
( POV Rani )
Flashback
Sejak memasuki bangku sekolah menengah pertama,aku mulai beradaptasi dengan teman temanku yang baru.
Aku melanjutkan sekolahku di sekolah swasta alias sekolah umum dengan berbagai macam suku dan agama.
Suatu ketika aku melihat statusnya abang kelasku yang galau terus menerus karena di putusin pacarnya.
"Statusnya galau terus bang?" Rani mengirimkan chat pada Abang kelasnya.
"Iya nih dek,pacaran jarak jauh ternyata nyesek juga hmm" Balas Steven.
Sejak saat itulah Steven selalu curhat tentang kesedihannya pada Rani,kini keduanya pun semakin lama semakin intens berkomunikasi.
Satu bulan kemudian Steven menyatakan perasaannya di depan teman-temannya.Hal itu tentu saja membuat Rani gugup dan malu di lihatin orang banyak.
"Rani,maukah kau menjadi pacarku?" Steven berlutut di hadapan Rani seraya menyodorkan setangkai bunga mawar dan cokelat di tangannya.
"Hah?apa-apaan ini bang?" Rani menutup mulutnya dan membulatkan matanya dengan sempurna melihat ke arah Steven yang tengah berlutut di hadapannya.
"Cieee,cieee,terima! terima! terima terima! " Teman-temannya Rani dan Steven yang sedang berolahraga di lapangan sekolah pun berkumpul dan berteriak-teriak kompak sambil bertepuk tangan.
"Udah Ran,terima aja Ran!"Teriak Mona,teman sekelas Rani.
"Suiittt,suiittt" Teman-temannya Steven pun bersorak-sorai di lapangan olahraga tersebut.
"Rani,sekali lagi aku katakan padamu,maukah kau menjadi pacarku?" Tanya Steven sambil tersenyum.
Rani pun bingung dengan sikap Steven yang tiba-tiba saja menembaknya di depan teman-temannya itu.Ia pun terdiam sejenak dan berpikir.
"Terima! terima! terima! " Suara itu terdengar semakin kompak.
Rani menatap Steven,lalu ia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Horeee,prok,prok,prok" Suara sorak Sorai pun bergemuruh di iringi dengan tepuk tangan yang sangat kompak.
Sejak saat itulah Rani dan Steven resmi berpacaran,berawal dari seringnya curhat, lama-lama jadian.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka mbak,Steven akan nembak aku di depan umum mbak" Curhat Rani pada Tia.
"Cieee,yang udah punya pacar" Ledek Tia.
"Sssstttttt,jangan keras-keras mbak,nanti di dengar sama mama" Rani menempelkan jari telunjuknya di bibir.
Sejak saat itulah Rani mulai berpacaran dengan Steven Huang yang merupakan keturunan Chinese.
"Kok kamu mau sih pacaran sama aku bang?" Tanya Rani pada Steven,pas di jam istirahat sekolah.
"Iya emangnya kenapa,gak boleh ya Ran?" Tanya Steven.
"Enggak,bukannya gak boleh,tapi aku merasa insecure aja sama mantan-mantan kamu yang cantik-cantik,putih dan langsing itu, sedangkan aku?ah kamu tahu sendiri aku kan....
"Kamu kenapa Ran?kamu gendut,kamu tidak putih,kamu berbeda agama sama aku,kamu merasa minder sama mantan-mantan aku gitu?" Tanya Steven.
"Iya bang,aku gak nyangka aja kamu bakalan nembak aku,sementara mantan pacar kamu Lusi yang satu kelas denganku aja itu cantik, tinggi,putih dan langsing,hmm aku jadi.....
"Sssstttttt,gak usah di teruskan Ran,aku sama Lusi memang sempat menjalin hubungan,tapi itu tidak lama,cuma satu bulan doang kok" Ucap Steven.
"Padahal kalian cocok loh,kamu sama Lusi itu sama-sama Chinese dan kalian pun seagama " Ucap Rani.
"Enggak,gak apa-apa sih hehe" Timpal Rani.
"Aku kan sebelum sama kamu juga pacaran sama Icha,dia sama seperti kamu memakai hijab,kami putus karena LDR kan,dia sama orang tuanya pindah ke Padang" Ucap Steven.
"Aku kalau udah suka sama seseorang itu gak mandang fisik dan agama,yang penting klik, cocok,enak di ajak ngobrol dan nyambung,ya contohnya sama kamu ini Ran,berawal dari seringnya aku curhat sama kamu,lama-lama aku jadi nyaman hehe" Ucap Steven lagi.
"Hmm,iya ya" Rani mengangguk anggukan kepalanya.
"Ran,aku boleh main ke rumah kamu gak?" Tanya Steven.
"Hah,gak boleh bang,nanti mamaku marah kalau tahu aku pacaran" Timpal Rani.
"Oke deh,jadi kita pacarannya pas jam istirahat sekolah aja ya hehe" Ucap Steven.
...........................................................................
Sore harinya pukul 17.00 WIB anak-anak sekolah yang masuk siang itu pun pada keluar dari dalam kelas.
__ADS_1
"Teng! teng! " Bel sekolah pun berbunyi.
Rani segera memasukan bukunya ke dalam tasnya,ia pun tergesa-gesa keluar dari dalam kelasnya.Rani berdiri di depan pintu gerbang sekolah.
"Ran,lagi nunggu jemputan ya?" Tiba-tiba Steven sudah ada di belakang Rani.
"Eh,iya nih bang" Sahut Rani.
"Siapa yang jemput Ran?" Tanya Steven.
"Mamaku,kalau kamu di jemput sama siapa bang?" Tanya Rani.
"Aku pulang pergi naik angkot Ran" Timpal Steven.
"Oh begitu,eh bang,itu mamaku udah datang jemput,aku duluan ya,bye" Rani melambaikan tangannya pada Steven.
"Bye Rani,hati-hati di jalan ya" Steven melambaikan tangannya pada Rani sambil tersenyum.
*****
"Ma,kenapa sih Rani gendut?dan kenapa kulit Rani sawo matang?gak seperti mama putih dan bersih,mama juga cantik,sedangkan aku biasa-biasa aja" Keluh Rani ketika sudah masuk ke dalam mobil.
"Apa sih nak,kok tiba-tiba bertanya seperti itu?kamu harus banyak-banyak bersyukur nak, kulit kamu itu exotic loh nak,kalau orang bule itu suka sama warna kulit kamu,dan satu lagi kamu itu tidak gendut,tapi berisi" Jawab Dinda menghibur Rani.
"Iya ma,tapikan Rani bukan bule,Rani tuh dari kecil suka kesal sama orang-orang,karena kalau kita pergi kemana-mana orang-orang gak percaya kalau aku ini anak mama,kadang Rani suka iri sama si kembar,dia cantik-cantik dan putih kayak mama,kenapa aku ikut papa kulitnya ma?" Keluh Rani.
"Hey,Rani sayang,kamu itu manis,kamu itu harus banyak-banyak bersyukur,cantik dan putih itu tidak menjadi jaminan,yang penting itu adalah inner beauty kamu,walaupun kamu berkulit sawo matang,tapi kalau kamu punya inner beauty,orang akan enak aja ngelihat kamu dan satu lagi kita harus smart,percuma cantik tapi otaknya gak ada isinya,iyakan?" Ucap Dinda.
"Hmm,iya juga sih" Timpal Rani.
"Kamu harus banyak-banyak bersyukur,masih punya mama sama papa,punya adek-adek dan hidup kamu tidak kekurangan,banyak di luaran sana yang sudah tidak punya orang tua,pengen sekolah tapi gak mampu untuk sekolah,banyak juga yang tinggal di kolong jembatan,tidur pun gak nyenyak di ganggu nyamuk,besok bingung mau makan apa juga gak tahu karena gak ada uang,sedangkan kamu masih bisa makan 3 kali sehari,tidur pun nyaman dan nyenyak,kalau fisik itu bisa berubah,bisa menua dan keriput,yang paling penting itu hati kita Ran,cantik juga buat apa kalau hatinya busuk,iyakan?" Ucap Dinda.
"Thats right" Timpal Rani sambil tersenyum.
"Nah gitu dong,ini baru anak mama hehe" Ucap Dinda sambil tersenyum.
BERSAMBUNG
****
__ADS_1