Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 120. Rani di putusin Steven.


__ADS_3

( POV Rani )


Setelah satu minggu resmi jadian dan menjalin hubungan dengan Steven,aku mengalami kecelakaan bersama teman sekelas aku yang bernama Della.


Kejadian persisnya aku tidak ingat,namun ketika aku membuka mataku,aku sudah terbaring di rumah sakit,selang infusan pun sudah terpasang di tangan kiri ku.


Setiap hari Steven datang ke rumah sakit untuk menemaniku,sejak saat itulah mamaku jadi mengenal Steven sebagai teman dekatku.


Singkat cerita setelah kejadian kecelakaan itu,aku menjadi di kenal banyak orang,bukan hanya para guru-guru saja,bahkan semua siswa mulai dari kelas tujuh sampai kelas sembilan pun mengenaliku.


Sampai detik ini aku masih tidak menyangka bahwa Steven telah menjadi pacarku,cowok populer di sekolah yang terkenal humble terhadap semua orang.Ia pun aktif di setiap kegiatan sekolah dan mempunyai banyak teman cewek maupun cowok.


Steven orangnya sangat romantis dan perhatian,saat hari aku ulang tahunku, ia pun memberikan aku surprise bersama teman temannya dan ketika hari raya valentine ia juga memberikan aku sekuntum bunga mawar dan beberapa batang cokelat.


Namun setelah empat bulan kami berpacaran, tiba-tiba Steven menghubungiku melalui ponselnya.


"Ran,kamu bisa kesini gak?" Tanya Steven melalui ponselnya.


"Kemana bang?" Tanya Steven.


"Ke rumah Della" Ucap Steven.


"Emang ada acara apa disana?" Tanya Rani.


"Enggak ada acara apa-apa,pokoknya kamu datang aja ya,aku tunggu sekarang juga" Ucap Steven lagi.


"Oke" Timpal Rani.


Selesai olahraga di sekolah,Rani langsung bergegas menuju ke rumah Della bersama Mona teman sekelasnya.Sesampainya di depan rumah Della,tampak Steven sudah menunggunya di halaman rumah Della.


"Ada apa bang,kok tumben kamu ada disini?" Rani bertanya keheranan.


"Ran,mulai hari ini kita putus ya" Ucap Steven.


"Hah,gak ada angin gak ada hujan,kok tiba-tiba putus sih?" Rani mengernyit dahinya.


"Iya,maafkan aku ya Ran,jika selama ini aku ada salah sama kamu,dan ini handphone Mama kamu aku kembalikan" Ucap Steven sembari menyodorkan ponselnya.


"Ya udah bang,kalau kamu memang mau putus sama aku gak apa-apa,tapi jelaskan dulu,kenapa dan apa alasannya?" Tanya Rani penasaran.


"Enggak ada apa-apa Ran,nih hapenya" Steven meraih tangan Rani,dan meletakkan ponsel tersebut di telapak tangan Rani.


Rani masih berdiri dan terdiam mematung sambil meneteskan air matanya,ia melihat di belakang Steven sudah berdiri Della bersama ibunya.


Tampak raut wajah ibunya Della,tersenyum sinis pada Rani,kemudian Rani pun menatap Della dan ia pun tampak tersenyum pada Rani.Entah apa maksudnya,senyuman yang sangat sulit untuk di artikan.

__ADS_1


"Waduh,Steven parah banget sih kamu,kok tiba-tiba Rani di putusin,emang Rani salah apa sama kamu?" Tanya Mona.


Steven tampak tertunduk dan tak menimpali pertanyaan Mona.


"Yang sabar ya Ran,ayo kita pergi dari sini" Mona menarik tangan Rani.


Rani pun pergi di bonceng naik motor oleh Mona,meninggalkan rumah Della.Sepanjang perjalanan menuju pulang,air mata Rani terus saja mengalir.


"Mon,makasih ya udah nganterin aku pulang" Ucap Rani sambil terisak.


"Ran,kamu yang sabar ya,kok aku jadi curiga sama Della dan ibunya,sepertinya Steven di hasut deh sama dua orang itu Ran" Ucap Mona sambil mengelus-elus punggung Rani.


"Entahlah,aku gak mau su'udzon Mon,sekali lagi thank you ya Mon" Ucap Rani.


"Iya sama-sama Ran,kalau begitu aku pamit pulang dulu ya Ran" Timpal Mona.


"Iya Mon,kamu hati-hati di jalan ya" Ucap Rani.


"Assalamualaikum" Ucap Rani sembari membuka pintu,lalu ia pun masuk ke dalam rumah.


"Loh kok udah pulang Ran?baru aja mama mau jemput kamu" Ucap Dinda.


Rani tak menjawab pertanyaan Dinda,ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.Dinda pun tampak kebingungan dengan sikap anak gadisnya itu.


"Ran,buka pintunya Ran! " Ucap Dinda sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Rani.


"Kreeeeekkkk" Rani membuka pintunya,lalu ia pun menutup wajahnya dengan bantal.


"Rani,kenapa menangis,ada masalah apa?" Tanya Dinda penasaran.


Rani masih saja terus menangis dan semakin lama tangisannya semakin pecah.


"Rani are you okay?" Tanya Dinda sambil mengelus-elus punggung anaknya.


"Ran,kamu ada masalah apa,coba cerita sama mama,siapa tahu mama bisa bantu dan bisa kasih solusi" Ucap Dinda sambil memeluk anak gadisnya itu.


"Rani di putusin Steven ma hiks hiks" Ucap Rani sambil menangis sesenggukan.


"Why?are you problem with him?" Tanya Dinda mengerutkan keningnya.


Rani tak menjawab pertanyaan Dinda,ia terus saja menangis,bahkan tangisannya semakin kencang.


"Rani,kalau kita udah berani berpacaran,harus udah siap menerima resikonya,cepat atau lambat ya pasti putus,apalagi kan kalian masih sangat muda,lebih baik kalian fokus aja dulu sama sekolah kalian ya" Ucap Dinda.


"Tapi Rani gak di kasih tahu kenapa dan apa penyebabnya ma,tiba-tiba aja dia mutusin Rani huhuhu" Ucap Rani sesenggukan.

__ADS_1


"Sayang,udah gak usah di pikirkan,kamu pasti bisa melewati ini semuanya" Ucap Dinda.


"Dia mutusin Rani di rumah Della ma hiks hiks?" Ucap Rani.


"What's?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.


Dinda keluar dari dalam kamar Rani,ia pun meraih kunci mobil,kemudian masuk ke dalam mobil,lalu ia melajukan kendaraannya menuju ke rumah Della.


Sesampainya di rumah Della,tampak Steven Della dan ibunya sedang tertawa-tawa di ruang tamu.


"Assalamualaikum" Ucap Dinda.


"Wallaikumsallam" Sahut Della dan ibunya.


"Eh ada Bu Dinda,mari masuk Bu" Ucap ibunya Della ramah dan mempersilahkan Dinda untuk duduk di sofa.


"Iya,makasih Bu" Dinda pun duduk di sofa bersebelahan dengan Steven.


"Eh,Steven ada disini?" Tanya Dinda berbasa-basi.


"Iya tante" Steven mencium punggung tangan Dinda.


"Maaf Bu,sebelumnya saya mohon maaf ya,bukanya saya mau ikut campur urusan anak,tapi saya mau nanya aja sama Steven, sebenarnya Steven dan Rani ada masalah apa?" Tanya Dinda.


"Hmm,i-iya tante,maaf Steven tadi udah mutusin Rani" Steven menundukkan kepalanya.


"Boleh tante tahu alasannya apa?" Tanya Dinda.


"Enggak ada alasan apapun tante,Steven pengen udahan aja tan,Rani terlalu baik buat Steven tante" Ucap Steven.


"Tante tahu,itu hanya alasan klise kamu aja,tapi apapun itu tante harap walaupun kalian udah putus,jangan sampai bermusuhan ya,dan sepertinya Rani masih sangat shock dengan kejadian ini" Ucap Dinda.


"Maafkan Steven tante" Steven menundukkan kepalanya.


"Iya Bu Dinda,tadi juga saya kaget,tiba-tiba Steven mutusin Rani di depan rumah" Timpal ibunya Della.


"Hmm" Dinda mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ya namanya juga masih anak-anak bu,susah kalau masih pada ABG mah" Timpal ibunya Della.


"Hmm,ada yang tidak beres" Batin Dinda.


"Oke baik,kalau begitu saya permisi pamit pulang dulu ya bu" Dinda pun berdiri dari tempat duduknya,ia pun cipika cipiki sama ibunya Della.


Dinda pun masuk ke dalam mobil,kemudian ia pun berlalu meninggalkan rumah Della.

__ADS_1


BERSAMBUNG


*****


__ADS_2