Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 58. Dinda Pulang Dari Singapore.


__ADS_3

( POV Dinda )


Malam harinya pukul 19.15 waktu Singapore Herman baru sampai di hotel,Dinda kesal karena menunggu lama di hotel sendirian.


"Tok...tok... tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Kreeeeekkkk" Dinda membukakan pintu.


"Maaf ya ma,papa datangnya malam,soalnya tadi banyak kerjaan di kapal" Ucap Herman merasa bersalah.


"Ya udah gak apa-apa pah" Sahut Dinda datar.


"Belum makan malam kan ma?yuk kita keluar cari makan" Ajak Herman.


Dinda dan Herman pun keluar cari makan,kali ini Herman mengajak Dinda makan steamboat seafood di salah satu restoran Singapore.


"Pah,besok papa ke kapal lagi?" Tanya Dinda.


"Engga ma,besok kan hari Minggu,jadi kita besok jalan jalan ya ma" Timpal Herman.


"Asiiikkk,serius pah?" Sahut Dinda sumringah.


"Iya dong ma,kasihan Mama udah datang jauh jauh,cuma tidur aja di hotel hehehe" Ucap Herman terkekeh.


"Hmm...iya juga sih,besok kita kemana pah?" Tanya Dinda.


"Kemana aja,yang penting mama happy" Sahut Herman.


Selesai makan malam, Herman mengajak Dinda mampir ke toko handphone.Herman mengganti ponselnya dengan ponsel keluaran yang terbaru.


"Mama mau beli handphone juga?" Tanya Herman.


"Engga usah pah,handphone Mama masih bagus" Tolak Dinda.


"Terus mama mau beli apa?" Tanya Herman.


"Hmm..itu pah,jam tangannya keren,bolehkah mama beliin buat mbak Siti dan mbak Tia pah?" Tanya Dinda.


"Boleh dong" Timpal Herman.


Dinda pun sibuk membeli jam tangan buat Siti dan Tia,serta buat anaknya Rani.Setelah berbelanja Dinda dan Herman pun kembali ke hotel.


"Ma,ayo kita main,siapa tahu kali ini obatnya udah bereaksi" Ucap Herman.


"Ya udah,ayo pah" Sahut Dinda walaupun tidak yakin kali ini akan berhasil.


Herman pun langsung mengambil haknya sebagai suami,namun lagi dan lagi gagal seperti biasanya.


"Yah,kok obatnya gak ada effect ya ma,padahal kata kawan papa,obatnya bagus dan dia udah terbukti berhasil setelah meminum obat itu" Keluh Herman.


Dinda tak menimpali ucapan Herman,ia menutupi wajahnya dengan selimut.Dinda sudah bosan dan capek untuk menangisi masalah yang sama.


"Ma,maafin papa ya ma,mama pasti marah dan kecewa ya sama papa?" Tanya Herman.


Dinda tetap tak bergeming dan ia menutupi wajahnya karena kesal.Herman berusaha membuka selimut yang menutupi wajah Dinda.


"Ma,lagi lagi papa buat mama kecewa ya?" Tanya Herman dengan wajah rasa bersalah ia menatap Dinda.

__ADS_1


Dinda tak menjawab pertanyaan Herman,Dinda hanya mengeluarkan air mata dari sudut matanya.


"Sudahlah pah,mama mau tidur,ngantuk" Ucap Dinda sambil membelakangi suaminya itu.


Keesokan harinya Dinda dan Herman pun jalan jalan ke Marina bay sands dan lanjut ke studio universal Singapore.


"Pah,tolong fotoin mama disini pah" Dinda menyodorkan ponselnya pada Herman.


Dinda pun melakukan pemotretan dengan berbagai macam pose dengan background yang berbeda-beda.Setelah puas berjalan jalan Dinda dan Herman pun kembali ke hotel.


"Ma,ada lagi yang mau di beli?" Tanya Herman.


"Engga ada pah,ini aja udah cukup banyak,nanti mama berat bawanya pah" Sahut Dinda.


"Coba di ingat ingat lagi,mama mau beli apa lagi,mumpung mama masih disini,besok kan mama udah pulang" Ucap Herman sekali lagi.


"Engga pah,udah cukup ini aja,makasih banyak ya pah" Timpal Dinda.


"Ma,ini ada uang buat mama" Ucap Herman sambil menyodorkan uang dollar Amerika dua gepok dan dollar Singapore satu gepok.


"Alhamdulillah,terima banyak ya pah" Ucap Dinda.


"Iya sama-sama ma,salam buat anak anak dan neneknya kembar,maafkan papa gak bisa pulang,karena kapal papa mau ke Australia" Ucap Herman merasa bersalah.


"Iya pah,nanti mama jelaskan sama anak anak" Timpal Dinda.


Keesokan harinya pagi-pagi Herman mengantarkan Dinda naik taksi menuju ke Changi airport.


"Hati hati di jalan ya ma" Ucap Herman sambil memeluk Dinda sambil mengecup kening Dinda.


"Iya pah,terima kasih buat semuanya ya pah" Dinda mencium punggung tangan Herman.


"Hii Din" Deddy melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.


"Hmmm....kok tahu aku pulang hari ini?" Tanya Dinda sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya,kemarin aku telepon ke rumah kamu,Siti yang angkat telepon rumah,aku tanya sama Siti,kapan Bu Dinda pulangnya" Ucap Deddy menjelaskan.


"Oh,begitu ya hmm..." Sahut Dinda.


"Sini biar aku bantuin bawa barangnya" Dengan sigap Deddy meraih barang bawaan Dinda.


Sesampainya di mobil Deddy pun sibuk memasukkan semua barang barang Dinda ke dalam bagasi mobil miliknya.Dinda dan Deddy pun masuk ke dalam mobil.


"Udah puas bulan madunya?" Tanya Deddy sambil menatap Dinda.


"Apaan sih kamu,udah ayo cepat jalan,aku capek mau istirahat di rumah" Ucap Dinda kesal.


"Capek ya,memangnya habis berapa ronde sampai capek begitu?" Tanya Deddy dengan wajah sinis.


"Heh,aku lagi malas berdebat ya,kalau kamu jemput aku kesini cuma mau ngajak berantem aku turun lagi nih,mendingan aku pulang naik taksi aja" Timpal Dinda kesal.


"Pasti main terus ya di Singapore,sampai gak ada waktu buat ngabarin aku?" Tanya Deddy sinis.


"Pertanyaan kamu itu sangat menyebalkan dan tidak perlu aku jawab! " Ucap Dinda kesal.


Deddy pun menyalakan mesin mobilnya,lalu ia pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah Dinda.Sesampainya di depan rumah Dinda.

__ADS_1


"Ini oleh oleh buat kamu" Ucap Dinda sambil menyodorkan paper bag pada Deddy.


"Engga usah,terima kasih" Ucap Deddy dengan wajah datar.


"Oh gak mau,ya udah kalau gitu aku ucapkan terima kasih banyak ya,kamu udah mau jemput aku ke airport" Ucap Dinda.


"Iya sama-sama" Deddy pun menyalakan mesin mobilnya kemudian berlalu dari hadapan Dinda.


"Dasar laki-laki aneh" Gumam Dinda.


"Bu,sini biar saya bantu bawain barangnya" Tiba tiba Siti muncul di belakang Dinda.


"Oh iya mbak,makasih ya mbak" Ucap Dinda.


"Mama" Ucap Rani seraya memeluk Dinda.


"Hii Rani,mana adikmu si kembar?" Tanya Dinda sambil mencium Rani.


"Ada di dalam ma" Sahut Rani.


Dinda pun segera bergegas masuk ke dalam rumah,kemudian ia pun memeluk Shella dan Shelly sambil menciuminya.


"Mbak Siti,itu di dalam paper bag ada banyak cemilan dan cokelat,buka aja ya" Ujar Dinda.


"Iya Bu" Timpal Siti.


Dinda pun masuk ke dalam kamarnya,ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo bang" Ucap Dinda.


"Iya hallo,habis berapa ronde sampai kecapekan begitu" Ucap Deddy.


"Heh tolong ya,aku ini capek baru datang habis perjalanan jauh,jadi pertanyaan kamu itu jangan buat aku kesal! " Timpal Dinda sewot.


"Tinggal di jawab aja,apa sih susahnya?" Sahut Deddy.


"Pertanyaan kamu itu tidak perlu aku jawab! " Dinda langsung menutup ponselnya.


"Kriinggg.... kriinggg.... kriinggg" Herman menghubungi Dinda.


"Hallo ma" Ucap Herman.


"Iya pah" Sahut Dinda.


"Udah sampai rumah ya ma?" Tanya Herman.


"Iya Alhamdulillah udah pah" Sahut Dinda.


"Oh syukurlah kalau udah sampai di rumah,ya udah dulu ya ma,papa mau kerja lagi" Ucap Herman.


"Oke pah" Timpal Dinda.


Dinda pun segera mematikan ponselnya,ia hanya ingin beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari Deddy.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


******


__ADS_2