Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 143.Makan Siang Bersama Aska.


__ADS_3

( POV Dinda )


Hari ini Dinda sangat sibuk sekali,ia bertemu dengan vendor dan beberapa supplier barang.


"Kring...Kring..Kring" ponsel Dinda berdering.


"Hallo bu" Terdengar suara Aska di ujung telepon.


"Iya hallo pak" Sahut Dinda.


"Lagi dimana bu?" Tanya Aska.


"Lagi di jalan pak,habis ketemu sama supplier barang" Timpal Dinda.


"Oh lagi sibuk ya bu,ya udah lanjut bu" Ucap Aska.


"Enggak sibuk pak,udah selesai semua urusan hari ini,by the way udah makan siang belum pak?" Tanya Dinda.


"Belum bu,baru bangun" Timpalnya.


"Ya udah,siap-siap ya pak,sebentar lagi aku jemput kamu,kita makan siang bareng,oke?" Ucap Dinda.


"Oke bu,ya udah kalau gitu saya siap-siap dulu" Timpalnya.


Sepuluh menit kemudian mobil Dinda telah sampai di depan ruko Aska.


"Tut..tut..tut" Dinda menghubungi Aska.

__ADS_1


"Hallo pak,aku udah di depan ruko nih" Ucap Dinda.


"Iya bu,bentar lagi saya keluar" Timpal Aska.


Dinda pun menunggu di mobil sambil memainkan layar ponselnya,ia membalas chat customer satu persatu.


"Tok..tok..tok" Aska mengetuk pintu mobil.


"Eh pak,masuk pak" Dinda tersenyum sambil membuka kaca mobilnya.


"Serius amat Bu main hapenya hehe" Ucap Aska cengengesan sambil masuk ke dalam mobil.


"Enggak,biasa ini pak,lagi balas-balasin chat customer" Timpal Dinda.


"Bagaimana lancar jualan onlinenya bu?" Tanya Aska.


"Iya bu,saya sih ikut aja bu hehe" Timpal Aska.


Sesampainya di depan Mall,Dinda dan Aska pun masuk ke dalam restoran yang terbilang private.Dinda memilih tempat duduk yang jauh dari keramaian pengunjung lainnya.


"Kita duduk disini aja ya pak" Ucap Dinda.


Aska hanya mengangguk dan tersenyum,lalu keduanya pun duduk di sofa restoran.


"Permisi pak,bu,mau pesan apa?" Tanya pelayan.


"Beef steak,French fries dan orange juice ya dek" Ujar Dinda.

__ADS_1


"Hemm,apa ya?bingung bu,banyak sekali pilihan menunya" Aska membolak-balikkan buku menu yang ada di hadapannya.


"Hemm,ini aja deh,capcay ayam sama nasi putih,minumnya teh hangat ya" Ucap Aska.


"Oke baik pak" Ucap pelayan sambil mencatat pesanan di buku kecil,kemudian ia pun berlalu.


"Pak,maaf ya pak,jujur aku terkejut saat pertama kali melihat kamu" Ucap Dinda.


"Kenapa bu,kaget ya melihat aku kurus kering dan dekil begini?" Tanya Aska.


"Iya,maaf ya pak,dulu 16 tahun yang lalu waktu kamu masih pacaran sama aku,kamu enggak seperti ini,kamu tampak segar,gagah, putih dan ganteng,kalau sekarang aku hampir tak mengenali kamu lagi pak" Celetuk Dinda.


"Iya mungkin karena keadaan bu,karena sikon dan banyak pikiran,jadi badanku habis begini bu" Curhatnya.


"Pikiran apa sih pak?kamu kan menikah sama anak orang yang paling kaya di kampung kita dan istrimu itu adalah teman SMP aku dulu" Ucap Dinda.


"Hemm,mungkin orang hanya melihat dari sisi luarnya aja ya bu,sebenarnya hidup aku tuh susah bu,nyesek kalau di ceritakan panjang bu" Keluhnya sambil menghisap rokoknya.


"Hemm,nyesek ya?maaf ya pak,aku tidak bermaksud untuk.....


"Enggak apa-apa bu,santai aja,terkadang saya merasa beban hidup ini berat sekali bu,tapi ya mungkin ini sudah takdir tuhan yang harus saya jalani bu" Aska mulai curhat.


**BERSAMBUNG**



\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2