
( POV Rani )
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Kevin menghubungi Rani.
"Hallo bang?" Ucap Rani.
"Ran,aku mau ke Jakarta" Terdengar suara parau Kevin di ujung telepon.
"Mau ngapain bang,terus sekolahnya gimana?" Tanya Rani.
"Mungkin aku akan berhenti sekolah Ran" Timpal Kevin.
"Kenapa bang,kalau ada masalah ceritalah bang" Ucap Rani.
"Udah dulu ya Ran,aku mau cari tiket dulu" Ucap Kevin.
"Bang tunggu,jangan di tutup dulu,sekarang abang ada dimana?" Tanya Rani.
"Di hotel yang di sebrang Mall" Timpal Kevin.
"Bang,bentar lagi aku kesana sama mama ya" Ucap Rani.
"Oke Ran" Timpal Kevin.
Rani pun menutup teleponnya,ia pun berlalu menuju ke kamar Dinda.
"Ma,Rani boleh minta antar ke ke hotel tempat Kevin nginap gak ma?" Ucap Rani.
"Hah,mau ngapain?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.
"Sepertinya Kevin lagi ada masalah ma" Timpal Rani.
"Masalah apa?" Dinda bertanya lagi.
"Enggak tahu ma,makanya sekarang kita kesana aja ma" Timpal Rani.
__ADS_1
"Ya udah,tapi mama mandi dulu ya" Timpal Dinda.
"Iya ma" Sahut Rani.
Setelah selesai mandi,Dinda pun berdandan di depan cermin,ia merias wajahnya dengan makeup tipis tipis.
"Rani,mama udah siap,ayo kita berangkat" Teriak Dinda.
Rani pun keluar dari dalam kamarnya,lalu keduanya pun berlalu menuju garasi mobil dan Dinda pun mengendarai mobilnya menuju ke hotel dimana tempat Kevin menginap.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Rani menghubungi Kevin.
"Hallo bang,aku sama mamaku udah sampai di depan hotel" Ucap Rani.
"Iya Ran,tunggu sebentar ya,aku akan segera turun" Timpal Kevin.
Setelah menunggu lima menit,tampak Kevin keluar dari dalam hotel tersebut,lalu ia pun masuk ke dalam mobil Dinda.
"Hii bang,are you okay?" Tanya Rani.
"Oke,sekarang kita mau kemana nih?" Timpal Dinda.
"Ke cafe aja tan" Sahut Kevin.
"Oke,ke cafe mana kita?" Tanya Dinda.
"Wijaya cafe tan" Timpal Kevin.
Degh!
Dinda kaget mendengar cafe yang di ucapkan oleh Kevin,seketika itu ia langsung teringat pada pemilik tersebut yaitu Shandy.
"Ma,kok malah ngelamun?" Tanya Rani.
"Eh,enggak Ran,ya udah sekarang kita berangkat" Timpal Dinda.
__ADS_1
Dinda pun melajukan kendaraannya menuju ke Wijaya cafe.Sesampaiya di cafe tersebut Kevin langsung masuk ke dalam dan di ikuti oleh Rani dan Dinda.
"Permisi mau pesan apa?" Tanya pelayan.
"French fries dan lemon tea hangat satu ya mbak! " Ucap Kevin.
"Orange juice satu" Ucap Dinda.
"Aku mau lemon tea hangat juga" Timpal Rani.
"Nak Kevin,kamu lagi ada masalah apa?" Tanya Dinda membuka obrolan.
"Kevin di usir dari rumah tante" Ucap Kevin sedih.
"Kenapa,kok bisa di usir?" Tanya Dinda penasaran.
"Gara-gara Kevin membuka handphone papa tan,Kevin mau cari tahu tentang selingkuhan papa,tapi pas Kevin pegang hape papa ketahuan dan saling rebutan hape,akhirnya hape papa jatuh dan pecah,papa murka,terus Kevin di usir dari rumah" Curhatnya.
"Omaygatsss,sampai ngusir segala,terus mama gimana?" Tanya Dinda.
"Mama cuma bisa nangis aja melihat Kevin di marahin habis-habisan dan di usir sama papa,mama sempat menahan Kevin supaya jangan pergi dari rumah,tapi papa lebih berkuasa dan mama pun hanya bisa pasrah dan menangis melihat Kevin pergi dari rumah" Terangnya.
"Terus,katanya ada rencana mau ke Jakarta ya,apa di sana ada saudara?" Tanya Dinda.
"Enggak ada tante,mungkin Kevin akan melamar pekerjaan di pub Jakarta tan" Timpalnya.
"Hmm,kalau menurut tante sih nak Kevin gak usah ke Jakarta,kasihan Mama kamu nanti nyariin" Ucap Dinda.
"Sebenarnya Kevin juga kasihan sama mama dan sama adik Kevin tan,tapi mau gimana lagi,mungkin ini udah jalan hidup kevin tan" Timpal Kevin sedih.
"Sebaiknya kamu pulang ke rumah nak kevin,mama kamu pasti sedih mikirin kamu dan kamu gak usah mengindahkan papa kamu,kalau kamu pergi kasihan mama kamu kalau di siksa sama papa kamu,gak yang bela lagi nak Kevin" Dinda menasihati Kevin.
BERSAMBUNG
*****
__ADS_1