Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 131. Endang Kabur Dari Rumah.


__ADS_3

( POV Deddy )


"Aku capek di salahkan terus,suruh anak-anak kamu mandiri dan suruh anak-anak kamu itu belajar mencuci bajunya sendiri! " Timpal Endang kesal.


"Heh,sini kau,pagi-pagi udah buat masalah aja kau ya" Deddy menarik daster Endang sampai robek.


Breeetttt!


"Bah,udah bah,jangan ribut,malu sama tetangga" Tiba-tiba Erick datang melerai pertengkaran Endang dan Deddy.


"Aku mau pergi dari rumah ini,aku capek! " Teriak Endang seperti orang kesurupan.


Deddy kalap mendengar Endang berteriak,ia lari ke dapur dan mengambil pisau,lalu ia pun menodongkan pisau tersebut pada Endang.


"Berani kau keluar dari rumah ini,jangan harap kau bisa kembali lagi ke rumah ini" Deddy mengancam Endang.


"Ngapain juga aku bertahan disini,aku capek di perlakukan seperti pembantu di rumah ini,aku capek! " Endang menangis histeris.


"Bah,udah bah,gak apa-apa Zidane hari ini gak usah masuk sekolah,abah izin aja sama wali kelasnya Zidane" Zidane menarik badan Deddy.


"Gara-gara kau ya Endang,anakku sampai gak masuk sekolah! " Deddy membentak Endang.


"Terus aja salahkan aku,terus aja kamu bela anak kesayangan kamu itu! " Endang berteriak lantang.

__ADS_1


"Ngelawan kau ya sama aku,sini kau biar ku bunuh dengan pisau ini" Deddy semakin murka.


Zidane dan Erick berusaha menarik tubuh Deddy dengan sekuat tenaga,supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Brukh!


Endang membanting pintu kamarnya dengan keras,ia pun menguncinya dari dalam.


"Bah,tenang bah,istighfar jangan emosi" Ucap Zidane.


"Astaghfirullah Al'adzim ya Allah,huuffh!" Deddy langsung beristighfar dan mengelus dadanya sambil membuang nafas.


"Zidane,Erick,maafkan abah ya,tadi abah emosi" Deddy memeluk kedua anak laki-lakinya tersebut.


Deddy pun segera bergegas menuju ke kamar mandi,pagi itu ia mandi dengan perasaan campur aduk.


"Dewi,mamah kemana?" Tanya Deddy pada Dewi anak kedua dari pernikahanny dengan Endang.


"Tadi katanya mau ke warung bah" Sahut Dewi.


"Bah,Zidane udah setrika celananya,hari ini Zidane tetap masuk sekolah,cuma mungkin gak ikut upacara,nanti abah yang ngomong sama wali kelasnya ya" Ucap Zidane.


"Oh ya sudah bang,nanti biar abah yang ngomong sama wali kelasnya,Erick,Lily,Rani dan Dewi,Aldi udah pada siap semuanya?" Tanya Deddy.

__ADS_1


"Kami udah siap bah" Timpal Rani.


Pagi itu pun Deddy berangkat mengantarkan anak-anaknya sekolah,lalu setelah itu Deddy melajukan kendaraannya menuju ke kantor.


"Duh,kenapa hari ini aku gak konsen kerja ya,dari tadi pagi perasaan aku gak enak" Gumam Deddy.


Sore harinya sekitar pukul 16.04 WIB Deddy pulang ke rumahnya.Ia melihat anak anaknya sedang bermain di teras rumah.


"Bah,mamah pergi dari rumah" Ucap Rani anak pertama dari Endang.


"Hah,pergi kemana dia?" Tanya Deddy kaget.


"Enggak tahu bah,tapi tadi siang mamah bawa tas besar" Timpal Rani.


Deddy langsung masuk ke dalam rumahnya,ia lalu masuk ke dalam kamar dan ia melihat ke lemari pakaian,sebagian pakaian Endang sudah tidak ada di tempatnya.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Endang.


"Hallo Endang,kau dimana?" Tanya Deddy.


"Kamu gak perlu tahu,aku mau menenangkan diriku,urus saja anak-anakmu itu,aku udah gak sanggup lagi tinggal di rumah itu" Jawab Endang enteng.


"Gila kau ya,anak-anak kau tinggalkan begitu aja,pulang gak! kalau gak aku ceraikan kau sekarang juga! " Deddy berteriak di telepon.

__ADS_1


BERSAMBUNG


****


__ADS_2