
( POV Shinta )
Namaku Shinta,usiaku 30 tahun dan aku bekerja sebagai akuntansi keuangan di perusahaan milik pak Shandy di bidang kuliner.
Sudah lima tahun aku bekerja di Wijaya cafe ini,dan setiap bulannya aku bisa memanipulasi data laporan keuangan perusahaan.
Semenjak aku menjadi seorang single parents dan memiliki seorang anak,aku harus berpikir keras,bagaimana caranya mendapatkan uang tambahan,apalagi dengan gayaku yang hedonisme,kalau hanya mengandalkan gaji saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhanku.
Selama lima tahun ini,aku aman menyelipkan dana perusahaan yang masuk setiap bulan ke rekeningku,karena pak Shandy orangnya tidak pernah teliti setiap mengaudit laporan keuangan,yang ia lihat hanyalah jumlah input dan outputnya saja.
Tapi setelah Bisma hadir dan menggantikan posisi Pak Shandy sebagai direktur perusahaan,kini posisiku mulai terancam.
Wajah Shinta mulai pucat dan panik,ia pun sesekali melirik ke arah Bisma,dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Jawab pertanyaan saya Shinta! " Shandy mulai meninggikan suaranya.
"A a anu pak,itu,itu" Jawab Shinta gugup.
"Jawab yang jujur Shinta,kalau tidak,maka saya akan bertindak tegas! " Ujar Shandy.
"A a anu pak,itu hanya kesalahan teknis saja pak,saya bisa mengevaluasinya kembali pak" Jawab Sinta gugup.
"Kesalahan teknis kamu bilang?selama lima tahun ini yang kamu lakukan itu hanya kesalahan teknis?" Timpal Bisma.
Bisma yang sejak tadi diam saja itupun mulai geram dengan alasan Shinta yang tidak masuk akal.
"Mengevaluasi bagaimana maksud kamu Shinta,apa dengan cara mengembalikan dana perusahaan?" Cecar Bisma.
"Maksud saya dengan cara memperbaiki data income perusahaan yang masuk pak" Shinta semakin panik.
"Bukan hanya pemasukan,tetapi pengeluaran dana perusahaan juga itu harus jelas dan transparan" Ucap Bisma tegas.
"Shinta,tidak usah berbelit belit,sebaiknya kamu jujur saja,apakah selama ini kamu korupsi uang perusahaan?" Tanya Shandy tegas.
Shinta di cecar oleh Bisma dan Shandy,ia terlihat semakin pucat dan panik,lututnya gemetaran dan lidahnya pun terasa sangat kaku.
"Jawab Shinta,kalau kamu tidak mau jujur,saya akan hubungi pengacara saya dan kasus ini akan saya lanjutkan ke jalur hukum! " Ucap Shandy tegas.
"I-iya ma-maafkan saya pak,saya mengaku salah" Sahut shinta gugup sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu bisa berbuat curang terhadap perusahaan Shinta,apakah gaji dua belas juta itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhanmu setiap bulannya?" Tanya Shandy.
Shinta tak menimpali pertanyaan Shandy,ia hanya tertunduk lesu menatap ke bawah dan terlihat ada air mata yang mengalir dari sudut matanya.
"Kita disini tidak butuh air mata kamu Shinta,tapi butuh pertanggungjawaban kamu, apa yang selama ini sudah kamu lakukan terhadap perusahaan?" Ucap Bisma.
"Shinta! mulai hari ini,kamu saya pecat dengan tidak terhormat,karena kamu telah banyak merugikan dana perusahaan,sampai bertemu di pengadilan! " Ucap Shandy.
"Ta-tapi pak,beri saya waktu untuk mengembalikan dana perusahaan itu pak,saya tidak mau di penjara pak,bagaimana nasib anak saya,kalau saya di penjara?" Tangis Shinta mulai pecah.
"Seharusnya sebelum kamu melakukan tindakan sesuatu itu,sebaiknya di pikir pikir terlebih dahulu,bagaimana effect kedepannya untuk kamu dan anak kamu,dan sekarang kamu harus bisa menerima konsekuensi dari apa yang telah kamu lakukan" Ucap Bisma.
Shinta masih terus saja terisak,ia takut dan panik memikirkan bagaimana nasib kedepannya.
"Ya sudah,untuk meeting hari ini,kita tutup sampai disini saja" Ujar Shandy.
__ADS_1
Meeting telah di tutup oleh Shandy,Bisma pun berdiri dari tempat duduknya dan ia pun hendak keluar meninggalkan ruangan tersebut.Tapi tiba tiba Shinta berdiri dan segera bergegas mengunci pintu ruangan tersebut.
"Pak Bisma,tolong tunggu sebentar,jangan keluar dulu dari ruangan ini" Ucap Shinta.
"Hey Shinta,kenapa kamu kunci pintunya?" Tanya Bisma heran melihat tingkah Shinta.
"Ada yang perlu saya bicarakan dengan Pak Bisma,jadi tolong dengarkan saya dulu pak" Ucap Shinta memelas.
"Mau bicara apa lagi,semuanya sudah jelas dan Pak Shandy akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum" Timpal Bisma.
"Pak Bisma,saya tahu anda menggantikan posisi pak Shandy di perusahaan ini,dan saya tahu anda adalah menantu Pak Shandy,ingat anda hanya menantu,bukan anaknya atau pun saudara pak Shandy" Ucap Shinta.
"Maksud kamu apa ngomong seperti itu Shinta?" Tanya Bisma kesal.
"Anda itu hanya menantu,kapan pun anda bisa saja di tendang oleh Pak Shandy dan anaknya" Ucap Shinta.
"Minggir kamu Shinta,saya mau keluar,sini kuncinya! " Teriak Bisma.
"Pak Bisma,anda jangan munafik,pasti anda butuh uang juga kan?dengan cara menikahi anak pak Shandy,saya tahu supaya hidup anda berubah kan?" Shinta menatap tajam ke arah Bisma.
"Lama lama semakin ngaco kamu Shinta,bicara apa kamu?" Bisma semakin geram.
"Pak Bisma,kita bisa bekerja sama untuk meraup pundi pundi di perusahaan ini" Ucap Shinta sambil menatap Bisma.
"Sudah gila ya kamu Shinta,kalau kamu korupsi uang perusahaan,itu terserah kamu tapi jangan ajak ajak saya! " Bisma menaikkan suaranya.
"Jangan munafik kamu Bisma,siapa di dunia ini yang tidak butuh uang,termasuk kamu kan?dan kita bisa bekerja sama" Ucap Shinta.
"Shinta,sini kuncinya saya mau keluar,atau saya akan berbuat kasar sama kamu! " Bentak Bisma.
"Saya bukan tidak berani sama kamu,tapi saya tidak mau menyentuh perempuan lain,selain istri saya,paham kamu! " Bisma pun semakin emosi menghadapi Shinta.
"Hah! munafik,menyentuh saja gak berani" Ucap Shinta sambil menyunggingkan senyum sinis.
Tiba tiba Shinta membuka kancing bajunya sampai terlihat belahan dadanya yang menyembul,kemudian Shinta pun mengacak acak rambutnya sendiri.
"Bisma,ayo sentuh saya" Ucap Shinta sambil mendekati Bisma.
"Diam di tempat! jangan kamu mendekati saya,atau saya akan berteriak memanggil security kesini! " Ujar Bisma tegas.
Shinta semakin nekat,lalu memeluk Bisma dan berteriak teriak.
"Tolooong... tolooong.... tolooong" Shinta berteriak teriak sambil memeluk Bisma.
"Shinta! tolong hentikan kegilaan kamu ini! " Bisma semakin murka melihat tingkah Shinta yang semakin menjadi jadi.
"Tolooong.... tolooong... tolooong" Shinta terus saja berteriak teriak.
"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Dobrak aja dobrak pintunya pak" Terdengar suara Siska di luar.
"Bruaaaakkkkk" Pintu pun di dobrak security.
"Pak,tolongin saya pak" Shinta berteriak minta tolong dan menghampiri security.
__ADS_1
"Sayang?" Bisma kaget ternyata ada Siska berdiri di belakang security.
"Ternyata kelakuan kamu kayak gini ya bisma! " Siska berteriak sambil melotot dan berkacak pinggang.
"Sayang,ini tidak seperti apa yang kamu lihat,sayang aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Bisma.
"Apalagi yang mau di jelaskan,semuanya sudah jelas terbukti, ternyata kamu bajingan Bisma! " Siska berteriak teriak sambil memukuli Bisma.
"Sayang,dengarkan aku dulu,apa yang kamu lihat itu tidak benar,sayang" Bisma berusaha memeluk Siska.
"Engga usah peluk peluk,jijik aku sama kamu Bisma! " Siska berteriak sambil berusaha melepaskan pelukan Bisma.
"Sayang,kamu tidak percaya sama suami kamu sendiri?" Tanya Bisma.
"Bagaimana aku bisa percaya,aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! " Ucap Siska kesal.
"Maaf Pak Bisma dan non Siska,sebaiknya kita lihat di cctv saja,biar jelas semuanya" Ucap security menengahi.
Bisma pun baru sadar ternyata ruang kerja pak Shandy di pasang cctv di setiap sudutnya, seperti mendapat angin segar, Bisma pun tersenyum sinis ke arah Shinta.
"Oh,ternyata ada cctv di sini, terima kasih pak" Ucap Bisma pada security.
"Iya pak,sebaiknya kita lihat saja di cctv,supaya jelas dan tidak ada kesalahpahaman" Ucap security.
Shinta mulai panik dan hendak melarikan diri,namun dengan sigap tangan security menarik tangan Shinta.
"Kamu jangan pergi kemana-mana dulu! " Ucap security tegas sambil menarik tangan Shinta.
Bisma dan Siska pun membuka layar cctv,dan melihat kejadian dari awal sampai akhir.Siska pun geram melihat ulah Shinta di layar cctv itu.
"Shinta! kurang ajar ternyata kamu ya,mau mencoba merayu suamiku! " Bentak Siska.
"Berani sekali kamu mau memfitnah suamiku,dasar wanita binal! " Ucap Siska geram.
"Plak! plak! " Siska menampar wajah Shinta.
Shinta pun hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan,karena kedua tangannya di borgol kebelakang oleh security.
"Sudah sayang,biar polisi nanti yang akan bertindak" Ucap Bisma menenangkan Siska yang begitu emosi.
"Sayang,aku minta maaf,tadi aku tidak mempercayai kamu,ini semua gara gara dia! " Siska menunjuk ke wajah Shinta.
"Sudah sayang,sudah" Bisma terus berusaha menenangkan Siska.
"Pak,tolong amankan dulu Shinta di pos security,biar saya hubungi polisi" Ujar Bisma.
"Baik pak" Sahut security sambil membawa paksa Shinta untuk turun ke lantai dasar.
"Sayang,maafkan aku ya" Ucap Siska seraya memeluk Bisma.
"Iya sayang" Bisma pun membalas pelukan Siska,sambil mengelus-elus punggung Siska.
BERSAMBUNG....
********
__ADS_1