
( POV Dinda )
Setelah Dinda berhasil membujuk Kevin untuk kembali pulang ke rumahnya.Dinda dan Rani pulang ke rumah.
Keesokan harinya
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo Dinda,apa kabarnya? Tanya Deddy.
"Alhamdulillah baik" Jawab Dinda.
"Ketemuan yuk Din,please" Ucap Deddy memohon.
"Mau ngapain ya?" Jawab Dinda datar.
"Aku mau curhat Din,please" Ucapnya.
"Curhat apa?" Jawab Dinda mengernyitkan dahinya.
"Aku enggak bisa ngomong di telepon,cerita nya panjang Din" Timpalnya.
"Oke,dimana?" Tanya Dinda.
"Di cafe bukit cinta" Timpalnya.
"Oke,jam berapa?" Tanya Dinda lagi.
"Aku aja yang jemput kamu ke rumah ya Din,aku meluncur sekarang" Ucap Deddy.
__ADS_1
"Oke" Timpal Deddy.
Dua puluh menit kemudian mobil Deddy pun sudah terparkir di depan rumah.
"Hallo Din,aku udah sampai di depan rumah kamu nih". Ucap Deddy di telepon.
"Oke,aku keluar sekarang" Timpal Dinda.
Dinda pun berlalu menuju keluar rumahnya,ia lalu masuk ke dalam mobil Deddy.Kemudian Deddy pun mengendarai mobilnya menuju ke cafe bukit cinta.
"Apa kabarnya Din,sehat?" Tanya Deddy.
"Ya,seperti yang kamu lihat,aku baik-baik saja" Timpal Dinda.
Sesampainya di cafe bukit cinta,keduanya pun duduk di outdoor cafe paling pojok.
"Mau pesan apa pak,bu?" Tanya pelayan.
"Bihun goreng dan teh hangat ya mbak" Timpal Deddy.
"Oke baik pak,bu" Pelayan pun berlalu meninggalkan meja Dinda dan Deddy.
"Oke,sekarang kamu mau curhat apa?" Tanya Dinda.
"Aku udah cerai sama kedua istriku Din" Ucapnya sambil menatap kosong ke arah pemandangan alam yang indah di sekitar cafe.
"Hah! cerai dua-duanya?kok bisa kompak gitu?" Tanya Dinda terkejut.
"Iya" Jawabnya datar.
__ADS_1
"Kenapa,masalahnya apa,kok bisa cerai?" Tanya Dinda.
"Iya,semenjak kita gak pernah ketemu selama tiga tahun terakhir ini,banyak sekali kejadian yang aku alami di rumah tanggaku Din" Timpal Deddy.
"Hmm" Dinda menunggu kelanjutan cerita Deddy.
"Pertama Kokom selingkuh dengan sesama jenis" Ucap Deddy.
"Maksud kamu,dia?" Dinda mengernyitkan dahinya.
"Iya,dia selingkuh dengan cewek tomboi dan sudah aku talak Kokom,tapi belum resmi secara negara" Timpalnya sambil menghisap rokoknya.
"Lalu Endang?" Tanya Dinda penasaran.
"Dia kabur dari rumah dan sampai sekarang udah hampir satu tahun di agak pernah pulang ke rumah " Ucapnya.
"Tunggu dulu,ini kita bahas Kokom dulu, kenapa Kokom bisa belok begitu bang?" Tanya Dinda penasaran.
"Ya enggak tahu juga,pas aku pulang dia suka chat sambil senyum-senyum sendiri dan pagi harinya ketemuan sama di tomboi itu dan alasannya main badminton bareng,disitu udah aku ultimatum dia,kalau kamu memang mau rumah tangga kita utuh,kamu harus tinggalkan si tomboi,tapi fatalnya pas aku pulang kesini,dia malah tinggal bareng satu atap sama si tomboi itu" Terangnya.
"Ada yang aneh,kenapa dia bisa belok ya,apa mungkin dia kurang perhatian dan kasih sayang dari kamu kali,sehingga dia curhat sama si tomboi,lalu merasa nyaman begitu?" Tanya Dinda.
"Maybe" Deddy mengangkat kedua bahunya.
"Tapi ini asumsi aku aja ya,yang jelas bisa jadi mungkin si tomboi itu mau mendengarkan keluh kesah Kokom dan si tomboi itu memberikan perhatian,sehingga dia merasa nyaman,jadi kalau menurutku ya Kokom tidak bisa di salahkan sepenuhnya" Ucap Dinda.
"Entahlah" Deddy menghisap rokoknya.
"Lalu Endang,gimana ceritanya kok dia bisa kabur dari rumah?" Tanya Dinda penasaran.
__ADS_1
BERSAMBUNG
****