Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 41. Hidup Mawar Memprihatinkan


__ADS_3

Namaku Mawar,usiaku kini 42 tahun.Aku menikah dengan Shandy saat usiaku masih 21 tahun.Aku berasal dari Blitar,tapi bukan di kotanya,melainkan di desanya.Kedua orang tuaku seorang petani.


Ketika usiaku menginjak 21 tahun,aku memutuskan untuk merantau ke Palangkaraya, mengikuti jejak paman dan bibiku,yang sudah terlebih dulu merantau di Palangkaraya.


Dulu Shandy dan teman teman kampusnya sering nongkrong di kantin kampus,dan aku pun membantu paman dan bibiku berjualan mie ayam bakso di kampus tersebut.


Kedekatan aku dan Shandy terjalin begitu saja, Shandy sering mendekati paman dan bibiku, untuk menanyakan tempat tinggal kami.


Setiap malam Shandy selalu bertandang ke rumah paman dan bibiku,aku pun sering di ajak jalan jalan menggunakan motor gedenya dan berkeliling kota Palangkaraya.


Setelah menjalin kedekatan yang sangat intens, aku pun telat datang bulan, syukurnya Shandy orang yang sangat bertanggung jawab, meskipun ia masih mahasiswa,tapi Shandy berani mengambil keputusan untuk menikahi aku,dan sejak saat itulah,kehidupanku berubah seratus delapan puluh derajat.


Shandy yang memang anak orang kaya,kedua orangtuanya seorang pengusaha sukses di kota Palangkaraya.Sebelum aku menikah dengan Shandy,orang tuanya telah membangunkan sebuah rumah besar dan mewah untuk Shandy,maklum Shandy anak semata wayang.


Sejak menjadi nyonya Shandy kehidupanku berubah menjadi glamor dan aku pun berteman dengan istri istri pengusaha lainnya.


Kami sering kumpul kumpul untuk mengadakan arisan dan charity.Arisan kami bukanlah arisan biasa,melainkan siapa yang dapat arisan,boleh berkencan sama berondong.


Suatu hari aku menang arisan,dan akulah yang akhirnya bisa kencan bersama Zidane.Zidane adalah seorang pria muda berusia 29 tahun, mempunyai wajah yang sangat tampan dan rupawan.Awalnya aku dan Zidane hanya sekedar jalan biasa,lalu kami ngobrol atau sharing,lama lama terjalinlah hubungan cinta terlarang antara aku dan Zidane.


Dua tahun aku menjalin hubungan cinta terlarang bersama Zidane,bukan tanpa alasan kenapa aku berselingkuh,karena jujur aku sering merasa kesepian,karena Shandy terlalu sibuk mengurus bisnisnya di luar kota.Karena sejak orang tuanya Shandy meninggal,Shandy terjun langsung untuk mengurus bisnis peninggalan orang tuanya itu.


Namun di hari itu,aku dan Zidane lagi apes,tiba tiba Shandy memergoki aku dan Zidane sedang berada di hotel.Aku pun di gugat cerai oleh Shandy dan sekarang aku tinggal di perumahan kecil dan sangat sederhana sekali.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hariku,aku membuka warung kecil-kecilan di depan rumah. Ya rumah kecil yang di berikan Shandy untukku.


"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Sebentar" Ucap Mawar sambil bergegas ke arah pintu.


"Kreeeeekkkk" Pintu pun di buka oleh Mawar.


"Siska?" Mawar kaget melihat Siska datang bersama Bisma.


"Assalamualaikum ma" Ucap Siska.


"Wallaikumsallam,mari masuk nak"Ajak Mawar pada Siska dan Bisma.


"Mama lagi ngapain?" Tanya Siska.


"Eh,ini Mama lagi bikin tumis kangkung nak" Sahut Mawar.


"Memangnya Mama bisa masak?" Tanya Siska.


"Ya bisa dong nak,sebentar ya Mama tinggal dulu, Mama mau mematikan api kompor dulu" Mawar pun berlalu menuju ke dapur.


Siska melihat penampilan Mawar berubah drastis,dulu walaupun di rumah,selalu memakai baju branded setiap harinya,apalagi kalau mau keluar rumah,selalu mengutamakan penampilan.


Setiap hari wajahnya tak pernah lepas dari makeup,dan Mawar pun sering perawatan ke salon dan klinik kecantikan.Namun sekarang Mawar hanya mengenakan daster biasa,dan wajahnya polos tanpa makeup,rambutnya di gulung seperti bik Ijah.


"Silahkan di minum teh nya Siska dan nak Bisma" Ujar Mawar sambil meletakkan dua cangkir teh di atas meja.


"Mama tinggal sama siapa disini?" Tanya Bisma.


"Sendirian aja nak Bisma" Sahut Mawar.


"Orang tua Mama dimana?" Tanya Bisma.


"Jauh di Blitar Jawa timur,tapi kakek dan neneknya Mawar,sudah pada meninggal dua duanya" Ucap Mawar menjelaskan.


"Kenapa Mama gak kembali ke rumah Papa yang besar ma?disana kan banyak kamar kosong" Ucap Siska polos.


"Iya,sekarangkan setatus Mama dan Papa sudah berbeda nak,tidak seperti dulu lagi" Timpal Mawar.

__ADS_1


"Jadi sekarang Mama buka warung ya?" Tanya Siska.


"Iya nak,kalian udah pada makan belum?" Tanya Mawar.


"Belum ma" Sahut Siska.


Mawar pun berlalu menuju ke dapur dan membawa beberapa piring makanan,dan meletakkannya di atas meja.


"Kebetulan Mama baru selesai masak,kita makan sama sama ya" Ucap Mawar.


"Ini semua Mama yang masak?" Tanya Siska.


"Iya nak"Timpal Mawar.


"Kalau dulu di rumah besar,Mama tidak pernah turun ke dapur,sekarang Mama terjun sendiri ke dapur ya ma?" Tanya Siska.


"Iya nak,mari makan nak Bisma,lauknya seadanya aja ya" Ucap Mawar.


"Wah enak nih ma,masakannya seperti di rumah saya yang di Bali hehehe" Sahut Bisma.


"Iya silahkan di makan nak" Ujar Mawar.


Bisma pun mengambil nasi,tumis kangkung dan tempe goreng,kemudian makan dengan lahap.


"Enak ya sayang?" Tanya Siska pada Bisma.


"Enak,kamu cobain deh masakan Mama kamu sayang,apa mau di suapin?" Tanya Bisma.


"Iya,mau di suapin" Ucap Siska manja.


"Nih aaa aaa ham,enakan?" Tanya Bisma.


"Iya enak,apapun makanannya kalau di suapin sama tangan kamu,pasti enak sayang" Timpal Siska.


"Bukan begitu sayang,tapi emang masakan Mama kamu yang enak" Ucap Bisma.


"Ayo nambah lagi nak" Ujar Mawar.


"Beli...beli,Bu beli Bu" Terdengar suara anak kecil teriak teriak di depan rumah.


Mawar pun segera mencuci tangannya ke dapur,lalu bergegas menuju ke warungnya.


"Beli apa?" Tanya Mawar.


"Beli garam Bu,kembaliannya beli permen" Sahut anak kecil tersebut.


"Oh,tunggu sebentar ya" Ucap Mawar.


Mawar pun mengambil garam dan permen,lalu di masukkan ke dalam plastik kecil, kemudian di kasihkan ke anak kecil tersebut.


"Nih dek" Ucap Mawar.


"Terima kasih Bu,ini uangnya" Timpal anak kecil tersebut sambil menyodorkan uang lima ribuan.


Setelah itu Mawar pun masuk kembali ke dalam rumah.


"Loh kok udah pada selesai makannya,gak nambah nak?" Tanya Mawar.


"Udah nambah dua kali ma" Timpal Bisma.


"Oh,Bisma suka masakan rumahan ya?" Tanya Mawar.


"Iya suka ma,saya jadi ingat masakan Ibu di kampung" Timpal Bisma.

__ADS_1


"Oh iya ya,kalau begitu,,kapan kapan kesini lagi,biar Mama masakin buat kalian" Ujar Mawar.


"Iya ma" Sahut Siska.


"Oh iya ma,ini tadi saya sama Siska sempat mampir ke toko kue dan ini untuk Mama" Ucap Bisma sambil menyodorkan plastik.


"Wah,apa ini nak?" Tanya Mawar.


"Bolu keju sama bolu pandan ma" Timpal Siska.


"Wah,ini pasti enak banget,'terima kasih ya nak,kalian sudah repot repot bawain Mama bolu segala" Ucap Mawar.


"Ah gak repot kok ma,maaf kami cuma bawa itu saja hehehe" Timpal Bisma.


"Ma,kami pamit pulang dulu ya,terima kasih makan siangnya ma" Ucap Siska sambil memeluk Mawar.


"Iya nak,sering seringlah main kesini nak,kalau lagi ada waktu senggang atau sedang libur kuliah" Ucap Mawar pada Siska.


"Iya ma,kapan kapan kami kesini lagi" Timpal Siska.


Siska dan Bisma pun telah berlalu pergi meninggalkan rumah Mawar.


"Bu Mawar,siapa itu?cantik dan ganteng banget ya?" Tanya Bu Reni pada Mawar.


"Eh,Bu Reni,itu anak dan mantu saya Bu" Sahut Mawar.


"MasyaAllah cantik dan ganteng,seperti artis artis yang ada di televisi ya bu?" Ucap Bu Reni.


"Ah Bu Reni,terlalu berlebihan hehehe" Timpal Mawar.


"Tapi,kenapa mereka gak tinggal sama Bu Mawar disini?" Tanya Bu Reni.


"Iya,anak saya Siska masih kuliah,dan mantu saya orang sibuk Bu,banyak kerjaan" Timpal Bu Mawar.


"Eh,iya hampir lupa,saya kan tadi kesini mau beli minyak goreng Bu,ada Bu minyak gorengnya?" Tanya Bu Reni.


"Ada Bu,tapi harga minyak goreng sekarang lagi naik ya Bu,soalnya sekarang minyak goreng lagi langka" Ucap Mawar.


"Iya gak apa-apa Bu Mawar,sekarang minyak goreng lagi langka ya Bu" Timpal Bu Reni.


Setelah Bu Reni membayar minyak goreng tersebut,Mawar kembali masuk ke dalam rumah,untuk mencuci piring bekas makan siang tadi.


"Bu Mawar,Bu,beli Bu"


"Sebentar" Sahut Mawar sambil bergegas menuju ke warungnya.


"Oh Lasmi,mau beli apa Las?" Tanya Mawar.


"Beli masako ayam dua Bu" Sahut Lasmi.


"Ini Las" Mawar menyodorkan dua sachet masako ayam pada Lasmi.


Beginilah keseharian aku sekarang,aku yang dulu bergelimang harta dan kemewahan,kini aku kembali ke titik nol lagi.


Aku yang terlena dengan harta dan bahkan sampai lupa diri,kini hanyalah penyesalan yang ada.Penyesalan memang selalu datang terakhir.


Walaupun sekarang kehidupanku serba sederhana,tapi tetap aku syukuri,aku masih punya tempat tinggal walaupun kecil.


Toko mebel yang aku percayakan pada Jaka adik kandungku,sekarang mulai menurun.Jaka selalu beralasan kurang modal dan lain sebagainya.


Barang di toko tinggal sedikit,namun hasil penjualannya entah kemana.Setiap di tanya hasil penjualannya kemana?Jaka selalu marah,mengelak dan beralasan,aku malas berdebat dengan adikku sendiri.


Sekarang aku mau hidup tenang di hari tuaku, aku sudah tak mu memikirkan hal hal yang rumit.Walaupun hidup serba sederhana tapi aku merasakan kedamaian,ringan dan tanpa beban.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


********


__ADS_2