Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 19. Deddy Nekat Datang Ke Rumah Dinda ( POV Dinda)


__ADS_3

Sudah seminggu ini handphone Dinda berdering terus menerus.Sehingga membuat di Dinda kesal dan tidak nyaman karena merasa di teror oleh Deddy.


Bahkan saking kesalnya Dinda sudah tidak peduli lagi dengan handphonenya tersebut.


"Mama hp nya bunyi terus dari tadi,kenapa tidak di angkat angkat?" ucap Rani anakku.


"Biarkan saja Rani,mama lagi malas angkat telepon" sahutku enteng.


"Siapa tahu penting ma,soalnya dari tadi bunyi terus loh" timpal Rani.


"Biarkan saja nak" sahutku.


Dinda segera bergegas menuju ke kamar mandi, karena hari sudah sore dan sudah adzan Maghrib.Kemudian Dinda pun segera bergegas menunaikan ibadah shalat Maghrib.


Setelah selesai shalat Maghrib Dinda pun keluar dari kamarnya lalu menuju dapur.Di meja makan ada lima buah durian beserta lima bungkus soto ayam.


"Mbak Siti,siapa yang kasih durian sama soto ayam ini Mbak?" tanyaku sama Mbak Siti babysitter Shella dan Shelly.


"Oh ini bu,tadi ada laki-laki yang antar kesini,katanya ini nitip buat Bu Dinda" sahut Mbak Siti.


"Laki laki siapa Mbak?" tanyaku.


"Tidak tahu Bu,tidak kenal dan baru pertama kali melihatnya" timpal Mbak Siti.


"Ciri cirinya seperti apa orangnya Mbak?' tanyaku.


"Orangnya berkumis,badannya agak gemuk,hitam manis dan perutnya buncit Bu" jawab Mbak Siti.


"Oh" sahutku sambil manggut-manggut.


Kemudian Dinda segera berlalu meninggalkan Mbak Siti di dapur lalu masuk ke dalam kamar. Dinda langsung meraih handphone di atas nakkas.kemudian Dinda pun mengecek layar ponselnya .27 kali panggilan tak terjawab dan ada pesan masuk dari Deddy.


"Hah! ini orang kenapa ya kok nekat sekali datang ke rumah ini,pakai acara bawa durian sama soto pula" batin Dinda.


Dinda pun segera membuka pesan masuk yang ada di layar ponselnya.


{ Hii Dinda apa kabarnya hari ini? }


{ Semoga hari ini menyenangkan dan selamat beraktifitas Dinda }


{ Dinda kenapa tidak pernah di angkat teleponnya? }


{ Dinda,kamu suka makan durian tidak? }


{ Kalau suka nanti aku bawakan ke rumahmu ya Dinda }


{ Dinda sudah makan apa belum? }


{ Kalau belum,aku bawakan soto sekalian ya }


Begitulah pesan singkat yang berderet dari Deddy.


"Duh kenapa sih nih orang,lama lama kok bikin emosi ya" batinku.


"Tapi apa salahnya aku bilang terima kasih sama dia,kasihan juga sudah jauh jauh datang kesini membawakan makanan,tapi aku tidak tahu terima kasih,apa sebaiknya aku balas saja pesannya" gumamku.


"Terima kasih untuk durian dan sotonya" klik lalu pesan pun terkirim.


Setelah pesan terkirim,tak berapa lama kemudian,Deddy pun menelepon Dinda,akan tetapi Dinda segera mengaktifkan mode silent pada ponselnya lalu meletakkannya di atas nakkas.


Sementara di tempat lain Deddy berusaha menelpon Dinda terus menerus.


"Shakilla lagi liburan ke Bali bersama pacarnya. jadi aku harus bisa berusaha sendiri mendekati Dinda dengan caraku sendiri" batin Deddy.


"Susah banget mau mendapatkan istri orang ini duh,tapi aku suka tantangan,jangan panggil aku Deddy Kurniady kalau tidak bisa mendapatkan hatimu Dinda" gumam Deddy.


"Mungkin sekarang kamu masih bersikap cuek sama aku,tapi lihat saja nanti Dinda,aku pasti bisa mendapatkan kamu" batin Deddy.


Keesokan harinya jam lima sore Dinda sedang duduk-duduk di depan televisi bersama Shella dan Shelly.Terdengar suara bell berbunyi di luar,karena Mbak Siti lagi menyetrika pakaian, Dinda pun bangkit dan berlalu membuka pintu, kemudian membuka pintu pagar.


"Hah! mau ngapain kesini bang?" tanyaku kaget,ternyata Deddy sudah berdiri depan pintu pagar.

__ADS_1


"Hii Dinda apa kabarnya,ini saya bawa buah buahan untuk anak-anak kamu,terimalah Dinda" ucap Deddy seraya menyodorkan parcel buah pada Dinda.


"Oh,terima kasih ya bang,ngapain repot-repot bawa buah segala, semalam durian sama soto, sekarang buah buahan" sahutku.


"Tidak repot kok Dinda hehe,boleh saya masuk Din" tanyanya dengan sok akrab.


"Maaf bukan tidak boleh masuk ke rumah,tapi suami saya lagi tidak ada di rumah,jadi saya tidak bisa menerima tamu laki laki" jawabku.


"Sebenarnya ada yang mau saya omongin Dinda,kalau aku tidak bisa masuk ke rumah kamu,kita ngobrol nya di luar saja bagaimana?" tanya Deddy


Aku berdiam diri sebentar sambil berpikir, kasihan juga orang ini sudah jauh-jauh datang ke rumahku tapi tak bisa masuk rumah.


"Oke,sebentar ya,aku simpan dulu buahnya masuk ke dalam" sahutku.


Kemudian Dinda pun segera bergegas masuk ke dalam rumah,lalu masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya.


"Mbak Siti,titip anak-anak ya,aku mau keluar sebentar" ujarku.


"Iya Bu" timpal Siti.


Kemudian Dinda pun segera keluar rumah dan menghampiri mobil Deddy dan masuk ke dalam mobil tersebut.Deddy pun segera menyalakan mesin mobilnya dan berlalu.


"Mau ngomong apa bang" tanyaku.


"Ada deh,nanti kita ngobrolnya sambil makan malam ya" sahutnya.


"Makan malam dimana bang,jangan jauh-jauh ya, kasihan anak-anak di rumah" jawabku.


"Iya dekat dekat sini saja kok" timpal Deddy.


Tiga puluh menit kemudian kendaraan Deddy memasuki sebuah resort,lalu Deddy memarkirkan kendaraannya di area parkir.


"Ayo kita turun Din" ajak Deddy.


"Lah kok kesini?" tanyaku heran.


"Iya kita makan malamnya di dalam Dinda" sahut Deddy.


"Ayo kita masuk Dinda" ajak Deddy sambil tersenyum.


"Tapi,bukankah restoran nya ada di sebelah sana bang?" tanyaku pada Deddy.


"Di dalam juga bisa makan Dinda" sahut Deddy sambil tersenyum mengembang di bibirnya.


Dinda pun segera mengikuti langkah Deddy. Kemudian Deddy dan Dinda memasuki sebuah kamar yang sangat luas,di dalamnya terdapat sebuah ranjang,sofa,meja rias dan lemari layaknya seperti hotel bintang lima.


"Maaf bang,kenapa makan malamnya mesti disini?" tanyaku masih dengan keheranan.


"Sudah,ayo masuk dulu" jawabnya.


Setelah Dinda masuk,kemudian pintu kamar segera di kunci dari dalam sama Deddy, kemudian kuncinya ia kantongi.


Dinda pun duduk di sofa,lalu Deddy mendekati Dinda dan duduk di sebelahnya.


"Dinda" ucap Deddy.


"Iya bang,mau ngomong apa?" tanya Dinda seraya menjauh dari tempat duduknya.


"Aku suka sama kamu Dinda" ucap Deddy sambil mendekati duduknya di sebelah Dinda.


"Tapi bang,maaf aku sudah punya suami" Dinda segera bangkit dari tempat duduknya kemudian berlalu menuju ke pintu seraya memegang handle pintu dan berusaha membukanya namun sialnya pintu di kunci dan Dinda pun hanya bisa berdiri mematung di depan pintu.


"Tenang Dinda,jangan panik" ucap Deddy seraya bangkit dan berdiri menghampiri Dinda.


Kemudian Deddy kini berhadapan dengan Dinda yang jaraknya hanya beberapa centimeter saja.


"Dinda" ucap Deddy lirih sambil menatap Dinda dengan mata sayu.


Dinda pun gelagapan antara panik dan cemas karena tidak bisa bergerak,badan Dinda sudah di kungkung oleh Deddy.


Deddy pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan sigapnya Deddy langsung mendekatkan wajahnya kemudian mencumbui bibir Dinda dengan buas.

__ADS_1


Dinda pun berusaha untuk melepaskan diri,namun tenaga Deddy sangatlah kuat dan terus saja melakukan aksinya.Sampai nafas Dinda tersengal sengal hampir kehabisan nafas.


"Dinda" bisik Deddy lirih di telinga Dinda.


Tangan Deddy dengan sigap melucuti pakaian yang Dinda kenakan,kemudian membopong tubuh Dinda dan meletakkannya di atas kasur.


Dengan buas Deddy menyerang Dinda sehingga Dinda pun tidak bisa berkutik karena tenaga Deddy sangatlah kuat.


Kini Dinda sudah tidak memakai sehelai benangpun dan Deddy pun mencumbui Dinda dari atas sampai bawah.


Dengan sangat lihai tangan Deddy menyerang Dinda dengan kekuatan power full melakukan aksinya,Dinda pun mulai menikmati permainan Deddy hingga pada akhirnya Deddy melakukan pelepasan dengan mengerang penuh kepuasan.


Dinda pun segera bangkit dari ranjang, kemudian berlalu menuju ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya di bawah guyuran shower.


Setelah Dinda keluar dari kamar mandi,Dinda segera meraih pakaian yang berserakan di lantai.


Sementara Deddy yang tengah terkulai lemas di atas tempat tidur pun segera bangkit dan mendekati Dinda.


"Dinda,jangan di pakai dulu bajunya" tangan Deddy segera meraih baju yang berada di tangan Dinda dan meletakkannya di atas sofa.


"Sudah ya bang cukup,aku mau pulang,kasihan anak-anak menungguku di rumah! ucap Dinda tegas.


Namun tangan Deddy dengan sigapnya membopong tubuh Dinda dan meletakkannya di atas kasur,kemudian permainan pun terulang kembali,lagi dan lagi sampai empat kali permainan baru Deddy terkulai lemas di atas kasur.


Dinda pun menangis dan menyesali dirinya kenapa sangat bodoh,mau saja menuruti ajakan Deddy untuk makan malam.Namun bukan makan malam yang terjadi Dinda di hajar habis habisan oleh Deddy.


Deddy berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh peluh itu. Setelah dari kamar mandi Deddy segera mengenakan pakaiannya.


"Dinda,ayo di cuci dulu,habis ini kita pergi makan" ujar Deddy.


Dinda pun tak bergeming di atas kasur sambil meneteskan air matanya.


"Dinda,ayo ke kamar mandi dulu ya" Deddy pun mengangkat tubuh Dinda dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Deddy pun keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Dinda di kamar mandi sendirian, sementara Dinda masih menangis sambil jongkok di kamar mandi.


"Din,ayo cepetan,malam sudah sangat larut,nanti kemalaman pulangnya" ujar Deddy.


Dinda segera mandi dan membasuh tubuhnya di bawah guyuran shower. Setelah itu Dinda segera bergegas keluar dari kamar mandi dan langsung meraih pakaian dan mengenakannya.


Setelah check out dari kamar resort,Deddy mengajak Dinda untuk makan malam di restoran yang ada di resort tersebut.


"Dinda mau makan apa?" tanya Deddy.


Dinda menggelengkan kepalanya,dan tak sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.


"Dinda,kamu harus makan banyak ya,soalnya kalori yang ada dalam tubuh kita sudah banyak terbakar tadi hehehe" ucap Deddy sambil tersenyum genit sambil terkekeh tanpa dosa.


Kemudian Deddy pun memesan beef steak dan French fries serta jus jeruk.


"Dinda mau makan nasi?" tanya Deddy.


Lagi lagi Dinda hanya terdiam dan mematung dan tidak mempedulikan pertanyaan Deddy.


"Oh iya Mbak,tolong tambah nasi putih satu ya" ujar Deddy pada pelayan.


"Baik Pak,di tunggu sebentar ya" jawab pelayan.


"Din,kamu tahu tidak,sejak awal kita bertemu,jantung aku tuh deg degan terus dan jantung aku tuh selalu berdebar debar setiap kali mengingat kamu" ucap Deddy.


"Aku tuh merasa seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta,setiap hari aku memikirkan kamu Dinda" ujarnya


Dinda pun hanya diam tak menanggapi omongan Deddy.Tak lama berselang pelayan pun datang membawa makanan dan minuman yang di pesan Deddy.


"Ayo Din di makan" ujar Deddy.


Dinda pun memakan makanan yang ada di hadapannya,karena memang perut Dinda sudah mulai keroncongan belum sempat makan dari tadi siang.


BERSAMBUNG......


*********

__ADS_1


__ADS_2