Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 82. PERTEMUAN TAK TERDUGA.


__ADS_3

( POV Shandy )


Hari ini Shandy kembali ke Jakarta,setelah 14 hari di Palangkaraya,kini Shandy telah sampai di airport bandara Soekarno-Hatta.


Tampak Melly dan Bejo telah menunggunya di depan pintu kedatangan.Shandy pun di sambut hangat oleh Melly.


"Bang" Ucap Melly sambil tersenyum seraya mencium punggung tangan Shandy.


"Sayang,Abang kangen banget" Shandy memeluk Melly dengan erat.


"Mari pak,biar saya yang bawa kopernya" Bejo meraih koper milik Shandy.


"Eh Jo,sehat kamu Jo?" Tanya Shandy.


"Alhamdulillah sehat pak" Bejo menyalami tangan Shandy.


"Parkir di sebelah mana Jo?" Tanya Shandy.


"Parkir di tempat biasa pak,mari pak,non" Ajak Bejo.


Shandy dan Melly pun bergegas menuju ke area parkir mengikuti langkah Bejo,dan sesampainya di parkiran,Bejo langsung membukakan pintu untuk Shandy dan Melly.


"Silahkan pak,non" Ucap Bejo.


"Makasih Jo" Timpal Shandy.


"Jadi ini rencananya kita langsung ke Garut aja Jo,engga usah ke apartemen lagi" Ujar Shandy.


"Oke baik pak" Sahut Bejo.


"Udah berapa hari ibu di rumah sakit,sayang?" Tanya Shandy pada Melly.


"Kata kak Bayu sih,udah dua hari bang" Sahut Melly.


"Ibu sakit apa kata dokter,sayang?" Tanya Shandy.


"Tensinya rendah bang,terus kepalanya sering pusing pusing gitu,kata kak Bayu,ibu sempat pingsan sebelum di bawa ke rumah sakit dan kondisi Ibu sangat lemah,dan sekarang masih terbaring di rumah sakit bang" Ucap Melly menjelaskan.


"Semoga Ibu lekas sembuh ya sayang" Ucap Shandy.


"Aamiin,makasih bang" Ucap Melly.


Perjalanan Jakarta Garut memakan waktu jarak tempuh 3-4 jam.Shandy dan Melly pun tertidur di mobil selama dalam perjalanan.


Shandy pun terbangun dari tidurnya ketika perutnya merasa kosong dan mual karena lapar.


"Jo,udah sampai di mana kita Jo?" Tanya Shandy sambil mengucek matanya.


"Udah sampai di Garut pak" Jawab Bejo.


"Jo,kita mampir dulu cari makan Jo" Ujar Shandy.


"Mau makan apa pak?" Tanya Bejo.


"Apa ajalah Jo,yang penting kita cari makan dulu,perut saya udah lapar nih" Timpal Shandy.


"Kasihan,lapar ya bang?tadi Abang belum makan ya?" Tanya Melly yang terbangun dari tidurnya,karena mendengar percakapan antara Shandy dan Bejo.


"Tadi pagi Abang cuma sarapan aja sayang,ini udah sore kita belum makan siang,perut Abang udah lapar banget nih sayang" Ucap Shandy.


"Itu di depan ada sate Maranggi Pak Nur,mau mampir makan disitu pak?" Tanya Bejo.

__ADS_1


"Iya,boleh juga tuh Jo" Sahut Shandy bersemangat.


Bejo pun memarkirkan mobilnya di depan rumah makan sate Maranggi.Kemudian Shandy,Melly dan Bejo pun masuk ke dalam rumah makan tersebut.


"Permisi pak,mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan.


"Pesan sate kambing tiga porsi ya kang,gulai kambingnya dua porsi,sama teh tawarnya dua dan es teh manisnya satu" Ucap Shandy.


"Oke baik pak,mohon di tunggu sebentar ya pak" Ucap pelayan tersebut.


Tak berselang lama kemudian makanan pun telah datang dan di hidangkan oleh pelayan di atas meja.


"Silahkan pak,teh" Ucap pelayan.


"Iya,makasih kang" Sahut Bejo.


"Sayang,kamu cobain deh gulai kambingnya" Tawar Shandy.


"Engga bang,Melly makan satenya aja" Tolak Melly.


"Enak banget satenya sayang" Ucap Shandy.


"Iya bang,tempat makan ini menunya enak enak dan selalu ramai pengunjung bang" Sahut Melly.


"Mantap ya pak satenya hehe" Timpal bejo.


"Iya Jo mantap,kalau mau tambah,pesan aja lagi Jo" Ujar Shandy.


"Udah cukup pak,ini aja belum habis pak,hehe" Sahut Bejo sambil cengengesan.


"Sayang kita pesan tiga porsi buat Ibu,kak Bayu dan teh Lisna" Ucap Shandy.


"Iya bang,boleh juga di bungkus buat orang rumah" Sahut Melly.


"Bang Shandy" Sapa Deddy yang sudah berdiri di samping Shandy.


Shandy pun menoleh ke arah suara tersebut,ia pun sangat terkejut,karena tak di sangka,ia akan bertemu Deddy di rumah makan tersebut.


"Eh Ded,kok kamu disini?" Tanya Shandy kaget.


"Iya bang,aku sama anak istriku makan di meja sebelah sana" Deddy menunjukkan tangannya ke arah meja paling ujung.


"Oh,kok bisa kebetulan pula kita ketemu disini ya Ded,ternyata dunia ini sempit sekali ya Ded hehehe" Timpal Shandy.


"Iya bang,sebenarnya dari tadi aku perhatikan Abang dari jauh,kok itu mirip bang Shandy ya?aku penasaran kan,makanya aku deketin,eh ternyata benar bang Shandy hehe" Ucap Deddy.


"Sinilah Ded,ajak anak istrimu gabung makan bersama kita disini" Ajak Shandy.


"Kami udah makan bang,ini kami udah mau pulang" Timpal Deddy.


"Oh iya Ded,kenalin ini Melly istriku" Ucap Shandy.


"Hii salam kenal,saya Deddy" Ucap Deddy sambil tersenyum seraya merapatkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.


"Hii juga bang,saya Melly,maaf bang tangannya kotor lagi makan hehe" Sahut Melly sambil tersenyum.


"Iya gak apa-apa,silahkan di lanjut makannya" Ucap Deddy.


"Abah,siapa bah?" Tiba-tiba Kokom sudah berdiri di belakang Deddy.


"Eh teh,ini bang Shandy kawan Abah,ternyata ada disini juga" Sahut Deddy.

__ADS_1


"Eh,ternyata ada neng Melly juga disini?" Tanya Kokom saat melihat Melly duduk di sebelah Shandy.


"Eh Ceu Kokom,ayo sini makan bareng Ceu hehe" Ajak Melly sambil tersenyum.


"Teteh kenal sama istrinya bang Shandy?" Tanya Deddy.


"Kenal atuh,kan teteh sama bik Odah yang jadi saksinya waktu mereka menikah,iyakan neng?" Ucap Ceu Kokom.


"Iya benar hehehe,sinilah atuh Ceu,duduk di sini semuanya gabung,ajak anak-anaknya Ceu Kokom duduk di sini" Ujar Melly.


"Kami udah selesai makan neng,mangga atuh di lanjutkan makannya neng,pak hehe" Ucap Kokom tersenyum ke arah Shandy.


"Kenapa buru buru Ceu,sini duduk dulu,kita ngobrol-ngobrol dulu Ceu hehe" Ucap Shandy sambil melirik ke arah Deddy.


"Ah engga bang makasih,kita pulang duluan ya bang,yuk teh" Sahut Deddy tergesa gesa sambil mengajak Kokom pergi.


"Ded,sini dulu" Shandy memanggil Deddy.


"Apa bang?" Tanya Deddy.


"Dinda engga ikut ya Ded?" Bisik Shandy pada telinga Deddy.


"Sssstttttt" Jari telunjuk Deddy di letakkan di bibirnya.


"Hehehe" Shandy terkekeh melihat wajah Deddy yang pucat dan panik,saat mendengar nama Dinda di sebut.


"Udah dulu ya bang,kami permisi pamit pulang duluan" Ujar Deddy seraya berjalan menuju ke meja makan anak istrinya.


"Oke Ded,hati di jalan ya Ded" Teriak Shandy.


Deddy pun melambaikan tangannya pada Shandy,lalu ia pun mengajak anak istrinya keluar dari rumah makan tersebut.


"Abang kenal sama suaminya Ceu Kokom?" Tanya Melly.


"Iya kenal banget sayang,dia kawan dekat Abang hehe" Timpal Shandy.


"Oh,ternyata kawan Abang ya?" Melly mengangguk anggukan kepalanya.


"Iya sayang" Timpal Shandy.


Selesai makan Shandy,Melly dan Bejo pun langsung menuju ke rumah sakit,untuk menjenguk Ibu Ida yang tengah di rawat di rumah sakit,dan sesampainya di rumah sakit.


"Kak Bayu" Melly memanggil kakaknya yang tengah berjalan menuju apotek.


"Eh Mel,kamu udah sampai di sini?" Tanya Bayu.


"Iya kak,gimana kondisi ibu sekarang kak?" Tanya Melly seraya mencium punggung tangan kakaknya itu.


"Alhamdulillah,kata dokter ibu udah boleh di bawa pulang,dan ini kakak mau tebus obatnya dulu" Ucap Bayu.


"Bay,sehat?" Shandy menyalami tangan Bayu.


"Alhamdulillah sehat pak" Sahut Bayu sambil menyalami tangan Shandy dan Bejo.


"Ibu di ruangan mana kak?" Tanya Melly.


"Di ruang melati,dari sini lurus aja,terus belok kiri Mel" Ucap Bayu.


"Oke kak,Melly kesana dulu ya kak" Ucap Melly.


Sementara Shandy dan Bejo menemani Bayu di apotek dan Shandy pun membayar semua obat yang di tebus oleh Bayu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


*******


__ADS_2