Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 63. Facebook Dinda di Kuasai Deddy.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Mbak Tia,hari ini sepertinya kita harus bekerja keras,ada tiga orang reseller dropship meminta di kirim barang secepatnya" Ujar Dinda.


"Iya Bu,yang mana aja barang yang mau di packing Bu?" Tanya Tia.


"Ini punya Bu Pinkan 15 pcs tas di kirim ke Gorontalo,yang ini 9 tas dan 3 sepatu punya Bu Widia kirim ke Jayapura dan yang numpuk di sebelah sana punya bidan Yani 17 pcs kirim ke Pekanbaru mbak" Ujar Dinda menjelaskan.


Oke baik Bu" Sahut Tia.


"Jangan sampai tertukar barangnya ya mbak, kalau udah di packing,kamu kasih kode ya mbak,pakai spidol ya mbak" Ujar Dinda.


"Siap Bu" Sahut Tia.


Dinda pun sibuk merekap orderan dan menulis alamat rumah customer yang akan di kirimkan barangnya hari itu juga.Selesai merekap Dinda langsung membantu Tia packing packing.


"Alhamdulillah beres juga mbak,setelah tiga jam kita packing packing hehehe" Ucap Dinda.


"Iya Bu,Alhamdulillah hari ini banjir orderan ya Bu" Timpal Tia.


"Oke mbak,sekarang bantuin saya untuk bawa barang barang ini ke dalam mobil,kita langsung meluncur ke JNE,Tiki dan kantor pos" Ujar Dinda.


"Oke siap Bu" Timpal Tia.


Setelah barang semua masuk ke dalam mobil, Dinda dan Tia pun segera bergegas menuju ke tempat jasa expedisi pengiriman barang.


"Mbak yang punya Bu Pinkan kita kirim di kantor pos,jadi barang punya dia semuanya kita turunkan dari mobil" Ujar Dinda.


"Siap Bu" Tia dengan lincah membantu menurunkan barang barang atas nama Bu Pinkan lalu di bawa masuk ke dalam kantor pos.


" Pak,ini barangnya saya tumpuk disini ya,nanti saya kembali lagi kemari" Ucap Dinda pada pegawai kantor pos.


"Oke Bu Dinda,nanti saya input datanya seperti biasa ya hehe" Timpal pak pos.


"Sip pak,saya tinggal dulu ya pak" Dinda berpamitan.


"Iya Bu Dinda" Sahut pak pos.


Dinda dan Tia pun keluar dari kantor pos dan langsung menuju ke jasa pengiriman Tiki.


"Hii dek,seperti biasa ini barang barang kakak tolong di input ya dek" Ujar Dinda pada pegawai Tiki tersebut.


"Oke siap kakak,seperti biasa ya kakak?" Sahut pegawai Tiki tersebut.


"Iya dek,seperti biasanya pakai yang ekonomi aja dek" Ujar Dinda.


"Oke kakak" Timpal pegawai Tiki tersebut.


"Sekarang kita tinggal ke JNE mbak" Ucap Dinda pada Tia.

__ADS_1


"Oke Bu" Sahut Tia.


Dinda dan Tia pun segera berlalu dari kantor tiki,Dinda pun segera melajukan mobilnya menuju ke kantor JNE.Setelah semua barang di input Dinda pun membayar ongkir pada kasir JNE.


"JNE udah selesai mbak,sekarang kita kembali lagi ke kantor pos dan Tiki untuk mengambil resi pengiriman dan sekalian bayar ongkirnya" Ucap Dinda sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Iya bu" Sahut Tia.


Setelah membayar semua biaya ongkir di kantor pos dan Tiki,Dinda dan Tia pun berlalu dan masuk ke dalam mobil.


"Mbak kamu lapar gak?kita cari makan dulu ya,kamu mau makan apa mbak?" Tanya Dinda.


"Terserah Bu Dinda aja,saya ikut aja Bu" Timpal Tia.


Dinda pun menepikan mobilnya dan mampir di rumah makan pinggir jalan,lalu mengajak Tia masuk ke rumah makan tersebut.


"Mbak mau makan apa?" Dinda menyodorkan buku menu sama Tia.


"Ayam penyet sama cah kangkung aja Bu,minumnya es teh manis" Sahut Tia.


"Kalau saya pesan tomyam seafood dan minumnya orange jus ya mbak" Ujar Dinda pada pelayan.


"Iya Bu,mohon di tunggu sebentar ya Bu" Ucap pelayan.


"Mbak,karena kamu udah bekerja keras hari ini,saya akan kasih bonus buat kamu mbak,ini terimalah" Dinda memberikan lima lembar uang ratusan ribu pada Tia.


"MasyaAllah Alhamdulillah terima kasih banyak ya Bu, semoga jualannya tiap hari laris manis terus hehehe" Ucap Tia dengan wajah sumringah.


Setelah selesai makan Dinda dan Tia pun segera bergegas untuk pulang ke rumah,karena hari sudah mulai gelap dan hampir Maghrib.


Setelah selesai shalat Maghrib Dinda pun santai dan melihat ada beberapa pesan masuk di WhatsAppnya.


"Hallo kak Dinda,saya ada komen di Facebook, tapi kok gak di respon ya kak?" Pesan Lilan.


"Oh iya maaf say,saya belum sempat buka Facebook hari ini karena banyak kerjaan" Balas Dinda.


"Saya mau pesan banyak kak,untuk di jual lagi ke orang lain,apa ada diskon kak,kalau saya ambil barang dalam jumlah yang banyak?" Tanya Lilan.


"Oh tentu aja ada diskon dan ada harga spesial buat para reseller,kalau kamu order barang dalam jumlah yang banyak say" balas Dinda.


"Itu semua barangnya ready stock ya kak?" Tanya Lilan.


"Barang yang mana aja say yang mau di order?" Balas Dinda.


"Semuanya yang saya komen di Facebook kak" Balas Lilan.


"Oke sebentar ya say,saya akan log in dulu ke Facebook" Balas Dinda.


Dinda berusaha log in ke Facebook,namun beberapa kali di coba gagal dan gagal terus.

__ADS_1


"Ada apa ini dengan Facebook,kok gak biasanya seperti ini?" Batin Dinda.


Dinda pun penasaran,ia mencobanya sekali lagi,namun usahanya sia sia dan tetap saja gagal tak bisa log in.


"Ini pasti ulah Deddy" Batin Dinda geram.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt" Dinda menghubungi Deddy.


"Hallo bang" Ucap Dinda.


"Iya" Jawab Deddy datar.


"Kamu apakan Facebook aku bang,beberapa kali aku log in,kok gak bisa bisa?" Tanya Dinda.


Tiba-tiba Deddy mematikan teleponnya dan Dinda pun berusaha untuk meneleponnya kembali.


"Bang,kok teleponnya di matiin?" Tanya Dinda mulai geram.


"Malas" Sahut Deddy datar.


"Maksud kamu apa?kenapa Facebook aku di ganti password nya?" Tanya Dinda kesal.


"Tanya aja sama diri kamu sendiri" Timpal Deddy enteng.


"Heh bang,tolong ya jangan seenaknya aja main ganti password Facebook aku,cepat kasih tahu password nya apa,soalnya ada customer yang mau order nih" Ujar Dinda emosi.


"Halah,customer apa customer?" Tanya Deddy balik bertanya.


"Beneran customer bang,cepat apa password barunya?" Tanya Dinda mulai meninggikan suaranya karena kesal.


"Dinda,jawab dulu pertanyaan aku! " Timpal Deddy.


"Iya,mau nanya apa?" Sahut Dinda kesal.


"Siapa itu Karenina ayu?" Tanya Deddy dengan nada tinggi.


"Oh,itu temanku bang" Jawab Dinda.


"Teman cewek apa cowok?" Tanya Deddy kesal.


"Ya ceweklah bang,namanya aja Karenina ayu" Sahut Dinda.


"Jangan bohong,aku tahu dia bukan cewek! " Timpal Deddy emosi.


"Lah emang cewek bang,udah cepetan apa password nya,aku tidak ada waktu untuk berdebat" Ujar Dinda.


"Kalau kamu tidak jujur,password nya gak akan aku kasih tahu! " Deddy mematikan teleponnya.


"Astaghfirullah Al'adzim,dasar manusia aneh, nyebelin banget sih" Gumam Dinda geram.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


********


__ADS_2