Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 18. Aldo Khawatir Sama Melly ( POV Aldo)


__ADS_3

Namaku Aldo Bagaskara,usiaku 32 tahun dan sampai sekarang aku masih betah melajang.Bukan tidak tertarik sama lawan jenis,akan tetapi setiap punya hubungan selalu kandas di tengah jalan.


Percintaan aku memang kurang beruntung,lagi dan lagi selalu gagal di tengah jalan.Sampai pada Akhirnya aku lelah dengan urusan percintaan.Aku kini hanya ingin fokus pada pekerjaan.


Di percintaan memang mungkin aku kurang beruntung tapi di pekerjaan,aku sangat beruntung di percaya untuk memegang sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner.


Pak Shandy adalah owner cafe yang sangat baik,ramah dan humble terhadap siapa pun,bahkan terhadap semua karyawan.


" Hari ini sudah dua hari Melly tidak masuk kerja,kira kira kemana ya Melly? kok tidak ada kabar sama sekali bahkan tidak meminta izin atau aku telepon saja Melly sekarang" batin Aldo.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... tuuuuttttt...."


Aldo menelepon Melly,namun teleponnya tidak di angkat oleh Melly.Aldo pun mencoba menghubunginya kembali, tetapi tetap saja tidak di angkat juga.


Sementara di tempat lain,Shandy berpamitan pada Melly untuk pergi ke cafe.


"Sayang,Abang berangkat dulu ya" Shandy mengulurkan lengannya seraya mencium kening Melly.


"Iya bang,hati hati di jalan ya bang" sahut Melly seraya mencium punggung tangan Shandy.


"Kamu baik baik ya disini,kalau kamu lapar,pesan lewat aplikasi saja ya" ujar Shandy.


"Iya bang" timpal Melly sambil tersenyum.


Sesampainya di cafe Shandy segera naik ke lantai atas dan ketika Shandy hendak masuk ke ruangannya,tiba tiba Aldo datang menyapa Shandy.


"Pak Shandy?" tanya Aldo.


"iya,Aldo bagaimana cafe aman?" tanya Shandy.


"Aman Pak" sahut Aldo.


"Bukankah hari ini schedule bapak ke Bandung untuk mengaudit cafe di sana Pak?" tanya Aldo masih keheranan.


"Oh iya Al,seharusnya hari ini saya ke Bandung,tapi karena ada satu dan lain hal,maka audit ke Bandung di pending dulu,kemungkinan besok baru saya ke Bandung" timpal Shandy.


"Oh begitu ya Pak" sahut Aldo sambil manggut-manggut dan tersenyum.


"Ya sudah Al,kalau begitu saya masuk ke ruangan saya dulu ya" Shandy segera berlalu dari hadapan Aldo.


"Tunggu dulu sebentar Pak,ada yang mau saya bicarakan sama Bapak mengenai karyawan baru yang bernama Melly,yang tempo hari bertabrakan sama bapak,ini sudah hari kedua tidak masuk bekerja Pak,dan sudah saya hubungi tapi teleponnya tidak di angkat Pak" ucap Aldo melapor pada Shandy.


"Oh ya sudah,biarkan saja dia tidak masuk kerja" timpal Shandy.


"Loh Bapak tidak marah sama Melly?" tanya Aldo keheranan.


Selama ini Shandy memang baik,ramah dan humble kepada semua karyawannya,tapi jika ada salah satu karyawan yang tidak disiplin,biasanya ia akan bersikap tegas.


"Melly mulai hari ini tidak bekerja lagi disini"ujar Shandy.


"Maksudnya,Bapak sudah memecatnya?" tanya Aldo cemas.


Shandy hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berlalu dari hadapan Aldo.


"Melly kemana ya,kok tidak ngabarin kalau dia tidak masuk kerja,baru kerja seminggu,masa iya sudah absen dua hari" batin Aldo.


Aldo mulai cemas dan khawatir memikirkan Melly.Sebab Melly sudah dua hari ini tidak masuk kerja.Aldo tahu Melly di Jakarta hanya sebatang kara,maka dari itu Aldo sangat mengkhawatirkannya.


Aldo pun turun ke lantai dasar, kemudian bertanya pada karyawan lain,siapa tahu ada yang tahu keberadaan Melly saat ini.Tapi tak satupun dari mereka yang tahu keberadaan Melly.


"Pak Aldo,jangan bengong dong,kemarin ayam tetangga saya bengong mati loh hehehe" celetuk Bejo mengagetkan Aldo yang sedang melamun.


"Ah Bejo,bisa aja kamu Jo hehehe" timpal Aldo sambil terkekeh.


"Iya Pak, makanya jangan suka melamun,takutnya nih Pak Aldo seperti ayam tetangga saya hehehehe" ledek Bejo pada Aldo.

__ADS_1


Aldo hanya terkekeh mendengar candaan Bejo.Bejo adalah supir yang sudah lama bekerja dengan Pak Shandy dan sangat akrab dengan Aldo karena memang setiap hari mereka bertemu di cafe.


"Sebenarnya saya lagi bingung Jo?" ucap Aldo.


"Bingung kenapa Pak" sahut Bejo.


"Iya bingung saja,sudah dua hari ini Melly tidak masuk kerja dan tidak ada kabar sama sekali,seharusnya kalau memang tidak masuk kerja,ya harus izin sama saya,di hubungi pun handphonenya tidak di angkat angkat" ucap Aldo.


Bejo menyimak perkataan Aldo dengan serius dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


"Hey Jo,kamu ini di ajak ngomong malah bengong" ujar Aldo sambil menepuk bahu Bejo.


"Eh iya,itu Pak,anu anu Hmmm...." Bejo menggaruk kepalanya.


"Anu anu apa Jo,kamu tahu kost kostan Melly?" tanya Aldo.


"Eh i-iya,tahu Pak" sahut Bejo gugup.


"Ya sudah kalau begitu,tolong kamu antar saya ke tempat kostnya Melly sekarang juga" ujar Aldo seraya mengajak Bejo keluar dari cafe.


Sesampainya di luar Bejo malah mematung dan berdiam diri,seperti ada yang di pikirkan.


"Jo,ayo cepat kita ke tempat kost nya Melly,saya khawatir dia sakit,soalnya dia sebatang kara di Jakarta ini" ajak Aldo.


"Ta-tapi Pak..." Bejo masih kebingungan.


"Tapi kenapa Jo,kamu kenapa sih,kayak orang bingung dari tadi?" tanya Aldo keheranan.


"Eh Aldo,Bejo kalian disini?" tiba-tiba Shandy datang menghampiri Aldo dan Bejo.


Bejo pun terkejut mendengar suara Shandy yang datang tiba-tiba.


"Kalian lagi pada ngapain disini,mau keluar ya?" tanya Shandy.


"Eh,anu Pak...itu anu" Bejo gugup terbata bata.


"Semenjak kapan kamu perhatian sama karyawan dan sampai segitunya Aldo?" tanya Shandy.


"Saya hanya khawatir saja Pak,sebab Melly di Jakarta ini hanya sendirian Pak" sahut Aldo.


"Kamu jangan terlalu khawatir,Melly aman dan sekarang ada di apartemen saya" timpal Shandy sambil menepuk bahu Aldo.


"Jo,tolong antar saya ke Mall" ujar Shandy.


"Siaaap Pak" Bejo segera bergegas menuju ke parkiran dan menyalakan mesin mobil.


Sementara itu Aldo hanya terdiam mematung dengan keheranan,berbagai macam pertanyaan kini ada di benaknya.


"Hah! Melly ada di apartemen Pak Shandy,apa aku tidak salah dengar tadi,lalu ngapain Melly berada di apartemen Pak Shandy,apa mungkin Melly di pindahkan kerja sama Pak Shandy untuk beres beres di apartemen Pak Shandy?atau mungkin,ah tidak tidak,tidak mungkin" batin Aldo bertanya tanya.


Sementara di tempat lain,Melly sedang sibuk menyusun semua pakaiannya dan memasukkannya ke dalam lemari kamar sebelah.


Apartemen mewah milik pak Shandy memiliki dua kamar,satu kamar di tempati Shandy dan satu kamar lagi kosong,dan di kamar kosong inilah Melly menyusun semua barang barang miliknya.


"Tok....tok....tok..." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


Melly pun bergegas menuju pintu dan membukanya.


"Kreeeeekkkk...." pintu di buka oleh Melly.


"Hii sayang" begitu pintu di buka Shandy langsung menyapa Melly dengan senyum mengembang.


"Eh Abang,sudah pulang ya" sahut Melly sambil tersenyum dan mencium punggung tangan Shandy.


"Sudah sayang" timpal Shandy seraya masuk kedalam.

__ADS_1


"Oh iya,sayang ini Abang punya sesuatu buat kamu" Shandy memberikan kotak kado yang di ikat dengan pita.


"Wah apa ini bang?" tanya Melly dengan senyum lebar penuh kegirangan.


"Di buka saja sayang" ujar Shandy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Melly.


"Hmmm...apa ya,Abang nih bikin penasaran aja deh hehehe" sahut Melly.


"Bukalah sayang" ujar Shandy.


Melly pun membuka kado tersebut dan Melly pun sangat terkejut ketika di dalam kado tersebut ada baju lingerie yang berwarna merah.


"Hah! apa nih bang,kok bahannya menerawang dan tembus pandang gini?" Melly membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya sayang,itu namanya lingerie dan cocok banget buat kamu sayang,makanya Abang beliin untuk kamu hehe" timpal Shandy sambil mengecup kepala Melly.


"Hmmm...." Melly masih memandangi lingerie warna merah itu.


"Pakailah sekarang sayang,Abang mau lihat kamu pakai itu sekarang" bisik Shandy pada telinga Melly.


"Oke,baik bang" sahut Melly seraya berjalan menuju ke kamar.


"WOW kamu cantik dan seksi sekali sayang" Shandy ternganga melihat keindahan tubuh Melly yang memakai lingerie warna merah menyala dan sangat menggoda.


"Hmmm..." Melly masih berkaca di depan cermin dan sambil membolak-balikkan badannya.


"Sayang,Abang lagi pengen nih" Shandy berbisik dan memeluk tubuh Melly dari belakang sambil tersenyum menatap cermin yang ada di depan mereka.


Shandy pun bergerak aktif mencumbu leher Melly dan menyibakkan rambut Melly dengan lembut,kemudian Melly pun membalikkan badannya menghadap Shandy.Dan Shandy pun dengan lembut mencumbui bibir Melly yang merah merona itu.


Kemudian Shandy segera menggendong tubuh Melly dan meletakkannya di atas kasur,bibir Melly di cumbu dengan buas oleh Shandy hingga Melly pun susah untuk bernafas.


Tak hanya bibir,kini Shandy menjelajah turun ke leher,kemudian menjelajah ke arah dua bukit kembar milik Melly dan sampailah di hutan belantara,dengan buasnya Shandy menjelajahi hutan itu hingga tubuh Melly menggeliat dan penetrasi.


Melihat Melly sudah penetrasi,Shandy pun segera memasukkan senjatanya ke dalam goa milik Melly.


Melly di hajar habis habisan tanpa ampun dengan berbagai macam gaya,hingga keduanya kini sudah bermandikan peluh dan sampailah keduanya di puncak kenikmatan kemudian keduanya melakukan pelepasan secara bersamaan.Kini keduanya terkulai lemas di atas ranjang dan sangat kelelahan.


"Sayang,terima kasih ya" ucap Shandy seraya mengecup kening Melly.


Melly hanya tersenyum dan memeluk Shandy seraya menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Shandy.


Keesokan harinya Shandy berpamitan pada Melly untuk berangkat ke Bandung bersama Bejo.


"Sayang,Abang berangkat ke Bandung dulu ya, mungkin besok Abang baru kembali lagi ke Jakarta" ucap Shandy pada Melly.


"Iya, Abang hati hati di jalan ya,awas jangan nakal ya bang" timpal mencubit pinggang Shandy.


"Aduh,geli sayang hehe,Abang janji gak akan nakal,cinta Abang hanya buat kamu sayang" sahut Shandy sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"iiih Abang nih gombal mulu deh" jawab Melly manja sambil memeluk Shandy.


"Ya sudah,Abang berangkat dulu ya, kasihan Bejo sudah menunggu di bawah" timpal Shandy


"Iya Abang" sahut Melly sambil melepaskan pelukannya.


"Oh,iya Abang lupa" Shandy segera bergegas membuka brankas miliknya kemudian mengambil segepok uang lalu memberikannya pada Melly.


"ini uang untuk pegangan kamu sayang,kalau nanti mau berangkat kuliah hati hati ya,dan jangan nakal,oke sayang" Shandy menyodorkan uang itu pada Melly.


"Oke baik, terima kasih bang" Melly pun meraih segepok uang tersebut.


Kemudian Shandy pun keluar dari apartemen di iringi Melly sampai ke parkiran hingga naik ke dalam mobil bersama Bejo dan berlalu pergi.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


********


__ADS_2