Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 77. Deddy Pulang Kampung.


__ADS_3

( POV Deddy )


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo bang" Terdengar suara Dinda di ujung telepon.


"Din,makan ketan durian yuk" Ajak Deddy.


"Dimana bang?" Tanya Dinda.


"Ada deh,pokoknya lima belas menit lagi Abang jemput kamu ke ruko ya" Ucap Deddy.


"Oke" Sahut Dinda.


Lima belas menit kemudian Deddy datang ke ruko untuk menjemput Dinda.


"Din,ayo kita berangkat" Ajak Deddy.


"Iya bentar bang,mbak tolong packing packing semua barang yang udah saya pisahkan dalam box besar itu ya mbak" Ujar Dinda.


"Oke siap Bu" Sahut Tia.


"Mbak,saya pergi dulu ya" Ucap Dinda berpamitan.


"Iya Bu" Timpal Tia.


Deddy dan Dinda pun berangkat ke tempat di mana orang menjual ketan durian.Seaampainya di kedai durian.


"Bu,pesan ketan durian dua ya" Ucap Deddy pada ibu pemilik kedai.


"Iya pak" Sahut ibu pemilik kedai.


"Dinda mau minum apa,ini ada menunya" Deddy menyodorkan selembar kertas menu.


"Wah kayaknya segar nih es campur kacang merah bang" Dinda menunjuk gambar yang ada di kertas menu.


"Bu,es campur kacang merah satu sama es duriannya satu ya Bu" Ujar Deddy.


"Iya pak" Sahut ibu pemilik kedai sambil meletakkan dua mangkuk ketan durian di meja.


"Ayo cobain Din,pasti kamu suka" Ujar Deddy bersemangat.


"Sebenarnya bagiku agak aneh ya bang,ketan di campur vla durian seperti ini,tapi aku suka penasaran pengen nyobain hehe" Ucap Dinda.


Dinda pun menyuapkan satu sendok ketan durian ke dalam mulutnya.


"Gimana rasanya Din,enak?" Tanya Deddy sambil tersenyum.


"Hmm,ternyata enak juga ya bang" Ucap Dinda.


"Kamu suka Din?" Tanya Deddy.


"Iya,suka suka aja hehehe" Sahut Dinda.

__ADS_1


"Kok pake aja sih,kesannya kek terpaksa gitu Din" Ucap Deddy.


"Engga,maksudnya ini enak,aku suka bang" Timpal Dinda.


"Silahkan pak,Bu" Ibu pemilik kedai meletakkan dua gelas minuman di atas meja.


"Makasih Bu" Ucap Dinda.


"Din,cobain deh es duriannya,mantap banget pokoknya segerrrrr" Ucap Deddy seraya menyuapkan sendok es durian ke mulut Dinda.


"Hmm,ternyata enak banget,aku suka bang seger banget" Timpal Dinda.


"Ya udah,kalau kamu suka,nih lagi Din aa" Deddy menyuapi Dinda lagi.


"Udah bang,gak enak di lihatin orang" Ucap Dinda.


"Iiih so sweet banget,bapak sama ibu ini ya hehe" Ucap ibu ibu yang duduk di kursi sebelah Deddy.


"Hehe,maaf ya Bu,kadang dia suka gak tahu tempat,ya begitu bawaannya suka nyuapin saya hehe" Ucap Dinda pada ibu ibu yang sejak tadi senyum senyum melihat Dinda dan Deddy.


"Iya gak apa-apa Bu,saya juga pengen di gituin,tapi suami saya gak bisa romantis orangnya" Keluh ibu tersebut.


Dinda dan Deddy saling berpandangan,lalu tersenyum mendengar ucapan ibu tersebut. Setelah selesai makan ketan durian dan es, Deddy dan Dinda pun berlalu masuk ke dalam mobil.


"Din,Abang dapat cuti seminggu dari kantor, rencananya Abang mau pulang kampung ke Garut lihat anak anak" Ucap Deddy.


"Oh ya,kapan rencana mau pulang kampungnya bang?" Tanya Dinda.


"Besok,Abang udah beli tiketnya" Jawab Deddy.


"Maybe 4 sampai lima hari Din" Timpal Deddy.


"Terus,kamu gak sekalian pulang ke Jawa timur juga bang?" Tanya Dinda.


"Engga,ke Garut aja Din,malas Abang pulang ke Jawa timur,gak betah suasananya gak kayak di Garut sejuk dan asri" Jawab Deddy enteng.


"Hanya karena suasana kamu engga mau pulang kesana,aneh kamu ini bang,itu namanya tidak adil,masa pulang ke rumah istri tua,tapi ke istri muda engga,kan aneh" Dinda mengernyitkan dahinya.


"Iya,Abang jarang pulang kesana Din,kalau ke Garut itu wajib setiap tahun" Timpal Deddy enteng.


"Seharusnya kamu bisa adil bang,di Garut 3 hari dan di Madiun 3 hari gitu bang" Ucap Dinda.


"Engga ah,pulang ke Garut aja Din" Timpal Deddy.


"Engga kasihan gitu sama anak istri kamu yang di Madiun?" Tanya Dinda.


"Bukan gak kasihan,tapi malas aja pulang kesana,selama menikah baru dua kali Abang pulang kesana,gak betah disana Din" Timpal Deddy.


"Oh,ya udah deh terserah kamu aja bang,aku cuma kasih saran aja,kalau di terima ya syukur,gak terima juga ya gak apa-apa,up to you" Ucap Dinda.


"Din,kita check in yuk,besok kan Abang mau pulang kampung hehe" Ajak Deddy sambil tersenyum.


"Maaf engga bisa bang" Timpal Dinda.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Deddy penasaran.


"Aku lagi datang bulan bang" Sahut Dinda.


"Oh,ya udah deh kalau gitu" Timpal Deddy kecewa.


"Maaf ya bang" Ucap Dinda.


"Tapikan Din,bisa secara manual hehe" Deddy tak kehabisan akal.


"Engga deh,itu enak di kamu,engga enak di aku" Sahut Dinda.


"Iya udah deh,pulang dari Garut,berarti udah selesai dong haid nya Din?" Tanya Deddy.


"Kamu engga usah mikirin aku,kamu fokus sama istrimu aja dulu bang" Ucap Dinda.


"Hmm,ya udah deh,sekarang kita mau ke mana Din?" Tanya Deddy.


"Pulang ke ruko,eh bang,aku lupa bungkus ketan durian buat mbak Tia bang" Ucap Dinda.


"Oh mau bungkus ya?tunggu di mobil sebentar ya,biar Abang aja yang turun" Timpal Deddy.


Deddy pun segera bergegas menuju ke kedai ketan durian dan memesan satu bungkus untuk di bawa pulang.


"Nih Din,ketan duriannya" Deddy menyodorkan bungkusan plastik pada Dinda.


"Thank you bang" Ucap Dinda.


Deddy pun segera menyalakan mesin mobilnya, lalu mengendarai mobilnya menuju ke ruko.


"Din,gimana semalam udah kamu marahin belum si Tia?" Tanya Deddy.


"Oh,yang mengenai pakai bajuku itu ya bang,engga bang,gak aku marahin,gak tega bang" Ucap Dinda.


"Kenapa gak tega,kalau di biarkan,lama lama bisa ngelunjak loh" Timpal Deddy.


"Iya,gimana ya bang,aku pikir mungkin dia lagi puber baru kenal cowok,mungkin pengen dandan dan terlihat bagus kali di mata cowoknya,anak seusia kayak gitukan lagi seneng senengnya dandan,mungkin dengan dia memakai bajuku terasa lebih pede,mungkin loh ya bang" Ucap Dinda.


"Tapi gak dengan cara kayak gitu juga Din,kamu harus tegas sama dia,kalau di biarkan anak itu nanti makin kurang ajar" Timpal Deddy.


"Iya sih kalau mikir kesitu,tapi suka kasihan gitu loh bang,dia mungkin pengen bergaya bang,kalau di lihat dari latar belakang kehidupannya suka gak tega mau marahin dia itu bang" Ucap Dinda.


"Terus berapa baju yang udah di pakai sama dia Din?" Tanya Deddy.


"Yang aku lihat sih baru satu itu,yang di pajang di foto profil WA dia,tapi di lemari dia ada lima helai bajuku yang di simpan dia bang" Sahut Dinda.


"Terus kamu udah ambil semua baju bajumu dari lemari dia?" Tanya Deddy.


"Engga bang,aku gak mau pakai lagi baju bekas dia bang" Ucap Dinda.


"Jangan di biarkan,nanti jadi kebiasaan Din,nanti semakin kurang ajar,kita harus tegas sama dia" Ujar Deddy.


"Maybe next time bang,aku akan pelan pelan ngomong ke dia bang" Timpal Dinda.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


*******


__ADS_2