Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 23. Pernikahan Melly dan Shandy


__ADS_3

( POV Melly )


Hari ini aku dan bang Shandy akan pulang ke kampung halamanku.Aku sudah memberi tahukan pada ibu dan kakakku kalau hari ini aku akan pulang bersama bang Sandhy.


"Tok....tok....tok...." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"kreeeeekkkk...." Shandy membuka pintu dan Bejo pun sudah berdiri di depan pintu.


"Eh Jo,mari masuk" ajak Shandy pada Bejo.


"Iya Pak,mana barang yang mau di bawa Pak? tanya Bejo.


"ini Jo" sahut Shandy sambil menunjuk koper yang berada di dekat televisi.


Bejo pun segera mengambil koper tersebut dan membawanya ke bawah lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


"Sayang bagaimana,apakah sudah siap? tanya Shandy pada Melly.


"Sudah bang" sahut Melly yang keluar dari dalam kamar sambil menenteng tas branded.


"mari kita berangkat sayang" ujar Shandy sambil tersenyum pada Melly.


"Yuk mari bang" sahut Melly.


Melly dan Shandy pun keluar dari apartemen dan Shandy pun tak lupa untuk mengunci pintu apartemennya.Sesampainya di bawah Bejo pun membuka pintu untuk Shandy dan Melly.


"Ayo Jo,kita jalan sekarang" ujar Shandy pada Bejo.


Bejo pun menyalakan mesin mobil, kemudian melajukan kendaraannya menuju kampung halaman Melly yang berada di desa Bojong Banjarwangi Garut.


Sesampai di kampung Melly,Bejo pun segera memarkirkan mobil di depan rumah Melly.Pas turun dari mobil ada dua orang tetangga yang lewat depan rumah Melly.


"Aduh Melly,tambah cantik saja pulang dari Jakarta" kata Ceu Kokom memuji Melly sambil menyalami tangan Melly.


"Ah Ceu Kokom mah bisa saja hehe" sahut Melly sambil tersenyum.


"Alah neng Melly kayak artis sekarang mah euy pangling" Bik Odah pun ikut menyalami Melly.


"Hatur nuhun bik" sahut Melly tersenyum.


"Mari masuk ke dalam" ajak Bu Ida mempersilahkan Melly dan tamunya,untuk masuk ke dalam rumah.


Bayu yang sejak tadi berdiri di depan pintu pun tersenyum dengan ramah menyambut kedatangan Melly, Shandy dan bejo.


"Mari silahkan duduk" ujar Bu Ida dengan ramah


"Bu,kak,perkenalkan ini namanya bang Deddy calon suami Melly dan ini Bejo supirnya bang Deddy" ucap Melly memperkenalkan Deddy dan Bejo pada Ibu dan kakaknya.


"Bu,kak,perkenalkan nama saya Deddy" ucap Deddy sambil menyalami tangan Bu Ida kemudian menyalami Bayu.


"Saya Bejo Bu,kak, hehehe" celetuk Bejo sambil terkekeh mencairkan suasana.


"Bu dan kak Bayu maksud saya datang kemari,saya ingin mempersunting anak Ibu,dan saya sangat sayang sekali sama Melly Bu,kak,saya mohon sekiranya Ibu dan kak Bayu mengizinkan saya untuk menikahi Melly.


"Ah jangan panggil saya kak,panggil saja nama saya Bayu,Pak Shandy hehe" sahut Bayu ramah.


Tiba-tiba dari arah dapur datang Teh Lisna istri Bayu membawakan teh manis di atas nampan dan meletakkannya di atas meja.


"Silahkan di minum Pak,mas" ujar Teh Lisna dengan ramah.


"Oh iya bang, perkenalkan ini Teh Lisna istrinya kak Bayu" ucap Melly pada Shandy.


"Hallo teh,salam kenal ya teh" Shandy pun menyalami teh Lisna dan Bejo pun ikut menyalaminya.


"Permisi saya ke belakang dulu ya,mau menidurkan si kecil" ucap Lisna sambil tersenyum.


"Iya silahkan teh" timpal Bejo.


"Ya,kalau Ibu mah setuju setuju saja sama siapapun itu,yang penting sayangi anak Ibu dan jangan pernah menyakiti hatinya.


"Iya Bu,saya janji tidak akan pernah menyakiti Melly,saya akan menyayangi Melly dengan setulus hati saya" timpal Shandy.


"Bagaimana dengan kak Bayu? tanya Melly pada Bayu.


"Ya,kalau kakak mah ikut saja Mel,yang penting ibu sudah memberikan restu buat kalian,dan kakak berpesan sama Pak Shandy,tolong jaga adik saya baik baik, jangan pernah sakiti hatinya apalagi fisiknya.


"Oke bayu dan ibu terima kasih sudah merestui kami,saya akan menjaga Melly dan menyayangi Melly sampai kapanpun, meskipun perbedaan usia kami sangat jauh,tapi kami saling mencintai" ucap Shandy.


"Dan saya akan jadi saksinya kan Pak? tanya Bejo pada Shandy.


"Iya Jo,oh iya Bu mungkin untuk sementara kita akan menikah Siri dulu,kalau Melly sudah selesai kuliah,baru kita akan nikah resmi di KUA dan mengadakan resepsi" ucap Shandy.


"Sebenarnya resepsi itu tidak penting,yang penting kalian SAH saja dulu,biar tidak menimbulkan fitnah orang lain" sahut Bu Ida.


"Mohon maaf Pak Shandy, kemarin di telpon Melly mengatakan pada saya kalau bapak sudah berkeluarga ya? tanya Bayu.


"Iya sudah bay,tapi anak dan istri saya jauh di Palangkaraya" jawab Shandy.


"Kira kira kalau suatu saat,istri dan anak Pak Shandy mengetahui pernikahan kalian,apa yang akan bapak lakukan terhadap adik saya ini? tanya Bayu tegas.


"Saya akan melindunginya dan saya akan tetap mencintai Melly sampai kapanpun,karena memang sebenarnya rumah tangga saya dan istri sudah lama sekali tidak harmonis lagi,saya pun bertahan karena ada anak saja Bay" Shandy menjelaskan panjang kali lebar perihal rumah tangganya.

__ADS_1


"Kalau begitu,nanti Bayu lapor Pak RT dan Pak RW kalau kita kedatangan tamu dari Jakarta" ujar Bu Ida.


"Sekalian saja Bay,izin ke RT RW setempat kalau saya akan menikahi Melly besok" timpal Shandy.


"Oke siap,itu mah gampang" sahut Bayu.


"Terima kasih bay" timpal Shandy.


"Ayo silahkan di minum teh nya" ujar Bu Ida.


Shandy dan Bejo pun meminum teh buatan Lisna. Bayu segera berpamitan untuk ke rumah RT RW dan Pak penghulu.


"Bu,kami pamit dulu ya,mau ke pergi ke tukang rias pengantin dulu" ucap Melly berpamitan pada ibunya.


"Iya Mel,hati hati ya" sahut Bu Ida.


Melly dan Shandy pun berangkat di antar Bejo.


sesampainya di rumah tukang rias pengantin,Melly pun mencoba beberapa kebaya yang simple dan elegan.


"Jangan lupa besok pagi ke rumah ya Bu" ucap Melly pada tukang rias pengantin.


"Iya neng siap,besok pagi ibu kesana ya" sahut Bu Nani.


"Ya sudah kalau begitu, kami pamit dulu ya Bu" ucap Melly pada Bu Nani.


"Iya neng Melly" timpal Bu Nani.


Setelah Melly dan Shandy pamit pada Bu Nani, Shandy dan Bejo pun mengantarkan Melly untuk kembali pulang ke rumahnya.Kemudian mereka sama sama masuk ke dalam rumah Melly.


"Bu,saya dan Bejo pamit dulu ya" Shandy berpamitan pada Bu Ida.


"Loh mau pada kemana? tanya Bu Ida.


"Saya dan Bejo mau menginap di hotel Sampireun,besok pagi baru kami datang lagi kemari Bu" ucap Shandy.


"Oh begitu,ya sudah silahkan nak" sahut Bu Ida.


Shandy dan Bejo pun menyalami Bu Ida,lalu berangkat menuju hotel Sampireun yang letaknya tidak jauh dari rumah Melly.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Shandy dan Bejo sudah tiba di rumah Melly.Shandy memakai stelan jas warna hitam dan di padukan dengan kemeja warna putih miliknya.Bu Ida pun mempersilahkan masuk dan langsung menyuruh Shandy dan Bejo ke ruang tamu untuk sarapan.


Rumah Melly yang serba sederhana itu terlihat bersih dan rapi,walaupun bangunannya sudah tua.Shandy dan Bejo pun menikmati sarapan soto ayam dan pindang ikan buatan Bu Ida.


Sementara itu Melly sedang di rias di dalam kamar oleh sama Bu Nani.Bayu pun memanggil Ceu Kokom dan bik Edoh untuk menyaksikan pernikahan Melly.


"Yuk mari masuk ke dalam Ceu Kokom dan bik Odah" Bayu mengajak kedua tetangganya tersebut masuk ke dalam rumah.


"Kenapa ya si Melly nikahnya dadakan,sudah gitu nikah siri pula ya kan? bisik Ceu Kokom.


"Iya,gak tahu kenapa atuh serba dadakan,udah gitu calon suaminya sudah tua lagi,sepantaran sama almarhum bapak si Melly ya" timpal bik Odah.


"Silahkan di minum Ceu Kokom dan bik Odah, silahkan di cicipi kue bolunya" tiba-tiba Lisna datang membawa nampan yang berisi teh hangat dan kue bolu.


"Duh gak usah repot-repot teh Lisna" sahut bik Odah basa basi.


"Ah gak repot kok,santai saja hehe" jawab Lisna


"Teh Lisna,kenapa atuh si Melly teh nikahnya dadakan? bisik bi Odah.


"Iya,kenapa atuh cuma nikah siri,gak langsung nikah KUA saja? tanya Ceu Kokom.


"Tok....tok....tok...." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Assalamualaikum Bu Ida" terdengar suara orang memanggil Bu Ida.


Lisna pun segera bergegas menuju ke pintu dan mengabaikan pertanyaan Ceu Kokom dan Bik Odah.


"Wallaikumsallam mari silahkan masuk teh" ujar Lisna pada Teh Asih yang mengantarkan pesanan nasi kotak.


"Teh Lisna,ini nasi kotak pesanan Bu Ida,saya taruh di mana ini teh? tanya Asih pada Lisna.


"Oh, langsung bawa masuk saja ke dapur sini yuk teh" ajak Lisna.


Tak berapa lama kemudian rombongan RT RW dan Pak penghulu pun datang,lalu masuk ke dalam rumah Bu Ida.


Kini di ruang tamu sudah berkumpul semuanya kecuali Melly masih ada di dalam kamar sama Bu Nani.


"Oke,ini sudah siap semuanya ya? tanya Pak penghulu.


"Sudah Pak" sahut Bayu yang ada di sebelah pak penghulu dan akan menjadi wali nikah Melly.


"Bismillahirrahmanirrahim saya terima nikah dan kawinnya Melly Anjani binti Jupri dengan mas kawin perhiasan emas seberat 50 gram dan satu unit apartemen di bayar tunai" ucap pak penghulu sambil menyalami Shandy.


"Saya terima nikah dan kawinnya Melly Anjani binti Jupri dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ucap Shandy dengan suara lantang dan tegas.


Bagaimana para saksi SAH? tanya Pak penghulu.


"SAH ! ucap semua hadirin dengan kompak.


"Alhamdulillah....." ucap pak penghulu kemudian membacakan do'a di iringi dengan suara "Aamiin" dari para hadirin yang datang.

__ADS_1


Melly pun keluar dari kamarnya di gandeng oleh Bu Ida dan Bu Nani.Shandy pun terpesona melihat kecantikan Melly yang wajahnya di rias oleh Bu Nani,Melly terlihat sangat cantik dan anggun dengan memakai kebaya modern warna putih.


Kemudian Melly duduk di sebelah Shandy lalu mencium punggung tangan Shandy. Shandy pun mencium kening Melly dengan lembut.


"Cieee yang sudah punya suami hehehe" goda bik Odah sambil terkekeh.


"Hussss" ceu Kokom menyenggol lengan bik Odah.


Bik Odah langsung terdiam dan menutup mulutnya,sontak saja yang ada di ruangan itu pada tertawa melihat tingkah bik Odah.


Pak RT, pak RW dan Pak penghulu sudah berpamitan pulang dan di bawakan nasi kotak.


"Ceu Kokom dan bik Odah,ini bawa pulang nasi kotak ya" ucap Bu Ida.


"Iya Bu Ida" sahut Ceu Kokom.


"Inikan masih sisa banyak nasi kotaknya,tolong bagi bagikan saja pada tetangga lainnya ya Bik Odah" ujar Bu Ida.


Iya sini Bu Ida,biar saya bagi bagikan" sahut bik Odah.


"Nih bik Odah,sudah saya masukan ke dalam kantong plastik besar,biar gampang bawanya" ujar Bu Ida sambil menyodorkan plastik besar pada bik Odah.


"Bu Ida beruntung banget,dapat mantu orang kaya,maskawin nya saja bikin aku ngilerrrrr bisik bik Odah pada Bu Ida.


"Hussss" Ceu Kokom menarik lengan bik Odah.


" Saya juga mau atuh di kasih perhiasan 50 gram sama apartemen mah" sahut bik Odah sambil ketawa cengengesan.


Bu Ida hanya tersenyum melihat tingkah laku bik Odah.Kemudian Ceu dan bik Odah pun pergi membagi bagikan nasi kotak pada tetangga terdekat.


"Beli...beli...Bu Ida,beli Bu" ujar seorang perempuan di luar rumah.


"Eh Ceu Entin,hari ini gak jualan Ceu libur dulu,besok baru jualan lagi ya" sahut Bu Ida sambil tersenyum.


"Yah,padahal lagi pengen makan gado-gado buatan Bu Ida,eh malah gak jualan" sahut Ceu Entin.


Ceu Entin pun berlalu dan Bu Ida pun kembali menuju ke ruang tamu dan bergabung duduk bersama yang lainnya.


"Bu,saya mau minta izin mengajak Melly tidur di hotel Sampireun" ucap Shandy pada ibu mertuanya itu.


"Iya boleh boleh saja,toh kalian juga sudah halal" sahut Bu Ida.


"Atau sekalian saja kita pergi semuanya menginap di resort Sampireun kalau mau,ibu dan bayu serta anak istri kamu bay" ajak Shandy.


"Ah, gak usah nak Shandy,biar kami di rumah saja" ucap Bu Ida.


"Ya sudah kalau begitu,kami pamit dulu ya Bu" ucap Shandy.


Melly pun keluar dari kamarnya dan sudah berganti pakaian dengan mengenakan celana jeans biru dan kemeja warna putih.


"Sudah siap sayang? tanya Shandy pada Melly.


"Sudah bang,yuk berangkat,Bu,kak dan Teh Lisna,kami pergi dulu ya" Melly berpamitan.


"Iya nak,hati hati ya" sahut Bu Ida.


Shandy dan Melly pun berangkat di antar Bejo menuju hotel Sampireun untuk bermalam di sana. Keesokan harinya jam satu siang Shandy, Melly dan bejo pun sudah berada di rumah Bu Ida dan hendak berpamitan untuk pulang ke Jakarta.


"Bu kami pamit pulang ke Jakarta ya,di karenakan Melly juga harus kuliah dan saya juga banyak pekerjaan,jadi saya mohon maaf tidak bisa berlama-lama disini" ucap Shandy pada Bu Ida.


"Iya kalian hati hati di jalan ya, semoga selamat sampai tujuan.


"Kapan kapan,kalau Ibu dan Bayu serta anak istri Bayu ada waktu luang,main mainlah ke Jakarta" ucap Shandy.


"InsyaAllah kapan kapan kami main kesana" sahut Bu Ida.


"Bu ini ada sedikit uang buat ibu pegangan,kalau nanti uangnya habis,ibu bisa hubungi Melly" ucap Shandy sambil menyodorkan uang gepokan sebanyak 20 juta rupiah.


"MasyaAllah Alhamdulillah terima kasih nak Shandy" ucap Bu Ida terharu dan berkaca kaca.


"Dan ini untuk kamu bayu,semoga ini bisa membantu untuk modal kamu jualan ya" ucap Shandy sambil menyodorkan uang gepokan sebesar 10 juta rupiah.


"Alhamdulillah terima kasih banyak Pak Shandy,uang ini akan saya gunakan untuk menyewa kios di pasar,biar saya tidak jualan keliling lagi" sahut Bayu.


"Memangnya jualan apa kang Bayu? celetuk Bejo.


"Jualan mie ayam bakso mas Bejo" jawab Bayu.


"Oh iya enak tuh,saya suka makan mie ayam bakso hehehe" sahut Bejo.


"Iya,kapan kapan kalau kesini,nanti saya buatkan ya mas Bejo hehehe" sahut Bayu.


"Oke kang,semoga sukses dan lancar usahanya ya" timpal Bejo.


"Aamiin" semua yang ada di ruangan itu mengamini perkataan Bejo.


Melly dan Shandy pun masuk ke dalam mobil di iringi oleh Bu Ida,Bayu dan Lisna. Kemudian mobil yang di Kendarai Bejo itu pun segera berlalu dan pergi meninggalkan kampung halaman Melly.


BERSAMBUNG......


*******

__ADS_1


__ADS_2