Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 30. Bisma Mulai Jatuh Hati


__ADS_3

( POV Bisma )


Namaku Bisma Dewata,aku lahir di pulau Dewata Bali,usiaku 32 tahun dan kini aku merantau di Palangkaraya dan menjadi dosen honorer di salah satu perguruan tinggi di Palangkaraya.


Kenapa aku masih betah melajang sampai saat ini,karena aku pernah di kecewakan sama seorang perempuan yang bahkan hampir menjadi istriku.


Calon istriku kabur bersama pria lain dan ia adalah selingkuhannya,padahal undangan telah di sebar dan tinggal menunggu beberapa hari saja menjelang akad,tapi ia telah pergi dan meninggalkan aku begitu saja.


Rasa kecewaku yang teramat dalam dan sakit hati karena di khianati,aku pun memilih pergi untuk meninggalkan kampung halamanku. Sejak saat itu,aku sudah tidak percaya lagi sama yang namanya perempuan,bahkan aku pun tidak ingat,kapan terakhir kali aku tersenyum.


"Pak Bisma"Siska memanggil Bisma.


"Masuk"Ujar Bisma.


"Pak tugas sisanya belum selesai,tapi tenang aja Pak,nanti sore pasti sudah selesai,saya janji Pak"Ucap Siska.


"Kalau belum selesai,ngapain kamu ke ruangan saya"Ucap Bisma ketus.


"Oh maaf Pak,ya sudah saya permisi dulu Pak"Timpal Siska sambil berlalu dari ruangan Bisma.


"Eh Sis,ngapain kamu dari ruangan Pak Bisma?Tanya Mira yang berpapasan dengan Siska.


"Eh,itu,anu Mir,biasa aku ada tugas"Ucap Siska gugup.


"Oh begitu"Timpal Siska.


"Eh Mir,Sulis mana?Tanya Siska.


"Lagi ke toilet,nanti juga dia nyusul kita ke kantin"Jawab Mira.


Setelah di kantin Mira dan Sulis pun sibuk ngomongin Bisma.Sedangkan Siska tidak ikut membicarakan Bisma,ia fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


"Eh Kalian tahu gak,kenapa Pak Bisma itu gak pernah senyum?"Tanya Mira pada Siska dan Sulis.


"Eh iya,kenapa ya?"Sahut Sulis.


"Karena dia habis tanam benang di wajahnya,jadi takut rusak kalau tersenyum hahahaha"Mira dan Sulis tertawa terbahak-bahak.


"Iya benar juga Mir,bisa jadi tuh dia takut kalau senyum,nanti wajahnya jadi keriput,makanya wajahnya selalu tegang hahahaha"Timpal Sulis.


"Eh Sis,kamu kenapa sih,dari tadi diam aja?"Tanya Mira.


"Iya,biasanya kamu paling bersemangat kalau udah ngeledek Pak Bisma hehehe"Ucap Sulis sambil terkekeh.


"Gak apa-apa kok,aku cuma lagi lapar aja"Jawab Siska datar.


"Siska,kamu lagi ada masalah,kok kayaknya dari tadi diam aja?"Tanya Mira.


"Gak ada apa-apa,aku duluan ya,aku lagi banyak tugas nih bye"Siska berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Mira dan Sulis.


"Dia kenapa sih lis?Tanya Mira.


"Entah"Jawab Sulis sambil menaikkan kedua bahunya.


Sore harinya seperti biasa Siska segera bergegas menuju ke ruangan Pak Bisma,untuk menyerahkan sisa tugasnya yang kemarin.


"Yah pintunya udah di tutup,berarti Pak Bisma udah pulang"Batin Siska.


Siska pun segera menuju ke parkiran lalu masuk ke dalam mobilnya,kemudian ia berlalu menuju ke rumah Pak Bisma.


"Assalamualaikum Pak Bisma"Ucap Siska.


"Wallaikumsallam"Ucap Bisma membukakan pintu.


"Pak,ini saya mau menyerahkan sisa tugas kemarin"Siska menyodorkan buku pada Bisma.


"Masuk,biar saya cek dulu tugas kamu"Ujar Bisma.


Siska pun masuk dan di persilahkan duduk, Bisma pun mengecek tugas Siska.


"Hmmm...ini masih banyak yang berantakan,sebenarnya kamu paham gak dengan materi yang saya kasih ke kamu?" Tanya Bisma pada Siska.


"Iya paham Pak,tapi jawaban saya masih salah ya Pak?"Tanya Siska yang sudah pasrah,karena ia sudah capek dengan tugas tersebut.


"Kamu sini dulu deh,biar saya jelaskan sama kamu"Ujar Bisma.


Siska pun mendekat ke arah Bisma dan langsung menyimak penjelasan dari Bisma.


"Jadi bagian ini yang kamu harus revisi ulang, karena ini jawabannya seharusnya tidak seperti ini"Ujar Bisma.


Siska pun melihat ke arah buku yang di jelaskan oleh Bisma,tak sadar kepala Siska beradu sama kepala Bisma.


"Aduh,maaf Pak gak sengaja"Ucap Siska meringis sambil memegang kepalanya.


"Hmmm..."Bisma pun tak sengaja menatap mata indah Siska dan kini mereka pun saling beradu pandang.


"Maaf ya Pak hehehe"Ucap Siska sambil cengengesan.


"Iya"Jawab Bisma singkat.


"Pak,saya boleh numpang ke toilet gak,kebelet nih Pak hehehe"Ucap Siska.


"Boleh,silahkan ke belakang"Ujar Bisma.


Siska pun segera bergegas menuju ke belakang dan mencari toilet.


"Pak,maaf toiletnya di sebelah mana Pak,dari tadi saya cari cari kok gak ketemu Pak"Ucap Siska.


Bisma pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah belakang rumahnya,dan menunjukkan toilet yang memang berada di belakang rumah tersebut.


"Itu di sebelah sana"Bisma menunjukkan tangannya ke arah sumur dan ada kamar mandi kecil di sebelah sumur tersebut.


"Oh iya Pak,makasih ya Pak"Siska pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


Sialnya saat sudah selesai buang air kecil,Siska terpeleset dan berteriak.


"Aaaaa aduh! Siska berteriak.


Bisma pun kaget saat mendengar teriakkan Siska dan segera bergegas menghampiri Siska yang lagi duduk terjatuh di depan kamar mandi.


"Kamu kenapa Siska?"Tanya Bisma mendekati Siska.


"Jatuh Pak,AW kaki aku sakit sekali Pak"Siska meringis menahan sakit di kakinya.

__ADS_1


"Kaki kamu keseleo ini Siska"Ucap Bisma lalu menggendong Siska dan membaringkannya di atas Sofa.


"Aduh sakit kakiku"Siska terisak menahan sakit.


"Kamu tunggu dulu sebentar disini ya"Bisma segera bergegas menuju ke kamarnya.


"Apa itu Pak?"Tanya Siska.


"Ini adalah minyak urut,maaf ya kaki kamu aku urut dulu,supaya agak baikan"Bisma pun mengurut kaki Siska yang keseleo.


"Hmmm...Dosen angkuh ternyata bisa romantis juga ya"Batin Siska sambil memperhatikan wajah Bisma.


"Nah gimana sekarang,masih sakit?"Tanya Bisma.


"Udah agak mendingan"Jawab Siska.


Kemudian Siska pun berusaha berdiri dan mencoba bertumpu pada kakinya tapi....


"Aw aw aduh,sakit huhuhu"Siska meringis dan badannya pun oleng,lalu dengan sigap Bisma menahan tubuh Siska.


"Jangan di paksakan kalau memang masih sakit,ini di urutnya harus secara bertahap dan tidak sekaligus langsung sembuh"Ucap Bisma.


"Tapi Pak,kalau kakiku seperti ini,gimana aku pulangnya?"Tanya Siska.


"Kalau kaki kamu sakit seperti ini,bagaimana kamu bisa bawa kendaraan?"Tanya Bisma.


Siska hanya menggelengkan kepalanya dan ia terlihat pasrah menahan sakit pada kakinya.


"Kamu sudah makan belum?"Tanya Bisma.


"Belum"Jawab Siska sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu tunggu disini sebentar ya"Ujar Bisma.


"Mau kemana,aku takut sendirian di sini"Tanya Siska dengan wajah panik.


"Sebentar saja,mau ke depan dulu beli makanan"Ucap Bisma.


Bisma pun memakai jaket dan helm,lalu ia menyalakan motornya,kemudian berlalu menuju ke depan jalan raya.


Lima belas menit kemudian Bisma sudah kembali ke rumahnya dengan membawa bungkusan di tangannya.Ketika masuk ke dalam rumah ternyata Siska sudah tertidur.


"Siska"Panggil Bisma pelan,namun Siska tidak merespon dan tampak sangat pulas tidurnya.


Bisma pun tidak tega melihat Siska tertidur di atas sofa,lalu Bisma mengangkat tubuh Siska dan membaringkannya di atas ranjang.


Bisma pun kembali ke ruang tamu dan mengecek tugas Siska,sambil sesekali melihat ke arah kamar,siapa tahu Siska terbangun dari tidurnya.


Perut Bisma pun sudah lapar,kemudian ia pergi ke dapur untuk makan bebek goreng yang di belinya di depan jalan raya.Bisma membeli dua bungkus bebek goreng berikut nasinya.


"Aaaaaa"Siska berteriak.


Bisma pun segera bergegas menuju ke kamar, melihat Siska yang berteriak.


"Kamu sudah bangun?"Tanya Bisma pada Siska.


"Aku dimana,kenapa ada disini?"Tanya Siska.


"Kamu tadi sore jatuh dan keseleo,terus di urut, setelah itu aku tinggalin kamu untuk membeli makanan,eh pas pulang kamu sudah tertidur di atas sofa"Bisma menjelaskan panjang kali lebar.


"Kamu tadi tertidur di sofa,aku gak tega lihat kamu tidur di sofa yang sempit dan banyak nyamuk,makanya aku pindahkan ke dalam kamar"Ucap Bisma menjelaskan.


"Oh begitu ya"Ucap Siska masih seperti orang linglung.


"Ya sudah,lebih baik kita sekarang makan dulu yuk"Ajak Bisma pada Siska.


"Tapi kakiku masih sakit,gak bisa jalan"Sahut Siska.


"Ya sudah,biar aku ambilkan makanannya kesini ya"Ucap Bisma.


Siska pun hanya menganggukkan kepalanya dan ia pun duduk di tepi ranjang milik Bisma.


"Ini tadi aku beliin bebek goreng,kamu suka gak bebek goreng?"Tanya Bisma.


"Iya suka"Jawab Siska.


"Ya sudah,nih makan dulu ya"Ujar Bisma menyodorkan piring yang berisi nasi dan bebek goreng tersebut.


"Tapi aku belum cuci tangan"Ucap Siska.


"Oh iya,kalau begitu biar aku suapin kamu aja ya"Ucap Bisma sambil menyuapi makanan pada mulut Siska.


Siska pun makan dengan lahap sekali,karena memang Siska terakhir makan tadi siang di kantin.


"Sumpah demi apa aku di suapin dosen angkuh bin sombong,ah ternyata aslinya dia sangat romantis sekali,dan kenapa sekarang ngomong "aku" "Kamu" biasanya dia manggil dirinya dengan sebutan "saya".Batin Siska.


"Udah kenyang Pak"Ucap Siska sambil menutup mulutnya.


"Ya sudah kalau begitu,nih minum dulu"Bisma menyodorkan segelas air putih pada Siska.


"Terima kasih banyak Pak"Ucap Siska.


Bisma pun segera berlalu menuju ke dapur untuk menyimpan piring dan gelas kotor tersebut.


"Pak,ini sudah jam berapa ya?"Teriak Siska pada Bisma.


"Jam 10 malam Siska"Sahut Bisma dari ruang tamu.


"Pak,aku takut sendirian di sini"Teriak Siska.


"Kamu takut apa,inikan di dalam rumah?"Bisma menghampiri Siska.


"Iya takut aja,soalnya aku gak terbiasa di dalam kamar ini"Jawab Siska.


"Ya sudah,aku temani kamu disini"Ucap Bisma.


Kini Siska dan Bisma pun tidur bersebelahan satu ranjang dan di batasi oleh bantal guling.


"Ini batas kita ya"Ucap Siska sambil meletakkan bantal guling di tengah.


"Iya"Sahut Bisma.


Siska membalikkan badannya menghadap ke tembok dan membelakangi Bisma.Sedangkan Bisma menatap langit langit plafon rumah kontrakan yang sudah mulai usang.

__ADS_1


Siska tidak bisa tidur,karena habis Maghrib tadi ia tertidur selama tiga jam,jadi matanya sangat sulit sekali untuk di pejamkan.


Siska membalikkan badannya dan tanpa di sengaja Bisma pun yang tadinya terlentang kini membalikkan badannya juga,kini mereka sama sama saling berhadapan dan beradu pandang.


Bisma menatap sayu pada Siska,lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Siska.


"Siska"Bisik Bisma.


"Ya"Ucap Siska lirih.


Hembusan nafas Bisma semakin terasa di wajah Siska,dan Bisma pun mendekatkan bibirnya ke bibir Siska.


Bisma mencumbui bibir Siska dengan penuh kelembutan,semakin lama bercumbu semakin membara gairah mereka berdua.


Kemudian Bisma pun melucuti pakaian Siska dan di luar pun terdengar suara hujan yang menambah syahdu malam itu.


"Siska,apakah aku boleh?"Tanya Bisma sambil memegang wilayah hutan belantara milik Siska.


Siska hanya mengangguk dan tersenyum kemudian terjadilah hal hal yang di inginkan bersama,sebagaimana dua orang dewasa yang berada dalam satu ruangan.


Keesokan paginya Bisma sudah bangun duluan dan tengah sibuk di dapur.


"Hmmm....harum sekali,aroma apa ini?"Siska bangun dari tidurnya.


Siska pun berjalan perlahan dengan bertumpu pada satu kaki dan kaki yang satunya di seret seret lalu berjalan menuju ke dapur.


"Pak,lagi masak apa?"Tanya Siska mengejutkan Bisma yang tengah asik memasak di dapur.


"Eh,kamu sudah bangun ya?"Tanya Bisma pada Siska.


"Sudah Pak"Jawab Siska kemudian ia berusaha duduk di atas kursi meja makan.


"Nih aku sudah masakin kamu capcay dan tempe goreng,kamu suka gak?"Tanya Bisma.


"Wah suka dong,pastinya ini enak banget kalau bapak yang masak hehe"Ucap Siska.


Bisma pun mengambilkan sepiring nasi lalu meletakkannya di hadapan Siska.


"Silahkan di makan"Ujar Bisma pada Siska.


"Terima kasih banyak Pak"Ucap Siska sambil mengambil dua potong tempe dan sayur capcay buatan Bisma.


"Hmmm....ini benar benar enak banget Pak,ini capcay rasanya kayak yang di jual di restoran gitu"Ucap Siska jujur.


"Ah masa sih?"Tanya Bisma sambil tersenyum.


"Hehehe iya pak,beneran deh,kok bapak pintar masak sih?"Tanya Siska.


"Ya karena aku hidup sendiri di perantauan,jadi aku harus serba bisa hehehe"Jawab Bisma sambil terkekeh.


"Tumben nih dosen angkuh sekarang banyak senyum dan mau ketawa,apa karena kita semalam udah....


"Kalau lagi makan jangan melamun,pamali kalau kata orang tua hehehe"Ujar Bisma mengagetkan Siska.


"Eh,ini pak,aku lagi mikir gimana nanti aku ke kampusnya,masa pake baju ini lagi?Siska mengalihkan pembicaraan dan berspekulasi.


"Hey,kamu lupa ya,inikan tanggal merah hehehe"Ucap Bisma sambil terkekeh.


"Ah masa sih Pak?"Tanya Siska tak percaya.


"Iya,ini hari libur nasional,hari wafatnya Isa Al-Masih"Ucap Bisma menjelaskan.


"Oh,iya ya Pak hehehe,maklum gak pernah lihat kalender soalnya hehehe"Timpal Siska.


Selesai makan Siska mengambil ponselnya dari dalam tas miliknya,kemudian ia charger di kamar Bisma.


"Kamu mau mandi gak Sis,biar segar badannya" Ucap Bisma.


"Iya,tapi takut terpeleset lagi Pak"Ucap Siska.


"Ya sudah,biar aku tuntun saja ke kamar mandi yuk"Bisma pun menyambar handuk yang menggantung di balik pintu kamarnya, kemudian menggandeng tangan Siska menuju kamar mandi.


"Mau mandi sendiri atau mau di mandiin?"Ucap Bisma menggoda Siska.


"Hmmm..."Siska hanya tersenyum pada Bisma.


"Ya sudah,silahkan kamu mandi dulu,biar aku tunggu di depan kamar mandi sini ya"Ucap Bisma.


"Iya"Timpal Siska.


Siska pun mandi membersihkan tubuhnya dan tak lupa juga ia keramas untuk mandi junub.


"Sudah Pak"Ucap Siska dari balik pintu kamar mandi.


Siska pun membuka pintu kamar mandi dan hanya mengenakan handuk milik Bisma.


"Sini biar aku gendong aja ya, daripada kamu terpeleset lagi kayak kemarin kan bahaya"Dengan sigap tangan kekar Bisma menggendong tubuh Siska.


Sesampainya di kamar,Bisma mendudukkan Siska di atas ranjang dan Bisma pun membuka lemari lalu mengambil baju kaos miliknya.


"Nih pake,ini lumayan agak kecil kaosnya"Ucap Bisma sambil menyodorkan kaos ke arah Siska.


"Terima kasih Pak"Ucap Siska.


"Apa mau di pakein bajunya"Ucap Bisma sambil menatap mata Siska.


Siska hanya diam saja dan salah tingkah ketika di tatap oleh Bisma,membuat jantungnya dak dik duk tak karuan.


"Sini"Bisma meraih handuk di tubuh Siska lalu melepaskannya.


Bisma menelan Saliva nya saat melihat keindahan tubuh Siska di hadapannya.


"Siska"Bisma mendekat ke arah Siska dan memeluknya.


Kemudian Bisma dan Siska pun saling mencumbu dengan di iringi suara kicauan burung di pagi hari.


Bisma pun dengan gagah telah melakukannya untuk yang kedua kalinya bersama Siska.


"Siska,aku sayang kamu"Bisik Bisma setelah keduanya terkulai lemas di tempat tidur.


"Aku juga"Sahut Siska sambil tersenyum.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


********


__ADS_2