
( POV Bisma )
"Sayang,kamu tumben datang ke cafe,bukanya kamu kuliah?" Tanya Bisma.
"Iya tadi kuliah,tapi dosennya hanya ada di jam pertama aja sayang" Sahut Siska.
"Kok tahu,kalau aku ada di cafe sayang?" Tanya Bisma.
"Iya,tadi aku hubungi handphone kamu,gak di angkat angkat,terus aku coba telepon Tukimin deh,kata Tukimin,Pak Bisma lagi meeting di cafe" Ucap Siska menjelaskan.
"Oh begitu,ya sudah sekarang kita ke pos security yuk" Ajak Bisma pada Siska.
Siska dan Bisma pun segera bergegas menuju ke pos security.Tampak Shinta sedang duduk di sana dengan wajah kusut.
"Heh,wanita binal,penggoda suami orang,jijik aku lihat kamu disini" Siska menjambak rambut Shinta.
"Plak! plak! " Siska tampak geram melihat Shinta.
"Sayang,sudah sayang,jangan kamu mengotori tangan kamu dengan terus terusan menampar perempuan ini" Bisma mencoba menenangkan istrinya yang bar bar itu.
"Saya minta maaf Siska" Ucap Shinta sambil terisak.
"Maaf,maaf,enak saja kamu minta maaf cuih! " Ucap Siska kesal.
"Pak Bisma,tolong maafkan saya,dan tolong bebaskan saya pak,jangan bawa saya ke kantor polisi huhuhu" Tangis Shinta pecah.
"Kalau kamu tidak saya laporkan ke polisi,bisa bisa kamu akan berbuat nekat lagi Shinta" Timpal Bisma.
"Pak saya mohon maaf pak,kasihan anak saya masih kecil nungguin saya di rumah pak" Ucap Shinta dengan wajah memelas.
"Kalau kamu tidak di beri effect jera,pasti nanti kamu akan seperti ini lagi" Ucap Bisma.
"Anak saya sedang sakit pak,tadi waktu berangkat kesini badannya demam pak,tolong izinkan saya pulang pak" Ucap Shinta memelas.
"Benar gak anak kamu sakit?jangan jangan cuma alasan kamu saja! " Timpal Siska.
"Iya benar Siska,kalau kalian tidak percaya, kalian bisa ikut ke rumah saya sekarang juga" Ucap Shinta.
"Ya sudah,kalau memang benar anak kamu sakit,kita sekarang ikut ke rumah kamu" Ucap Bisma.
"Pak security tolong ikut bersama kami pak" Ujar Bisma.
"Baik pak" Sahut security.
"Min,kamu ikuti mobil Shinta dari belakang" Ujar Bisma.
"Siap Pak" Sahut Tukimin.
Shinta pun mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.Di sebelah Shinta duduk pak security dan jok barisan tengah ada Bisma dan Siska. Sementara Tukimin mengikuti dari belakang.
Sesampai di rumah Shinta,tampak seorang babysitter sedang menenangkan anak Shinta yang berusia lima tahun itu.
"Mbak,demamnya belum hilang ya?" Tanya Shinta panik.
__ADS_1
"Iya masih demam Bu,tapi udah di kasih minum obat Bu,dari tadi rewel nangis terus Bu" Ucap babysitter panik.
Tiba-tiba anak Shinta kejang kejang dan step nya kambuh,Shinta langsung menangis histeris melihat anaknya kejang kejang.
"Kita langsung bawa ke rumah sakit saja sekarang" Ujar Bisma sambil mengangkat tubuh anak kecil itu.
"Pakai mobil pak Shandy aja,biar bisa muat banyak di dalam" Timpal Tukimin.
Bisma pun langsung menggendong anak tersebut dan membawanya masuk ke dalam mobil,Siska dan Shinta pun ikut masuk ke dalam mobil.Sementara security duduk di sebelah Tukimin.
Tukimin segera melajukan kendaraannya menuju ke arah rumah sakit,Sesampainya di rumah sakit Bisma langsung membawanya masuk ke dalam rumah sakit.
"Suster tolong anak ini sus,dia kejang kejang" Ujar Bisma panik.
"Sudah melakukan pendaftaran apa belum pak,jika belum silahkan daftar dulu di sebelah sana Pak" Ucap suster tersebut.
"Iya saya akan daftar sekarang,tapi tolong tangani anak saya dulu suster" Timpal Shinta.
Shinta pun langsung mendaftar di bagian receptions rumah sakit,sedangkan Bisma masuk ke ruangan dokter bersama suster.
"Dokter tolongin anak ini dok" Ucap Bisma sambil membaringkan tubuh anak kecil tersebut di atas brankar.
"Anaknya sakit apa pak?" Tanya dokter pada Bisma.
"Kejang kejang Dok" Sahut Bisma.
"Tolong miringkan saja tidurnya" Ujar dokter tersebut.
Bisma pun memiringkan tubuh anak kecil tersebut,dalam hatinya ada rasa iba terhadap anak kecil itu,dan pada dasarnya Bisma memang penyayang anak kecil.
"Iya dok" Sahut Bisma.
"Seberapa sering terjadi kejang kejangnya pak, frekuensinya itu apakah sering,atau kadang kadang saja?"Dokter bertanya pada Bisma.
"Saya tidak tahu dok" Timpal Bisma.
"Bagaimana ini,anda orang tuanya tapi tidak tahu?" Tanya dokter heran.
"Saya bukan.....
"Saya orang tuanya dokter" Sahut Shinta yang tiba-tiba masuk ke ruangan dokter.
"Oh ini Mamanya dan ini Papanya,begitu ya?" Tanya dokter lagi.
"Jadi begini dok,anak saya sudah setahun belakangan ini,sering mengalami kejang kejang" Shinta tak menimpali pertanyaan dokter,ia pun langsung saja ke intinya.
"Seberapa sering Bu?" Tanya dokter lagi.
"Seminggu bisa tiga kali dokter" Sahut Shinta.
"Wah ini sudah termasuk bahaya,jika terlalu sering kejang kejang.Penyakit step pada anak memang terlihat menyeramkan.Tetapi,kejang demam ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan otak maupun sistem saraf,apalagi sampai mengakibatkan kelumpuhan, keterbelakangan mental,hingga kematian, sehingga orangtua diharapkan tidak panik saat memberi pertolongan pertama pada anak dengan kondisi ini" Ucap dokter.
"Jadi apa yang harus saya lakukan Dokter?" Tanya Siska cemas.
__ADS_1
"Anak yang seperti ini butuh perhatian khusus, terutama kita sebagai orang tuanya,ini sudah saya kasih resep obat untuk demamnya,nanti tinggal di tebus saja di apotik" Ucap Dokter.
"Terima kasih dokter" Ucap Shinta.
"Ingat ya Bu,kalau anaknya kejang kejang,buka kancing baju anaknya dan miringkan saja tubuhnya Bu" Saran dokter.
"Oke baik dokter,terima kasih banyak dok" Ucap Shinta.
Bisma pun langsung menggendong anak Shinta dan membawanya ke luar dari ruangan dokter,Shinta pun mengikuti langkah Bisma dari belakang dan segera bergegas menuju ke apotik untuk menebus obat.
"Sayang,kamu menunggu disini?" Tanya Bisma pada Siska.
Siska yang sejak tadi menunggu dan duduk di kursi tunggu pasien itu pun tak menjawab,ia hanya diam saja dan wajahnya tampak sangat kesal.
"Sayang,ayo kita pulang,ini anaknya Shinta sudah boleh di bawa pulang lagi" Ucap Bisma pada Siska.
Siska pun berdiri sambil mengerucutkan bibirnya,ia pun berjalan menuju ke parkiran,lalu masuk ke dalam mobil bersama Bisma dan anaknya Shinta.
"Shinta nya mana pak?" Tanya security.
"Lagi nebus obat di apotik pak" Jawab Bisma.
Tak lama kemudian Shinta muncul dan langsung masuk ke dalam mobil.Tukimin pun mengendarai mobil menuju ke rumah Shinta.
Sesampainya di rumah Shinta,Bisma turun menggendong dan membawa masuk anaknya Shinta ke dalam rumah.
"Pak Bisma,terima kasih ya sudah nolongin saya dan anak saya pak" Ucap Shinta.
"Iya Shinta,kamu urus anak kamu baik baik ya Shinta,kami pamit pulang dulu" Ujar Bisma.
"Iya pak" Sahut Shinta.
Selama di perjalanan Siska hanya diam saja. Tak ada sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Sesampainya di cafe,Siska pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan diikuti oleh Bisma.
"Sayang,tunggu" Ucap Bisma mengejar Siska lalu masuk ke dalam mobil Siska.
"Apa?mau apa?kenapa gak nginap aja di rumah Shinta sana! " Ucap Siska kesal.
"Sayang,pelan pelan bawa mobilnya" Ujar Bisma.
"Memangnya kenapa?kamu khawatir sama aku kalau aku kecelakaan?atau jangan-jangan kamu takut kecelakaan lalu mati,terus takut gak bisa ketemu lagi sama Shinta dan anaknya,iya kan? Ucap Siska emosi.
"Sayang,please kamu jangan cemburu sama Shinta,apalagi sama anak kecil,kasihan anak itu sedang sakit" Timpal Bisma.
"Kenapa kamu yang harus gendong anaknya dia?kan ada security,ada Tukimin juga,kenapa harus kamu?udah kayak suami istri aja tadi,aku muak lihatnya" Ucap Siska meluapkan emosinya.
"Sayang,apa kamu tega,kalau melihat anak kecil di depan kamu kejang kejang,terus aku harus diam aja begitu?" Timpal Bisma.
"Kan gak harus kamu juga yang gendong anaknya Shinta" Ucap Siska kesal.
"Sayang,aku itu paling gak bisa kalau lihat orang sakit di depan mata kita,terus kita diam aja gak berbuat apa-apa,dimana hati nurani kita sayang?" Ucap Bisma.
Siska pun terdiam dan ia pun fokus ke depan menatap jalanan.Siska mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
********