Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 111. Wajah Tukimin Berseri-seri.


__ADS_3

( POV Lasmi )


Setelah selesai mencangkul dan menggarap sawah,Tukimin pun mengajak Lasmi untuk mandi bersama.


"Yuk dek,kita mandi,nanti waktu shalat subuh nya keburu habis" Ajak Tukimin pada Lasmi.


Keduanya pun segera bergegas masuk ke kamar mandi.Tukimin pun dengan sigap mengambil shampoo,lalu ia membasahi rambutnya.


"Ini dek,jangan lupa pakai shampoo" Ucap Tukimin seraya menyodorkan shampoo ke arah Lasmi.


"Iya mas"Lasmi pun meraih shampoo dari tangan Tukimin,lalu ia pun keramas dengan shampoo tersebut.


Setelah selesai mandi,keduanya pun langsung melaksanakan shalat berjamaah di kamar.


"Mas,aku malu mau keluar dari kamar mas" Ucap Lasmi.


"Kenapa mesti malu dek?" Tanya Tukimin langsung mengernyitkan dahinya.


"Malu aja sama penghuni di rumah ini,kalau mereka lihat rambut kita basah mas" Timpal Lasmi.


"Ya udah jangan keluar kamar dulu sebelum rambutnya kering dek,biar mas ambilkan sarapan ke dapur untuk kamu ya" Ucap Tukimin.


Tukimin langsung ke dapur,ia melihat bik Ijah sedang sibuk membuat nasi goreng.


"Bik,lagi bikin nasi goreng ya?" Tanya Tukimin sambil menyeduh kopi di cangkir.


"Sudah tahu nanya" Jawab bik Ijah ketus.

__ADS_1


"Loh,kok ketus amat sih bik,kan aku cuma nanya bik" Timpal Tukimin.


Bik Ijah tak menimpali ucapan Tukimin,ia langsung mematikan kompornya,kemudian ia membuat tiga gelas susu hangat buat majikannya.


"Bik,aku ambil duluan ya nasi gorengnya, soalnya Lasmi mau sarapan di kamar" Ucap Tukimin sembari menyendokan nasi goreng ke atas piring.


"Manja banget,sarapan aja mesti di ambilkan segala" Timpal bik Ijah ketus.


"Maklumlah bik,diakan masih baru disini,jadi dia merasa canggung" Sahut Tukimin.


Tukimin pun berlalu dari dapur,ia membawa sepiring nasi goreng,secangkir kopi,dan segelas air putih di atas nampan.


"Najis banget sama perempuan manja kayak gitu,sok sokan udah kayak nyonya aja di rumah ini" Bik Ijah menggerutu.


Sementara itu di dalam kamar,Tukimin langsung menyodorkan sepiring nasi goreng pada Lasmi.


"Makasih ya mas,ayo kita makan bareng mas" Ajak Lasmi.


"Iya dek,makan aja dek,nanti mas ambil lagi ke dapur" Ucap Tukimin.


Tukimin pun menyeruput kopinya,ia pun tersenyum memandang ke arah istrinya itu.


"Kenapa sih mas,kok senyum-senyum gitu?" Tanya Lasmi.


"Hehehe,mas jadi ingat yang semalam" Ucap Tukimin sambil cengengesan.


"Apaan sih mas,aku kan jadi malu" Sahut Lasmi sambil menundukkan wajahnya yang merah merona menahan malu.

__ADS_1


"Dek,mas makin sayang deh sama kamu,gak sia-sia mas nunggu sampai sebulan,ternyata kamu masih tersegel hehe" Ucap Tukimin.


"Maksudnya?" Lasmi mengernyitkan dahinya.


"Maksudnya kamu masih di segel,masih perawan hehehe?" Ucap Tukimin sambil terkekeh.


"Uhuk,uhuk" Lasmi tersedak mendengar ucapan suaminya itu.


"Kamu kenapa dek?ini minum air putih dulu dek" Tukimin langsung menyodorkan air putih pada Lasmi.


"Makasih" Lasmi langsung meneguk air putih tersebut.


"Mas,mau memanaskan mobil dulu ya dek,kamu disini aja,nanti setelah sarapan kamu siap-siap aja,nanti kita berangkat ke toko mebel bareng sama pak Bisma" Ucap Tukimin.


"Iya mas" Sahut Lasmi.


Tukimin pun berlalu dari kamar tersebut,ia pun segera bergegas menuju ke garasi mobil,ia memanaskan tiga mobil sekaligus.


"Min,wajah kamu nampak sangat berseri-seri sekali pagi ini min" Ucap Bisma tiba-tiba muncul di garasi.


"Hehe,masa sih pak?perasaan sama aja kayak kemarin kemarin pak" Sahut Tukimin.


"Beda min,auranya tampak cerah dan segar hehehe" Ledek Bisma sambil terkekeh.


"Ah bapak bisa aja hehehe" Sahut Tukimin sambil cengengesan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*****


__ADS_2