
( POV Dinda )
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Dinda pun meraih ponselnya yang berada di dalam tasnya.
"Hallo say" Terdengar suara Een di ujung telepon.
"Iya hallo say" Sahut Dinda.
"Udah di rumah belum,jadikan kita karaokean say?" Tanya Een.
"Aku baru aja nyampe rumah say,capek banget" Sahut Dinda.
"Ayolah say,ikut kami yah,biar seru ya,sebentar lagi aku sama Bu Ani ke rumahmu say" Een menutup teleponnya.
"Hadeeuuh kebiasaan nih si Een suka maksa" Dinda meletakkan ponselnya di atas nakkas.
Dinda pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,lalu ia pun segera berdandan di depan cermin.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Een menelepon Dinda.
"Kami udah di depan rumahmu say" Ucap Een.
"Iya,tunggu bentar ya say,aku masih dandan" Dinda mematikan teleponnya.
Lima menit kemudian Dinda pun telah selesai berdandan,lalu ia pun berpamitan pada Siti,Tia dan anak anaknya.
"Say,maaf ya nunggu lama hehe" Ucap Dinda ketika sudah masuk ke dalam mobil Een.
"Iya gak apa-apa say,yuk sekarang kita capcuss" Sahut Een sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Bu Dinda,makasih ya udah mau di ajak karaokean bareng kita" Ucap Ani yang duduk di sebelah Een.
"Eh,aku loh yang makasih Bu,udah di ajakin hehe" Sahut Dinda.
"Say,Bu Ani ini suaminya adalah sepupuku,dan Bu Ani juga bekerja jadi administrasi keuangan di salah satu perusahaan" Ucap Een menjelaskan.
"Oh,wanita karier toh Bu hehe" Timpal Dinda.
"Iya begitulah kata orang orang,aku ini wanita karier,tapi sebenarnya aku juga sama kayak kalian,ibu rumah tangga biasa hehe" Ucap Ani.
"by the way,udah punya anak berapa Bu?" Tanya Dinda.
"Aku menikah udah lima tahun belum punya anak say,dari jaman kuliah aku bandel,suka minum alkohol,semua barang haram aku cobain kayak obat obatan,sabu sabu,tapi sekarang aku udah tinggalkan itu semua dan cuma tinggal merokok aja yang belum bisa aku tinggalkan sampai sekarang,mungkin karena itu,aku sampai sekarang belum punya anak kali say" Ucap Ani menjelaskan.
"Ah,santai aja Bu,kan ibu masih muda,masih banyak peluang untuk punya anak,udah berobat belum Bu?" Tanya Dinda.
"Sekarang usiaku udah 38 tahun,aku menikah usia 33 tahun,dan suamiku lebih muda10 tahun dariku say,belum pernah berobat sih sampai sekarang" Timpal Ani.
"Oh,begitu ya Bu,wah berati ibu menikah sama berondong dong hehehe" Ucap Dinda sambil terkekeh.
"Hehehe,secara usia memang ia lebih muda dariku say,tapi secara status ia adalah duda dan sudah mempunyai satu orang anak dari pernikahan sebelumnya" Timpal Ani.
"Oh begitu ya hmm..." Dinda menyimak penjelasan dari Ani.
__ADS_1
"Suamiku dulu bandel,pas sekolah SMA dia pacaran dan menghamili pacarnya,mau tidak mau jadi mereka harus menikah,tapi setelah menikah,mereka tinggal di rumahnya masing-masing,jadi menikah hanya untuk status aja begitu say" Beber Ani menjelaskan masa lalu suaminya itu.
"Oh,begitu hmm..."Dinda menyimak penjelasan Ani.
"Kenapa aku lambat menikah?karena aku pikir waktu itu,aku wanita pekerja keras dan aku tidak butuh laki-laki untuk menghidupiku,aku bisa cari uang sendiri,tapi desakan dari orang tua agar aku menikah,mau tidak mau akhirnya aku menikah di usia ya bisa dikatakan sangat matang ya kalau untuk perempuan menikah di usia 33 tahun" Terang Ani.
"Eh,kita udah sampai nih" Celetuk Een sambil memarkirkan mobilnya di area parkir karaokean.
Dinda,Een dan Ani pun masuk ke tempat karaoke tersebut,lalu Ani pun memesan medium room untuk Three hours.
Sesampainya di dalam ruangan,Een dan Ani pun sibuk nyanyi secara bergantian.Sementara Dinda sibuk membalas pesan dari Deddy.
"Rokok say" Ucap Ani seraya menyodorkan sebungkus rokok pada Dinda.
"Thanks Bu" Dinda meraih rokok tersebut lalu mengambil sebatang dan menghisapnya.
Dinda dan Ani pun tengah asik menikmati rokok sambil melihat Een sedang menyanyikan lagu bad romance - lady Gaga.
I want your love, and I want your revenge
You and me could write a bad romance (oh-oh-oh-oh-oh)
I want your love and all your lover's revenge
You and me could write a bad romance
"Say,nyanyi dong" Ujar Ani sembari menyodorkan mikrofon.
"Iya nanti giliran Bu,aku lagi menikmati rokok dulu hehehe" Sahut Dinda.
"Fish and chips,French fries dan satu botol air mineral ya mbak" Ucap Dinda.
"Aku mau makan nasi goreng seafood sama lemon tea hangat" Timpal Ani.
"Aku beef black paper rice sama jus alpukat" Sahut Een.
"Oke baik,mohon di tunggu sebentar ya Bu" Ucap pelayan.
"Bu,gantian nyanyi nih" Ujar Een sambil menyodorkan mikrofon pada Ani.
Ani pun menyanyikan lagu rolling stone favoritnya,sementara Dinda sedang pergi ke toilet untuk buang air kecil.
"Say" Tegur Een,ketika Dinda sedang berkaca di cermin toilet wastafel.
"Eh,iya say,mau pipis juga?" Tanya Dinda.
"Iya udah barusan,kasihan Bu Ani say" Ucap Een sembari berkaca di sebelah Dinda.
"Bu Ani kenapa say?" Tanya Dinda.
"Suaminya selingkuh sama mantannya, makanya Bu Ani galau dan ngajak kita karaokean" Jelas Een.
"Oh,begitu ya say,bukankah suaminya itu sepupumu ya say?" Tanya Dinda lagi.
__ADS_1
"Iya,maklumlah suaminya itu lebih muda dari dia,lagian mereka udah lima tahun menikah belum punya anak juga" Ucap Een.
"Apakah itu penyebab suaminya berselingkuh say?" Tanya Dinda.
"Entahlah,hanya suaminya yang tahu,kenapa ia sampai berselingkuh sama mantan pacarnya" Terang Een.
"Oh,ya udah yuk,kita kesana hibur dia" Ajak Dinda.
Dinda dan Een pun kembali ke ruangan karaoke,Ani masih teriak teriak bernyanyi lagu rock kesukaannya.
"Ayo dong say,kamu nyanyi nih" Ujar Ani sembari menyodorkan mikrofon pada Dinda.
"Oke,dari tadi kan kalian nyanyi rock mulu, sekarang giliran aku ngajak kalian untuk bergoyang ya biar terhibur hehehe" Ucap Dinda.
Betapa sakit hatiku melihat
Kau berjalan dengan seorang wanita
Betapa kukecewa setelah tahu
Kau berjalan dengan begitu mesra
Aku tak kuasa untuk melihatnya
Akhirnya kukecewa
Tapi oh bukanlah
Diriku pengemis cinta
Cukuplah sekali
Kecewa dalam hidupku
Setelah puas bernyanyi Dinda,Een dan Ani pun segera pulang.Een dan Ani pun mengantar Dinda sampai di depan rumahnya.
"Bu Ani,thank you untuk hari ini ya hehe" Ucap Dinda seraya membuka pintu mobil.
"Iya,sama sama say" Sahut Ani.
"Mampir dululah ke rumah say" Ajak Dinda pada kedua temannya itu.
"Next time aja say,sekarang udah malam,kita mau langsung pulang say" Sahut Een.
"Oke,kalian hati hati di jalan ya" Pesan Dinda.
"Siiiip" Sahut Een.
Dinda pun melambaikan tangannya pada kedua temannya itu,kemudian ia pun berlalu masuk ke dalam rumahnya.
"Omaygatsss,lelah banget seharian ini,rasanya aku ingin beristirahat di atas kasur yang empuk " Gumam Dinda.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
*******