
( POV Dinda )
"Kring...kring..kring" Ponsel Dinda berdering.
"Hallo Rin?" Ucap Dinda.
"Hallo bu Dinda,hari saya gak jadi berangkat kesana bu,soalnya saya lagi ngurus gono-gini dulu sama mantan suami,kemungkinan minggu depan baru saya kesana ya bu" Ucap Rini.
"Oke Rin" Timpal Dinda.
Dinda pun menutup teleponnya dan ia pun meletakkan ponselnya di atas nakkas.
"Kring...Kring.. Kring" Handphone Dinda berdering lagi.
"Siapa sih,baru aja di letakan,udah bunyi lagi nih hape" Gumam Dinda seraya mengambil ponselnya di atas nakkas.
"Hah,si papah" Batin Dinda.
"Hallo pah" Ucap Dinda.
"Hallo mah,besok ke Jakarta ya mah,besok papa libur kuliahnya tiga hari,mama kesini dan nanti kita jalan-jalan hehe" Ucap Herman.
"Oke baik pah" Timpal Dinda.
\*\*\*\*\*
Keesokkan harinya
Pagi-pagi sekitar pukul 07.15 WIB Dinda sudah berangkat menuju ke airport untuk berangkat ke Jakarta.
__ADS_1
"Ah sebenarnya aku tidak tega meninggalkan anak-anakku di rumah,tapi untungnya ada ibu dan mbak Siti yang jagain anak-anak,jadi aku sedikit tenang meninggalkan anak-anak" Batin Dinda.
Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta, Dinda di jemput Herman,setelah keduanya cipika cipiki,Dinda dan Herman pun langsung naik taksi menunju ke tempat kostan Herman.
"Gimana pah,kuliahnya lancar?" Tanya Dinda di dalam taksi membuka obrolan.
"Alhamdulillah lancar ma,hari Jum'at ini tanggal merah,besok sabtu dan minggu juga libur kuliah,bosan juga kalau di kostan sendirian,makannya mama suruh datang kesini hehe" Ucap Herman.
"Hemm" Dinda mengangguk-anggukan kepalanya.
Sesampainya di kostan Herman,Dinda pun menatap ke sekeliling kamar tersebut.
"Kamarnya lumayan ya pah,di ********** komplit ada tempat tidur,lemari pakaian TV,AC dan kamar mandi di dalam" Dinda mengecek kondisi kamar mandi.
"Yah lumayanlah ma,lokasinya juga disini tidak terlalu jauh dari kampus ma,makanya papa ambil kostan disini" Timpal Herman.
"Mah,papa mau ambil jatah" Ucap Herman sambil tersenyum.
Bagi Dinda setiap Herman melaksanakan kewajibannya,ia tak merasakan hal apapun dan seperti hanya numpang lewat begitu saja.
"Ma,lapar enggak?" Tanya Herman.
"Iya pah,lapar hehe" Timpal Dinda.
"Tunggu disini sebentar ya,papa ke depan dulu mau beli nasi Padang,mau lauk apa ma?" Tanya Herman.
"Hemm,rendang aja deh pah" Timpal Dinda.
"Oke,papa pergi ke depan dulu sebentar ya" Ucap Herman.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian Herman telah sampai di kostan dengan membawa bungkusan plastik di tangannya.
"Ma,ini nasi Padangnya,ayo kita makan" Ucap Herman sambil tersenyum.
"Loh kok cepat banget pah?" Tanya Dinda.
"Iya kan dekat ma,di simpang depan situ kok gak jauh" Timpal Herman.
Herman mengambil dua piring dan membuka dua bungkus nasi Padang tersebut di piring masing-masing.
"Ayo makan ma" Ajak Herman.
Dinda yang lagi rebahan di atas kasur tersebut pun beranjak dari tempat tidurnya,lalu ia mencuci tangannya dan makan bersama Herman.
"Besok kita mau jalan-jalan kemana mah?" Tanya Herman.
"Hemm,mama mau ke tugu Monas pah dan mama mau naik bajai hehe" Ucap Dinda.
"Bajai?gak salah mah?" Tanya Herman.
"Iya bajai pah,emang ada yang salah ya pah?" Tanya Dinda.
"Enggak,cuma heran aja,tumben kok mau naik bajai mah?" Tanya Herman.
"Iya pah,soalnya seumur hidup mama belum pernah ngerasain naik bajai pah,penasaran aja gitu pah hehe" Timpal Dinda.
**BERSAMBUNG**
__ADS_1
\*\*\*\*