Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 46. Shandy Kembali Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

( POV Melly )


Hari ini bang Shandy pulang ke Jakarta,setelah dua minggu di Palangkaraya.Aku benar benar sangat merindukannya,dan hari ini aku ikut Bejo ke airport untuk menjemput bang Shandy.


"Jo,kok bang Shandy lama banget ya?" Tanya Melly yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Shandy.


"Sabar non,barusan bapak telepon,katanya udah keluar dari dalam pesawat" Timpal Bejo.


Sepuluh menit kemudian tampak Shandy keluar dari pintu kedatangan,dengan membawa koper serta plastik oleh oleh.


"Eh jo,sudah lama menunggu ya?" Tanya Shandy.


"Belum pak,baru tiga puluh menit hehehe" Sahut Bejo sambil cengengesan.


"Abang" Melly keluar dari balik tembok seraya tersenyum pada Shandy.


"Hah,sayang,kamu ikut jemput Abang?" Shandy menghampiri Melly dengan wajah sumringah dan langsung memeluknya.


"Iya bang,habis kangen sih,jadi ikut jemput deh hehehe" Ucap Melly membalas pelukan Shandy.


Sementara sementara Bejo langsung memasukkan barang bawaan Shandy ke dalam bagasi mobil.


"Silahkan pak" Ucap Bejo sambil membukakan pintu mobil.


Shandy dan Melly pun masuk ke dalam mobil dan Bejo pun segera melajukan kendaraannya menuju ke apartemen.


"Sayang,bagaimana kursus mobilnya? Tanya Shandy.


"Alhamdulillah lancar bang" Timpal Melly.


"Wah,berarti istri Abang sekarang sudah pandai bawa mobil ya hehehe?" Ucap Shandy.


"Udah dong" Sahut Melly sambil tersenyum dan memeluk Shandy.


Sesampainya di apartemen Bejo pun membantu membawakan koper milik Shandy ke lantai atas.


"Jo,ini ada oleh oleh buat kamu" Ucap Shandy sambil menyodorkan plastik pada Bejo.


"Wah terima kasih banyak pak" Ucap Bejo sambil tersenyum.


Bejo pun berpamitan pada Shandy dan Melly,dan kini di apartemen itu hanya ada mereka berdua.


"Sayang,Abang ke kamar mandi dulu ya,gak tahan dari tadi kebelet nih hehe" Ucap Shandy.


"Iya bang" Sahut Melly.


Sementara Shandy di kamar mandi,Melly pun mengeluarkan benda kecil dari dalam tasnya, kemudian mengoleskannya ke bagian sekitar area organ intim kewanitaannya.


Kemudian Melly pun langsung mengganti pakaiannya dengan lingerie yang berwarna merah kesukaan Shandy.Tak lupa Melly pun menyemprotkan parfum ke leher dan dadanya.


"Sayang" Tiba tiba Shandy memeluk Melly dari belakang.


"Abang,Melly kangen" Ucap Melly manja.


"Sama,Abang juga kangen sayang" Bisik Shandy di telinga Melly.


"Sayang,kamu harum banget" Bisik Shandy sambil menciumi leher Melly.


Melly pun menikmati setiap ciuman dan sentuhan yang Deddy berikan dan sesekali ia pun menggeliat dan mengeluarkan suara lirihnya.


"Sayang" Bisik Shandy sambil mengangkat tubuh Melly kemudian di letakkan di atas sofa Tantra.


Deddy pun beraksi dengan buas saat menjelajahi hutan belantara milik Melly.


"Sayang,kok harum banget,Abang jadi makin bersemangat nih" Ucap Shandy sambil memainkan lidahnya dengan buas dan liar.


Melly pun pasrah dengan perlakuan Shandy yang semakin menggila itu,tubuhnya sesekali menggelinjang dan mengeluarkan suara lirih.


"Ayo bang" Ucap Melly lirih karena merasa sudah tidak tahan.

__ADS_1


Shandy pun paham dengan keinginan Melly,lalu Shandy pun melakukan penyatuan dan menghujamkan senjatanya berkali kali sampai keduanya merasakan kenikmatan dan indahnya surga dunia.


"Bang" Ucap Melly lirih.


Mendengar suara lirih Melly,Shandy semakin mempercepat gerakannya dan ia terus saja menghujamkan senjatanya berkali kali, sehingga tubuh Melly pun bergetar hebat dan melakukan pelepasan.


Shandy tersenyum puas, saat melihat Melly melakukan pelepasan,namun tak sampai di situ saja.Shandy pun kemudian membalikkan tubuh Melly,lalu ia pun menyerangnya berkali kali,dan sampailah ia menuju ke puncak dan melakukan pelepasan.


Shandy menggandeng tangan Melly menuju ke atas ranjang dan keduanya pun sama-sama tepar dan tertidur saking lelahnya.


"Sayang,bangun sayang,udah subuh" Ucap Shandy lembut sambil mengelus-elus pipi Melly.


"Hmm...jam berapa ini?" Tanya Melly dengan mata yang masih terpejam.


"Jam setengah lima sayang" Bisik Shandy pada telinga Melly.


"Hmm...masih ngantuk" Ucap Melly sambil menutup wajahnya dengan selimut.


Shandy pun segera menarik selimut tersebut, kemudian mengangkat tubuh Melly masuk ke dalam kamar mandi,lalu ia pun menghidupkan shower dan keluarlah air hangat yang membasahi tubuh Melly.


"Iiih Abang,Melly kan masih ngantuk" Melly gelagapan saat tubuhnya di siram air shower.


"Hehehe,biar kamu bangun sayang" Shandy yang jail itupun memandikan Melly dan membersihkan tubuhnya dengan sabun.


Saat tangan Shandy menyentuh bagian hutan belantara milik Melly, jari Shandy yang jail itupun di masukkannya ke dalam goa milik Melly.


"Abaang" Ucap Melly manja.


"Hehehe,habisnya gemas sih" Ucap Deddy.


Shandy pun langsung membungkukkan tubuh Melly,kemudian ia pun melakukan serangan fajar dari belakang,Melly pun menikmati serangan tersebut.


Keduanya pun saling bersahut-sahutan mengeluarkan suara lirihnya dan Shandy pun akhirnya melakukan pelepasan.


"Sayang,ayo kita segera mandi,biar kita cepat shalat subuh,takut waktunya keburu habis" Ujar Shandy.


"Iya,dari tadi siapa coba yang agresif,orang masih ngantuk juga,udah di serang aja hehe" Ucap Melly sambil terkekeh.


"Hehehe,suka sih,suka banget malah hehehe" Sahut Melly sambil cengengesan.


Selesai mandi keduanya pun melaksanakan shalat subuh berjamaah.


"Abang,mau minum teh hangat?biar Melly buatkan" Ucap Melly sambil melipat mukenanya.


"Boleh sayang" Timpal Shandy.


Melly dan Shandy pun menikmati sarapan pagi dengan roti bakar dan teh hangat.


"Sayang,kok kamu ada yang sekarang beda ya?" Tanya Shandy.


"Beda,apanya yang beda bang?" Melly mengernyitkan dahinya.


"Beda sayang,punyamu sekarang harum sekali,jadinya Abang kepengen terus hehehe" Ucap Shandy sambil tersenyum.


"Ah,Abang mah suka gitu ih,aku kan jadi malu hehe" Wajah Melly merah merona menahan malu.


"Apa sih rahasianya sayang kok bisa harum dan wangi gitu?" Tanya Shandy penasaran.


"Ada deh,itu mah rahasia perempuan,Abang gak boleh tahu hehehe" Ucap Melly.


"Aduh,istri Abang sekarang main rahasia rahasiaan ya hehehe" Ucap Shandy sambil meminum tehnya.


Shandy tidak tahu kalau sebelum melakukan hubungan intim,Melly mengoleskan parfum cinta ke area organ intimnya,supaya harum dan bisa membangkitkan gairah laki-laki.


"Sayang,besok Abang berangkat ke Bandung,apa kamu mau ikut?" Tanya Shandy.


"Melly lagi ujian di kampus bang,jadi tidak bisa izin,gimana dong?" Ucap Melly manja.


"Yah,padahal kalau perginya sama kamu kan,biar kita sekalian bulan madu dan jalan jalan sayang" Ucap Shandy kecewa.

__ADS_1


"Apa gak bisa di undur minggu depan aja bang?soalnya minggu depan Melly libur kuliah" Ucap Melly.


"Hmm..boleh juga,mungkin sebaiknya Abang pending dulu untuk sementara waktu,sambil menunggu kamu selesai ujian,sayang" Timpal Shandy.


"Horeee asiiikkk hehehe" Melly pun memeluk Shandy dan menciumi pipi Shandy.


"Sayang,Abang siap siap berangkat ke cafe dulu ya" Ucap Shandy.


"Melly boleh ikut gak bang?" Tanya Melly.


"Boleh dong sayang,apa sih yang gak boleh buat kamu hehehe" Ucap Shandy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Melly.


"Hmm...ya udah kalau gitu Melly dandan dulu ya bang" Ucap Melly bersemangat.


"Iya sayang" Ucap Shandy sambil mencubit kedua pipi Melly gemas.


Setelah selesai berdandan,Melly dan Shandy pun berlalu pergi menuju ke cafe,dengan mengendarai mobil Honda jazz milik Melly.


Sesampainya di cafe,Shandy pun memarkirkan kendaraannya di area parkir. Kemudian Shandy pun bergegas ke ruangannya di lantai atas, sementara Melly pergi ke dapur untuk menemui teman teman kerjanya dulu.


"Hii Mel,sekarang penampilan kamu udah beda dengan yang dulu ya" Ucap Ranti pada Melly.


"Ya iyalah beda,kan sekarang dia udah jadi nyonya besar hehe" Timpal Nia.


"Ah,Ranti,Nia,kalian bisa aja deh hehe" Sahut Melly.


"Tapi,aku salut sama kamu loh Mel,walaupun udah jadi nyonya besar,tapi tidak sombong" Celetuk Ranti.


"Apa yang mesti di sombongkan Ran,aku masih seperti yang dulu kok hehe" Timpal Melly.


"Mel,gimana rasanya jadi istri bos,enak gak?" Tanya Nia.


"Ehem..ehem,kalian kerja yang benar,jangan pada ngerumpi aja di dapur" Ujar Aldo.


"Ba-baik Pak Aldo" Ucap Ranti dan Nia gugup.


Ranti dan Nia pun gelagapan saat di tegur Aldo, kemudian keduanya pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing.Melly pun berlalu dari dapur dan di ikuti oleh Aldo dari belakang.


"Mel,Melly,tunggu sebentar" Aldo mengejar Melly.


"Iya,ada apa pak?" Tanya Melly sambil membalikkan badannya.


"Kalau kamu nanti sudah tak bahagia bersama pak Shandy,tolong kamu bilang sama aku ya,aku akan tetap setia menunggu kamu Melly, sampai kapanpun" Aldo menatap sayu pada Melly.


"Hey kalian berdua,lagi pada ngapain disitu?" Tegur Shandy saat melihat Melly dan Aldo berada di lorong dapur.


"Eh,i-ini Pak,di pundak Melly tadi ada kecoa" Aldo gugup dan menjawab sekenanya.


"Iya bang,ini kok di dapur ada kecoanya sih?" Timpal Melly gelagapan.


"Aldo,ayo naik ke atas,sekarang kita akan meeting dengan klien baru" Ujar Shandy.


"Oke baik Pak" Ucap Aldo.


"Sayang,kalau kamu bosan nungguin Abang meeting,kamu shopping aja dulu ya" Ujar Shandy.


"Iya bang" Sahut Melly.


Shandy dan Aldo pun naik ke atas untuk meeting,sementara Melly menuju ke dapur untuk menemui teman temannya kembali.


"Mel,maaf ya,tadi aku sempat menguping pembicaraan kamu dengan Pak Aldo,gila aja sih Pak Aldo masa mau nikung bosnya sendiri" Bisik Ranti pada Melly.


"Hah! kamu ya Ran, kebiasaan suka nguping pembicaraan orang lain" Timpal Melly.


"Iya,namanya juga gak sengaja dengar hehehe" Sahut Ranti cengengesan.


"Huh! dasar,memang kamu tuh ya Ranti,dari dulu kupingnya tajam banget" Ucap Melly sambil berlalu dari dapur.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


******


__ADS_2