
"Hah!" baru kali ini aku di cuekin sama perempuan,setiap aku menelpon Dinda selalu saja tidak pernah di respon.Jangan panggil aku Deddy Kurniady kalau tidak bisa mendapatkan kamu Dinda"
"Tuuuuttttt....Tuuuuttttt....Tuuuutttt..."
"Hallo bang,ada apa bang?" terdengar suara Shakilla dari ujung telepon.
"Killa,tolongin abang dong" ujarku.
"Minta tolong apa bang?" Tanya Shakilla.
"Temani abang ke rumah Dinda" jawabku.
"Hah! jangan gila bang,kak Dinda itu istri orang!" sahut Shakilla ketus.
"Ayolah killa,kan kita cuma main saja datang bersilaturahmi ke rumahnya" ajakku.
"Aku juga tidak tahu alamat rumah kak Dinda bang" jawab Shakilla.
" Ya kamu telepon Dinda dong,minta alamat rumahnya ya" ujarku.
"Ya sudah,tapi ada syaratnya bang" sahut Shakilla.
"Apa syaratnya?" tanyaku.
"Belikan aku tas branded" sahut Shakilla.
"Iya gampang itu,yang penting sekarang kamu cepat telepon Dinda dan minta alamat rumahnya!" ujarku.
"Iya,iya sabar dong!" sahut Shakilla ketus.
"Ah aku sudah tidak sabar menunggu kabar dari Shakilla, perasaan aku sekarang harap harap cemas.semoga saja Dinda mau kasih alamat rumahnya ke Shakilla" batinku
"Kriinggg... kriinggg.... kriinggg...." Shakilla menelepon,wah pasti ada kabar baik nih.
"Hallo Killa, bagaimana sudah dapat alamatnya?" tanyaku bersemangat.
"Iya sudah bang" jawab Shakilla.
"Ya sudah kalau begitu sekarang Abang jemput kamu ke kostan ya?" sahutku.
"Iya" jawab Shakilla.
Aku segera bergegas menyalakan mesin mobilku dan melaju ke kostan Shakilla.
"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt... Tuuuuttttt...."
"Hallo bang" ucap Shakilla.
"Abang sudah di depan kostan kamu, cepatlah keluar! ujarku bersemangat.
Tak berapa lama kemudian Shakilla keluar dari rumah kostan setengah berlari menuju ke arahku dan langsung masuk ke dalam mobilku.
"Mau apa sih bang ke rumah kak Dinda?" tanya Shakilla.
"Udah jangan bawel,nanti bilang saja sama kak Dinda,kita mau jalan jalan ke pantai" jawabku.
"Hah! nanti yang ada aku jadi obat nyamuk dong" sahut Shakilla ketus.
" hahaha...ya tidak mungkinlah kamu jadi obat nyamuk" jawabku sambil terbahak-bahak"
__ADS_1
"iiih,abang nih sudah aku bilang,kak Dinda tak akan mau sama kamu bang" sahut Shakilla.
"Ya,kita lihat saja nanti" jawabku merasa di tantang sama Shakilla semakin akan aku tunjukkan kalau aku bisa menaklukkan hati Dinda.
Sesampainya di depan rumah Dinda,rumahnya tampak sepi dan mobil Dinda pun tidak ada di garasi rumahnya.
"Loh, mobilnya kak Dinda kok tidak ada?" ucap Shakilla.
"Sudah kamu turun saja killa,tanya sama orang rumahnya,Dinda pergi kemana gitu! ujarku pada Shakilla.
"tingtong...tingtong... tingtong..." Shakilla menekan bel rumah Dinda.
Tak berapa lama kemudian ada seorang perempuan keluar dari rumah Dinda dan membukakan pagar.
"Terlihat Shakilla sedang berbicara dengan perempuan muda yang mungkin usianya masih sekitar 18 tahunan.
"Bagaimana killa,apakah Dinda ada di rumahnya atau lagi pergi kemana dia?" tanyaku pada Shakilla.
"Itu tadi kata si mbak,Bu Dinda lagi pergi ke swalayan" jawab Shakilla.
"Loh,memangnya kamu tidak bilang,kalau kamu mau main ke rumahnya?" ucapku.
"Sudah,katanya kalau mau main ke rumah datang saja dek, begitu katanya" jawab Shakilla.
" Ya sudah,kalau begitu mendingan sekarang kamu telepon Dinda lagi" ujarku.
"Iya deh demi tas branded nih,awas saja kalau tidak di belikan" Jawab Shakilla ketus.
"Tuuuuttttt.... Tuuuuttttt.... Tuuuuttttt...."
"Tidak di angkat angkat teleponnya bang" ucap Shakilla.
"Coba di telepon lagi! ujarku pada Shakilla.
"Tidak di angkat angkat juga bang" ucap Shakilla kesal.
"Ya sudah,kita mau menunggu depan rumah Dinda atau mau kemana dulu?" tanyaku.
"iiih,aku mau pulang saja,aku sudah ada janji sama orang" sahut Shakilla.
"Janjian sama siapa hayo" tanyaku.
"iiih,kepo deh" jawab Shakilla ketus.
Akhirnya aku dan Shakilla memutuskan untuk pulang dan mengantar Shakilla pulang ke kostan nya.
"Killa,besok antar abang lagi main ke rumah Dinda ya" ujarku.
"Tak mau ah,pergi saja sendiri" jawab Shakilla ketus.
"Loh,tidak bisa begitu dong,kalau abang kesana sendirian,alasannya mau ngapain coba?" tanyaku.
"Tahu ah" jawab Shakilla ketus.
"Kan katanya kamu mau beli tas branded?" Rayuku pada Shakilla.
"Lagian kenapa sih bang ngejar ngejar Dinda terus,kalau mau nanti aku kenalkan sama temanku namanya Yuli" celetuk Shakilla.
"Yuli temanmu yang kurus dan hitam itu ya?" tanyaku.
__ADS_1
"Iya,kok abang tahu?" sahut Shakilla.
"Ya tahulah,kamu kan pernah posting foto bareng Yuli di Facebook" ucapku.
"Iya yang itu bang,dia masih gadis loh" ucap Shakilla.
"Maaf killa,bukan tipe abang yang kurus dan hitam begitu" jawabku.
"iiih,tapi dia hitam manis loh bang,masih gadis lagi,terus ngapain abang ngejar ngejar kak Dinda,diakan sudah punya suami?" ucap Shakilla kesal.
"Ya tipe abang memang dari dulu suka yang cantik berkulit putih dan bersih" jawabku.
Tidak terasa keasikan ngobrol tahu tahu sudah sampai di depan kostan Shakilla.
"Terima kasih sudah bantu abang Killa" ucapku pada Shakilla.
"Iya" jawabnya ketus sambil turun dari mobil.
Setelah Shakilla turun dari mobil,aku melajukan mobilku pulang menuju ke rumah.
"Papa" teriak anakku Erick sambil berlari memelukku.
"Iya,adek lagi main apa?" tanyaku.
"Lagi main pesawat yang di belikan papa kemarin,ini remote nya Pah" ucap Erick seraya memberikan remote nya padaku.
Erick adalah anakku yang ke enam dari istri keduaku,Erick kini usianya 3 tahun 2 bulan sedangkan di bawah Erick masih ada adek nya yang masih bayi berusia lima bulan yang di beri nama Lala.
Aku sempatkan sebentar untuk menemani Erick bermain pesawat dengan mengajarinya cara mengoperasikan remote control nya.Setelah puas menemani Erick bermain kemudian aku masuk ke dalam rumah.
"Eh sudah pulang pah?" Tanya Endang istriku.
"Iya sudah" jawabku.
"Sudah makan belum?" tanyanya.
"Sudah"jawabku.
Kemudian Endang pergi ke dapur dan meninggalkan aku di ruang tamu.
"Di minum teh nya pah" ujar Endang.
"Iya,terima kasih" aku pun langsung meraih cangkir teh yang ada di meja.
"Sini dulu ma" ujarku pada Endang.
"Iya pah,ada apa?" tanyanya.
"Minggu kemarin orang tua kamu telepon kan dari Jawa, bilangnya kangen sama kamu dan cucu cucunya,sebaiknya kamu pulang saja sama anak-anak ke Jawa,nanti setiap bulannya aku akan transfer untuk kebutuhan kamu sama anak-anak" ujarku pada Endang.
"Lah terus papa bagaimana sendirian disini,istri pertama dan anak anak papa di Garut,terus mama dan anak anak di suruh pulang ke Jawa,siapa yang mengurus papa disini?" tanya Endang dengan wajah keheranan.
" Ya kan papa bisa mengurus diri papa sendiri ma,pokoknya mama tidak perlu khawatir, setiap bulan pasti papa transfer uang ke rekening mama" ujarku menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu siapkan saja tiket untuk mama sama anak anak pah,lagian sudah lama tidak pulang ke Jawa,rasanya mama kangen sekali sama orang tua di Jawa sana" sahut Endang.
"Oke ma" sahutku.
"Akhirnya Endang mau juga aku bujuk supaya pulang ke Jawa.Itu artinya aku bisa bebas sesuka hatiku,mau pulang ke rumah ataupun tidak,kalau tidak Endang disini aku aman tidak ada yang ngomel-ngomel" batinku.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
*******