Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 116. Dinda Semakin Kesal Sama Yudi.


__ADS_3

( POV Dinda )


Siang itu Dinda berselancar di dunia maya,ia pun membuka aplikasi Facebooknya.Dinda melihat berandanya penuh dengan postingan seseorang yang ia kenal,matanya tertuju pada satu nama yaitu Yudi.


"Hah,laki-laki kok alay banget sih?setiap hari update status terus-menerus,bahkan empat sampai lima kali dalam sehari,kebangetan alay nya melebihi perempuan" Gumam Dinda.


Dinda penasaran,lalu ia pun mengklik nama Yudi di berandanya tersebut.


"Hmm,statusnya sok agamis,tapi kelakuannya minus,dasar munafik! " Gumam Dinda.


"Lagi di masjid pun di foto lalu di update ke sosial media,supaya apa coba?statusnya semuanya berisikan tentang dakwah dan pesan moral,tapi kok berbanding terbalik dengan kenyataannya ya?kemarin aja dia berani sekali mencium pipiku,pastinya ia tahu kalau itu tidak boleh,karena aku sama diakan bukan mahram" Gumam Dinda lagi.


"Hmm,apa memang dia ini sok sok pencitraan aja,biar di bilang Sholeh?" Gumamnya.


Dinda pun semakin penasaran dengan isi Facebook Yudi,lalu ia pun stalking beranda milik Yudi itu sampai ke bawah.


"Anjir sok romantis dan sok setia banget,foto sama istri dan ketiga anaknya,pencitraan banget sih,dasar munafik! " Dinda tersenyum sinis.


Dinda pun melihat beberapa foto Yudi yang di posting saat dia sedang meeting bersama anggota dewan dan beberapa pengusaha besar lainnya.Di setiap caption yang dia tulis "Terima kasih sudah mempercayakan perusahaannya pada asuransi kami" atau "Calon nasabah baru,semoga kerjasama kita lancar terus sampai kedepannya Aamiin"


"Memang sih aku akui,pesona dia dan daya tariknya dia serta cara bicara dia selalu menghipnotis calon nasabah barunya,tapi tidak bagiku,ini laki-laki seperti bersembunyi di balik pencitraannya,sepertinya dia pemain lama dan sudah terbiasa bermain,buktinya kemarin aja dia sangat luwes dengan secara tiba-tiba mencium pipiku" Gumam Dinda.


"Ah bodo amat dengan pencitraannya dia,yang penting sekarang aku upload foto tas tas terbaru di Facebook aku,gak penting banget sih aku scroll Facebook si Yudi munafik ini" Batin Dinda.


Setelah selesai meng-upload beberapa foto koleksi tas dan sepatu branded terbaru,Dinda pun log out dari Facebooknya.


"Derttttt.. Derttttt" Ponsel Dinda bergetar dan ada beberapa pesan masuk di aplikasi WhatsApp nya.


Dinda mengklik aplikasi tersebut,ada beberapa pesan masuk dari customer dan reseller setianya,dan yang menarik perhatian Dinda adalah pesan dari Yudi.


"Dinda,besok print out nya aku bawa ya,kita ketemuan di hotel,besok aku ada presentasi di hotel,kamu kesana aja besok sore jam empat,aku tunggu ya Dinda! " Yudi pun mengirimkan sharelock dan nama hotel bintang lima.


Dinda hanya membaca pesan tersebut,lalu ia pun mengabaikan pesan dari Yudi.


"Halah,paling juga modus lagi ntar yang ada ujung-ujungnya alasan lupa lagi bawa print out nya" Batin Dinda.

__ADS_1


Dinda pun membalas pesan dari customer dan reseller setianya satu persatu.


...........................................................................


Malam harinya sekitar pukul 20.08 WIB ponsel Dinda berdering.


"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Yudi menghubungi Dinda.


"Hallo" Ucap Dinda datar.


"Hallo Dinda,udah baca pesan dari aku?" Tanyanya.


"Iya,udah" Jawab Dinda.


"Besok jam empat sore aku tunggu ya Dinda" Ujar Yudi.


"Pak,sebaiknya bapak jelaskan aja,apa isi pesan print out nya,biar saya gak capek-capek harus kesana segala! " Tegas Dinda.


"Tidak bisa Dinda,ini harus di jelaskan secara langsung,kalau lewat telepon gak afdhol" Sahutnya.


"Lama-lama saya kesal loh pak,terus terang saya merasa di permainan kan sama bapak,atau gini aja deh,foto kan aja hasil print out nya,bereskan pak?jadi besok saya tidak perlu repot-repot kesana! " Ucap Dinda kesal.


"Derttttt... Derttttt" Ponsel Dinda bergetar pesan dari Yudi pun masuk.


{ Dinda,aku tunggu besok ya,maaf teleponnya terputus,soalnya tadi barusan ada istri }


{ Dinda,kalau bisa besok jangan pakai jilbab ya,pakai rok pendek aja seperti yang Dinda posting di Facebook }


Yudi pun mengirimkan foto Dinda yang sedang menggunakan rok pendek yang terpampang di Facebooknya.


{ Nah seperti foto ini,kamu cantik sekali Dinda }


"Hmm,itu foto empat bulan yang lalu pak, sebelum saya menggunakan hijab,saya belum sempat menghapusnya" Balas Dinda.


{ Besok kalau bisa gak usah pakai hijab ya,pakai rok pendek itu aja,aku suka banget lihatnya Dinda hehe }

__ADS_1


"Astaghfirullah Al'adzim,baru aja beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk berhijab pak,masa iya harus saya lepas lagi?kenapa gak istri kamu aja yang di suruh pakai rok pendek pak! " Balas Dinda kesal.


{ Istriku gak cocok pakai rok pendek Dinda,dia itu orang kampung yang gak tahu fashion }


"Sama aja,saya juga orang kampung pak" Balas Dinda.


{ Tapi beda Dinda,dia itu benar-benar dari pelosok yang tidak tahu bergaya }


"Maaf ya pak,saya tadi melihat postingan kamu di Facebook,kamu suka posting tentang kebaikan dan pesan moral terutama tentang wajibnya seorang perempuan untuk menutup auratnya,tapi kenapa kamu malah nyuruh saya pakai rok pendek?" Dinda mulai tidak respect.


{ Iya itukan hanya himbauan Dinda,lagian itu hanya copy paste dari Facebook orang lain,tapi kalau masalah selera tetap gak bisa bohong hehehe }


"Anjir benar banget kan dugaan aku,dia itu hanya pencitraan doang di facebooknya,sok alim,sok agamis,aslinya sama aja jelalatan suka lihat yang seksi-seksi" gumam Dinda.


...........................................................................


Keesokan harinya sekitar pukul 15.30 WIB Yudi menghubungi Dinda kembali.


"Dinda,jangan lupa ya jam empat sore" Ucap Yudi mengingatkan.


"InsyaAllah pak,kalau sempat ya,soalnya saya setiap jam lima sore harus jemput si kembar sekolah" Sahut Dinda.


"Enggak apa-apa terlambat Dinda,yang penting kamu datang ya hehe" Ujarnya.


Dinda pun menutup teleponnya,sambil rebahan di atas kasur,ia berpikir bolak-balik.


"Datang enggak ya?gimana kalau dia lupa lagi bawa hasil print out nya,ntar alasan apalagi tuh si laki-laki mata keranjang" Gumam Dinda.


"Mau klaim asuransi aja susah banget,dia itu seperti sengaja mengulur-ulur waktu dan sepertinya dia ngerjain aku,lihat aja kalau kali ini dia benar-benar gak bawa hasil print out nya,aku pastikan ini yang terakhir aku ketemu sama dia,aku gak mau lagi ketemu sama lelaki mata keranjang itu" Gumam Dinda.


Dinda pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah selesai mandi ia pun berdandan di depan cermin.


Selesai berdandan Dinda segera bergegas melajukan kendaraannya menuju ke sekolah untuk menjemput si kembar.Setelah Dinda menjemput si kembar,lalu ia mengantarkan si kembar pulang ke rumah.Kemudian Dinda pun segera meluncur ke hotel bintang lima.


Sesampainya di depan hotel,Dinda langsung memarkirkan mobilnya di area parkir hotel tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG


*****


__ADS_2