Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 79. Dinda Pergi Arisan.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Een menghubungi Dinda.


"Say,jangan lupa hari ini arisan di rumahku,jam 4 sore ya say" Ucap Een di ujung telepon.


"Iya say" Sahut Dinda.


Een pun menutup teleponnya dan Dinda pun segera menemui Tia di kamarnya.


"Mbak,nanti sore saya mau pergi arisan,tolong kamu jagain anak anak di rumah ya mbak" Ucap Dinda.


"Baik Bu" Sahut Tia.


"Mama,Rani kan sekarang udah SMP,boleh dong beliin Rani motor matic hehe" Ucap Rani.


"Mau pergi kemana naik motor?takutnya nanti kamu jatuh,mama gak mau itu terjadi,sayang" Timpal Rani.


"Ya buat jalan jalan keliling komplek perumahan sini aja ma,lagian Rani juga udah besar,malu kalau sekolah di antar sama mama terus" Keluh Rani.


"Kan biar lebih aman,kalau di antar sama mama,sayang" Ucap Dinda.


"Engga mau ma,Rani malu,sekarang Rani udah besar,jadi gak mau di antar lagi sekolahnya" Rengek Rani.


"Iya Bu,beliin motor matic aja Bu,biar nanti saya yang ngajarin Rani naik motornya" Timpal Tia.


"Hmm,ini pasti ulah Tia,yang udah menghasut Rani untuk minta di belikan motor" Batin Dinda.


"Ya udah,nanti mama ngomong dulu sama papa kamu ya sayang" Ucap Dinda pada Rani.


"Mudah mudahan papa setuju ya ma" Ucap Rani penuh harap.


Dinda pun masuk ke dalam kamarnya,lalu ia meraih ponselnya di atas nakkas yang sedang di charger.


{ Assalamualaikum pah,gimana kabarnya?semoga papa baik baik aja ya }


{ Pah,hari ini Rani minta di belikan sepeda motor,apakah papa mengizinkan mama untuk membelinya? }


Dinda mengirimkan pesan kepada Herman suaminya yang sedang berada di tengah laut.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Herman menghubungi Dinda.


"Hallo pah" Ucap Dinda.


"Iya hallo ma,kenapa tiba-tiba Rani minta di belikan motor ma?" Tanya Herman.


"Engga tahu juga pah,tiba-tiba aja dia minta di belikan pah"Sahut Dinda.


"Mana Rani ma?" Tanya Herman.


"Ran,Rani,sini sebentar nak" Dinda memanggil Rani.


"Iya,ma ada apa?" Tanya Rani.


"Ini ada papa telepon" Dinda menyodorkan ponselnya pada Rani.


"Iya pah,ini Rani,papa apa kabarnya?" Tanya Rani.

__ADS_1


"Alhamdulillah Papa baik nak,kenapa tiba-tiba Rani pengen beli motor nak?" Tanya Herman.


"Iya biar kalau sore sore,bisa jalan jalan keliling komplek sama mbak Tia pah" Jawab Rani.


"Tapi janji jangan jauh-jauh ya nak,hanya keliling komplek aja,jangan sampai ke jalan raya" Ucap Herman.


"Iya pah" Sahut Rani.


"Ya udah,kasihkan teleponnya sama mama nak" Ujar Herman.


"Iya pah,nih ma" Rani menyodorkan ponsel pada Dinda.


"Hallo pah" Ucap Dinda.


"Nanti papa transfer 30 juta ya untuk beli motor matic,sisa uangnya buat kalian" Ucap Herman.


"Iya pah" Timpal Dinda.


"Bilang sama Tia dan Rani,nanti kalau udah ada motor jangan pergi jauh jauh dari komplek" Ucap Herman.


"Oke baik pah" Sahut Dinda.


Herman pun menutup teleponnya dan Dinda pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi Dinda langsung dandan merias wajahnya di depan cermin dan mengenakan mini dress,memakai jam tangan branded serta cincin berlian di sematkan di jarinya.


"Mbak Tia,saya pergi arisan dulu ya,saya titip anak-anak" Ucap Dinda.


"Iya Bu,Ibu kelihatan cantik dan elegan banget hari ini Bu hehe" Ucap Tia.


Lima belas menit kemudian Dinda telah sampai di perumahan Een,ia bingung hendak parkir mobil di mana,sepanjang jalan mobil pun telah berjejer dengan rapi.


"Hii Bu Dinda" Sapa Ani saat melintas di dekat mobil Dinda.


Dinda pun turun dari mobilnya dan menenteng tas Chanel hitam kesayangannya.


"Hii juga Bu Ani" Dinda langsung cipika cipiki dengan Ani.


"Wah,semuanya bermobil,cuma saya aja yang jalan kaki hehe" Ucap Ani.


"Lah rumah Bu Ani kan dekat dari rumah Bu Een,jadi jalan pun gak masalah iyakan hehe" Timpal Dinda.


"Iya,tapi kayaknya pada punya mobil semuanya nih istri istri pelaut,cuma saya aja nih yang belum punya mobil hehe" Ucap Ani.


"InsyaAllah semoga Bu Ani di segerakan punya mobil juga ya Bu" Timpal Dinda.


"Aamiin,makasih Bu Dinda doanya,yuk langsung aja kita ke rumah Een,kayaknya udah pada ngumpul tuh" Ajak Ani.


Sesampainya di rumah Een,ibu ibu sudah pada kumpul semuanya dan duduk di atas karpet membentuk lingkaran di ruang tamu Een.


"Assalamualaikum" Ucap Dinda dan Ani.


"Wallaikumsallam" Sahut ibu ibu seketika pada menoleh ke arah pintu.


"Wah inilah ibu ketua kita,Bu Ani ini adalah penggagas acara ini ibu ibu hehe" Ucap Een.


"Kalau ketuanya Bu Ani,sekertaris siapa Bu" Celetuk Mirna.

__ADS_1


"Bu Dinda,mau gak jadi sekertaris?" Tanya Ani.


"Lah kok saya Bu,yang lain aja Bu hehe" Sahut Dinda.


"Udah sekertarisnya Bu Dinda aja,gimana ibu-ibu,kira-kira kalau Bu Dinda jadi sekertaris,setuju gak Bu?" Tanya Ani.


"Setujuuuu" Sahut ibu ibu kompak.


"Bendaharanya Bu Een,gimana ibu ibu setuju?" Tanya Ani.


"Setujuuuu" Sahut ibu ibu kompak.


"Wakil ketuanya Bu Lia aja,gimana ibu ibu?" Tanya Een.


"Setujuuuu" Ucap ibu ibu.


"Oke baik,acara ini akan saya buka ya, Assalamualaikum ibu ibu semuanya?" Ucap Ani.


"Wallaikumsallam" Jawab Ibu ibu kompak.


"Baiklah di sini saya sebagai ketua dan penggagas acara arisan ini,saya berharap kita semuanya di sini kompak,saling mengenal satu sama lain,dan saling menjaga silaturahmi kita dengan baik sesama istri istri pelaut ya ibu ibu" Ucap Ani.


"Ini arisannya berapa bulan sekali Bu?" Tanya Bella.


"Seminggu sekali,setiap hari minggu sore, selepas ashar,dari rumah ke rumah bergiliran Bu" Sahut Ani.


"Jadi setiap rumah yang di tempati untuk acara arisan gini,ada uang konsumsinya gak Bu?" Tanya Rasty.


"Ada Bu,jadi setiap minggunya kita selain setor uang arisan,kita juga setor uang konsumsi ke bendahara keuangan yaitu Bu Een" Ani menunjukkan ibu jarinya ke arah Een.


"Dan kita juga ada uang yang kas ya ibu-ibu,gunanya uang kas itu untuk apa?ya untuk menjenguk kalau ada orang yang sakit,untuk teman atau saudara kita yang melahirkan dan lain sebagainya ya ibu ibu" Ucap Ani.


"Ada koperasi simpan pinjamnya gak Bu?" Tanya Rini.


"Ada nanti kita bentuk koperasi juga,jadi buat ibu ibu yang sedang terdesak atau mungkin butuh dana dadakan,bisa kita pinjamkan dari uang koperasi tersebut" Ucap Ani.


"Saya mau tahu,berapa anggota yang hadir hari ini Bu?" Tanya Ani pad Een.


"Untuk sementara 22 orang Bu,sepertinya nanti ada anggota baru,mungkin minggu depan baru bisa hadir Bu" Sahut Een.


Setelah selesai acara arisan, kemudian lanjut acara makan makan bersama, setelah selesai makan,satu persatu ibu ibu pada berpamitan untuk pulang.


"Saya juga permisi pamit mau pulang ya Bu" Ucap Dinda.


"Nanti dulu,jangan pulang dulu Bu" Ucap Ani sambil menarik tangan Dinda.


"Kan acaranya udah selesai Bu" Timpal Dinda.


"Kita mau pergi karaokean lagi" Bisik Een.


"Hah?sama siapa aja say?" Tanya Dinda.


"Kita aja bertiga Bu" Timpal Ani sambil mengedipkan matanya.


BERSAMBUNG.....


******

__ADS_1


__ADS_2