
( POV Dinda )
Dinda pun masuk ke dalam kamar Rani,dan membangunkannya.
"Ran,bangun nak,Steven udah datang tuh" Ucap Rani sambil mengelus-elus bahu Rani.
"Hmm,masih ngantuk ma" Rani menjawab tapi matanya masih terpejam.
"Steven udah ada di ruang tamu" Bisik Dinda pada telinga Rani.
"Hah,apa ma,Steven ada di rumah tamu?" Seketika tubuh Rani bangun dan langsung terduduk di atas kasur.
"Iya,mandi dulu sana,masa bangun tidur baru asem mau langsung ke rumah tamu,malu dong nak" Ujar Dinda.
"Iya Rani mandi dulu,mama temani aja dulu Steven ya" Ujar Rani.
Dinda pun berlalu menuju ke ruang tamu untuk menemui Steven.
"Nak Steven udah sarapan belum?" Tanya Dinda.
"Belum tante" Sahut Steven.
"Oh ya udah,nanti sarapan bareng Rani aja, Rani nya baru bangun,sekarang lagi mandi" Ucap Dinda.
"Oh iya tan" Sahut Steven.
"Nak Steven,tante mau bicara empat mata sama kamu nak" Ucap Dinda serius.
"Iya tan,bicara aja,ada apa tan?" Tanya Steven penasaran.
"Tante tidak melarang kalian untuk dekat,baik itu sebagai teman dekat atau pun pacar,tapi tante harap kedekatan kalian jangan di jadikan hal yang negatif ya nak" Ucap Dinda.
"Maksudnya tan?" Tanya Steven tidak paham.
"Maksud tante,kalian boleh pacaran,tapi harus membawa dampak yang positif satu sama lainnya" Ucap Dinda.
"Iya tante" Sahut Steven.
"Dampak positifnya itu seperti apa?misalnya kalian saling memberikan dukungan satu sama lainya untuk mengingatkan belajar,less,atau hal baik lainnya" Ucap Dinda.
"Iya tante" Sahut Steven lagi.
"Pokoknya kalian pacarannya yang sehat ya,jangan merusak kepercayaan yang Tante berikan" Ucap Dinda.
"Oke baik tante,Steven paham tan" Timpal Steven.
"Tante ngomong seperti ini,karena tante sayang sama kalian berdua,kalian kan masih sangat muda,perjalanan kalian masih jauh dan panjang,jadi jangan kalian rusak masa depan kalian ya nak" Ucap Dinda lagi.
__ADS_1
"Baik tante,terima kasih banyak tan,udah bolehin Steven dekat sama Rani" Ucap Steven.
"Kalau kalian ada apa apa,tolong di selesaikan secara baik-baik ya nak dan jangan sampai mengganggu pelajaran atau sekolah kalian berdua,harus bisa saling memberikan support satu sama lainnya,apalagi kalau sampai kalian berprestasi di sekolah,wah itu sih luar biasa banget ya" Ucap Dinda.
"Iya tante,Steven akan memberikan semangat terus pada Rani,pokoknya tante tenang aja hehe" Timpal Steven.
"Terima kasih ya nak,udah mengerti dan paham maksud tante" Ucap Dinda.
"Iya tante,wajarlah tante ngomong kayak gitu, tante kan orang tua Rani,dan pastinya sayang banget sama Rani ya tan hehe" Ucap Steven.
"Iya,udah dulu ya,tante mau nyiapin sarapan dulu buat kalian" Dinda pun berdiri dan berlalu menuju ke arah dapur.
Sementara Rani yang sudah selesai mandi dan berdandan itu pun segera menghampiri Steven ke ruang tamu.
"Hii,maaf ya nunggu lama hehe" Ucap Rani.
"Iya gak apa-apa Ran,lagian aku nya aja kali yang datang kepagian ya hehe" Sahut Steven.
"Iya tumben,kok pagi-pagi banget udah kesini?" Tanya Rani.
"Iya Ran,aku cuma mau ngasih tahu,ini handphone aku mati total,tadi pagi kecemplung ke dalam bak mandi Ran" Ucap Steven sambil memperlihatkan ponselnya yang telah mati total itu.
"Loh kok bisa kecemplung ke dalam bak mandi,lagian ngapain bawa hp ke dalam kamar mandi sih?" Tanya Rani.
"Iya,ceritanya mau mandi sambil dengerin lagu gitu Ran,eh tahunya malah kecemplung ke dalam bak mandi" Keluh Steven.
"Jadi kamu kesini cuma mau ngasih tahu itu aja?" Tanya Rani.
"Wew masa tiap hari ketemu,masih aja bilang kangen" Rani menjebikan bibirnya.
"Iya sebenarnya sih kenapa pagi pagi sekali datang kesini,karena ya mau memberitahukan bahwa ponselku mati Ran,nanti kalau gak di chat kamu ngambek,curiga lagi hehe" Sahut Steven.
"Jadi kalau ponsel kamu mati,gimana kita komunikasinya?" Tanya Rani.
"Ya terpaksa kita off dulu komunikasi,sampai handphoneku selesai di service Ran" Ucap Steven.
"Ayo kalian sarapan dulu di dapur,tante udah siapkan semuanya di meja" Ujar Dinda yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.
"Makasih tante,udah repot-repot nyiapin sarapan buat kita tan" Ucap Steven.
"Enggak repot nak,memang ini rutinitas setiap pagi kok hehe" Sahut Dinda.
"Ma,handphone lama mama yang di laci meja rias itu masih di pakai gak?" Tanya Rani.
"Engga Ran,kenapa?" Tanya Dinda.
"Ini ma,Steven handphone nya mati total kecemplung ke dalam bak mandi,kalau boleh hp lama mama di pinjamkan aja sama Steven, boleh gak ma?" Tanya Rani.
__ADS_1
"Boleh,kan gak kepakai juga Ran" Sahut Dinda.
"Hah,serius boleh ma,asiiikkk makasih ya ma" Ucap Rani manja sambil memeluk Dinda.
"Makasih ya tante,lagi lagi Steven ngerepotin tante mulu hehe" Ucap Steven sambil garuk-garuk kepala.
"Ah santai aja nak Steven,itu memang handphone nganggur gak di pakai kok" Sahut Dinda.
"Yuk,langsung ke dapur aja" Ajak Dinda.
Rani dan Steven pun berlalu menuju ke arah dapur,sedangkan Dinda masuk ke dalam kamarnya mengambil ponsel yang sudah tak di pakainya itu,lalu ia memberikannya pada Steven.
"Ini nak Steven handphone nya" Dinda meletakkan ponselnya di atas meja makan dekat Steven.
"Terima kasih banyak tante,oh ya tan teman teman sekolahnya Rani sebentar lagi mau pada datang kemari tan" Ucap Steven.
"Oh ya,berapa orang?" Tanya Dinda.
"Lima orang tante,empat cewek dan satu cowok,mereka ngajak Rani nonton bioskop tan,apa boleh tan?" Tanya Steven.
"Boleh aja nak kalau pergi nontonnya ramai ramai" Sahut Dinda.
"Gimana kalau kami perginya di antar sama mama aja?" Tanya Rani pada Dinda.
"Boleh boleh aja,kalian mau nonton dimana,ayo Mama antar kalian" Sahut Dinda.
"Palingan di mall terdekat aja tante" Timpal Steven.
Selesai sarapan Rani dan Steven pun duduk di ruang tamu kembali.Tak berselang lama kemudian teman teman Rani pun datang.
"Assalamualaikum" Ucap teman teman Rani.
"Wallaikumsallam" Sahut Dinda, Rani dan Steven.
Teman temannya Rani pun masuk ke dalam rumah,satu persatu mereka menyalami punggung tangan Dinda.
"Woyyy Steven pagi-pagi udah disini aja hehehe" Ucap salah seorang teman Rani sambil terkekeh.
"Iya,jam berapa kamu kesini Steven?" Tanya salah seorang teman Rani.
"Jam 8 hehehe" Jawab Steven sambil cengengesan.
"Wah gila kau ya,masa pagi pagi udah bertamu aja kau Stev" Ucap salah seorang teman Rani.
"Silahkan di minum" Ucap mbak Tia sambil menyuguhkan teh di atas meja.
"Makasih mbak" Ucap teman temannya Rani.
__ADS_1
BERSAMBUNG
*****