bu Dinda" Yudi pun berdiri dan menyalami tangan Dinda sambil tersenyum.


Dinda dan Ani pun berpamitan pada Yudi,Dinda membalikkan badannya dan....

__ADS_1


Brukh!


Dinda tanpa sengaja menabrak seseorang yang tengah berdiri di belakang Dinda,ia pun segera berjongkok mengambil tas nya yang terjatuh di lantai.


"Eh maaf bang,gak sengaja" Ucap Dinda, seketika ia pun kaget saat melihat wajah yang di tabraknya adalah Shandy pemilik cafe tersebut.


"Eh,iya gak apa-apa Din,apa kabarnya Dinda?" Shandy mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah baik bang" Dinda pun menyalami tangan Shandy.


"Dinda,bisa kita ngomong sebentar Din?" Tanya Shandy.


"Iya,ngomong aja bang" Ujar Dinda.


"Tapi tidak disini Dinda,kita ngomong di lantai atas yuk,sebentar aja,mbak kawannya Dinda ya?" Tanya Shandy pada Ani.


"Iya" Sahut Ani.


"Tunggu sebentar disini ya mbak,saya ada urusan sebentar sama Dinda" Shandy pun menarik tangan Dinda,lalu ia mengajak Dinda ke lantai atas dan masuk dalam ke ruang kerjanya.


"Ngomong apa sih bang,kenapa harus ke atas sih?" Tanya Dinda.


"Iya,karena ini sangat penting Din" Ucap Shandy sambil tersenyum.


"Ya udah cepetan bang,mau ngomong apaan?" Tanya Dinda kesal.


"Sabar dong Din,mau kemana sih buru buru amat hehehe" Sahut Shandy sambil cengengesan.


"Aku ada janji sama kawan,gak enak dia udah nunggu di bawah! " Ucap Dinda tegas.


"Sudah lama kita gak ketemu ya Dinda,kamu sekarang berhijab,makin cantik dan anggun saja,aku makin suka lihatnya Dinda" Ucap Shandy sambil memutari Dinda yang tengah berdiri.


"Iya gak usah gitu juga kali lihatnya bang,dari bawah sampai atas,depan belakang,kayak apa aja" Sahut Dinda kesal.


"Hehe aku kagum sama penampilan baru kamu din,aku tahu Din sekarang kamu udah putus kan sama Deddy?" Tanya Shandy.


"Bukan urusanmu bang" Sahut Dinda kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


*****


__ADS_2