Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 31. Kepulangan Shandy Tak di Sambut


__ADS_3

( POV Shandy )


Hari ini aku telah tiba di Palangkaraya,tidak seperti biasanya kepulangan aku kali ini tidak mengabari anak istriku terlebih dahulu.


Aku sengaja meminta Tukimin untuk merahasiakan kepulangan aku pada Mawar dan Siska.


"Bik,bik,bik Ijah"Shandy memanggil bik Ijah.


"Iya Pak"Bik Ijah menghampiri Shandy dari arah dapur dengan tergopoh-gopoh.


"Ini orang rumah pada kemana bik,kok sepi?"Tanya Shandy pada bik Ijah.


"Bu Mawar belum pulang Pak"Sahut bik Ijah.


"Siska mana bik?"Tanya Shandy.


"Non Siska juga belum pulang Pak"Timpal bik Ijah.


"Oh begitu"Shandy manggut-manggut depan bik Ijah.


"Saya permisi ke dapur dulu Pak"Ucap bik Ijah.


Shandy pun berlalu menuju lantai atas lalu masuk ke dalam kamarnya,kemudian mandi dengan air hangat yang mengalir dari shower.


Selesai mandi Shandy pun turun ke bawah untuk menanti kedatangan Mawar dan Siska.


"Ini teh hangatnya Pak"Ucap bik Ijah sambil meletakkan teh di atas meja.


"Terima kasih bik,oh iya bik saya mau tanya,kalau saya di luar kota,apa Mawar dan Siska sering tidak pulang ke rumah?"Shandy bertanya pada bik Ijah.


"Hmmm...anu pak,eh itu Pak"Jawab bik Ijah gugup dan ragu ragu.


"Jangan takut bik,bilang aja yang sejujurnya"Ujar Shandy.


Shandy mengeluarkan uang lima ratus ribu dari dalam dompetnya,kemudian di kasihkan ke bik Ijah.


"Kalau non Siska biasanya selalu pulang Pak,baru kali ini tidak pulang"Ucap bik Ijah.


"Kalau Mawar?"Tanya Shandy.


"Kalau Bu Mawar sering tidak pulang Pak,tapi bapak jangan bawa bawa nama saya ya Pak,saya takut di pecat sama Bu Mawar"Ucap bik Ijah gemetaran.


"Tenang saja bik,kamu aman disini,tidak ada yang bisa memecat kamu selain saya"Timpal Shandy.


"Saya permisi dulu Pak"Bik Ijah pun berlalu menuju ke dapur.


Shandy menonton televisi di ruang keluarga sambil menikmati teh hangat buatan bik Ijah.


"Hmm...sudah jam 1 malam tapi Mawar dan Siska belum pulang juga"Batin Shandy.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"Shandy menghubungi Siska tapi handphone Siska tidak aktif.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"Shandy menghubungi Mawar namun handphone Mawar juga tidak aktif.


"Huh! pada kemana Mawar dan Siska,pada gak bisa di hubungi dua duanya"Gumam Shandy.


Shandy pun berlalu menuju ke lantai atas dan memutuskan untuk beristirahat di atas kasur yang empuk.


Keesokan paginya Shandy sudah bangun dan sudah berdandan sangat rapi.


"Sarapan dulu Pak"Ucap bik Ijah yang sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan.


"Iya bik,terima kasih"Sahut Shandy.


Selesai sarapan Shandy pun segera bergegas berangkat ke cafe di antar sama Tukimin.


"Min,sekarang kita ke cafe dulu,setelah jam makan siang baru nanti kita toko mebel yang baru"Ujar Shandy pada Tukimin.


"Siaaap Pak"Jawab Tukimin bersemangat.


Sesampainya di cafe Shandy pun langsung menuju ke ruangannya dan mengaudit input dan output untuk bulan ini.


Shandy membuka email dan mengecek beberapa kandidat pelamar kerja,yang akan di percaya untuk memegang toko mebel,yang baru satu bulan lalu di bukanya itu,dan untuk toko mebel yang lama,Mawar mempercayakan kepada Jaka adik kandung Mawar.


Pukul 12.30 siang seorang pelayan pun mengantarkan makanan untuk Shandy ke dalam ruangan kerja Shandy.Selesai makan siang,Shandy langsung mengajak Tukimin ke toko mebel.


"Min,ayo kita berangkat sekarang"Ujar Shandy.


"Oke baik Pak"Jawab Tukimin bersemangat.


"Kamu sudah makan siang min?"Tanya Shandy.


"Sudah Pak tadi di cafe hehe"Jawab Tukimin.


"Bagus"Timpal Shandy.


Mobil yang di Kendarai Tukimin pun telah sampai di depan toko mebel dan Shandy pun segera masuk ke dalam ruangannya.


"Tok....tok...tok"Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Masuk"Ujar Shandy.


"Maaf pak,di luar ada yang ingin bertemu dengan bapak"Ucap maya pramuniaga toko mebel.


"Suruh masuk"Ujar Shandy.


Tak berapa lama kemudian seorang pria masuk ke ruangan Shandy dan menyerahkan berkas lamarannya.


"Oh,kamu yang namanya Bisma,jurusan akuntansi S1 dan Ekonomi bisnis S2 lulusan universitas Ngurah Rai Bali ya?"Tanya Shandy.

__ADS_1


"Iya benar Pak"Jawab Bisma.


"Pengalaman kerja kamu di mana saja?"Tanya Shandy.


"Pengalaman kerjanya sudah saya lampirkan di berkas lamaran Pak"Jawab Bisma.


"Oh oke"Shandy membuka berkas lamaran Bisma dan kepalanya manggut-manggut.


"Jadi apa pekerjaan kamu sekarang?"Tanya Shandy.


"Jadi dosen honorer/pengganti Pak"Jawab Bisma.


"Kenapa kalau sudah jadi dosen,kamu mau melamar kerja disini?"Tanya Shandy.


"Karena perhari ini saya tidak mengajar lagi di kampus Pak,masa kontraknya sudah habis"Jawab Bisma tegas.


"Oh begitu,apa kamu bisa memegang amanah,kalau saya kasih kepercayaan memegang perusahaan ini?"Tanya Shandy.


"InsyaAllah Pak,saya akan amanah dan jujur itu yang selalu di tanamkan Ibu saya sedari kecil sama saya Pak"Timpal Bisma.


"Oke baik,jadi mulai besok,kamu sudah mulai bekerja di sini,dan selamat bergabung di perusahaan Wijaya mebel"Shandy menyalami Bisma.


"Terima kasih banyak atas kepercayaannya Pak"Ucap Bisma lega seraya tersenyum mengembang di bibirnya.


Sore harinya Shandy pulang ke rumah bersama Tukimin dan Shandy melihat mobil Siska sudah terparkir di garasi rumahnya.


"Siska,kemana kamu semalam tidak pulang ke rumah?"Tanya Shandy.


"Eh,Papa sudah pulang ya?"Sahut Siska.


"Papa tanya,kemana kamu semalam?"Shandy mulai meninggikan suaranya.


"Ini pah kaki Siska keseleo agak bengkak sedikit,tapi udah di urut jadi agak mendingan"Jawab Siska.


"Lalu apa hubungannya kamu tidak pulang ke rumah semalam?"Ucap Shandy menahan amarah.


"Ya kan kaki Siska sakit pah,jangankan untuk bawa kendaraan,untuk di bawa jalan aja kakinya sakit banget pah"Ucap Siska menjelaskan.


"Mana kakinya,sini papa lihat?"Suara Shandy sudah agak melemah dan pelan.


"Ini pah,masih bengkak dikit,tapi udah agak mendingan bisa di bawa jalan walaupun masih sakit"Ucap Siska manja.


"Kok sampai biru dan lebam seperti ini,kamu jatuh dimana,kok bisa terpeleset begini?"Tanya Shandy sambil memegang kaki Siska.


"Main di rumah teman Pah,kamar mandinya licin banget,jadinya terpeleset deh"Jawab Siska.


"Jadi kamu semalam tidur di rumah teman kampusmu?"Tanya Shandy.


"Iya"Jawab Siska.


Shandy tak banyak tanya lagi,karena setahu Shandy anak perempuannya itu memiliki dua orang sahabat yang sering datang ke rumah yaitu Mira dan Sulis.


"Iya nanti Papa transfer,kaki kamu masih sakit, sebaiknya kamu di antar Tukimin saja kalau mau ke kampus"Ujar Shandy.


"Siska bawa mobil sendiri aja pah,kakinya kan udah agak mendingan"Timpal Siska.


"Nanti bukannya makin sembuh,kaki kamu malah tambah sakit"Ujar Shandy.


"Gak apa-apa kok Pah,ini udah baikan kakinya"Sahut Siska.


"Ya sudah,terserah kamu saja,kan kamu yang ngerasain sakit atau tidaknya"Ucap Shandy sambil berlalu menuju ke lantai atas.


Siska pun segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus,sebenarnya hari ini Siska tidak ada kelas,dan sudah di beritahukan sama dosennya di group WhatsApp,Namun Siska tetap datang ke kampus.


Sesampainya di kampus Siska langsung menunju ke ruangan Bisma dan ternyata pintunya tertutup.


"Bu Dewi,maaf kalau Pak Bisma kemana ya Bu?"Tanya Siska pada Bu Dewi yang kebetulan lewat depan Siska.


"Ada perlu apa Siska cari Pak Bisma?"Tanya Bu Dewi ketus.


"Saya mau menyerahkan tugas saya Bu"Jawab Siska.


"Tugas apa,kan Pak Bisma sudah tidak ngajar lagi disini"Jawab Bu Dewi ketus.


"Oh begitu ya Bu,ya sudah terima kasih banyak Bu,maaf saya permisi dulu Bu"Ucap Siska.


Berita yang selama ini tersebar di kampus ini adalah,kalau Bu Dewi menaruh hati pada pak Bisma,namun Pak Bisma tidak pernah merespon Bu Dewi.


Siska pun segera bergegas menuju ke mobilnya dan berlalu menuju ke rumah Pak Bisma.


"Tok...tok...tok"Siska mengetuk pintu rumah Bisma.


"Assalamualaikum Pak Bisma"Siska berteriak di depan pintu.


Terdengar suara motor memasuki halaman rumah dan ternyata Bisma yang datang.


"Eh ada tamu"Ucap Bisma sambil membuka helmnya.


"Pak Bisma,dari mana Pak?"Tanya Siska.


"Tadi ada urusan sebentar,mari silahkan masuk"Ucap Bisma setelah membuka pintunya.


Bisma pun masuk ke dalam rumah dan di ikuti Siska dari belakang.


"Pak,apa benar bapak sudah tidak ngajar lagi di kampus?"Tanya Siska.


"Iya,perhari ini aku sudah tidak mengajar lagi di kampus"Sahut Bisma sambil meletakkan helm di atas nakkas.


"Terus tadi bapak dari mana?"Tanya Siska.

__ADS_1


"Mau tahu,atau mau tahu banget hehehe"Ucap Bisma menggoda Siska.


"Iiih apaan sih,di tanya serius kok malah kayak gitu jawabnya"Ucap Siska kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aduh bibirnya jangan di majuin gitu dong sayang hehehe"Ucap Bisma sambil merangkul bahu Siska dan mengajaknya duduk di sofa.


"Habisnya di tanya baik baik jawabannya malah begitu"Ucap Siska manja dan duduk di pangkuan Bisma.


"Sayang,aku sudah di terima kerja di tempat lain dan kemungkinan mulai besok,aku akan bekerja di perusahaan yang baru"Ucap Bisma menjelaskan.


"Maksudnya ngajar di kampus lain gitu?"Tanya Siska.


"Tidak sayang,bukan ngajar,tapi kerja di sebuah perusahaan dan aku di percaya untuk memegang usahanya beliau"Ucap Bisma.


"Oh begitu,tapi di tempat kerja sekarang pasti banyak cewek-cewek cantik,ya kan?"Tanya Siska sambil menyipitkan matanya.


"Tidak ada cewek cantik selain kamu sayang"Ucap Bisma sambil memeluk Siska.


"Iiih gombal"Jawab Siska sambil tersenyum.


"Kamu ngapain kesini,kangen ya?"Ucap Shandy menggoda Siska.


"Iiih kamu tahu aja deh hehehe"Ucap Siska sambil cengengesan.


Bisma pun langsung mengangkat tubuh Siska dan membawanya masuk ke dalam kamarnya dan pertempuran pun di mulai.


Setelah berjalan melewati gunung dan lembah dan menjelajahi hutan belantara,lalu menuju ke puncak yang tertinggi.Lagi dan lagi keduanya berpacu dengan peluh,kemudian keduanya terkulai lemas dan terbaring di atas ranjang.


"Sayang,terima kasih kamu sudah hadir di hidupku"Ucap Bisma lirih sambil memeluk tubuh Siska.


Siska pun tak menjawab hanya tersenyum dan membalas pelukan Bisma.


"Sejak kamu hadir,hidupku jadi lebih berwarna dan aku pun sekarang jadi lebih semangat lagi dalam menjalani hidup"Ucap Bisma.


"Iya,tapi aku yang gak semangat menjalani hidup sekarang"Timpal Siska manja.


"Kenapa bisa begitu sayang,apa kamu menyesal dengan apa yang telah kita lakukan?"Tanya Bisma.


"Gak"Sahut Siska sambil menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa yang membuat kamu tidak semangat dalam menjalani hidup ini?"Tanya Bisma


"Tidak semangat karena dosen angkuh bin sombong sudah tidak ngajar lagi di kampus"Ucap Siska sambil menjebikan bibirnya.


"Hehehe kirain kenapa"timpal Bisma sambil mencubit hidung Siska.


"Iiih malah ketawa lagi"Ucap Siska kesal.


"Iya kan kalau kamu kangen,tinggal datang kesini aja,bereskan?"Sahut Bisma enteng.


"Oh jadi begitu ya,aku tahu sekarang,jadi harus aku terus yang kesini kalau kangen,jadi kamu gak pernah kangen gitu sama aku"Siska merajuk dan melepaskan pelukannya dari Bisma.


"Bukan begitu sayang,sini dong jangan menjauh"Bisma berusaha merayu Siska.


"Jadi apa?"Tanya Siska kesal.


"Pertama aku tidak tahu rumah kamu dimana"Ucap Bisma.


"Terus?"Tanya Siska lagi.


"Dan yang kedua,apa kalau aku ke rumahmu,orang tua kamu mau menerimaku,kan kamu tahu sendiri keadaan aku seperti apa"Ucap Bisma menjelaskan.


"Belum apa apa udah pesimis"Timpal Siska dengan wajah cemberut.


"Sayang,apa kamu yakin,orang tua kamu mau menerima aku yang miskin ini?"Tanya Bisma.


"Ya kamu harus perjuangkan aku dong,itupun kalau kamu serius sama aku"Sahut Siska.


"Pasti akan akan aku perjuangkan kamu,tapi kamu harus bersabar dulu untuk sementara waktu sayang"Ucap Bisma.


"Sabar untuk apa?"Tanya Siska.


Ya sabar sampai tunggu aku mapan dulu,baru aku percaya diri untuk bertemu kedua orang tua kamu sayang"Ucap Bisma menjelaskan.


"Halah kelamaan,dan lagi aku tidak butuh itu semuanya"Ucap Siska merajuk.


"Aku tidak yakin ketemu sama orang tua kamu,kalau kondisiku saja masih seperti ini,sayang mengertilah"Ucap Bisma.


"Papa pasti mau menerima kamu,karena Papa sangat pengertian orangnya"Sahut Siska.


"Lalu bagaimana dengan mama kamu sayang ?"Tanya Bisma"


"Kalau Mama sih gak yakin,karena gayanya aja yang sok sosialita dan sok perfeksionis"Ucap Siska.


"Nah itu dia sayang masalahnya"Timpal Bisma.


"Tapi kalau Papa udah setuju,itu tidak ada bisa merubah keputusan Papa sekalipun itu Mama"Ucap Siska.


"Oh begitu ya?"Tanya Bisma.


"Iya,semua keputusan ada di tangan Papa"Timpal Siska.


"Oke baiklah kalau begitu,nanti kita atur waktunya ya sayang untuk ketemu sama papa kamu"Ucap Bisma.


"Kapan,nanti keburu Papa berangkat lagi ke Jakarta?"Tanya Siska.


"InsyaAllah secepatnya sayang"Jawaban Bisma sangat menenangkan hati Siska.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


******


__ADS_2